Persiapan Pernikahan E♡R: Membeli Cincin Kawin

Cincin kawin agaknya merupakan salah satu elemen penting dalam pernikahan, walaupun sebenarnya ga wajib juga sih ya, kecuali kalau jadi mahar. Dulu saya sempat bingung, cincin kawin ini sebenarnya termasuk mahar atau bukan, soalnya kan sebagian orang ngasih mahar berupa emas perhiasan, kali aja cincin kawin untuk istrinya termasuk mahar, trus suaminya beli sendiri, kekeke. Saya tanya beberapa teman, di mereka cincin kawin itu di luar mahar.

Setelah diskusi sama Evan, akhirnya kami sepakat untuk membeli cincin kawin, di luar dari mahar. Lebih kepada simbolnya sebagai pengikat dua insan *aseeek, istilahnya, haha*. Saya sebagai perempuan yang ga pernah pake perhiasan bener-bener blank soal cincin, akhirnya malah lebih banyak Evan yang ngarahin, hihihi.

Memilih Logam Cincin Kawin

Tahap pertama sebelum membeli cincin kawin adalah menetapkan logamnya. Ada banyak pilihan logam yang biasanya dijadikan cincin kawin. Di Indonesia yang banyak digunakan seperti emas, platina, titanium, palladium, dan perak.

Emas sudah jelas diharamkan untuk laki-laki, berdasarkan dalil berikut.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang cincin emas (bagi laki-laki).” (HR. Bukhari no. 5863 dan Muslim no. 2089)

“Dari Abu Musa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para pria’”. (HR. An Nasai no. 5148 dan Ahmad 4/392. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Jadi, Evan ga mungkin pakai emas, sementara saya bisa. Kalau perak insyaaAllah gpp buat laki-laki. Tapi saya pribadi sih sebenarnya ga emas pun juga gpp, sama aja di mata saya, haha. Gpp samain aja bahannya sama cincin Evan, ga perlu lah yang mahal-mahal amat *bukan cewe pecinta perhiasan*. 😛

Akhirnya Evan memilih campuran palladium dan perak untuk cincinnya. Palladium logam yang kokoh, tapi warnanya ga sebagus warna perak. Perak warnanya bagus dan mengkilat, tapi kurang kokoh dan katanya cepat pudar juga. Buat saya? Gimana nanti aja. 😛

Tentang Emas Putih

Oia di atas saya belum menyebutkan tentang emas putih, logam yang juga banyak diminati untuk cincin kawin. Emas putih jadi pilihan buat orang-orang yang pengen “emas” tapi lebih suka warna “putih”. Hukumnya buat laki-laki gimana?

Nah saya baru tau info menarik soal emas putih ini saat cari-cari info tentang logam cincin kawin. Dulu saya kira emas putih itu adalah platina, jadi gpp buat laki-laki. Pun di KBBI ditulis bahwa emas putih itu adalah “logam mulia yang warnanya putih; platina;”.

Tapi yang beredar di pasaran ternyata ada versi lain juga, di mana emas putih adalah emas (aurum, Au) yang dicampur atau dilapis dengan logam lain sehingga menghasilkan warna putih. Dalam kasus ini tentunya emas putih jadi haram buat laki-laki. Selengkapnya silakan baca di artikel ini.

Jadi buat Anda para laki-laki yang ingin membeli perhiasan dengan emas putih, pastikan lagi ke toko perhiasannya, emas putih yang mereka maksud yang mana. Atau kalau memang maunya platina, sekalian aja bilang platina. 😛 Ada kejadian soalnya, setelah beberapa lama menikah, cincin si suami memudar dan muncullah warna kuning emas. Ternyata emas putih yang dia pakai adalah emas putih versi yang ada emasnya. Bahaya kan. 😀

Memilih Model Cincin Kawin

Tahap selanjutnya adalah memilih model cincin kawin, kalau memang pengennya model custom. Thanks to Google, masukin keyword “cincin kawin” atau “wedding ring” ada banyak banget hasilnya. Atau bisa juga browsing di toko-toko online yang menjual cincin kawin. Modelnya bagus-bagus semua. 😀

Tadinya kami pengen model cincin yang unik. Tapi setelah browsing ujung-ujungnya milih model yang sederhana aja, haha. We love simplicity. :p

Beli Cincin di Mana?

Langkah berikutnya, mencari toko untuk membeli cincin kawin tsb. Sebenarnya sekarang banyak toko online yang menjual cincin kawin, pilihan modelnya banyak, bagus-bagus pula. Tapi kami ga mau pesan di toko online, kuatir aja, mana ga nemu pula toko online cincin kawin yang base-nya di Bandung. Kalau ketipu gimana, kalau ada yang pengen diperbaiki gimana. 😛

Rencana awalnya sih kami mau memesan cincin kawin langsung setelah premarital check up. Beres check up, karena Santosa Hospital dekat dari area Pasar Baru, kami melewati Jl. Otto Iskandar Dinata. Di sepanjang jalan itu ada sejumlah toko perhiasan emas. Beberapa temannya Evan juga belinya di sana. Kami coba lihat-lihat dan tanya beberapa toko dulu apakah mereka punya palladium-perak, semua bilang ga punya. -_-”

Karena saat udah sore juga, kami putuskan untuk lanjut mencari besoknya saja. Minggu siang, 22 September 2013, kami kembali ke area Otista, rencananya mau nanya, kalau misalkan kami pesan sepasang cincin, satu emas putih satu palladium-perak, kira-kira bisa atau ngga. Salah nanya juga sih kemarin sepertinya, secara yang dimasuki toko emas, masa yang mau dibeli ga ada emasnya. 😛 Tapi kami kembali hanya untuk mendapati bahwa semua toko emas tutup! Weleh.

Lesson learned: Sepertinya hari Minggu itu jadwal tutup toko emas. Jangan berencana ke toko emas pada hari Minggu. -_-”

Evan sempat lihat ada toko perhiasan perak di depan Pasar Baru, kami coba ke sana, kali aja buka, ga kayak toko emas. Ternyata buka! Hoho. Namanya Paris Silver. Coba nanya ke orangnya, ternyata katanya bisa pesan palladium-perak di sana. Akhirnya kami pesan di sana langsung, malas ribet-ribet lagi nyari, pun Evan pengen sesegera mungkin mengurangi todo list kami. 😛 Dan saya pun ikut aja pake palladium-perak, sama dengan cincin Evan.

Tanggal 22 September kami pesan cincinnya, model simpel, masing-masing beratnya 5 gram, ada nama Evan di cincin saya, dan sebaliknya. beberapa hari kemudian kami dikabari kalau cincinnya udah dibuat, bisa dicek dulu kalau mau ada perbaikan. Saya kembali ke sana tanggal 29 September. Cincin Evan menurut saya tidak bermasalah, sementara cincin saya kurang halus doff-nya dan hiasan permatanya ga seperti yang saya bayangkan. Saya minta ganti permatanya, dan perhalus lagi cincinnya.

Tanggal 5 Oktober saya kembali lagi, tapi masih ada yang kurang dari cincin saya. Tapi oleh orang tokonya saya disuruh bawa dulu aja cincinnya, nanti balik lagi ke sana kalau Evan udah ngecek cincinnya juga. Biar sekalian gitu, daripada saya bolak-balik ke sana.

Tanggal 19 Oktober Evan datang ke Bandung menghadiri wisuda adiknya, Reyhan, di ITB. Sekalian Evan ngecek cincinnya, dan puas katanya. Berarti tinggal cincin saya aja yang mesti diperbaiki lagi. Sorenya kami kembali ke tokonya untuk memperbaiki cincin saya.

Minggu, 27 Oktober 2013 perbaikan cincin selesai. Alhamdulillah cincin kawinnya udah jadi, tapi kawinnya masih lama, hahaha.

Salam,

signature

Leave your comment