Menentukan Tanggal dan Rangkaian Acara Pernikahan

Tanggal pernikahan adalah hal terpenting yang mesti ditetapkan dari awal, karena timeline persiapan kita tentunya tergantung pada kapan kita akan menikah. Ada beberapa faktor yang akan jadi pertimbangan penentuan tanggal. Selain tanggal, kita juga perlu merencanakan acara apa saja yang nantinya akan diadakan, terutama untuk yang pernikahannya ga cuma akad nikah dan resepsi sehari beres.

Untuk tanggal pernikahan kami, mulanya Evan dan saya mendiskusikan kapan kira-kira tanggal yang pas, lalu didiskusikan lagi dengan keluarga. Evan harus menyesuaikan dengan jadwal off-nya soalnya, sementara saya bebas kapan saja. Untuk acara, selain resepsi di tempat saya, Evan juga berencana mengadakan resepsi di rumahnya di Padang.

Evan dan saya percaya hari apapun adalah baik. Namun tentunya dari pihak keluarga besar juga ada pertimbangan tersendiri dalam menentukan tanggal. Dari pihak keluarga saya, katanya ada istilah bulan naik bulan turun, tapi saya juga ga gitu paham maksudnya gimana. Intinya sebaiknya nikahnya sebelum tanggal 15 tiap bulan hijriah. Dari pihak keluarga Evan, ada perhitungan 1 = langkah, 2 = rezeki, 3 = pertemuan, 4 = maut, dan berulang untuk angka-angka selanjutnya. Dan untuk menikah sebaiknya menghindari tanggal kelipatan 4 di bulan hijriah.

Terkait hari, di kampung saya biasanya akad nikah dilaksanakan pada hari Jum’at, lalu resepsi pada hari Sabtu atau Minggu. Agak jarang akad nikah dan resepsi dilaksanakan dalam hari yang sama karena nantinya resepsi biasanya berlangsung seharian, fufufu. Untuk resepsi, Mama saya prefer jangan hari Minggu. Sabtu atau Senin katanya, karena rekan-rekan orang tua saya di kalangan PNS prefer datang kondangan di hari kerja sepulangnya mereka bekerja (Sabtu masih termasuk hari kerja di sana). Senin aneh buat saya, jadi mending Sabtu resepsinya, hehe.

Awalnya kami merencanakan akad nikah pada tanggal 3 Januari, resepsi di kediaman saya tanggal 4 Januari, dan resepsi di kediaman Evan tanggal 11 Januari. Namun karena Evan tidak bisa off lebih cepat, akhirnya kami undur seminggu dari rencana awal. Di pertemuan keluarga tanggal 13 Agustus 2013, kedua keluarga sepakat tanggalnya jadi 10, 11, dan 18 Januari 2014.

Saya mengecek konversi tanggal 10 Januari 2014 ke kalender hijriah. Tanggal segitu kemungkinan jatuh pada 8 atau 9 Rabi’ul Awal 1435 H. Hoalah. Waktu pertemuan keluarga itu kami belum bisa memastikan karena kalender 2014 belum keluar. At least kalau sudah ketahuan libur Maulid Nabi tanggal berapa, kami bisa menghitung tanggal persisnya.

Kalender 2014 keluar, dan ternyata 10 Januari 2014 itu jatuh pada tanggal 8 Rabi’ul Awal 1435 H. Buat keluarga saya ga masalah, karena masih di bawah tanggal 15. Buat keluarga Evan, setelah didiskusikan lagi, katanya sebaiknya jangan tanggal segitu. Akhirnya disepakati akad nikah dimajukan sehari, yakni tanggal 9 Januari 2014. Sementara untuk jadwal resepsi tidak berubah dari rencana awal.

Agak rempong ya netapin tanggalnya, ehehe.

Salam,

signature

Leave your comment