Pelaminan dan Dekorasi Baralek

Resepsi pernikahan tak lepas dari pelaminan dan venue yang didekor sedemikian rupa, entah itu acaranya di gedung ataupun di rumah. Di kota besar biasanya resepsi diadakan di gedung. Di Sumatra Barat, sejauh pengamatan saya, mayoritas resepsi pernikahan masih diadakan di rumah. Di kota seperti Padang dan Bukittinggi mulai ada yang ngadain di gedung juga sih, tapi sepertinya masih lebih sedikit dibanding yang ngadain di rumah.

Mengadakan resepsi di rumah bisa menghemat biaya karena ga perlu keluar biaya untuk sewa gedung, hanya saja memang jadinya lebih repot. Tentu ga semua orang punya rumah besar yang mampu menampung sekian banyak tamu, karena itu biasanya area resepsi diperluas dengan bikin tenda di halaman rumah ataupun di jalan di depan rumah. Kalau pakai jalan, artinya jalan itu mesti ditutup sebagian atau ditutup total dulu.

Di Sumatra Barat, terutama di daerah yang bukan kota, resepsi di rumah rasanya lebih cocok untuk masyarakatnya. Biasanya tamu di sana datangnya beda-beda jamnya, tergantung mereka bisanya jam berapa. Artinya tempat resepsi mesti bisa menerima tamu sepanjang hari. Kalau di gedung kan jamnya terbatas, tamu mesti datang pada jam yang ditentukan. Kalau di rumah kita bisa ngadain acara seharian, tapi jadinya pengantinnya harus stand by sepanjang hari, hihi.

Pelaminan dan Dekorasi Baralek Baso

Di rumah saya, terakhir ada resepsi pernikahan itu tahun 2006, resepsi pernikahan mamak saya. Waktu itu untuk resepsi pakai rumah saya dan rumah ibuk (adik mama) yang bersebelahan, cukuplah buat menampung para tamu, hehe. Lalu kebetulan beberapa tahun lalu keluarga besar saya bikin semacam gedung olahraga, hall badminton gitu. Letaknya persis di belakang rumah saya dan ibuk. Jadi untuk resepsi saya, keluarga besar mencoba untuk mengadakan resepsi di hall itu aja. Lebih lapang soalnya daripada di rumah.

Hall-nya gede banget, ada 3 lapangan badminton di dalamnya, trus ada sisi yang memang ditinggikan seperti panggung. Saya ga kebayang hall ini mau didekor kayak apa, jadi saya serahin aja sama keluarga. Saya ga ambil pusing soal ini.

Tetangga persis sebelah rumah saya kebetulan punya usaha pelaminan. Menimbang hubungan baik dengan tetangga, mama saya pakai jasa pelaminan ini aja. Ini kali pertama juga sih buat mereka mesti mendekor dan masang pelaminan di tempat segede itu, jadi rada eksperimen juga jadinya.

Pelaminan di hall mulai dipasang dari tanggal 6 Januari 2014. Biasanya emang gitu sih, mulai masangnya dari beberapa hari sebelum akad nikah, walau tempatnya di rumah pun. Masangnya bukan dikejar sehari langsung beres kayak di gedung, tapi dicicil dikit-dikit.

image

Pelaminan beres dipasang sehari sebelum akad nikah, tapi bagian lainnya dari ruangan hall diselesaikan sehari sebelum resepsi. Pelaminan diletakkan di bagian panggung, didominasi kain-kain warna cerah khas Minang.

image

Sehari sebelum resepsi, area di depan pelaminan diberi taman. Oya, di pelaminan ini kursi yang tersedia hanya untuk kedua pengantin. Space-nya sebenarnya cukup untuk bikin pelaminan kayak di gedung, yang juga ada kursi untuk kedua orang tua. Tapi di daerah saya ga biasa sih. Keluarga juga mikirnya orang tua sebaiknya ga usah duduk di pelaminan, ngapain juga cuma jadi pajangan. Mending mereka mobile, nyambut dan ngobrol-ngobrol sama tamu. Toh tamunya juga banyakan tamu dari orang tua.

image

Untuk tempat makan tamu, disediakan 2 jenis tempat duduk. Area yang luas memungkinkan untuk pasang banyak meja dan kursi. Malam sebelum akad nikah saya masih ikutan lho nata-nata dan ngangkat-ngangkat meja-kursinya, haha.

image

Selain meja-kursi, disediakan juga tempat duduk buat yang ingin duduk lesehan.

image

Makanannya sistem prasmanan juga, tapi sayang dari sekian banyak foto saya ga nemu foto penampakannya kayak apa, ga ada yang moto, huhu. Pas hari H saya juga ga sempat liat langsung.

Karena ruangannya yang sangat besar, dari bagian tamu jadinya pelaminannya keliatan kecil banget, huhu. Padahal kalau dipasang di rumah udah gede banget itu, haha.

image

Yah kalau dibandingin dengan dekorasi di gedung-gedung sih masih jauh ya, hehe. Susah juga sih, mau lebih bagus ya biayanya mesti lebih gede lagi. 😛 Tapi paling tidak yang menurut saya jauh lebih baik dari resepsi yang biasa saya datangi di gedung di kota adalah banyaknya tempat duduk dan meja untuk makan bagi tamu. Jadi ga ada tamu yang makan sambil berdiri.

Oya itu baru di dalam hall-nya ya. Di halaman rumah saya juga dipasangi tenda.

image

Di pinggir jalan menuju rumah saya dipasang sejumlah marawa (bendera/umbul-umbul khas Minang berwarna merah-kuning-hitam). Dalam perhelatan di ranah Minang, marawa memang biasa dipakai sebagai penanda untuk menuju tempat acara.

image

Pelaminan dan Dekorasi Baralek Padang

Untuk resepsi di Padang, Evan memilih untuk mengadakan di rumahnya. Buat Evan, dengan ngadain acara di rumah, Evan merasa mama dan papanya ikut hadir di sana. 🙂

Evan milih mayoritas pakai area di luar rumah. Karena halaman rumahnya ga luas, jadi pakai jalan di depan rumah. Jalannya ditutup total. Di badan jalan itulah didirikan tenda dan pelaminan.

image

Tenda yang di Padang ini bagus banget, jauh lah dibanding tenda yang di rumah saya, haha. Tadinya yang di Baso pengennya juga pake tenda kayak gitu, tapi ntah miskom dengan pihak pelaminan atau gimana, jadinya tendanya kurang oke.

image

Luas tempat acara di Padang ini memang jauh lebih kecil kalau dibandingkan hall di Baso. Namun demikian, di dalamnya tetap ditaruh sejumlah meja dan kursi untuk tamu. Makan sambil berdiri pokoknya ngga banget lah kalau di acara di rumah.

image

Untuk makanan, Evan pakai katering. Dan tempat makanannya juga dihias dengan cantik.

image

Pelaminan sendiri berada di sisi tenda yang satu lagi. Untuk pelaminan dibuatkan panggung sehingga pelaminan berada lebih tinggi.

image

Oya bagian dalam rumah Evan tetap dipakai juga kalau meja-kursi lagi penuh atau kebetulan ada yang serombongan besar datang.

Itu aja elemen-elemen pelaminan dan dekorasi yang ada dari setumpuk foto-foto nikahan saya, hehe. Oya, satu lagi, karena acara di rumah, kita perlu mikirin area parkir buat tamu juga. Halaman rumah sendiri biasanya kan ga cukup untuk parkir, hehe. Dan ga enak juga kalo kendaraan numpuk di pinggir jalan sampai mengganggu lalu lintas.

Untuk acara di rumah saya, kebetulan ga jauh dari rumah ada lapangan yang cukup luas, bisa dipake untuk parkir. Halaman rumah tetangga ada juga yang diminta untuk jadi tempat parkir. Di pagar rumah saya dikasih petunjuk arah untuk ke area parkir, tapi juga cari orang yang khusus ngurusin parkir. Untuk acara di Padang, kebetulan dekat rumah Evan ada tanah kosong yang lumayan luas, jadi para tamu bisa parkir di sana.

Salam,

signature

Leave your comment