Medical Check Up dan Pap Smear Pertama (1)

Dari perusahaannya, suami saya mendapat jatah untuk melakukan medical check up 1x setahun. Dan saya sebagai istri alhamdulillah juga kebagian kesempatan untuk medical check up 1x dalam 3 tahun. Kesempatan untuk periksa kesehatan ini ga akan saya lewatkan, mumpung gratis, hihi.

Melakukan Medical Check Up (MCU)

Suami saya disuruh untuk MCU pada tanggal 16 September 2014 dan sudah didaftarkan sehari sebelumnya oleh perusahaannya. MCU akan dilakukan di RS Pertamina Balikpapan. Saya dari lama udah bilang ke suami, nanti kalau MCU mau bareng aja. Saat itu suami udah didaftarin duluan, akhirnya suami coba ngurus agar saya bisa ikut didaftarkan juga. Alhamdulillah katanya bisa.

Kami berangkat ke RS Pertamina menggunakan mobil dari perusahaan suami. RS Pertamina ini cukup jauh dari tempat tinggal kami. Kami masuk ke gedung MCU dan melakukan registrasi. Di meja registrasi, petugasnya ternyata mengecek ulang apakah sudah ada surat jaminan dari asuransi untuk yang bersangkutan. Untuk suami saya sudah ada, tapi untuk saya ternyata belum ada. Suami saya menelepon ke pihak asuransi, dan katanya surat jaminan untuk saya sudah dikirim ke RS Pertamina via email. Tapi petugas RS bilang emailnya belum ada. Errr. Tanpa surat itu saya tidak bisa ikut MCU.

Setelah bolak-balik nelpon, bahkan suami saya sempat dianggurin di telepon selama lebih dari 10 menit, akhirnya surat jaminan untuk saya dikirim juga via fax. Alhamdulillah jadinya masih bisa ikut MCU hari itu.

Saat registrasi, kami diberi sejumlah berkas dan formulir serta checklist yang berisi daftar pemeriksaan yang akan kami jalani. Daftar pemeriksaan sudah ditentukan dari sananya.

Cheklist pemeriksaan MCU untuk suami saya (Evan) sbb:

  1. Laboratorium
  2. Vital sign
  3. Visus dan buta warna
  4. Spirometri
  5. EKG
  6. Sarapan (suami memilih nasi goreng)
  7. Rontgen thorax
  8. Audiometri
  9. Pemeriksaan fisik oleh dokter
  10. Lab gula darah ke-2 (dilakukan 2 jam setelah sarapan)

Checklist pemeriksaan MCU untuk saya (Reisha) sbb:

  1. Laboratorium
  2. Vital sign
  3. Visus dan buta warna
  4. EKG
  5. Sarapan (saya juga memilih nasi goreng)
  6. Rontgen thorax
  7. Audiometri
  8. Pemeriksaan fisik oleh dokter
  9. Pap smear

Suami saya sih sudah beberapa kali MCU, jadi sudah terbiasa. Sementara buat saya, ada beberapa jenis pemeriksaan yang belum pernah saya alami sebelumnya.

Untuk pemeriksaan laboratorium, kami harus mengambil darah, urine, dan feses. Darah dan urine sih udah biasa, yang feses nih baru pertama kali buat saya. Euh, males banget rasanya. Mana saat itu saya juga susah banget untuk buang air besar walau setelah sarapan dan berusaha ngeden di WC, huhu. Sampai beres seluruh pemeriksaan MCU saya juga tetap gagal dapetin sampel feses. Akhirnya saya lapor aja fesesnya nanti menyusul. Mesti balik lagi deh nanti ke RS buat nganter sampel feses doank. Males banget sebenernya mengingat RS-nya jauh dan berangkat sendiri ke sana butuh 2x naik angkot untuk sekali jalan, perjalanan sekitar 45 menit, heuu.

Pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) juga hal baru buat saya. EKG adalah pemeriksaan kesehatan terhadap aktivitas elektrik (listrik) jantung untuk menilai kerja jantung, apakah normal atau tidak. Kita akan diminta berbaring di tempat tidur dan membuka sebagian pakaian serta melepas asesori yang mengandung logam. Selanjutnya sejumlah alat dipasang ke badan dan dokter menyuruh untuk bernapas seperti biasa sambil merekam kerja jantung. Prosesnya ga lama ternyata.

Hal lain yang baru buat saya adalah pemeriksaan audiometri. Pemeriksaan audiometri dilakukan untuk menentukan jenis dan derajat gangguan pendengaran. Untuk pemeriksaan ini, kita disuruh masuk ke box kedap suara dan dipasangi headset. Nanti petugasnya akan memutarkan suara dan kita mesti pencet sebuah tombol kalau merasa mendengarkan suara. Awalnya saya sempat bingung, dan akhirnya baru lancar setelah petugas memberi penjelasan ulang, hihi.

Pemeriksaan lain untuk suami saya tapi tidak ada di saya adalah spirometri. Spirometri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur secara kapasitas/fungsi paru-paru. Saya sempat lihat prosesnya, suami disuruh bernapas ke suatu alat.

Hasil Medical Check Up

Seminggu setelah MCU, kami sudah mendapatkan hasil MCU-nya. Saat itu hasilnya diambilkan oleh sopir dari perusahaan suami, jadi kami tidak perlu kembali ke RS. Untuk MCU, saya paling penasaran cuma dengan hasil pemeriksaan kolesterol saya. Yang lainnya tidak terlalu saya perhatikan dan sepertinya juga tidak ada masalah. Hehe.

Alhamdulillah kolesterol saya masih dalam batas normal walau angkanya cukup tinggi. Beda banget dengan suami saya yang kolesterolnya jauuuh lebih rendah. Suami saya itu ajaib. Dia makan apa aja, ga pernah merhatiin kolesterol, suka sekali makan telur, tapi kolesterolnya rendah -_-”. Ga paham lagi saya. Badannya juga ga pernah gemukan, kurus terus. Padahal banyak banget teman saya yang cowo jadi gemuk hingga membulat sejak bekerja apalagi menikah. Kadang saya merasa gagal menggemukkan suami, haha.

Stop di sini dulu ya. Udah panjang soalnya. Cerita pap smear-nya saya pisah aja soalnya rada panjang juga, hehe.

Salam,

signature

Leave your comment