Cerita MPASI 8m+ Akas

Lanjut cerita MPASI Akas lagi :D. Alhamdulillah saya benar-benar bersyukur Akas masih lancar makannya. Gigi Akas akhirnya tumbuh juga di 8m+ ini, tapi alhamdulillah ga ngaruh ke makannya.

Catatan MPASI 8m+

Berikut beberapa perkembangan dalam MPASI Akas di 8m+ ini:

  • Makanan utama tetap diberikan sehari 3x (menu 4★, pagi, siang, dan malam), dan makanan selingan ditambah jadi sehari 2x (buah, siang dan sore).
  • Makanan selingannya sebenarnya sudah bisa divariasikan, ga melulu buah, misalnya puding hunkwe. Tapi dasar sayanya malas, jadi ga ada bikin camilan macam-macam. Akhirnya camilan Akas masih berupa buah aja, hihi.
  • 8m+ sebenarnya sudah boleh dikenalkan dengan keju, pilih keju yang rendah kadar garamnya. Tapi saya memilih untuk menunda pemberian keju, rencana nanti aja kalau udah 1 tahun, atau kalo sempat malas makan sebelum itu, hehe.
  • Porsi makanannya dinaikkan bertahap dari 6 sdm hingga 125 mL (sekitar 8.3 sdm). Porsinya ditambah 0.5 sdm tiap minggunya atau ditambah 1 sdm tiap 2 minggu. Tapi dalam praktiknya porsi makan Akas kayaknya masih lebih dari itu.
  • Tekstur makanannya juga dinaikkan secara bertahap hingga Akas udah bisa makan nasi tim atau nasi lembek di usia 9 bulan. Mulai bye bye sama saringan kawat, sekarang alat favoritnya parutan keju, hehe. Yang dulunya mesti dihaluskan dan disaring, sekarang cukup diparut aja.
  • Saya mulai merutinkan untuk memberikan finger food kepada Akas, ga cuma buah, tapi juga beberapa komponen menu 4★, misalnya sayuran. Penjelasan lebih lanjut menyusul di bawah.
  • Alhamdulillah Akas makan lahap, tapi cenderung kurang sabar. Malah kalo makanannya habis, Akas nangis-nangis. Saya ga mau nambah porsinya, kuatir nanti kebiasaan makan dalam porsi besar. Sementara porsi makan saat ini pun sudah dilebihin dikit dari yang seharusnya. Terakhir nangisnya ini bisa disiasati dengan ngasih sendok makannya, trus sendoknya digigit-gigit sama Akas.
  • Urusan minum air masih rada susah, belum ada perkembangan pake media lain. Seringnya Akas disuapin air putih pake sedotan. Ga bagus sih rasanya pake cara ini, tapi biarin dulu deh daripada minum air putihnya kurang.
  • Bulan ketiga MPASI ini berat Akas kayaknya naik 300 gr. Kayaknya, soalnya ga tau timbangan mana yang benar. Bulan lalu beratnya 7.9 kg. Saat ikut PIN di Puskesmas (8m3w), nimbang Akas katanya 8.5 kg. Seminggu kemudian kontrol ke dokter di RS timbangannya 8.2 kg.

image

Tentang Finger Food untuk Akas

Seperti yang saya tulis di atas, saya mulai merutinkan untuk memberikan finger food kepada Akas. Kalau dari grup HHBF memang sudah disarankan untuk memberikan finger food sejak umur 8 bulan supaya anak mulai belajar mengunyah.

Memang ada perbedaan tahapan belajar makan antara bayi yang memulai MPASI dengan puree/bubur secara disuapi (spoon-feed) vs. bayi yang memulai MPASI dengan teknik BLW. Bayi spoon-feed akan belajar menelan makanan terlebih dahulu, lalu perlahan belajar mengunyah seiring dinaikkannya tekstur makanan. Sebaliknya bayi BLW akan belajar mengunyah terlebih dahulu baru belajar menelan.

Dari pengalaman saya dengan Akas, saya amati sih kemampuan Akas untuk mengunyah finger food masih di bawah bayi yang mulai BLW sejak awal MPASI. Kecenderungannya masuk mulut lalu dicoba telan, kalo gagal (misal karena potongan makanan masih kegedean untuk ditelan) akan gagging, baru coba dikunyah. Mengunyahnya pun seperlunya, ga sampai halus. Saya sempat pusing dan geregetan, tapi dipikir-pikir itulah proses belajarnya.

Di sisi lain, Akas sudah makin lancar mengambil dan memegang makanannya sendiri. Buah yang licin seperti buah naga udah bisa diambil sendiri. Sesi makan finger food ga terlalu berantakan, makanan ga pernah dimainin, selalu masuk mulut setelah diambil.

Sejauh ini, alhamdulillah Akas mau makan dengan disuapi ataupun makan sendiri. Dan buat saya hal tersebut sangat menguntungkan karena saya bisa memberi Akas makan sesuai sikon saat itu. Akas makan sendiri biasanya butuh waktu lebih lama dibanding disuapi, plus berantakan. Makanya finger food biasanya saya berikan kalau saya lagi santai, hihi. Kalau saya lagi buru-buru atau males beberes setelahnya, saya akan menyuapi Akas. Kalau makan di luar juga saya suapi saja soalnya biasanya ga belepotan. Kalau bayinya maunya BLW doank asa males banget mesti ngelap meja makan bayinya dulu sebelum makan lalu bersihin meja dan lantai yang kena remah-remah makanan setelah makan (kalau dibiarin doank juga asa malu :P).

Menu 4★ MPASI 8m+ Akas

Seperti bulan-bulan sebelumnya, bahan 4★ masih saya sajikan terpisah tapi saya usahakan selalu ada bahan makanan yang berupa finger food. Jadinya dalam satu sesi makan, Akas saya suapi (untuk makanan yang tidak bisa digenggam), juga makan sendiri (untuk finger food). Di awal 8m+ sih makanan yang ada versi finger food-nya ini cuma saya berikan saat makan pagi, sisanya full disuapi. Tapi lama-lama sama aja versi makanannya untuk makan pagi, siang, ataupun malam.

Dulu saya cukup rajin menyusun menu untuk Akas, tepatnya menyusun komposisi bahan 4★-nya supaya tiap hari selalu berbeda. Tapi lama-lama saya malas, hihi. Jadilah saya masak seingatnya aja, makanan untuk besok saya pikirin malam sebelum masak aja.

Oia sesekali saya masak beberapa bahan jadi satu menu baru, ga melulu kukus/rebus lagi seperti bulan-bulan sebelumnya. Tapi masih jarang sih, hihi.

Berikut menu 4★ yang saya berikan kepada Akas (19 Februari-18 Maret 2016). Saya list lagi bahan 4★-nya, untuk cara mengolahnya bisa klik masing-masing link. Berturut-turut: karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur → kreasi makanan (kalau ada).

  1. Beras putih, daging sapi, tempe, labu siam
  2. Ubi merah, telur, tahu sutra, brokoli
  3. Beras putih, ikan trakulu, kacang hijau, wortel
  4. Beras putih, daging sapi, kacang hijau, labu putih
  5. Beras putih + beras merah, ikan kakap, kacang merah, labu siam
  6. Beras putih + beras merah, daging sapi, kacang merah, brokoli
  7. Beras putih, ayam + telur, kacang hijau, wortel → nugget lunak ayam wortel
  8. Beras putih, ikan ekor kuning, tahu sutra, labu siam
  9. Beras putih, ayam + telur, kacang merah, wortel  → nugget lunak ayam wortel
  10. Oat, ikan kakap, kacang hijau, labu putih
  11. Beras putih, telur, kacang merah, timun
  12. Makaroni, daging sapi, kacang polong, tomat → makaroni schotel ala-ala
  13. Beras putih, hati ayam, kacang tolo, wortel
  14. Beras putih, ikan nila, kacang tolo, kembang kol
  15. Beras putih + beras merah, udang, tahu, wortel
  16. Beras putih + beras merah, ikan patin, kacang merah, labu putih
  17. Ubi putih, telur, kacang hijau, kembang kol
  18. Beras putih, udang, kacang tolo, brokoli → nasi tumis udang
  19. Beras putih, ikan tenggiri, kacang merah, wortel
  20. Bihun, daging sapi + telur, tahu, brokoli  → tim bihun daging
  21. Beras putih, ikan tenggiri, jamur enoki, tomat
  22. Beras putih + beras merah, telur, kacang polong, kembang kol
  23. Beras putih + beras merah, hati ayam, kacang tolo, brokoli
  24. Beras putih, ikan nila, tempe, tomat
  25. Makaroni, ikan patin, kacang polong + tempe, brokoli  → sop patin makaroni
  26. Beras putih, ayam, kacang tolo, terong
  27. Kentang, ayam, tahu sutra, labu siam  → sop ayam ala-ala
  28. Beras putih, telur, kacang tolo, sawi putih
  29. Beras putih, daging sapi, kacang polong, kembang kol  → sop daging ala-ala

Segitu dulu deh cerita MPASI kali ini. Telat banget, secara Akas udah 10m+ sekarang, mungkin ada yang terlupa, haha. Nanti disambung lagi dengan cerita MPASI 9m+.

Salam,

signature

Leave your comment