Wisata Sumbar: Pesona Padang Mangateh

Minggu, 17 Juli 2016

Sebelumnya cuma ngiler doang lihat foto, akhirnya kesampaian juga ke Padang Mangateh. Nama Padang Mangateh baru saya dengar belakangan, walau ternyata sudah ada sejak lama. Padang Mangateh ini pada dasarnya adalah tempat peternakan sapi, tapi tempatnya luaaas. Berkat Pak Jokowi berkunjung ke sini, namanya jadi dikenal. Orang-orang pun ramai berdatangan ke sana.

Saat Padang Mangateh ini baru ngehits, saya cuma bisa melihat dari foto-foto di internet, karena belum mudik. Beneran mupeng banget melihat padang rumput yang luas dan hijau terhampar di kaki gunung. Apalagi yang memang berfoto dengan fotografer beneran, semisal untuk foto prewedding, fotonya bagus-bagus.

Lalu tak lama kemudian muncul berita bahwa Padang Mangateh ditutup untuk umum. Alasannya: Padang Mangateh jadi kotor karena sampah berserakan di mana-mana, ditinggalkan oleh wisatawan yang jumlahnya juga membludak. Lihat fotonya jadi kesel banget. Ya ampun kok orang-orang tega banget sih ninggalin sampah seenaknya. Memang sih budaya buang sampah sembarangan ini masih sulit hilang. Kalau kayak gitu mah saya sepakat banget Padang Mangateh ditutup biar ga dikotori lagi. Tapi dalam hati agak sedih juga karena saya belum pernah ke sana, heuheu.

Tapi, walau berita bilang ditutup, nyatanya masih ada yang bisa masuk dan foto-foto di sana. Hmm. Katanya kalau mau masuk ke sana mesti dibantu sama orang dalam, atau coba kirim email untuk minta izin secara resmi. Baiklah, tampak ada faktor keberuntungan, lobi-lobi penjaga gerbang masuk, koneksi orang dalam, dsb. bisa membantu.

Hari itu kami coba ke sana. Kami tidak punya koneksi dengan orang dalam. Tapi di gerbang masuk, papa saya turun lalu ngobrol-ngobrol dengan yang jagain gerbang masuk, lalu dibolehin masuk. Ga tau deh apa yang diobrolin, heuheu. Alhamdulillah bisa masuk juga.

Kami masuk lalu mamarkirkan mobil. Tak jauh dari situ, mulai kelihatan sapi-sapi yang diternakkan di Padang Mangateh ini. Dan pengunjung saat itu lumayan banyak ternyata. Banyak yang berhasil melobi mungkin ya.

Sapi-sapi di Padang Mangateh

Padang Mangateh ternyata luas banget. Kita ga bisa bawa kendaraan untuk keliling (dan memang bagusan gitu sih), makanya pilihannya cuma naik kendaraan yang disediakan plus jalan kaki. Di sana disediakan kendaraan seperti traktor besar untuk mengangkut pengunjung.

Kendaraan untuk mengangkut pengunjung ke spot bagus

Kendaraan itu mengangkut pengunjung dan berhenti di dua titik. Kami memilih turun di titik kedua yang letaknya paling atas. Dari sini pemandangannya sungguh bikin terkagum-kagum.

View favorit saya di Padang Mangateh

Posisi kami saat itu di lereng bukit. Kami sibuk berfoto dengan latar yang memang bagus-bagus.

Di lereng bukit

Dari atas, kami jalan santai ke arah bawah. Tidak banyak sapi yang terlihat saat itu, tadinya membayangkan bakal melihat sejumlah sapi sedang merumput di padang rumput luas itu. Nemunya cuma sapi-sapi yang lagi bersantai.

Berfoto dengan para sapi

Kami terus ke bawah dekat titik perhentian pertama traktor tadi. Di sini pemandangannya juga luar biasa, aaaa.

Hijau-biru di mana-mana
Zoom view ke lereng bukit
Bagus kaaan pemandangannyaaa

Saat itu, kebanyakan padang rumputnya dipagari, dulu katanya ga gitu. Sepertinya diberi pagar biar orang-orang ga masuk ke sana. Dulu banyak banget yang berfoto di Padang Rumputnya, pasti ada yang rusak deh rumputnya diinjak orang-orang, padahal kan rumput-rumput itu buat makanan sapi-sapi di sana. Sip ga apa-apa, keindahannya tetap masih bisa dinikmati kok. Tapi tetep aja lho ada yang bandel nyari celah pagar lalu masuk buat foto-foto, errr.

Menyusuri jalan kecil

Ada yang bilang Padang Mangateh itu New Zealand-nya Sumatra Barat, dan rasanya itu benar adanya. Pemandangan di Padang Mangateh ini sungguh mempesona. Padang rumput yang hijau terhampar luas di kaki gunung, sejumlah sapi sedang merumput atau istirahat, what a breathtaking view. Ingin rasanya menjelajahi semua area padang rumputnya tapi ku tak kuat jalan, apalagi bawa bayi, hehe.

Salam,

signature

Leave your comment