Persiapan Pernikahan ala Evan♡Reisha

Dulu waktu akan menikah, saya rajin deh blogwalking ke blog orang-orang yang menceritakan seputar persiapan pernikahannya. Menarik dan seru, plus saya jadi banyak tau apa aja yang mesti disiapkan. Saya pun jadi terinspirasi menuliskan pengalaman saya juga, dan akhirnya semuanya ter-publish dalam … 40 tulisan, haha. Banyak ya 😀

Karena saya tipe blogger late post (apa coba 😀), semuanya baru saya tulis setelah saya menikah. Tapi jadinya lebih enak sih, karena ceritanya bisa jadi utuh untuk tiap topik.

Persiapan menuju pernikahan kami dimulai sejak saya kembali ke Indonesia setelah lulus S2 (2013). Kondisinya saat itu, (calon) suami tinggal di Balikpapan, saya tinggal di Bandung, keluarga (calon) suami di Padang, dan keluarga saya di Baso. Jauhan semua tapi akhirnya kedua keluarga bertemu juga. Pertemuan keluarga ini mayoritas membahas tanggal dan acara pernikahan serta persiapan secara umum. Resepsi akan diadakan 2x, yakni di kediaman keluarga saya di Baso, lalu di kediaman keluarga (calon) suami di Padang.

Karena acara pernikahan kami diadakan di kampung halaman sementara kami berdua sebagai mempelai pada merantau, maka persiapan pernikahan lebih banyak dibantu oleh keluarga besar kami. Namun demikian, saya tetap mencatat dan memantau apa saja yang disiapkan supaya tidak ada yang terlewat.

Persiapan pernikahan dimulai dengan apa? Saya juga udah lupa, hihi. Dibaca-baca lagi ternyata saya nulisnya juga ga berdasarkan urutan waktu. Saya coba kelompokkan yang setema dan berdasarkan urutan posting aja ya.

Kesehatan dan Perawatan

Kami sepakat untuk melakukan premarital check up alias pemeriksaan kesehatan pranikah. Check up kami lakukan di Santosa Hospital Bandung. Selain itu saya juga mengambil paket perawatan pranikah di salon.

Cincin Kawin dan Mahar

Dalam pernikahan secara Islam harus ada mahar, jadi ini mesti disiapkan. Kami sempat bingung apakah cincin kawin itu mau dimasukkan ke dalam mahar atau tidak, tapi akhirnya kami memutuskan cincin kawin terpisah dari mahar.

Administrasi KUA

Pernikahan harus tercatat di KUA, jadi ada beberapa hal yang mesti diurus ke KUA. Pengurusan administrasi saya lebih banyak dibantu oleh keluarga. Di KUA tempat saya mendaftarkan pernikahan, ada syarat imunisasi TT bagi calon pengantin wanita, sehingga harus saya ambil. Dan selanjutnya dari KUA bakal ada penasihatan pra-perkawinan (juga dikenal dengan berbagai istilah lain seperti screening, penataran pranikah, penyuluhan pranikah, kursus pranikah, atau kursus calon pengantin (suscatin)) untuk kedua calon mempelai.

Foto Prewedding

Kami memilih membuat foto prewedding dengan syarat posenya tidak bersentuhan, berpegangan, apalagi mesra-mesraan. Cukup foto yang bisa menunjukkan kami sebagai pengantin beserta latar belakang cerita kami. Karena itu kami berfoto di kampus ITB saja karena kami sama-sama kuliah di ITB, plus foto menarikan Tari Piring karena kami sama-sama penari piring dari UKM-ITB dan dari UKM-ITB lah kami bisa kenal.

Undangan

Untuk undangan, saya membuat 3 versi: cetak, website, Facebook. Undangan cetak saya desain sendiri, dibuat simpel tapi unik dari segi layout ataupun kalimat-kalimat yang digunakan. Undangan website dibuat sekalian untuk menyalurkan hobi. Undangan di Facebook (juga di beberapa messaging group dan media sosial lain) saya tujukan untuk mengundang dan mengabarkan pernikahan kami kepada teman/rekan yang lokasinya jauh menyebar ke berbagai penjuru nusantara dan dunia #halah yang tidak bisa kami kirimi undangan cetak.

Souvenir dan Buku Tamu

Resepsi kami 2x, dan tiap resepsi diurus oleh keluarga besar masing-masing. Untuk resepsi di keluarga saya, souvenir yang diberikan adalah jilbab paris, buku tamunya saya buat sendiri. Untuk resepsi di Padang, souvenirnya cermin kecil dan magnet kulkas, buku tamunya beli jadi.

Venue

Akad nikah kami diadakan di Masjid Darul Ihsan Baso, masjid terdekat dari rumah saya. Resepsi di Baso diadakan di gedung olahraga milik keluarga saya, sementara resepsi di Padang diadakan di rumah keluarga (calon) suami. Trus di Sumbar, di rumah mempelai perempuan juga penting untuk menyediakan dan menghias kamar pengantin sedemikian rupa.

Pakaian

Untuk pakaian, lumayan banyak juga yang mesti disiapkan. Suami berasal dari Pariaman, dan di Pariaman ada adat “bajapuik”. Pernah dengar ada yang bilang kalau di Minangkabau itu laki-laki dibeli? Ada penjelasannya kenapa sampai ada pemikiran seperti itu. Untuk pernikahan kami, kami tidak memakai uang untuk adat “bajapuik” ini. Dari kesepakatan kedua keluarga kami, intinya keluarga saya cukup menyiapkan pakaian untuk akad nikah dan pakaian seragam keluarga.

Untuk pakaian akad nikah, kami memilih menjahit sendiri. Pakaian akad nikah saya dijahit oleh mama saya. Sementara menyiapkan pakaian akad nikah suami adalah bagian paling riweuh dalam persiapan pernikahan saya, sempat failed sampai harus jahit ulang. Untuk resepsi, kami memilih pakaian pengantin khas Minangkabau model klasik/tradisional. Saya tidak memilih yg kreasi modern (terutama yang pakai kebaya ngepas badan) karena tidak suka dan merasa tidak cocok dengan falsafah adat Minangkabau.

Riasan dan Dokumentasi

Di hari pernikahan mau donk terlihat cantik dan nanti punya dokumentasi yang bagus, heuheu. Jadi dua hal ini menurut saya juga penting dipilih yang bagus dan sesuai.

Hiburan

Untuk resepsi di Baso, saya memilih meniadakan hiburan dari performer musik. Saya memilih memutar musik mp3 saja dan menampilkan slide show foto-foto Evan dan saya di layar besar. Jadi lagu/musiknya bisa saya pilih dari yang saya suka aja. Sementara resepsi di Padang menyediakan orgen tunggal.

Konsumsi

Di daerah saya yang memang bukan kota, mayoritas orang-orang masih mengandalkan memasak bersama untuk menyediakan makanan untuk berbagai acara syukuran, termasuk pernikahan. Kegiatan memasak ini mesti dimulai beberapa hari sebelum hari H. Untuk acara di Padang, (calon) suami memilih memakai katering saja agar tidak repot.

Post-wedding Plan

Bagian penting pernikahan justru setelah acara pernikahan itu sendiri. Bagaimana nanti menjalankan kehidupan setelah menikah, tinggal di mana, pengelolaan keuangan bagaimana, istri boleh bekerja atau tidak, anak gimana, dst. mestinya sudah dibahas sebelum menikah. Namun saya ga bahas ini, karena fokus utamanya sih ke persiapan acara pernikahannya.

Tapi boleh lah ya kita bahas rencana bulan madu, hihi. Kami geli juga sih nyebut-nyebut hanimun atau bulan madu, jadi sebut saja lah ini rencana traveling pertama kami setelah jadi suami istri.

Sekian rekapan cerita kali ini. Semoga bermanfaat ya. 🙂

Salam,

signature

6 thoughts on “Persiapan Pernikahan ala Evan♡Reisha

  • 7 February 2018 at 11:59 am
    Permalink

    SAMPURASUN..

    Untuk akang dan teteh calon pengantin, lagi cari gedung dan paket pernikahan di Bandung?
    Kini HIS Wedding Venue & Organizer BALAI SARTIKA CONVENTION HALL, telah menghadirkan konsep terbaru yaitu Gedung Full Carpet dan Lampu Kristal yang membuat suasana pernikahan semakin elegant dan exclusive.
    Special Booking di Bulan Februari 2018:

    BOOKING FEE ONLY Rp. 5.000.000 & HONEY MOON PACKAGE

    Untuk Informasi lainnya hubungi
    TIA TIARA
    Whatsapp 0853-5282-8252 (fast response)
    Office (022)73517149

    Berikut photo dan video lainnya bisa kunjungi
    WEBSITE: http://www.hiscorpvenue.com/ dan
    INSTAGRAM: @his_balaisartika

    Reply
  • 6 March 2018 at 7:00 am
    Permalink

    Waaaah… Lengkap banget ulasannya, Mbak. Makasih yaa.

    Saya belum ada bayangan sih mau nikah kapan. Tapi setidaknya jadi bisa ancang-ancang dari jauh-jauh tahun. Haha. Karena sepertinya nikahan dibuat simple pun, bakal tetep ribet ya?

    Reply
    • 7 March 2018 at 4:05 pm
      Permalink

      Sama-samaa, hehe. Semoga bermanfaat. Persiapan pernikahan biasanya dilakukan dr jauh-jauh hari, jadi ntar ga gitu kerasa kok ribetnya, hehe. Dan biasanya kan nyiapinnya ga berdua sama pasangan doank, pasti ada yang bantu 😀

      Reply
  • 15 August 2018 at 4:24 pm
    Permalink

    Yes, persiapan nikah bisa 3-4 bulan sebelum hari H loh,
    ini biasa dilakukan calon pengantin supaya hari H menjadi hari paling spesial dan sempurna di semua mata keluarga dan tamu…
    Terima kasih atas artikelnya

    Yuk mampir ke website saya :
    Mengundangmu.id

    Reply

Leave your comment