Talk Show 1000 HPK: Stimulasi Kreatif untuk Optimalisasi Kecerdasan Buah Hati

Ini sedikit cerita dan catatan tentang talk show yang saya ikuti tahun lalu, tepatnya tanggal 4 Maret 2017. Acaranya bertajuk Talk Show 1000 Hari Pertama Kehidupan “Stimulasi Kreatif untuk Optimalisasi Kecerdasan Buah Hati”, bertempat di RSU Hermina Pasteur. Saya dapat info acaranya pas scroll instagram kalau ga salah. Saya daftar ikut karena acaranya gratis, topiknya menarik, ga apa-apa deh bela-belain jauh-jauh ke Pasteur, hehe. Saya ikut sendiri sama Akas, suami ada kegiatan lain.

Saya sampai di Pasteur sedikit terlambat dari jadwal acara. Tapi sesuai dugaan saya sebelumnya, acaranya belum dimulai, ngaret. Namun ruangan sudah ramai, kursi yang tersedia hampir penuh. Syukurlah saya masih dapat tempat duduk. Kalau lebih telat lagi mungkin udah ga dapat tempat duduk.

Acara pun dimulai. Setelah dibuka oleh MC, acara masuk ke talk show bersama Dr. Meita Dhamayanti, dr., SpA(K). Karena namanya talk show, tadinya saya kira formatnya berupa ngobrol santai dengan Dr. Meita, membahas contoh dan praktik stimulasi kreatif untuk bayi dan anak itu seperti apa, tapi ternyata lebih berupa pemaparan materi. Dan melihat slide materinya saya agak merasa seperti ikut kuliah, jadi kadang bosan, heuheu.

Mau nyatet bingung, akhirnya saya cuma foto-fotoin slide-nya, itupun hasilnya rada blur karena saya duduk agak di belakang, manalah bisa kamera HP diandalkan buat motoin slide yang tulisannya kecil-kecil. HP penuh, foto-fotonya saya pindahin ke HD. Nah daripada materinya cuma ngendon di HD dan entah kapan dilihat lagi, mending saya tulis di sini aja deh ya. Yang blur dan ga kebaca sama saya ga bakal saya masukin, daripada saya mengarang indah dan ternyata salah, hihi.

Talk show 1000 Hari Pertama Kehidupan

Stimulasi Kreatif Multisensori, Upaya Optimalisasi Kecerdasan Anak

Dr. Meita membawakan materi dengan judul “Stimulasi Kreatif Multisensori, Upaya Optimalisasi Kecerdasan Anak”. Isinya terutama tentang tumbuh kembang anak dan stimulasi yang bisa dilakukan terhadap panca indra bayi/anak.

Tumbuh vs. Berkembang

Ciri khas anak adalah mereka tumbuh dan berkembang. Tumbuh dilihat dari aspek kuantitatif, misal meningkatnya ukuran dan jumlah sel dan jaringan interseluler, dan meningkatnya ukuran fisik dan struktur tubuh.

Sementara berkembang dilihat dari aspek kualitatif, misal meningkatnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Berkembang juga identik dengan pertumbuhan dan perkembangan otak. Berkembang berarti bertambahnya kepandaian anak menjalankan fungsi yang lebih kompleks. Jika perkembangan anak baik, maka kualitas anak akan baik. Sebaliknya jika terdapat gangguan perkembangan, maka kualitas anak akan berkurang.

1000 Hari Pertama Kehidupan

1000 hari pertama dalam kehidupan seorang anak adalah periode yang sangat penting. Periode kritis ini ini dimulai sejak janin berada dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Kalau di-breakdown kira-kira seperti berikut.

  • Periode sejak konsepsi sampai dengan kelahiran, dibulatkan saja jadi 9 bulan = 270 hari.
  • Periode 2 tahun pertama, yakni usia lahir sampai dengan 1 tahun (365 hari) dan usia 1-2 tahun (365 hari).

Jadi totalnya 1000 hari. Di 1000 hari pertama kehidupan ini, pertumbuhan dan perkembangan anak sangat cepat. Di akhir trimester 1 seluruh organ sudah terbentuk, dan selanjutnya semua tumbuh dengan cepat.

Upaya Optimalisasi Kecerdasan Anak

Orang tua harus memenuhi kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang. Kebutuhan dasar yang dimaksud yaitu:

  1. Kebutuhan fisik-biomedis (“ASUH”)
  2. Kebutuhan psikososial:
    • Kebutuhan emosi/kasih sayang (“ASIH”)
    • Kebutuhan akan stimulasi (“ASAH”)

Stimulasi

Stimulasi berarti memberikan rangsangan yang tepat kepada anak. Stimulasi pada tiga tahun pertama (golden age) adalah dasar pembentukan kecerdasan. Rangsangan yang dilakukan sebaiknya:

  • Dilakukan sejak bayi berada dalam kandungan
  • Dilakukan setiap hari
  • Merangsang semua sistem indra
  • Merangsang gerak kasar dan halus
  • Mengajak berkomunikasi
  • Dalam suasana menyenangkan bagi bayi dan anak

Pengasuh yang baik harus memberikan rangsangan/stimulasi dengan bermain.

  • Yang dirangsang: sensorik, motorik, kognitif, komunikasi-bahasa, sosio-emosional, kemandirian, kreativitas, kerjasama dan kepemimpinan, moral-spiritual.
  • Cara: rangsang suara, musik, gerakan, perabaan, bicara, menyanyi, bermain, memecahkan masalah, mencoret, menggambar.
  • Kapan: setiap kali interaksi dengan anak, saat memandikan, ganti baju, di jalan, bermain, di dalam mobil, nonton TV, sebelum tidur, dll.

Pola Pengasuhan (Parenting Style)

  1. Otoritatif (demokratik)
    • Penuh kasih sayang, kehangatan, kegembiraan
    • Ciptakan rasa nyaman + aman + dilindungi
    • Peka pada isyarat bayi/anak (minat, keinginan, pendapat)
    • Diberi contoh, bukan dipaksa
    • Dibantu, didorong, dihargai
    • Koreksi, bukan ancaman/hukuman

    Hasilnya anak akan lebih percaya diri, mandiri, dan kreatif.

  2. Otoriter (diktator)
    • Melarang, membatasi, tidak mendengar minat/pendapat, sering menghukum/abuse

    Hasilnya anak akan kurang inisiatif, kreativitas, dan komunikasi.

  3. Permisif
    • Serba boleh

    Hasilnya anak akan kurang kendali diri dan kurang tanggung jawab.

  4. Tidak dipedulikan
    • Diterlantarkan

    Hasilnya kemampuan anak akan rendah.

Child Temprament

  1. Easy (40%)
    • Regularly, positive mood, cheerful
    • Adapts easily to new environment or experience
  2. Difficult (10%)
    • Irregular, tend to negative mood
    • Slow to adapt new environment or experience
  3. Slow to Warm Up (15%)
    • Low intensity of mood, low activity level, somewhat negative mood
    • Low adaptability to new environment or experience
  4. Mixed (35%)

Stimulasi Otak

Stimulasi sejak dini dilakukan untuk merangsang:

  1. Otak Kiri
    • Konvergen (menyempit, menajam)
    • Logika – matematika, rasional
    • Tata bahasa, membaca, menulis
  2. Otak Kanan
    • Divergen (melebar, meluas)
    • Imajinasi, kreativitas, seni
    • Musik, nyanyi
    • Sosio-emosional, kerjasama, kepemimpinan
    • Moral, spiritual
  3. Kecerdasan Multipel
    • Kerjasama orak kanan dan kiri

Kebutuhan Stimulasi untuk Tumbuh Kembang

Sejak dilahirkan, panca indra bayi berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak yang menghubungkan dengan keluarga dan lingkungannya. Stimulasi multisensori akan bermanfaat bila terjadi secara bersamaan, terintegrasi, dan terkait satu sama lain.

1. Sensori/Indra Penglihatan (Vision)

Saat indra penglihatan bayi berkembang, ia akan belajar mengenal koordinasi mata-tangan. Kontak mata merupakan bagian penting untuk menciptakan komunikasi dengan bayi. Kemampuan bayi melakukan kontak mata yang cukup lama merupakan bentuk perkembangan awal kemampuan komunikasi bayi. Kualitas kontak mata juga penting. Ketika ibu tidak responsif dan jarang menyentuh bayinya maka bayinya cenderung cemberut dan jarang tersenyum.

2. Sensori/Indra Penciuman/Bau (Smell)

(Duh bagian ini blur parah fotonya, mayoritas ga kebaca T.T) Memandikan bayi dengan sabun yang wanginya sesuai dapat membatu bayi tetap tenang dan rileks. Sabun yang wanginya sesuai meningkatkan ikatan batin/bonding ibu dan bayi.

3. Sensori/Indra Pendengaran (Hearing)

Ibu dan bayi memiliki bahasa unik tersendiri. Pendengaran bayi mulai berkembang saat janin berusia 23 minggu kehamilan dan merespon terhadap stimulasi suara. Pendengaran bermanfaat dalam proses belajar bahasa dan menstimulasi perkembangan otak.

Lagu pengiring tidur yang dinyanyikan oleh orang tua meningkatkan kualitas tidur bayi, ditandai dengan tidur tenang dan detak jantungnya yang melambat teratur. Penelitian pada 272 bayi prematur (32 minggu) terbukti kualitas tidurnya lebih baik bila dinyanyikan lagu pengiring tidur oleh orang tuanya.

4. Sensori/Indra Peraba (Touch)

Indra peraba/sentuhan merupakan indra pertama yang terbentuk sejak di rahim. Mendekap bayi yang baru lahir (skin to skin) ke dada ibunya akan menenangkan bayi dan menstabilkan detak jantungnya. Sentuhan memicu lepasnya hormon oksitosin yang semakin menguatkan perasaan kedekatan (bonding). Indra peraba juga membantu bayi belajar bentuk dan tekstur.

5. Sensori/Indra Pengecap (Taste)

Sebelum 7 bulan, bayi lebih banyak menggunakan mulutnya. Mulut mempunyai lebih banyak pusat saraf per mm2 dari pada bagian tubuh lainnya.

Acara Lainnya

Setelah materi dari Dr. Meita, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Velvet Junior yang merupakan sponsor utama acara ini. Isi materinya ya seputar pakaian bayi, kenapa kita mesti memilih produk tekstil yang aman dan tidak berisiko terhadap kesehatan serta ramah lingkungan. Dan tentunya promosi bahwa produk Velvet Junior sudah memenuhi kriteria pakaian bayi yang baik dan aman dan sudah memenuhi standar Oeko-Tex® 100.

Saya baru tau ada standar ini, kirain cukup SNI aja. Standar Oeko-Tex® 100 adalah sistem pengujian dan sertifikasi yang seragam secara global untuk bahan baku, produk setengah jadi, dan produk akhir di semua tahapan produksi yang berkaitan dengan zat berbahaya, yang dilakukan oleh lembaga independen. Sederhananya, kalau sudah memenuhi standar Oeko-Tex® 100, artinya produk yang dihasilkan sudah aman dari sejak masih bahan baku hingga sudah jadi produk akhir.

Namanya promosi, saya ga gitu merhatiin semua yang disampaikan, hehe. Selain soal standar Oeko-Tex® 100, yang menarik dan saya ingat itu tentang kenapa pakaian bayi jarang yang berwarna gelap, soalnya dulu saya pernah wondering soal ini. Kalau diamati mayoritas pakaian bayi warnanya lembut kan ya dan didominasi putih. Rupanya untuk menghasilkan kain berwarna gelap, dibutuhkan berbagai pewarna tekstil, dan kebanyakan pewarna tekstil ini tidak aman untuk kulit bayi. Oh baiklah, akhirnya terjawab juga.

Setelah Velvet Junior, ada simulasi permainan dengan anak. Saya lupa juga timnya dari mana. Kalau yang ini baru deh praktik langsung. Timnya bercerita untuk anak, mengajak orang tua untuk praktik membuat mainan dari pita, dan menyediakan permainan yang bisa merangsang multisensori anak. Hanya saja karena saat itu Akas belum gitu ngerti plus banyak anak lain yang lebih besar sudah duluan ikut, Akas ga saya ikutkan ke dalam aktivitas ini.

Talkshow 1000 Hari Pertama Kehidupan
Simulasi permainan dengan anak

Usai permainan saya udah ga fokus lagi dan pengen cepat pulang. Sebelum pulang, saya mengambil goodie bag dan makan siang yang sudah disediakan. Isi goodie bag-nya ternyata ada 1 stelan panjang, 1 stelan pendek, dan 1 singlet Velvet Junior. Wah alhamdulillah, untuk acara gratisan dan dapat goodie bag seperti ini rasanya beruntung sekali, hihi. Yang saya dapat ukurannya masih kegedean buat Akas saat itu, tapi bagus lah ya daripada dapat yang kekecilan, hehe.

Sekian catatan saya tentang acara ini. Foto-foto slide-nya bisa istirahat dengan tenang deh sekarang, haha. Semoga bermanfaat yaa.

Salam,

signature

4 thoughts on “Talk Show 1000 HPK: Stimulasi Kreatif untuk Optimalisasi Kecerdasan Buah Hati

  • 17 January 2018 at 10:10 pm
    Permalink

    wah paparannya panjang. Makasih yaa sharingnya…

    Reply
  • 18 January 2018 at 1:11 pm
    Permalink

    sangat bermanfaat moms, ini jadi info penting buat aku juga.. makasi banyak moms sudah sharing artikelnya 😉

    Reply
  • 21 January 2018 at 10:33 am
    Permalink

    Pas bgt lg galau, beli topi warna terang atau gelap utk rashya, tnyt mending warna terang ya

    Reply
  • 15 February 2018 at 1:55 pm
    Permalink

    oo jadi begitu alasannya kenapa jarang sekali baju bayi warnanya gelap. kemarin waktu anakku masih merangkak aku sampai kepikiran cari celana warna gelap biar nggak capek nyuci. kata suami mana ada. hihi

    Reply

Leave your comment