Pengalaman Klaim (Mengambil Alih) Username Twitter yang Tidak Aktif

Hari ini tepat 1 bulan saya punya akun Twitter. Yeah, saya baru resmi punya akun Twitter @reisha bulan lalu. Follow yaa, hihi. Bertahun-tahun saya bertahan tanpa akun Twitter, akhirnya bikin juga. Itupun karena Twitter mengabulkan permintaan saya untuk mengambil alih username/handle @reisha. Gimana ceritanya? Bentar ya, saya jawab dulu pertanyaan ini.

Kok Tiba-Tiba Bikin Akun Twitter?

Ga heran sih ada yang nanya begini, karena selama ini saya tidak pernah tertarik untuk menggunakan Twitter. Pernah sih saya bikin akun Twitter, tapi namanya ngasal karena cuma dipakai buat testing kerjaan, jadi ga saya anggap sebagai akun media sosial saya.

Sejak ikut komunitas blogger, saya jadi belajar banyak hal. Salah satunya bahwa media sosial itu adalah aset penting para blogger, dan mayoritas punya akun Twitter dan Instagram. Saya udah punya akun Instagram dari tahun 2011, tapi saya belum punya akun Twitter pribadi saat itu. Trus kok jadi pengen punya juga ya.

Baca juga:Β Perubahan Setelah Mengikuti Komunitas Blogger

Lalu, saya belajar juga kalau lebih baik mempunyai nama akun media sosial yang seragam. Kenapa? Karena lebih mudah diingat. Penjabaran panjang lebar coba baca blognya Teh Shanty ini.

Domain saya reisha.net, saya dulu beli .net karena yang .com udah ada yang punya, tapi website-nya ga pernah di-update donk, copyright di footer-nya aja masih tahun 2005, zzz. Instagram saya @reisha. Kalau saya bikin akun Twitter, tentu lebih kece kalau username-nya juga @reisha ya. Tapi sayangnya username @reisha ini udah ada yang pakai, dibuat pada Januari 2009, tapi ga pernah nge-twit, ga pernah follow, ga pernah update profil. Model begini ngeselin ya, kalau emang ga mau dipakai ya ga usah dibikin. Follower akun itu ada 35, ada seorang yang saya kenal, mungkin dia mengira itu akun saya. Sisanya saya ga tau siapa.

Pilihan lain sih kalau mau saya bikin akun Twitter dengan nama @reishahumaira, karena akun Facebook saya pakai nama itu. Tapi saya merasa namanya kepanjangan buat akun Twitter.

Bisakah Akun Twitter yang Tidak Aktif Diambil Alih?

Saya pun mencoba browsing, bisa ga sih kita ambil akun Twitter yang ga aktif itu? Ternyata bisa dan ada beberapa cara:

  1. Cari tahu siapa pemilik akun Twitter itu trus minta baik-baik. Ini enak banget sih kalau bisa, hihi. Tapi saya ga bisa karena saya ga tau siapa yang punya akun Twitter @reisha. Coba masukin username-nya ke form forgot password pun saya ga bisa nebak emailnya apa, cuma bisa nebak belakangnya @hotmail.com.

    Ada yang bisa menebak emailnya apa?
  2. Report a trademark issue. Ini bisa digunakan oleh brand untuk mengambil alih username yang sama dengan brand-nya. Tentu saya ga bisa pakai cara ini karena akunnya buat personal.
  3. Report an account for impersonation. Ini nih yang banyak digunakan untuk mengklaim akun Twitter personal.

Cara lain, hack akun Twitter-nya, haha. Tapi jangan dilakukan ya, ilegal. Beli akun juga dilarang sama Twitter.

Iseng Mencoba Melaporkan Impersonation

Langkah mengklaim akun Twitter dengan melaporkan impersonation sebenarnya sangat sederhana.

  1. Buka formnya lalu pilih “An account is pretending to be me or someone I know.”
  2. Akan keluar beberapa pilihan, pilih “I am being impersonated.”
  3. Isi formnya dengan lengkap.
  4. Tunggu balasan dari Twitter dan ikuti prosedur yang diberikan.
Form untuk melaporkan impersonation

Pagi-pagi tanggal 6 Januari 2018 saya iseng mencoba mengisi form itu. Hanya saja di bagian “Anything else you’d like to tell us? (optional)” tidak saya isi, toh opsional, dan saya males ngemeng alasan dll.

Pemberitahuan setelah mengisi form

Sorenya sudah dibalas, cepat banget. Sesuai dugaan, pasti ditolak lah, haha. Kalau prosesnya semudah itu ntar semua orang bisa dengan mudah mengklaim akun milik orang lain. Ya sudahlah ya.

Ditolak #1

Mencoba Lebih Serius Mengajukan Klaim

Sebulan lebih saya melupakan soal Twitter ini. Lalu kemudian saya teringat lagi dan mencoba browsing lagi. Saya pun nemu tulisan dari Joseph Liu ini, satu-satunya tulisan yang saya temukan yang menjabarkan dengan detail pengalamannya, langkah-langkah yang dilakukannya, dan hasilnya.

Ini saya rangkum ya langkah-langkah yang dilakukannya dan perbedaannya dengan kondisi saya.

  1. Miliki domain .com untuk username yang diinginkan. Kalau saya kebetulan ga bisa beli reisha.com lagi, tapi saya sudah punya reisha.net.
  2. Tambahkan domain .com tersebut pada profil akun Twitter Anda. Kalau saya kebetulan belum punya akun Twitter, jadi saya ga melakukan langkah ini.
  3. Pastikan akun Twitter dengan username yang diinginkan itu tidak aktif. Twitter punya ketentuan sendiri akun tidak aktif itu seperti apa, bisa dibaca di sini. Tapi katanya kalau foto profil Twitter-nya masih gambar telur, artinya akunnya tidak aktif. Pas saya buka Twitter @reisha, foto profilnya bukan telur, tapi seperti ini.
    Foto profilnya bukan gambar telur

    Duh, aktif ga ya kira-kira? Saya browsing lagi soal foto telur ini, maksudnya apa sih. Ternyata itu foto profil default akun Twitter dulunya, dan sejak 2017 ternyata Twitter sudah mengganti desain foto default tersebut. Dan ternyata gambar baru ini saya persis dengan foto akun @reisha saat itu. Wah, masih ada harapan nih berarti.

  4. Ajukan klaim impersonation kepada Twitter. Langkah-langkahnya sama seperti yang saya sebut sebelumnya, tapi baiknya si bapak ini, dia kasih screenshot penjelasannya kepada Twitter kenapa dia merasa berhak untuk memiliki username yang dia inginkan. Lumayan banget ini jadi ada contekan. Wohooo!
  5. Tunggu email dari Twitter. Joseph Liu dapat email dalam waktu 3 hari, klaimnya dikabulkan.
  6. Balas email dari Twitter tersebut dengan pilihan yang diinginkan. Selesai. Tinggal nunggu diproses sama Twitter.

Bermodalkan contekan itu, pagi-pagi tanggal 24 Februari 2018 saya coba ajukan klaim lagi, kali ini saya isi lengkap formnya. Di bagian pesan saya ngemeng aja nyebut-nyebut personal branding #sokkeren, haha.

Isi form saya untuk klaim username Twitter

Setelah submit form, Twitter mengirimkan email menyuruh meng-upload ID untuk mengkonfirmasi identitas. Saya meng-upload foto paspor saya.

Disuruh upload ID sama Twitter
Form untuk upload ID

Sorenya, saya langsung dapat balasan. Daaan hasilnya, ditolak. Fyuh.

Ditolak #2

Agak sedih juga, haha. Besoknya saya balas emailnya, bilang:

Hello,
Thanks for your information. So sad πŸ™ I plan to create an account on Twitter if only I could get username @reisha. I understand I can’t have it if it’s an active Twitter account, but it’s inactive for long time until now.
Regards.
Reisha Humaira

Ngarep, barangkali Twitter-nya kasihan lalu menerima permintaan saya, tapi setelah itu ga ada balasan lagi, haha.

Dipikir-pikir, wajar Joseph Liu ini dikabulkan klaimnya oleh Twitter, karena profilnya kuat. Dia konsultan karir dan personal branding. Dia pernah jadi pembicara di TEDx. Lah saya ini siapa, cuma ibu rumah tangga yang mencoba agak serius ngeblog, heuheu.

Apa Di-hack Aja Yaa?

Somehow saya sempat merasa pengen banget punya Twitter @reisha itu secepatnya, tapi kalau ikutin cara legal kok kayaknya ga memungkinkan lagi. Apa saya hack aja ya? Eh tapi saya mah ga ada skill hacking. Mau bayar orang juga males banget kan. Udahlah ilegal, keluar duit, untuk hal yang ga terlalu penting banget pula, haha.

Saya sempat browsing ada jasa hack akun Twitter gitu di Kaskus, tapi rata-rata butuh tau email dan nomor HP si pemilik akun Twitter itu. Lah ini akun Twitter-nya ga tau punya siapa, berarti kemungkinan besar ga bisa.

Saya juga sempat coba cara lain, yakni ngaku-ngaku ke Twitter kalau saya lupa password tapi saya udah ga punya akses ke email yang saya pakai untuk akun itu, kira-kira bisa diganti ga emailnya. Tapi tentu saja ga bisa, haha. Kalaupun kasusnya beneran seperti itu, yang ada malah Twitter nyuruh kita untuk ganti password dari aplikasi, atau kontak email provider-nya supaya kita bisa pakai email itu lagi.

Mencoba Mengajukan Klaim Lagi

Beberapa hari kemudian saya teringat adegan di film The Shawshank Redemption, di mana Andy tiap minggu rutin mengirimkan surat untuk meminta dana bantuan untuk perpustakaan penjara. Tiba-tiba saya terinspirasi. Coba aja kali ya, ajukan berulang-ulang sampai cape, barangkali nanti dapat orang Twitter Support yang berbeda yang bersedia mengabulkan. Atau barangkali lama-lama mereka lelah dan mereka kasih aja daripada dikirimi klaim terus. Atau malah saya di-banned total dari Twitter? Haha.

Nothing to lose, coba aja deh. Toh form klaim impersonation itu ga ribet ngisinya. Pesan yang dulu saya kirim udah saya save juga, tinggal copy-paste.

Siang hari tanggal 2 Maret 2018, saya ajukan klaim lagi. Isi formnya sama persis. Sama seperti sebelumnya, setelah isi form saya dapat email dan disuruh upload ID. Saya upload lagi foto paspor saya. Sorenya saya dapat email dan permintaan saya DIKABULKAN! Wow. Alhamdulillah.

Diterima!

Sesuai dengan penjelasan di email, pertama-tama saya mesti bikin akun Twitter sementara dulu. Langsung deh saya bikin akun @reishanet. Setelah itu saya balas email dari Twitter tadi dengan pesan singkat berikut.

Hello,
Thank you very much for considering my request. πŸ™‚
I’ve created a new placeholder account, @reishanet (https://twitter.com/reishanet). I want this account to be renamed with @reisha.
Best regards πŸ™‚
Reisha Humaira

Malamnya saya dapat email pemberitahuan dari Twitter kalau akun saya sudah diganti jadi @reisha. Wohooo!

Welcome @reisha πŸ˜€

Akhirnya tercapai juga keinginan punya akun media sosial yang seragam, jadi bisa pajang bio begini deh di Facebook, hehe.

Saya jadi penasaran apa yang terjadi dengan akun @reisha sebelumnya. Saya cek lagi, rupanya username-nya sudah berganti menjadi @re_15199920502, hihi. Kirain akunnya dihapus, ternyata masih ada, cuma diganti username-nya.

Begitulah sejarah asal-usul akun Twitter saya. Kesimpulan saya dari pengalaman ini, barangkali ada yang mau klaim juga.

  • Sebelum mengajukan klaim, pastikan dulu username yang diinginkan itu tidak aktif di Twitter. Kalau akunnya aktif nge-twit, ya salam, lupakan aja, ga bakal dikabulkan, mending pakai username lain aja.
  • Kalau akun Twitter-nya memang tidak aktif, milikilah domain sesuai username yang diinginkan, sepertinya lebih bagus .com. Tapi jangan sekedar beli domain, pastikan juga diisi domain-nya dengan content yang sesuai.
  • Saat mengajukan klaim impersonation, isi form dengan lengkap, terutama penjelasan/alasan/argumen kenapa kita merasa berhak untuk memiliki username itu. Walaupun di form opsional, tapi pesan ini punya peranan penting.
  • Tiap kali saya mengajukan klaim, saya selalu cepat dapat email balasan, masih dalam hari yang sama. Tapi ini ga selalu begitu. Joseph Liu itu katanya nunggu 3 hari. Jadi sabar aja pas nunggu email balasan.
  • Kalau Twitter ga mengabulkan klaim yang diajukan, nanti coba lagi aja. Coba lagi terus sampai cape, kalau mau. Hehe. Tapi ga ada jaminan ya kalau nanti bakal berhasil juga, heuheu.
  • Kalau Twitter mengabulkan klaim kita, Twitter akan mengubah username dari akun yang tidak aktif tadi, lalu melepas username itu kepada kita. Akun Twitter yang tidak aktif itu masih ada, jadi bukan dikasih ke kita. Prosesnya sekedar rename username akun kita aja.

Sebulan punya akun Twitter, sebenarnya saya masih belum bisa mengikuti flow-nya, gimana biar akun Twitter-nya bermanfaat, ga sekedar dimiliki. Ada saran buat si newbie ini? Hihi. Follow Twitter saya yaaa #teteup, nanti saya folback #berasaalay.

Salam,

signature

20 thoughts on “Pengalaman Klaim (Mengambil Alih) Username Twitter yang Tidak Aktif

    • 5 April 2018 at 3:58 pm
      Permalink

      Hehe, terima kasih mbak πŸ™‚

      Reply
    • 5 April 2018 at 4:02 pm
      Permalink

      Hehe, terima kasih mbak πŸ™‚

      Reply
  • 4 April 2018 at 3:06 am
    Permalink

    Baru tahu kalau bisa klaim username Twitter dengan cara tersebut πŸ˜€

    Reply
    • 5 April 2018 at 4:00 pm
      Permalink

      Hehe iya, terima kasih sudah berkunjung πŸ™‚

      Reply
  • 5 April 2018 at 2:33 pm
    Permalink

    kayaknya di twitter saya pernah lihat kicauan orang yang ngeluh pengen username nama lengkapnya tapi sudah dipakai orang dan sayangnya orang itu nggak aktif lagi. Ternyata bisa ya diklaim begitu πŸ˜€ saya dulu pernah punya akun twitter udah tiga ribuan followers tapi saya hapus karena waktu itu mikirnya nggak bakal main twitter lagi. Tapi semenjak serius ngeblog jadi nyesel dan sayangnya nggak bisa balik lagi akunnya, huhu.

    Reply
    • 5 April 2018 at 4:04 pm
      Permalink

      Waaa 3000 followers, sayang sekali ya mbak. Saya juga rada nyesel kok ga dari dulu bikin akun Twitter dan kok ga dari dulu serius ngeblog, hehe.

      Reply
  • 7 April 2018 at 1:55 pm
    Permalink

    Wah ribet juga ternyata ya mbak buat mengambil alih. Untung saya dulu mengamankan @nifqi diwaktu yang tepat saat akun pemilik lamanya udah ganti namapengguna πŸ˜€

    Reply
    • 8 April 2018 at 12:52 pm
      Permalink

      Wah beruntung banget mbak bisa dapet pas pengguna sebelumnya ganti nama, jadi ga perlu repot2 ya πŸ˜‰

      Reply
  • 8 April 2018 at 12:44 pm
    Permalink

    Wah baru tau bisa… terima kasih atas informasinya. saya juga coba claim twitter @irfan_id yang gak dipakai sejak 2010 silam. semoga bisa dapat πŸ™‚

    Reply
    • 8 April 2018 at 12:53 pm
      Permalink

      Selamat mencoba mas, semoga dapat yaa πŸ™‚

      Reply
  • 8 April 2018 at 7:57 pm
    Permalink

    Wah, keren. Baru aja tadi iseng2 nyari akun twitter @nia. Dan ada. Aku mupeng penge. Dia juga udah gak aktif lagi. Tapi, ribet ya cara ngambil alihnya. Huhuhu… :)))

    Reply
  • 25 April 2018 at 4:41 pm
    Permalink

    Menarik mbak sharingnya, baru tau kalau kita bisa klaim username begini. Aku jadi tertarik buat nyamain ke Instagram hehe Cuma masih dilema dududu~~~ Makasi ya mba, infonya bermanfaat πŸ™‚

    Reply
    • 26 April 2018 at 5:08 am
      Permalink

      Hehe sama-samaa πŸ™‚

      Reply
  • 7 June 2018 at 10:34 pm
    Permalink

    Terimakasih mbak Reisha. Berkat membaca tutorial dari mbak Reisha beberapa minggu lalu saya berhasil klaim username Twitter dengan nama depan pacar saya.

    Kebetulan tanggal 19 Juni 2018 nanti pacar saya akan ulang tahun dan saya ingin memberi kado untuknya username Twitter karena pacar saya pernah bilang ingin mengubah username twitternya dengan nama depan dia seperti username saya. Tapi sayangnya username yang dia inginkan sudah dipakai orang lain.

    Sebagai pacar yang baik tentunya saya diam2 melakukan berbagai cara untuk mendapatkan username yang dia inginkan. Dan berkat browsing sana-sini saya menemukan blog mbak Reisha dan langsung menerapkan tutorialnya. Alhamdulillah setelah mengikuti tutorial dan mengajukan klaim ke Twitter, 7 hari kemudian klaim saya diterima dan username tersebut sudah pindah ke akun yang baru saya buat khusus untuk transfer username tsb.

    Perasaan saya sangat senang ketika berhasil mendapatkan username tersebut dan ingin segera memberikannya ke pacar saya tepat pada hari ulang tahunnya. Namun rasa senang tersebut kandas, 3 hari yang lalu hubungan saya dan pacar saya harus putus karena pacar saya selingkuh. Naasnya, pacar saya selingkuh dengan teman dekat saya sendiri:(

    Sekarang saya bingung harus saya apakan username tersebut. Ingin saya berikan ke dia tapi rasa benci dan kecewa masih ada. Oh ya kalo menurut mbak Reisha, lebih baik username tersebut saya berikan ke mantan pacar saya agar dia menyesal atau mending saya simpan sendiri aja?

    Reply
    • 8 June 2018 at 11:27 am
      Permalink

      Halo Mas Rizal. Wah bisa juga ya klaim username-nya. πŸ™‚

      Saya turut prihatin atas masalahnya. Tapi alhamdulillah masih pacar mas, kalau sudah jadi istri lebih sakit lagi rasanya, hehe. Semoga nanti mas dapat pengganti yang lebih baik dan lebih setia, aamiin.

      Kalau menurut saya, sebaiknya mas kasih aja username-nya biar mas lebih tenang. Kalau tetap mas simpan, ada semacam unfinished business dengan dia, ntar bisa-bisa mas keingat mulu. Kasih aja usernamenya dengan niatan sedekah, mudah-mudahan jadi pahala.

      Reply
      • 8 June 2018 at 9:24 pm
        Permalink

        Iya mbak untungnya masih pacar. Padahal waktu itu keluarganya dan keluarga saya udah punya rencana juga buat nikahin kita diusia muda. Alasannya, keluarganya tidak mau anaknya zina karena pacaran. Saya pribadi saat itu mau-mau aja nikah diusia muda karena saya sudah lama pacaran dengannya dan sangat mengenal baik pribadi pacar saya dan keluarganya. Selain itu juga yang mendasari saya nikah muda karena saya sepakat pacaran itu memang haram dalam hukum Islam.

        Baiklah kalau saran mbak sebaiknya usernamenya dikasihkan aja.
        biar saya bisa lebih tenang.
        biar saya bisa melupakan secara ikhlas.
        Lagian, makna “KITA” sudah tergantikan dengan “MEREKA” :’)

        Reply
  • 29 June 2018 at 6:11 am
    Permalink

    Wow mbakk.. aq baca dr awal sampe akhir berasa nonton drama yg tokoh utamanya berjuang mendapatkan sesuatu dengan gigih. Awalnya kalah, akhirnya menang. Entah kenapa aku ikut senang. Selamaatttt ya mbak hehe

    Reply
  • 18 July 2018 at 8:27 pm
    Permalink

    Wajib bookmark & dishare nih! Perjuangan panjang yang membuahkan hasil.. Kewl! Thank you sharingnya kak πŸ™‚

    Reply

Leave your comment