#ODOPNovemberChallenge dan Pencapaian Publish Satu Tulisan Setiap Hari

Akhir bulan Oktober lalu tiba-tiba di grup WhatsApp #ODOPfor99days yang saya ikuti tercetus ide untuk one day one post (ODOP) selama bulan November ini. Targetnya boleh 10, 20, atau 30 hari. Kalau mau tahu behind the scene lengkapnya bisa dibaca di blog Teh Shanty ini.

Baca juga: Bergabung dengan Komunitas Blogger

Walau nama grupnya ada embel-embel ODOP, dulu kami cuma ada kewajiban setor 1-7 tulisan per minggu, jadi kalau cuma nulis 1x seminggu pun ga masalah. Pertama ada ide ODOP challenge yang benar-benar ODOP ini apa coba yang terpikir pertama kali buat saya, dan juga saya sampaikan di grup? “saya langsung nyerah teh kalo daily challenge 🙈”.

Belum juga dicoba tapi udah nyerah, haha. Saya masih keingat dulu di awal tahun 2018 ini saya menantang diri sendiri untuk ODOP selama bulan Januari. Hasilnya? Cuma ada 17 tulisan yang publish tiap hari berturut-turut, plus 6 tulisan yang di-publish dengan jeda beberapa hari. Itupun ya yang 17 itu banyakan dirapel bayar utang nulisnya, cuma saya atur aja tanggal publish-nya. Yaa lumayan juga sih tapi ga memuaskan, karena nulis borongan itu.

Baca juga: Halo, 2018! Halo, Resolusi!

Dulu saya gagal karena di akhir Januari saya mesti mudik buat menghadiri pernikahan adik saya. Selama di kampung halaman, nulis itu antara malas dan ga sempat. Lalu November ini saya juga mudik lagi. Jadi saya udah yakin duluan ga bakal bisa deh ini, eaaa.

Memutuskan Ikutan Tantangan ODOP

Saya sebenarnya masih punya banyak draft yang menunggu untuk ditulis. Di Evernote saya udah ada puluhan topik yang pengen saya tulis yang sebagian besar berasal dari pengalaman saya dan keluarga. Mungkin ada yang merhatiin kalau saya sejauh ini masih borongan nulis cerita lama, yang kejadiannya udah berbulan-bulan yang lalu. Itulah yang pengen saya kebut beresin. Ini sih jadi numpuk karena dulu saya sempat berbulan-bulan malas menulis, sementara hidup kan jalan terus tiap hari.

Saya merasa ga tenang kalau skip gitu aja sekian banyak hal yang telah dilalui karena blog ini juga semacam jurnal buat saya. Dulu saat tinggal di Jepang saya jarang sekali menulis, saya skip banyak kejadian, dan sekarang rada menyesal, jadi banyak memori yang hilang. Ada foto sih tapi tentu beda ya saat kita lihat-lihat foto lama dengan baca tulisan lama.

Baca juga: Kuliah S2 di Jepang dengan Beasiswa Monbukagakusho (MEXT)

Saya terdiam saat baca reply terhadap komentar saya, “Jangan dibuat beban dulu.” Lalu terhadap komen saya yang bilang sebenarnya ada draft yang ga kelar-kelar tapi rasanya ga mampu ODOP, di-reply lagi “Modal untuk mengkelarkan. Kalau nggak mulai sekarang kapan lagi?” Benar juga sih.

Akhirnya saya pun memantapkan diri untuk ikutan karena tema tulisan di tantangan ini dibebaskan, jumlah kata juga ga diatur minimal berapa. Kalau saja ada tema yang ditetapkan, saya ga bakalan ikutan. Saya ikut tantangan bukan karena bingung atau ga ada ide mau nulis apa, tapi karena mau beresin tumpukan draft. Ditambah lagi sepertinya motivasi saya udah makin kuat untuk beresin semua tumpukan itu, karenaaa tahun 2019 target saya saatnya untuk move on, menulis hal-hal yang lebih recent, ga basi lagi, hehehe.

Dan ga tanggung-tanggung, saya daftar dengan target ODOP 30 hari.

Pencapaian Saya dalam #ODOPNovemberChallenge

Setiap harinya, kami yang mengikuti tantangan ini diharuskan untuk menyetorkan link tulisannya ke sebuah Google Form, batasnya jam 23.59. Bagus sih ada deadline gini, jadi kami memang ditantang untuk menulis setiap hari, bukan merapel sekian tulisan kayak yang saya lakukan dulu, hihi.

Hari demi hari dijalani, rupanya bisa lho, wow. Walau seringnya nulis mepet-mepet deadline, tapi bisa juga kok selesai itu satu tulisan setiap hari. Tengah malam grup WhatsApp-nya lumayan aktif, diisi setoran para “Cinderella” yang ga mau kereta kudanyanya keburu berubah jadi labu dan tikus, wkwk.

Hanya saja satu hari saya sempat ketiduran, tepatnya tanggal 22 November, huaaa. Biasanya saya kelonin Akas dulu, lalu bangun lagi sebelum jam 11 malam untuk beresin tulisan. Tapi saya memang cape banget waktu itu, alhasil saat ngelonin saya sukses tertidur, pas kebangun jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Ya udah bye bye lah yaa.

Jadiii, pencapaian saya 29/30. Walau gagal 30/30, not bad lah yaa. Tapi demi kepuasan pribadi, saya tambal itu tanggal yang bolong, bikin tulisan tertanggal 22 November, jadi total saya tetap punya 30 tulisan di bulan November ini, haha.

Baca juga: Hal-Hal yang Saya Rasakan Setelah 1 Tahun Merutinkan Blogging

Lesson Learned dari ODOP

Selama menjalani tantangan ini, apakah saya selalu semangat menulis setiap hari? Oh tentu tidak. Pasti ada masa-masa malasnya. Tapi segimana pun malasnya, tetap aja diusahakan. Kok bisa? Ini nih hal-hal yang saya rasakan yang membantu menyukseskan tantangan ini.

1. Niat dan Motivasi yang Kuat

Semua berawal dari niat. Kali ini niat dan motivasi saya sudah lebih kuat dibanding dulu, tujuannya jelas, jadi ini membantu sekali.

2. Tapi Niat Saja Tidak Cukup

Dulu saya merasa bahwa niat dan motivasi yang kuat itu sudah cukup untuk menantang diri sendiri, belakangan saya sadar bahwa niat saja tidak cukup. Setan malas itu godaannya kuat banget deh.

3. Kita Butuh Support Group

Karena niat saja tidak cukup, saya jadi memahami pentingnya support group, satu hal yang dulu saya rasa ga bakal membantu apa-apa. Walau sudah ada form setoran, di grup kami tetap buat list setoran. List ini membantu mengingatkan setiap hari kalau kita belum nulis. Trus semua juga saling menyemangati kalau kita hari ini belum nulis. Di sinilah grup WhatsApp kami terasa sangat membantu buat saya.

Dan sekarang saya bisa paham kalau nonton serial TV Amrik sana, kenapa mereka suka bikin support group buat orang-orang yang alhocolic lalu pengen berhenti, atau yang depresi lalu pengen bangkit, dll. Saya bisa paham kenapa banyak yang jadi semangat baca Al-Qur’an karena ikut grup One Day One Juz.

4. Tugas dan Kewajiban yang Banyak Sebenarnya Bukan Halangan

Januari lalu saat saya mencoba ODOP, status saya masih ibu rumah tangga. November ini, status saya ibu bekerja, yang artinya tanggung jawab saya nambah dibanding dulu. Saat saya mudik pun saya statusnya masih bekerja secara remote lho, bukan cuti. Tapi justru saat ini pencapaian saya lebih baik. Kadang saya merasa saat kita banyak tugas dan kewajiban itulah kita justru lebih produktif. Ada juga kah yang merasa begitu? Heuheu.

Baca juga: Setelah 3 Bulan Menjadi Working Mom

5. Tetap Perhatikan Kondisi

Untungnya tantangan ini apa-apa dibebaskan, jadi saya bisa menyesuaikan menulis dengan kondisi saya. Saat saya cuma punya sedikit waktu untuk nulis, ya saya nulis yang singkat-singkat aja. Atau saat tulisan hari berikutnya bakal panjang, saya cicil nulis draft-nya dari hari sebelumnya. Alhasil list yang saya rencanakan untuk 30 hari itu beberapa kali saya ganti. Tapi ga gitu masalah sih buat saya, karena mayoritas draft saya sudah berkurang, horeee.

Apakah Akan Melanjutkan ODOP?

November ini komunitas Blogger Perempuan juga bikin tantangan ODOP. Sebagian anggota grup pun mengikuti tantangan ini karena beririsan, nulis satu post bisa untuk dua tantangan. Sekali dayung dua pulau terlampaui. Saya sih ga ikutan tantangan ini karena topiknya sudah ditetapkan, beberapa topik di luar scope bahasan blog saya, dan saya ga ada ide nulis apa untuk beberapa topik. Jadi ga sejalan dengan tujuan saya ODOP.

Di grup #ODOPfor99days sendiri hari ini ada info bahwa tantangan ini akan dilanjutkan di bulan Desember. Lalu, apa mau lanjut lagi?

Hoaaa.

Pengen sih sebenarnyaaa, list draft juga masih cukup untuk 30 hari ke depan. Tapi bulan Desember ini saya berencana berbenah blog, dan itu butuh waktu. Saya ga bisa maksain nulis tiap hari dan juga berbenah, bisa-bisa hal lain terbengkalai. Kalaupun ikut, maksimal saya pilih 20 hari, atau 10 aja? Hihi.

Bermanfaatkah ODOP? Pasti ada manfaatnya, tapi ini balik lagi ke tujuan masing-masing. Buat saya, selain tumpukan draft saya akhirnya berkurang, saya merasa terbiasa menyisihkan waktu untuk menulis setiap hari walau sedikit. Soal kecepatan menulis sih saya merasa ga jauh beda, entahlah, mungkin karena saya masih kesulitan mengelola fokus saya. Ga apa-apa, bertahap aja, buat sekarang yang penting tujuan awal tercapai dulu, kekeke.

Baca juga: Perubahan Setelah Mengikuti Komunitas Blogger

#ODOPNovemberChallenge ini ga ada hadiahnya, tapi banyak kepuasan yang saya dapat. Terima kasih untuk semua anggota grup WhatsApp #ODOPNovemberChallenge, semuanya keren!

Sekian pengalaman ODOP saya bulan ini. Ada yang pernah mencoba ODOP juga? Gimana gimana? Hihi.

Salam,

signature

3 tanggapan untuk “#ODOPNovemberChallenge dan Pencapaian Publish Satu Tulisan Setiap Hari

  • 30 November 2018 pada 22:43
    Permalink

    Hai Mba Reisha, hihihi. Alhamdulillah ya mbaaaa November Challenge kita selesai. Fyuh.. Sama Mba, aku jg ga nyangka ih bisa menuntaskan daily challenge ini #cinderellaBerpelukan hahahaha. Selamat bebenah blog ya mbaaaa. Aku jg ah jd mo ikutan jadinya euy, bebenahblog, lah, wkwkwk
    -Dea Adhicita-

    Balas
  • 1 Desember 2018 pada 15:54
    Permalink

    Wooow, 29/30 itu udah kereen Mbak.
    Pasti gemesss siih karena targetnya gak kecapai karena kurang 1 tapi Mbak udah mencobanya dan berhasil gitu koq.
    Jadi pengen ikutan ODOP juga.
    Saya juga gak ikutan ODOP BP karena ada beberapa temanya yg saya ngeblank, heheh

    Balas
  • 4 Desember 2018 pada 05:42
    Permalink

    Sasssuga, Reisha! Canggih beut, buu..

    Balas

Leave your comment