Jalan Santai ke Puncak Mt. Eden, Gunung Tertinggi di Auckland

Minggu, 7 April 2019

Akas dan saya baru 10 hari berada di Auckland saat suami mengajak hiking ke Mt. Eden. Hari-hari awal di Auckland, saya masih beradaptasi dengan udara yang mulai dingin serta jadwal tidur yang masih belum teratur karena sisa-sisa jetlag. Tapi tidak ada salahnya pergi refreshing ya. Suami sudah pernah ke Mt. Eden seminggu setelah sampai di Auckland. Waktu itu suami video call dari sana, menggoda kami untuk segera ke Auckland biar bisa ke sana juga, ckckck.

Baca juga:  Auckland Itu Seperti Apa? Kenalan Yuk!

Mt. Eden, atau dalam bahasa Māori disebut Maungawhau, adalah gunung tertinggi di Auckland. Baca judulnya berasa keren banget gitu ya, mendaki gunung tertinggi di Auckland #tsaaah. Tapi jangan bayangin kayak gunung-gunung di Indonesia ya. Mt. Eden ini tingginya “cuma” 196 mdpl. Gunung-gunung di Indonesia tingginya kebanyakan di atas 2.000 mdpl ya. Yang ratusan meter gitu itungannya masih bukit kali ya, wkwk. 

Mt. Eden Auckland
Mulai mendaki dari sini

Untuk sampai ke puncak Mt. Eden, kata suami cuma butuh waktu sekitar 15 menit dan rutenya tidak berat sama sekali. Hayuk lah kalau begitu. Kalau gunungnya emang tinggi dan butuh waktu lama untuk mendakinya, saya mundur duluan aja deh, hihi.

Kami naik bus ke sana dan turun di halte yang berada di Mt. Eden Road. Dari halte kami berjalan mengikuti jalur yang ada. Jalannya bagus, sudah diaspal. Kendaraan pun masih bisa dipakai, tapi hanya separuh jalan. Di tengah-tengah, jalannya ditutup jadi kendaraan mesti diparkir di situ. Jalannya sendiri masih beraspal terus sampai ke atas, tapi mungkin hanya dibuka untuk kondisi tertentu. Langsung mikir, kalau di Indonesia mungkin udah ada ojek deh buat naik ke atas lagi, haha. 

Mt. Eden Auckland
Batas di mana udah ga boleh lagi pakai mobil

Untuk sampai ke puncak Mt. Eden, kita tinggal ikuti jalan yang beraspal. Hanya saja kalau mengikuti jalan aspal ini jadi lebih panjang jalannya karena jalannya mengambil jalur yang landai. Jalur ini cocok buat yang bawa stroller ataupun yang pakai kursi roda. Kalau mau jalur yang lebih pendek, bisa pilih jalan setapak atau jalan tanah yang lebih curam. Ada juga jalur yang sudah dilengkapi tangga.

Mt. Eden Auckland
Variasi jalur untuk keliling puncak Mt. Eden

Di puncak Mt. Eden ini ada bekas kawah. Saya bilang bekas kawah karena semuanya sudah tertutup oleh rumput. Seperti padang rumput, hanya saja bentuknya cekungan yang sangat besar. Karena tertutup rumput, kesannya kawahnya tidak terlalu dalam, padahal dalam juga sebenarnya. 

Mt. Eden Auckland
Perbandingan kedalaman kawah dengan tinggi pohon

Di pinggir kawah ada papan larangan untuk masuk ke kawah. Yah, ngapain juga sih masuk ke kawah itu, haha. Turunnya gampang, naiknya lagi yang susye. Tapi ada donk yang masuk ke kawah. Bukan manusia sih, tapi anjing, haha. Saat itu kami melihat seekor anjing berlari ke dalam kawah, entah ngapain. Beberapa kali saat dia mencoba mendaki ke atas, dianya malah balik lagi lari ke bawah. Mayanlah jadi hiburan melihatnya, wkwk.

Mt. Eden Auckland
Kawah Mt. Eden, dilarang masuk

Dari puncak Mt. Eden ini kita bisa lihat view kota Auckland 360°. Sky Tower terlihat dengan jelas. Laut pun begitu. Masya Allah.

Mt. Eden Auckland
View Sky Tower dan perkotaan dari puncak Mt. Eden
Mt. Eden Auckland
View lain dari gunung
Mt. Eden Auckland
Ada gunung lain juga

Ada sebuah tugu di puncak Mt. Eden ini. Ga tahu tugu apaan, dan rada geje karena di puncak tugunya ada traffic cones. Di situ agak ramai jadi kami memilih mencari tempat lain saja.

Mt. Eden Auckland
Tugu di puncak Mt. Eden

Suami memilih area rumput di bawah pohon di sekitaran kawah. Mau piknik, makan sambil menikmati pemandangan kota Auckland katanya. Bhaique. Agak perjuangan juga urusin Akas biar dia ga rewel saat melewati rerumputan. Rumputnya memang agak tinggi.

Mt. Eden Auckland
Piknik dekat kawah Mt. Eden

Usai makan, kami pun kembali melihat-lihat pemandangan kota Auckland dari ketinggian seperti ini. Kami juga duduk-duduk di kursi kayu yang tersedia di sana. Dan tidak lupa foto-foto, hihi.

Mt. Eden Auckland
Akhirnya punya foto di Auckland, haha

Setelah dirasa puas melihat-lihat puncak Mt. Eden, kami pun segera pergi. Kali ini kami memutuskan untuk mengambil rute lain. Saat berjalan ke arah turunan, saya baru lihat bahwa ada beberapa jalan setapak lain yang bisa digunakan. Wah berarti ada banyak ya sebenarnya jalur aksesnya.

Mt. Eden Auckland
Jalan setapak lainnya untuk ke Mt. Eden

Rute turun kami didominasi jalan tanah di awal-awal, tapi beraspal lagi kok di bawahnya. Jalur ini lebih sepi dibanding rute sebelumnya. Sampai di bawah, kami segera menuju playground. Kebetulan ada playground di area sana dan Akas udah ga sabar mau main ke sana. Selama mendaki gunung memang dia berulang kali nanyain playground, karena emang kami janjikan sih, hehe.

Mt. Eden Auckland
Saatnya turun gunung

Berikut beberapa catatan saya dari pengalaman ke puncak Mt. Eden.

  • Di puncak Mt. Eden ini anginnya terasa kencang sekali. Jadi walau cuaca cerah dan bukan musim dingin, sebaiknya tetap bawa jaket ke sana. Lebih bagus lagi kalau jaketnya windproof dan waterproof, hehe.
  • Jalan ke puncak Mt. Eden itu lumayan santai sebenarnya. Tapi sebaiknya tetap gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk berjalan.
  • Di sana memungkinkan banget buat bawa bayi atau anak pakai stroller. Jalannya mulus sampai ke atas.

Buat yang mau jalan-jalan ke Auckland, Mt. Eden ini termasuk yang recommended untuk dikunjungi. Datanglah ke sana saat langit cerah. Medannya ga berat, ga menghabiskan waktu lama. Kombinasi pemandangan kota Auckland dan hijaunya puncak Mt. Eden itu menyegarkan mata banget.

Salam,

Reisha Humaira

2 tanggapan untuk “Jalan Santai ke Puncak Mt. Eden, Gunung Tertinggi di Auckland

  • 24 Agustus 2019 pada 00:43
    Permalink

    Wah Saya puluhan kali ke Mt Eden, tp gak pernah jalan kaki. Selalu naik mobil , dan di summit Mt Eden berasyik2 menikmati view Auckland City atau menyaksikan matahari terbit 🙂
    Ternyata Auckland dr summit Mt Eden sptspt be berubah dr lbh 10 thn lalu.
    Thanks sharingnya, Mbak…Memberi kesejukan pd Saya akan kerinduan thd Auckland 🙂

    Balas
  • 25 Agustus 2019 pada 22:36
    Permalink

    wahhh pemandangannya memang bagus banget mbakk…
    Menikmati senja di atas sana kayaknya seru juga mbakk

    Balas

Leave your comment