Akhirnya Terima Gaji Pertama dari Google AdSense

Bulan November 2019 lalu akhirnya saya terima pemasukan pertama saya dari Google AdSense, alhamdulillah. Kita bisa gajian dari Google AdSense saat penghasilan kita di sudah mencapai batas minimum $100 (jika mata uang akunnya USD) atau yang ekuivalen dengan $100 (untuk IDR jadi Rp1.300.000).

Ga usah merasa wow dulu ya, karena saya baru bisa melewati payment treshold itu setelah DUA TAHUN, wkwk. 

Perjalanan 2 Tahun dengan Google AdSense

Saya daftar Google AdSense saat saya membenahi blog reisha.net ini. Walau sudah beli domainnya dari tahun 2013, saya baru bikin blognya akhir tahun 2017. Alhamdulillah juga ga lama setelah itu pendaftaran Google AdSense saya diterima dan iklannya pun mulai saya pasang.

Baca juga: Pengalaman Mendaftar dan Memasang Google AdSense di Blog

Saya pasang iklan Google AdSense sejak pengunjung dan pageview blog ini masih merangkak dari angka 0. Dapat beberapa puluh pageview aja dalam sehari udah alhamdulillah, hihi.

Ada yang bilang, mending pasang Google AdSense kalau pengunjung blog udah buanyaaak. Udah jutaan apa ya. Soalnya kalau blog masih sepi, pendapatannya dikit banget, ga ada gunanya.

Well, soal pendapatan yang sedikit itu memang benar adanya. Coba dihitung, kalau saya baru dapat Rp1.300.000 dalam 2 tahun, artinya dalam sebulan saya rata-rata cuma dapat Rp54.167. Masih jauh dibanding pendapatan dari sumber lain seperti content placement, sponsored post, dkk. Haha.

Tapi saya pernah baca tulisan yang bilang, mending pasang Google AdSense itu segera, walau blog masih sepi pun. Anggap aja kayak investasi. Jadi ketika suatu saat nanti blog kita udah ramai, kita tinggal memanen hasilnya, bukannya baru mau pasang iklannya. Kita ga pernah tahu kan kapan blog kita akan ramai, apalagi kalau ada tulisan kita yang ternyata viral, bisa rame mendadak deh tuh pengunjungnya.

Yang jadi masalah adalah kalau berharapnya terlalu tinggi. Baru juga pasang iklan, pengunjung blog mungkin masih ratusan per hari, tapi udah ngarep bisa gajian berjuta-juta tiap bulan dari Google AdSense; ya ga bakal kesampaian lah, wkwk. 

Makanya setelah pasang iklan, saya ga mikirin lagi. Masih ada sih lihat-lihat data di dashboard Google AdSense-nya, cuma untuk menertawakan angka-angkanya, ahaha. Coba bayangin kalau saya ikut prinsip pasang Google AdSense setelah blog ini ramai, sampai sekarang pun mungkin iklannya belum bakal saya pasang, karena yaa statistiknya ga banyak kemajuan, wkwk.

Nah mending terima receh tiap hari selama 2 tahun kan daripada ga terima apa-apa? Mayan lama-lama bisa juga dipakai untuk bayar hosting. πŸ˜†

Dapat Segitu Mesti Punya Berapa Pageview?

Pernah ada yang nanya begini, let’s say kita pengen bisa melewati payment treshold tersebut tiap bulannya (jadi setiap bulan kita bisa terima transferan dari Google minimal Rp1.300.000), blognya mesti berapa pageview-nya?

Nah dari apa yang sudah saya lewati, pageview itu tidak berbanding lurus dengan angka pendapatan di Google AdSense. Banyak faktor yang mempengaruhi, dan kita ga tahu kan algoritma hitung-hitungannya Google gimana.

Bisa aja dua blog berbeda dengan pageview bulanan yang sama, tapi pendapatannya berbeda. Blog Sabda ini nampilin rekap berapa pendapatan akun Google AdSense-nya dari 0. Ada angka pageview-nya yang mirip dengan pageview blog saya, tapi pendapatannya jauh di atas saya, ahaha. Pernah juga pageview bulanan saya meningkat dibanding bulan sebelumnya, tapi penghasilannya malah menurun.

Penempatan iklan juga mempengaruhi. Makin banyak iklan yang dipasang, makin gede peluang iklannya diklik. Makin banyak iklan yang diklik, makin gede juga pendapatannya.

Oia lokasi yang mengklik iklannya juga ngaruh. Saya pernah eksperimen, saya minta teman yang tinggal di luar negeri untuk klik iklan di blog saya sekali, teman yang di dalam negeri juga. Waktu itu dari luar negeri bisa dapat sekitar 2000an rupiah, sementara dari dalam negeri cuma dapat receh. Tapi ga usah coba berulang kali ya, karena kalo udah keseringan klik, Google AdSense-nya ngeh, jadi penghasilannya berkurang juga, wkwk.

Jadi kesimpulan saya, lebih cepat dapat pemasukan dari Google AdSense kalau banyak yang klik dari luar negeri. Karena itu ada yang menyarankan untuk membuat content berbahasa Inggris supaya jangkauan pembacanya lebih luas hingga mancanegara. Peluang ada yang mengklik iklannya dari luar negeri juga jadi lebih besar. Tapi yaa effort juga bikin content berbahasa Inggris itu, wkwk.

Faktor lain yang membuat saya ga expect banyak dari Google AdSense adalah karena iklan yang saya pasang di sini pun minimalis, ga ditaruh di banyak tempat. Saya masih idealis, ga mau pasang iklan kebanyakan karena bakal mengganggu kenyamanan pembaca.

Proses Pembayaran oleh Google AdSense

Awal November 2019 angka pendapatan akun saya sudah melewati angka Rp1.300.000. Kalau kata halaman support-nya Google:

Jika saldo Anda melebihi nilai minimum pembayaran dan Anda tidak memiliki penangguhan pembayaran, pembayaran akan dilakukan dari tanggal 21 hingga 26 pada bulan tersebut. Perhatikan bahwa waktu penerimaan pembayaran yang sebenarnya akan bergantung pada zona waktu Anda, apakah tanggal 21 jatuh pada akhir pekan atau hari libur, dan metode pembayaran yang Anda pilih.

Wuiii, berarti saya tinggal tunggu akhir bulan ya.

Tanggal 22 November 2019 saya dapat email pemberitahuan bahwa penghasilan saya sudah dikirim. Saya langsung cek rekening yang saya gunakan untuk pembayaran, ternyata belum ada apa-apa. Tapi di email semacam disuruh nunggu dulu selama 5 hari kerja. Baiklah.

email gajian google adsense

Saya lupa uangnya baru masuk tanggal berapa, tapi seingat saya ga lewat dari 5 hari kerja itu.

Ternyata terima pendapatan dari Google AdSense ga ribet prosesnya. Zaman dahulu kala soalnya saya pernah baca, kalau mencairkan uang dari Google AdSense itu mesti pakai Western Union. Duh, ribet amat pastinya. Tapi zaman sekarang tinggal tunggu aja di rekening. Itulah pentingnya verifikasi rekening beserta verifikasi alamat yang sudah kita lakukan dulu.

Baca juga: Verifikasi Alamat dan Rekening Bank untuk Google AdSense

Setelah terima transferan, saldo di akun Google AdSense kita kembali ke nol lagi. Yuk mari kumpulin receh lagi, hihihi.

Demikian pengalaman saya pertama kali terima gaji dari Google AdSense. Semoga gajian berikutnya ga perlu nunggu 2 tahun lagi, wkwk. 

Yang udah pengalaman dapat penghasilan dari Google AdSense, adakah saran bagaimana strateginya untuk meningkatkan pendapatan? Share yuk!

Salam,

Reisha Humaira

28 tanggapan untuk “Akhirnya Terima Gaji Pertama dari Google AdSense

  • 14 Januari 2020 pada 23:07
    Permalink

    Gokil ini 2 tahun. Hahaha… Saya apa kabar ? Nunggu berapa tahun lagi ini.. ? Setiap hari cuma 200 rupiah, mentok 2.500 hahaha.. Sabar ! Sabar ! Yang penting nulis aja deh.

    Balas
    • 15 Januari 2020 pada 09:42
      Permalink

      Mungkin bisa lebih tinggi kalau isi artikel nya berhubungan dengan produk kali ya sehingga iklan yang muncul akan lebih banyak yang relevan yang bisa membuat pembaca ngeklik iklan tsb, kalau memang ada target untuk monetize ga ada salahnya dicoba

      Balas
    • 15 Januari 2020 pada 14:23
      Permalink

      Salam kenal Mb Reisha. Saya juga baru semingguan ini ngumpulin receh ha ha ha. Lihat google ads nambah satu dua rupiah rasanya bahagia banget. Gak nyangka aja blog berdebu bisa acc google ads. Tapi agak worry juga mengenai verifikasi ini. Saya baca postingan Mb Wiwin di grup estrilook google adsnya di bekukan karena 4x salah. Ktp saya juga sudah lewst tanggal berlakunya. Ada masukan kah?

      Balas
      • 15 Januari 2020 pada 15:23
        Permalink

        Halo mba Deris, salam kenal juga. Udah terima PIN dari Google-nya kah? PIN-nya dikirim ke alamat, isinya angka yang mesti dimasukkan untuk verifikasi.

        Balas
  • 15 Januari 2020 pada 15:41
    Permalink

    Wah, kalau aku pengunjung blog bisa sampe 40 sehari aja sudah bersyukur banget, mbak. Maklum masih baru. Hehehe.

    Pengen juga pasang Google adsense, tapi sepertinya hal yang harus aku lakukan untuk blogku masih banyak sekali. Belum beli domain, belum rajin posting, belum pasang Google analytics.

    Balas
    • 28 Januari 2020 pada 21:25
      Permalink

      Hehe kalau masih baru santai aja mba πŸ˜€ Kalau ngeblog di blogspot, kalau ga salah tu bisa aja pasang Google Adsense walaupun belum pakai domain sendiri. Hanya saja kalau suatu saat ganti ke domain sendiri, kita mesti daftar ulang lagi ke Adsense-nya, ga bisa diakumulasikan penghasilan yg sebelumnya. Jadi menurut saya mending daftar Adsense-nya nanti aja kalau udah pakai domain sendiri.

      Balas
  • 15 Januari 2020 pada 20:59
    Permalink

    Alhamdulillah, senangnya Mbak. Perjuangan itu akhirnya menghasilkan juga. Terima kasih sharing semangatnya.

    Balas
    • 28 Januari 2020 pada 21:25
      Permalink

      Alhaamdulillah, makasih mbak πŸ™‚

      Balas
    • 28 Januari 2020 pada 21:26
      Permalink

      Ayo semangat menulis πŸ˜‰

      Balas
  • Pingback: Akhirnya Gajian dari Google AdSense – Blogger Perempuan

  • 20 Januari 2020 pada 09:02
    Permalink

    Alhamdulillah ya Mbak. Saya udah satu tahun tu merangkaknya pelaaan banget, selama setahun baru ada diangka 43an ribu aja tu. Wakakkaak

    Balas
    • 21 Januari 2020 pada 10:05
      Permalink

      Alhamdulillah mbak, hehe. Semangat terus mbak nulisnya. πŸ˜‰

      Balas
  • 20 Januari 2020 pada 09:48
    Permalink

    wah keren mba. saya 10 tahun belum gajian juga haha. semoga bisa mengikuti jejak mbak, dapat gaji dari google πŸ˜€

    Balas
    • 21 Januari 2020 pada 10:05
      Permalink

      Alhamdulillah, hehe. Aamiin.

      Balas
  • 20 Januari 2020 pada 10:29
    Permalink

    Kalau reisha.net ini biaya tahunannya berapa mbak?

    Balas
    • 21 Januari 2020 pada 10:07
      Permalink

      Wah, pertanyaannya, hehe. Saat ini saya pakai hosting dari niagahoster, waktu beli pas ada promo diskon 75%, jadi waktu itu saya bayar ga sampai 1jt untuk 3 tahun. Tapi masih harus bayar perpanjang domain. Nah ke depannyaa saya belum tahu rencananya gimana karena biaya asli tanpa diskon itu lumayan mahal, wkwk.

      Balas
  • 20 Januari 2020 pada 23:11
    Permalink

    makasih sharingnya kak. mau pasang juga tapi blm pede hihi.tampaknya harussegera ya kak hehehe

    Balas
    • 21 Januari 2020 pada 10:23
      Permalink

      Hehe, iya, daftar trus pasang aja duluuu. Abis itu biarin, hihi.

      Balas
  • 21 Januari 2020 pada 09:04
    Permalink

    waw, selamat mbaa udah merasakan manisnya gajian dari google adsense. semoga besok gak perlu nunggu 2 tahun dan penghasilannya juga lebih besar.

    btw, ini cita-citaku banget bisa gajian dari adsense.. udah 2 tahun pasang tapi belum pernah gajian. hihihi.. katanya visitor harus minimal 1000an ya perhari.. huhu, daku belum menyentuh angka itu.. πŸ˜€

    Balas
    • 28 Januari 2020 pada 21:27
      Permalink

      Alhamdulillah, makasih mbaa, aamiin.

      Balas
  • 21 Januari 2020 pada 17:33
    Permalink

    Wah, selamat mbak.. blognya bisa menghasilkan cuan juga hehe.

    Saya baru tau kalo Google AdSense bisa langsung pasang walaupun pageview-nya masih 0 ya. Dulu berhubung saya pakai WordPress gratisan, cuma bisa apply WordAds (platform iklannya WordPress). Perlu nunggu 2 tahun sampai permohonan iklan saya di-approved. Katanya waktu itu pageview harian saya masih kurang. Wkwkwkw..

    Balas
    • 28 Januari 2020 pada 21:29
      Permalink

      Alhamdulillah, makasih mas. Nah iya, WordAds lebih ribet aturannya ya, ada aturan pageview harian minimal sekian. Saya dulu pernah coba apply waktu masih ngeblog di wordpress.com, lalu menyerah. Ga tahu kapan bakal di-approve, wkwk.

      Balas
  • 22 Januari 2020 pada 00:09
    Permalink

    Syelamaaaattt saayyy.
    Ya ampuunn, saya apa kabar ya adsense nya? masih jauuuhhhh dari gajian wakakakak.

    Tahun lalu saya sempat pelajari pendapatan adsense ini, selain melalui klik adsense, juga ngaruh dari trafik keywordnya kali ya.

    Itulah alasannya mengapa blognya Sabda cepat banget panen adsense, niche financial itu paling besar nilai iklan dan keyword apa sih namanya, duh nih otak lagi hang dah, lupa semua istilah.

    itu juga yang menjelaskan mengapa blog saya adsnya kayak keong, soalnya isinya curhat hore semua, nggak ada pemasukan tambahan dari keyword ppc ya atau apa sih lupa hahaha

    Sempat mau ikutan blogger laki lainnya pendulang adsense, mereka tuh berternak blog, nichenya macem-macem, jadi 1 blog, 1 niche gitu, mostly cari yang paling besar nilainya, kayak finance, asuransi dll itu, tapi kutaksanggupppp

    Ya akhirnya saya putuskan, saat ini saya mencintai rezeki dari sponsored post aja dulu deh, yang penting adsense udah aktif, meski jalannya kayak keong hahaha

    Balas
    • 28 Januari 2020 pada 21:32
      Permalink

      Makasih mba Reeeyyy. Iya ya, kalau memang mau panen dari AdSense bener-bener mesti ngeblog hal-hal yang banyak dicari orang ya. Dan buat kita yang masih doyan nulis pengalaman pribadi ya ga bakal serame itu pengunjungnya, hihi.

      Kalau banyak lowongan sponsored post mah mending sponsored post mbaaaa. Pas invoice cair langsung berasa nominalnya, wkwk.

      Balas
  • 22 Januari 2020 pada 09:55
    Permalink

    Kesabaran 2 tahun terbayar juga! Pertama kali nih baca tulisan orang Indonesia yang nerima Google Adsense. Ternyata beneran ya. Thank you so much for sharing Rei. Sing lancar terus rejeki Adsensenya.

    Balas
    • 28 Januari 2020 pada 21:36
      Permalink

      Nuhun teeeh. Saya sebelum nulis ini googling dulu teh, jadi tahu udah banyak yang gajian dari AdSense, bahkan ada yang dalam sebulan itu bisa dapat berjuta-juta teh, wkwk. Ga tahu deh itu gimana caranya.

      Balas
  • Pingback: Tulisan Minggu #3 - 1 Minggu 1 Cerita

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: