Mengenal dan Menerapkan Code of Conduct Institut Ibu Profesional

Tulisan ini adalah misi ketiga dari kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) Batch #8 yang saya ikuti tahun ini. Pembahasannya mungkin spesifik sekali untuk ruang lingkup IIP, tapi ada hal-hal umum yang menurut saya juga berlaku secara universal.

Misi 3: Membumikan CoC

Setelah melewati misi kedua minggu lalu, kami berhasil membuka kerang istimewa dan mendapatkan Mutiara Ibu Profesional di dalamnya.

Selanjutnya para Widyaiswara (WI, sahabat yang mendampingi selama matrikulasi) memberikan kami sejumlah pantun yang bermanfaat. Sebagian pantun disampaikan dengan berdendang malah, wow.

Poin-poin yang disebut dalam pantun-pantun tersebut di antaranya:

  • Apa arti kepintaran diri jika perilaku tidak bermartabat.
  • Kemuliaan diri harus terus dijaga, belajar berbudi luhur.
  • Kita butuh peran ibu merancang peradaban.
  • Jujur adalah contoh sikap berintegritas tinggi.
  • Taat prosedur agar kapasitas diri meningkat.
  • Adab sebelum ilmu diutamakan.
  • Belajar lebih fokus dan aktif, bersungguh-sungguh, berkomitmen, dan integritas.
  • Berpikir sebelum berkata-kata, kata-kata yang ditulis hendaklah bermartabat.

Wah, bakal bahas apa ya ini kira-kira?

Rupanya di minggu ini kami belajar untuk mengenal dan memahami Code of Conduct (CoC) di dalam IIP. CoC bisa diartikan sebagai pedoman perilaku bermartabat, berupa aturan dan konsekuensi yang dibuat, dipahami, disepakati, hingga menjadi komitmen bersama.

Dengan adanya CoC, saya makin merasa bahwa IIP ini memang terstruktur banget deh. Adanya aturan-aturan di dalam CoC bukan membatasi kita dalam bertindak, tapi justru menjadi pedoman agar perilaku kita jadi lebih baik dan bermartabat. Apalagi di zaman sekarang di mana orang bebas sekali berekspresi, kadang jadi lupa mana tindakan yang baik dan mana yang malah menjatuhkan diri sendiri.

Konsekuensi yang ada pun dibuat logis, demokratis, dan manusiawi. Dengan demikian, kita jadi belajar untuk lebih bertanggung jawab dan berpikir atas segala hal yang kita lakukan.

CoC dibuat dalam bentuk tertulis supaya jelas dan bisa dibaca oleh semua peserta. Di dalam CoC dijabarkan pedoman perilaku agar semua unsur di dalam IIP bisa memiliki perilaku yang bermartabat, memiliki sikap berbagi dan melayani, serta memiliki integritas yang tinggi.

Di IIP pada dasarnya semua boleh, kecuali yang tidak boleh. Yang tidak boleh dilakukan dalam lingkup IIP adalah:

  • 5 hal yang tidak boleh dilakukan yang sudah dibahas pada misi minggu lalu.
  • Mengambil screenshot percakapan dan menyebarluaskannya tanpa izin. Menyebar screenshot merupakan tindakan framing berita karena informasi tidak diberikan secara utuh dan bisa menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda pada orang lain.
  • Mem-forward percakapan pribadi atau grup tanpa izin.

Di dalam CoC juga dibahas apa saja yang termasuk perilaku bermartabat dan perilaku nista di dalam IIP. Ada yang ter-trigger ga nih dengar kata-kata nista? Wkwk. Katanya sengaja memang pakai kata “nista” itu untuk memberikan efek psikis, baca dan ngucapinnya aja males kan, apalagi melakukannya.

Tentu saja CoC tinggal CoC kalau tidak dilaksanakan dan diterapkan selama pembelajaran di IIP. Oleh karenanya kita perlu melakukan aksi atau tindakan untuk membumikan CoC tersebut.

Aksi yang bisa saya lakukan untuk membumikan CoC adalah:

  1. Belajar dengan sungguh-sungguh dan mengerjakan tugas dengan baik.
  2. Berpartisipasi aktif dalam perkuliahan ataupun diskusi grup.
  3. Me-review materi dan diskusi dengan mencantumkan sumber.

Aksi tersebut benar karena sesuai dengan poin-poin di dalam CoC berikut:

  1. Memiliki Adab yang Baik

    Adab sebelum ilmu. Dalam menuntut ilmu, kita mesti bersungguh-sungguh. Hindari sikap yang merasa lebih tahu dan lebih paham atas ilmu yang diberikan. Ulang-ulang, pelajari dengan sabar. Kerjakan tugas yang diberikan dengan baik karena tugas itu gunanya untuk mengikat ilmu agar mudah diamalkan.

  2. Aktif dan Bertanggungjawab

    Dalam perkuliahan IIP, kita mesti mengikuti dana berperan secara aktif, baik itu secara online ataupun offline. Tidak pernah berkontribusi, hanya menjadi silent reader tanpa melakukan apa-apa adalah perilaku nista.

  3. Publikasi yang Bermartabat dan Bertanggungjawab

    Ilmu yang didapat lebih lekat jika dituliskan. Di IIP pasti bakal banyak sekali materi bermanfaat yang kita dapat, namun jika ingin mempublikasikannya, pastikan sudah meminta izin dan mencantumkan sumbernya. Lebih baik lagi jika menyampaikannya dalam bentuk review menurut sudut pandang sendiri, atau mempublikasikan review dan pemikiran sendiri di level yang lebih tinggi seperti media nasional atau jurnal ilmiah.

Aksi tersebut baik karena bisa meningkatkan komitmen untuk belajar di IIP serta meningkatkan pemahaman terhadap materi yang didapat dari IIP.

Aksi tersebut bermanfaat karena dengan melakukannya, saya bisa mendapatkan ilmu yang berkah, meningkatkan kompetensi dan konsistensi diri, serta meningkatkan kapasitas diri sebgaai pembelajar yang bermartabat.

Dengan menerapkan dan membumikan CoC tersebut, saya berharap bisa jadi ibu yang lebih baik lagi dan bisa diteladani oleh anak saya ke depannya.

#navigasidanberaksi
#matrikulasibatch8
#institutibuprofesional
#belajardarirumah

Salam,

Reisha Humaira

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: