Belanja Online di New Zealand Tidak Seenak di Indonesia

Sejak pindah ke Auckland, hal-hal yang berkurang drastis dibanding saat di Indonesia dulu adalah: belanja online dan pesan delivery makanan. Kenapa? Soalnya belanja online di New Zealand ini menurut saya ga seenak di Indonesia, huehe. Sungguh ku kangen dengan segala marketplace di Indonesia, apalagi layanan pesan delivery makanan, aaaa.

Secara umum, layanan online untuk urusan konsumtif begini lebih maju di Indonesia deh dibanding New Zealand. Di Indonesia udah populer e-wallet kayak GoPay, OVO, dan DANA. Di sini transaksi offline udah banyak cashless sih, tapi pake kartu debit/kredit, jarang sekali e-wallet. Saya ga punya e-wallet, dan jarang juga nemu tempat belanja online yang ada opsi pembayaran dengan e-wallet, banyakan kartu kredit. Trus untuk kartu AT HOP yang biasa dipakai untuk naik bus, kalau top up online, ga langsung nambah donk saldonya, baru nambah besoknya, atau paling lambat 3×24 jam. Wew.

Baca: Transportasi Publik di Auckland: Pilihan Kendaraan Umum

Jadi, hal apa saja yang bikin belanja online di New Zealand ini terasa ga senyaman di Indonesia?

Ongkos Kirim yang Terasa Mahal

Saya ga tahu banyak ya soal kurir pengiriman di New Zealand ini saking jarangnya belanja online. Tahunya cuma NZ Post. Kalau di Indonesia kan udah banyak ya, udah hapal juga lah kurir mana yang ongkos kirimnya murah, wkwk.

Untuk mengirim paket, di NZ Post ini tarif minimalnya dihitung untuk paket di bawah 3 kg. Untuk pengiriman antar kota sebenarnya masih terasa wajar ongkos kirimnya. Yang terasa mahal itu kalau kirim barang dalam kota, karena ongkosnya sama aja dengan tarif antar kota, heuu.

Ada beberapa jenis pengiriman paket di NZ Post, yang paling murah ongkos kirimnya jika pakai ParcelPost. Tapi si ParcelPost ini ga bisa di-tracking donk. Kalau mau yang bisa di-tracking, nambah lagi biayanya, heuuu. Padahal pengiriman paket di Indonesia umumnya bisa di-tracking ya walau pakai jenis yang paling murah pun.

Advertisement

Pengiriman dari Wilayah Rural Makan Waktu Lebih Lama

Kalau toko biasanya lokasinya masih di wilayah perkotaan, jadi untuk kirim barang itu prosesnya bisa cepat.

Dulu saya beli sepatu lari second di sini, nemu di Facebook Marketplace, ternyata si seller-nya ini tinggal di wilayah rural-nya Auckland. Apa ya, semacam wilayah terpencil kali ya. Wilayah rural itu misalnya daerah yang masih didominasi padang rumput itu, banyakan sapi atau dombanya daripada manusianya.

Baca: Dulu Tidak Suka Lari, Sekarang Kenapa Memilih Olahraga Lari?

Nah dari wilayah rural ini, ongkos kirimnya lebih mahal karena ada tambahan rural charge. Lalu biasanya paketnya sampai lebih lama dibanding yang dikirim dari perkotaan.

Sebenarnya di Indonesia mungkin gitu juga ya kalau kita kirim paket dari daerah terpencil. Cuma kan kalau belanja di Indonesia biasanya seller-nya tinggal di tempat yang masih gampang akses ke kurirnya. Jadi ga terpencil-terpencil amat lah ya.

Ribet Kalau Paket Datang Saat Sedang Tidak di Rumah

Ini dari pengalaman beberapa kali nih. Jadi ada paket yang membutuhkan tanda tangan penerima, sehingga paket harus diserahkan langsung kepada penerima atau yang mewakili, tidak bisa dimasukkan ke dalam mailbox.

Lalu bagaimana kalau penerima paketnya lagi ga ada di rumah? Kurirnya akan membawa kembali paketnya, dan meninggalkan form berisi informasi apa yang ingin dilakukan berikutnya. Bisa pilih apakah mau diantar di lain waktu atau dikirim ke tempat drop paket terdekat dari rumah lalu diambil sendiri (biasanya di kantor pos atau supermarket).

Baca: Belanja Produk Makanan Indonesia di Auckland

Saya selalu pilih buat ambil sendiri paketnya ke tempat drop paket. Soalnya kalau dikirim ke rumah lagi, lalu ternyata di rumah ga ada orang lagi, ya keulang lagi donk ceritanya. Makanya kalau nungguin paket saya berharap kurirnya datang pas saya atau suami lagi di rumah.

Oia di Indonesia kan mayan sering ya, kalau lagi ga ada di rumah, kurirnya bakal telepon ke nomor yang tertera di alamat untuk konfirmasi kepada penerima. Membantu banget tuh menurut saya. Di sini ga ada kayak gitu, hehe. Di paket pun ga pernah dicantumkan nomor telepon pengirim/penerima.

Jarang Ada Promo

Ini nih yang bikin belanja online di Indonesia terasa murah, wkwk. Berbahagialah di Indonesia masih banyak yang suka kasih promo, hehe. Di sini jarang. Promo adanya paling saat Black Friday atau lagi cuci gudang.

Kalau di Indonesia, biasanya saya suka cari promo free ongkir. Ngomong-ngomong free ongkir, sebenarnya ada sih belanja online dengan pengiriman gratis di New Zealand ini. Contohnya di The Warehouse atau K-Mart, tapi dikirimnya ke cabang toko mereka, bukan ke alamat rumah. Istilahnya click & collect. Nanti kita sendiri yang ambil barangnya ke tokonya itu. Kalau maunya dikirim sampai rumah ya kudu bayar, hehe.

Begitulah kira-kira kenapa saya jarang sekali belanja online di New Zealand ini. Lagian kami juga menghindari belanja barang-barang yang tidak perlu, daripada nanti di sini kebanyakan barang dan malah ribet ngurusinnya sebelum pulang, hehe.

Ah iya, ada sih opsi belanja online yang murah dan bisa free ongkir juga, yakni di AliExpress, huehehe. Barangnya dikirim dari Tiongkok, sampainya sekitar sebulan, kadang lebih cepat. Tapi karena itu dari luar New Zealand, dikeluarin deh dari bahasan tulisan ini, hehe.

Salam,

Reisha Humaira

6 tanggapan untuk “Belanja Online di New Zealand Tidak Seenak di Indonesia

  • 19 Juni 2020 pada 07:05
    Permalink

    Susah juga ya ternyata, karena di Indonesia sudah hampir cashless. Seperti waktu liburan ke Bali akhir taun kemarin, aku juga agak mati gaya karna malah jarang toko2 yg pake gopay/ovo. Ya gapapa juga sih sebenernya, cuma saldo uang cash jadi berkurang wkwkwk

    Balas
    • 19 Juni 2020 pada 07:10
      Permalink

      Oh kalau transaksi langsung di toko-toko sih mayoritas udah cashless, tapi pakenya kartu debit atau kartu kredit. E-money yang jarang, hehe.

      Balas
  • 30 Juni 2020 pada 02:10
    Permalink

    Mungkin juga karena sebagai salah satu cara mendidik warganya untuk nggak konsumtif kali ya, soalnya di Indonesia saking semua serba mudah, serba instan, serba diskon, jadinya numpukkk semua barang belanjaan.

    Hal-hal yang nggak dibutuhkan juga diborong, apalagi kalau udah dengar kata diskon, duuhh..
    Untungnya sih saya jarang kegoda diskonan, kecuali memang butuh sesuatu, pasti nyari yang diskon, tapi nggak pernah belanja hanya karena aka sale gede-gedean ๐Ÿ˜€

    Dan memang ya, di Indonesia itu gampil, pembayaran semua online shop aja, dibuka seluas-luasnya, jadi nggak ada alasan orang susah bayar ๐Ÿ˜€

    Balas
  • 30 Juni 2020 pada 18:37
    Permalink

    Halo kak salam kenal, aku mau nanya soal belanja online di NZ, kan aku mau beliin hadiah untuk teman disana, kalo website belanja baju gitu di sana apa ya kak yg bisa dikirim kerumah? Kaya zalora,tokped,shoppe gitu? Terimakasih..

    Balas
  • 1 Juli 2020 pada 21:01
    Permalink

    Akupun harus ngakui kalo belanja online di Asia itu memang lebih bagus dan murah serta banyak promonya ya mba :D. Itu juga yg aku suka dari Indonesia. Apalagi dengan pandemi skr, itu bangeeet berasa manfaatnya. Jd ga hrs sering2 belanja diluar yg mana hrs ketemu banyak orang.

    Bersyukur memang dengan kemudahan2 belanja di sini :D. Walopun jadinya boros kadang2 hahahaha

    Balas

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: