Categories: travelingindonesia

Wisata Kaltim: Pesona Hutan Kalimantan di Bukit Bangkirai

Sabtu, 7 Maret 2015

Sebelum pindah ke Balikpapan, saya kira nanti di sana saya nanti bakal menemukan tempat yang masih didominasi hutan, haha. Ternyata tidak. Balikpapan itu kota seperti halnya kota-kota lain. Dan saya baru bisa melihat hutan Kalimantan itu saat jalan-jalan ke Bukit Bangkirai.

Bukit Bangkirai

Setelah 1 tahun lebih tinggal di Balikpapan, baru bulan kemarin akhirnya saya jalan-jalan ke tempat wisata di sekitar Balikpapan :P. Kebetulan ada teman yang pindah ke Balikpapan (pengantin baru Vanni dan Dahnil) plus teman yang kerja di Banjarmasin sedang berkunjung ke Balikpapan (Pp dan Anna). Jadilah kami merental mobil dan pergi jalan-jalan berenam.

Rombongan jalan-jalan di hari itu

Tujuan pertama kami adalah ke Bukit Bangkirai yang terkenal dengan Canopy Bridge-nya. Waktu saya browsing, katanya kawasan wisata alam ini terletak di Jl. Soekarno-Hatta KM 38. Ngasal banget itu yang nulis alamat, karena di KM 38 itu ternyata baru sampai persimpangannya. Dari simpang itu masih masuk terus sejauh 20 km -_-” (kata plangnya), kondisi jalannya pun jelek. Setelah perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya ketemu plang lagi, katanya 1 km lagi (tapi kayaknya aslinya lebih deh -_-”). Kondisi jalan pun makin jelek. Setelah itu barulah ketemu gerbang selamat datang-nya. Akhirnya sampai juga. Dari kota Balikpapan total hampir 2 jam perjalanan.

Akhirnya sampai juga, langsung beli tiket

Sebelum menuju ke Canopy Bridge, kami membeli tiket terlebih dahulu. Selanjutnya kita mestri trekking sejauh sekitar 500 m, melewati hutan Kalimantan yang banyak pohon besar-besarnya. Sejumlah pohon dilengkapi dengan informasi tentang nama pohon tsb. Ah, akhirnya ngerasain hutan Kalimantan juga. 😀

Bersiap trekking ke Canopy Bridge
Jalur trekking di Bukit Bangkirai

Canopy Bridge Bukit Bangkirai

Tujuan utama kami ke Bukit Bangkirai adalah untuk menaiki jembatan tajuk (Canopy Bridge)-nya. Jembatan ini dibangun menggantung pada ketinggian 30 m menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Tangga entrance dan exit dibangun menempel pada 2 pohon berbeda. Total ada 4 jembatan yang panjangnya berbeda-beda. 3 jembatan adalah rute dari tangga entrance menuju tangga exit. 1 jembatan lagi menuju 1 pohon yang terpisah sendiri dan merupakan jembatan terpanjang, jadi kalau mau ke pohon itu mesti bolak-balik melewati jembatan ini. Dari Canopy Bridge ini kita bisa melihat view hutan Kalimantan yang menyejukkan.

Siap-siap naik Canopy Bridge
Tangga dan jembatannya, tinggi
Berfoto di Canopy Bridge

Saya pada dasarnya takut dengan ketinggian, tapi berhubung udah jauh-jauh ke sana, dibela-belain deh naik jembatannya. Rugi kalau sampai ga naik, hehe. Sampai di atas? Tetap aja gamang, haha. Pas melewati jembatan, saya ga berani lihat ke bawah. Dan saya juga ga berani melewati jembatan yang terpanjang itu, karena kudu 2x melewatinya, padahal view dari situ sepertinya yang paling oke. Dari 6 orang, saya doank yang ga lewat jembatan terpanjang itu, haha.

Jembatan terpanjang di sana
View hutan Kalimantan dari Canopy Bridge

Alhamdulillah udah kesampaian juga keinginan ke Bukit Bangkirai-nya. Walau kondisi saya lagi hamil 6 bulan, alhamdulillah ga ada masalah selama perjalanan. Trekking-nya saya anggap aja olahraga dan naik jembatannya saya anggap uji keberanian di hadapan si kecil, hihi.

Bumil lagi uji nyali

Bukit Bangkirai ini recommended banget deh buat yang ingin menikmati pesona hutan Kalimantan. Tapi kalau bawa balita apalagi bayi sebaiknya ga usah. Rempong ntar di sananya, hehe.

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024