Sebelum masuk ke daftar pilihan pekerjaan untuk ibu rumah tangga yang non full time ini, saya mau cerita sedikit dulu ya, hehe.
Sejak hamil 7 bulan (tahun 2015 lalu), saya memutuskan untuk resign karena ingin mengurus anak sepenuhnya. Sebelumnya saya bekerja secara remote dari rumah. Bisa aja sebenarnya saya lanjut kerja lagi, toh di rumah aja kan, tapi yaa saya merasa ga bakal bisa bagi fokus dengan baik antara anak dan pekerjaan, apalagi tanpa ada yang membantu di rumah.
Baca: Diari Kehamilan Pertama: Akhirnya Beneran Resign
Seiring berjalannya waktu dan berubahnya kondisi, saya mulai menerima proyek lagi. Kenapa proyekan? Karena saya masih tetap ingin lebih banyak di rumah bersama Akas. Proyeknya sederhana aja sih, yang ga makan waktu banyak dan ga bikin pusing. Biasanya itu bikin website dan ga jauh-jauh dari coding HTML, CSS, dan Javascript. Saya nyebut diri ini freelancer juga lah, eaaa. Tapi saya ga pernah bener-bener usaha nyari proyek sendiri, nunggu ada temen yang nawarin aja. Jadinya yaa misal bulan ini ada, bulan depan ga ada, haha.
Nah lalu saya mulai berpikir, apa ya opsi kerjaan lain yang bisa saya lakukan? Saya pun mencari inspirasi dengan bertanya ke grup ibu-ibu alumni ITB karena saya merasa ini grup terbaik untuk membahas hal ini.
Baca: ITBMh Homecoming 2017: Membangun Keluarga Kuat untuk Bangsa yang Hebat
Kriteria pekerjaan yang saya cari intinya bukan pekerjaan penuh waktu yang harus bekerja Senin-Jumat 8-5. Kerjaan yang part time ga apa-apa, jadi ga mesti seharian banget kerjanya. Atau kerjanya 1-2 hari aja dalam 1 minggu alias ga menyita waktu banget. Dan bukan jualan.
Saya udah menduga nih pasti ada lah yang nanya, emang kenapa dengan berjualan? Di jagad medsos kita semua pasti banyak banget lah ya ibu-ibu yang melakoni wirausaha ini, terutama jualan online. Alasannya sih karena saya ga ada minat untuk jualan, jadi ga usah dipaksakan. Daripada nanti malah jadi beban pikiran lain buat saya, mending ga usah, hehe. Lagipula di grup ITB Motherhood itu banyak banget yang jualan, kalau ga di-exclude, bisa-bisa nanti ada bahasan panjang soal jualan juga di thread itu, hehe. Kalau saya emang mau jualan ya saya bikin thread bertanya tips dan trik untuk pedagang pemula atuh. 😄
Saya ga nyangka thread itu bakal rame banget, dan banyak inspirasi yang saya dapat. Terima kasih teteh-teteh nan keren. Tapi tentu saja ga semua bisa saya jalankan, karena ga ada skill-nya, haha. Dulu di grup pernah saya rekap secara singkat, tapi sekarang saya tulis ulang deh biar lebih rapi dan jelas.
Berikut berbagai pilihan pekerjaan tidak penuh waktu untuk para ibu rumah tangga yang ingin berpenghasilan yang sudah dilakoni ibu-ibu alumni ITB. Dan saya tambah-tambahin dikit deskripsinya sesuai apa yang saya tahu, hehe. Urutan bebas yaa.
Daftar Isi Tulisan Ini
Ini cakupannya luas banget ya, intinya apa aja yang bisa dikerjakan secara freelance. Atau ngerjain proyekan. Kebanyakan sih yang freelance ini yang punya skill desain (misalnya freelancer desain buku/ilustrasi, grafis, logo, fashion, arsitektur, dll.) dan skill IT (misalnya programming, bikin website, bikin app, dll.). Dan ga mesti punya skill level dewa juga lho. Yang pemula tapi mau belajar juga bisa, misal pelajari cara buat website untuk pemula.
Selain menerima proyek secara offline alias langsung, ada juga yang mencari pekerjaan di situs-situs penyedia pekerjaan untuk freelancer. Yang disebutin (saya duluin yg lokal ya, hehe) antara lain:
Ada juga yang ditawari proyek setelah dilihat profil LinkedIn-nya atau portfolio-nya. Untuk orang desain dan IT kayaknya penting buat rajin update dua hal itu ya.
Di bidang lain, ada juga yang freelance sebagai finance assistant. Atau jadi pegawai outsource perusahaan tapi bekerja secara online. Atau jadi recruiter.
Ini bisa bekerja dalam proyek research and development suatu perusahaan, atau membantu penelitian dosen-dosen (mengolah data, menulis paper, dll.). Biasanya menyesuaikan dengan latar belakang pendidikan ya.
Ini juga cakupannya luas ya, menjadi konsultan untuk bidang apa saja yang perlu konsultasi, hihi. Bisa jadi konsultan lingkungan (mayoritas pastinya alumni Teknik Lingkungan), konsultan manajemen, konsultan bisnis dan CRM, konsultan komunikasi, konsultan human capital and organization, dll. Kerjanya bisa dari rumah, sesekali meeting di kantor atau di luar.
Kalau yang ini, kerjaannya seputar analisis data, statistik, dkk. Ini sepertinya cocok buat yang suka matematika, mengolah data, dan bisnis.
Yang suka ngajar, ini banyak banget pilihannya. Bisa ngasih bimbel/les privat untuk anak sekolah, bisa ngasih les bakat (seperti olahraga, musik, tari, ngaji, lukis, dll.). Ada juga yang jadi guru SD/SMP/SMA, biasanya di sekolah swasta, ngajarnya ga tiap hari. Buat yang mau jadi dosen, bisa juga jadi dosen di perguruan tinggi swasta atau jadi dosen tidak tetap, waktu ngajarnya lebih fleksibel dibanding dosen tetap.
Menjadi instruktur olahraga, selain menambah penghasilan, juga bikin sehat ya, karena instruktur olahraga pastilah harus rajin berolahraga, hihi. Instruktur olahraga ga cuma di tempat fitness atau gym ya, ada juga yang dipanggil ke rumah, kantor, dll. Banyak pilihan juga olahraganya, seperti senam, yoga, zumba, dll.
Trus saya terkesima karena ada teteh yang ngajar beladiri khusus akhwat. Katanya profesi itu masih sedikit yang menekuni, padahal peminatnya ada banyak, sampai sering diminta mengajar ke luar kota. Penghasilannya pun lumayan katanya.
Ibu-ibu yang punya keahlian tertentu bisa banget ngadain workshop/pelatihan sendiri terkait keahlian itu. Keahlian kan banyak sekali ya macamnya, seperti masak, fotografi, desain, menulis, public speaking, dll. Biasanya lebih mudah menarik orang dalam komunitas, karena pasti ada yang berminat untuk meningkatkan skill-nya tapi tidak bisa belajar sendiri. Workshop-nya juga ga mesti untuk orang dewasa, untuk anak-anak juga bisa.
Untuk ibu-ibu yang suka menulis, menulis buku bisa jadi salah satu pilihan. Di ITB Motherhood sendiri sudah banyak yang menerbitkan buku sendiri, entah itu nulis sendiri ataupun nulis “keroyokan”. Ga cuma yang suka nulis, yang suka menggambar dan membuat ilustrasi juga ada yang nerbitin buku. Tahu buku seri Allah Sayang Padaku by Amalia Kartika Sari? Itu contohnya, hehe.
Kalau ini masih terkait menulis, tapi menulis untuk website lain. Andalan website zaman sekarang adalah content, jadi di luar sana banyak bertebaran website yang butuh penulis tambahan. Bisa juga dink jadi kontributor media offline seperti majalah.
Kalau kemampuan bahasa asingnya bagus, ini bisa jadi pilihan. Bentuk pekerjaannya pun macam-macam, bisa mendampingi orang asing untuk menerjemahkan obrolannya, menerjemahkan buku/komik, dll.
Buat yang suka baca, ini juga bisa jadi pilihan. Dari thread ini juga saya tahu ternyata selain editor juga ada yang namanya korektor. Ruang lingkup pekerjaannya berbeda.
Blog dan vlog atau video di Youtube bisa dimonetisasi. Cara monetisasinya juga macam-macam, ga cuma ngandalin iklan atau jumlah view. Ada yang berupa content placement, ada yang kerjasama dengan brand, ada yang diundang ke suatu event dan diminta menulis review-nya, ada yang mengikuti lomba blog, dll.
Ada juga yang memanfaatkan media sosialnya untuk menjadi sumber penghasilan. Selebgram udah pada tahu lah ya dari berbagai postingan yang berseliweran di Instagram, hehe. Biasanya lebih banyak ke arah me-review atau endorse produk.
Ada teteh yang share dulu pernah buka jasa periklanan atau paid promote di line@. Sekarang kayaknya bisa menggunakan media sosial lain juga ya, tapi saya ga paham mekanismenya gimana, hehe.
Masih berkaitan dengan media sosial, kalau ini tugasnya mengelola akun media sosial suatu perusahaan untuk mempromosikan sesuatu. Bisa mempromosikan produk, jasa, brand, hingga public figure.
Ini berkaitan dengan jual beli saham tentunya. Tapi antara trader dan investor itu sistemnya agak beda sih. Buat yang berminat dan punya modal ini lumayan banget, karena kalau bisa bisnis saham dengan baik, keuntungannya jauh lebih lumayan dibanding bentuk investasi lainnya. Kerugian pun bisa diminimalisir kalau paham sistemnya. Suami saya udah trading saham dari tahun 2016, tapi saya belum minat ikutan, hihi.
Kalau tour guide kayaknya bayak dilakoni oleh yang tinggal di luar negeri, menjadi guide untuk orang Indonesia yang sedang jalan-jalan ke sana. Buat yang jalan-jalan, ini bisa jadi opsi untuk dapat guide dengan biaya lebih murah dibanding guide profesional, hehe.
Kalau travel planner/consultant biasanya konsultasi dengan keluarga/perusahaan/komunitas yang ingin mengadakan jalan-jalan bersama, menyusun itinerary dengan lengkap, dll. Cocok banget buat yang suka jalan-jalan atau merencanakan liburan.
Yang jago dandan bisa banget memanfaatkan skill ini. Kalaupun belum bisa di level make up-in artis atau pengantin, di luar sana juga masih banyak yang butuh didandanin untuk menghadiri acara-acara tertentu, hehe.
Ini juga lagi nge-hits karena di era media sosial sekarang mah apa-apa butuh foto atau video nan ciamik. Dari yang butuh untuk momen-momen spesial seperti wisuda, prewedding, lamaran, pernikahan, maternity, bayi; hingga buat nemenin jalan-jalan. Yes yes, zaman sekarang mah ada juga lho yang jalan-jalan bawa fotografer sendiri.
Ada juga teteh yang jadi penyiar radio. Kerjanya ga tiap hari, dan tiap kerja pun ga seharian.
Master of ceremonies, host, pembawa acara, apalagi ya istilahnya? Udah kebayang lah ya kira-kira, jadi ga usah dijelaskan lagi, hehe.
Buat yang suka bikin-bikin kerajinan tangan, bisa banget menjadikan hobinya ini jadi sumber penghasilan. Tapi kalau untuk hal ini nanti berkaitan dengan jualan juga sih. Kalau ga dijual ya ga jadi pemasukan berarti, cuma untuk memenuhi kebutuhan sendiri, hehe. Produk handmade ini ga melulu barang kecil-kecil aja ya, bisa juga barang besar kayak lemari, kitchen set, dan perabotan rumah tangga lainnya.
Walau banyak baju yang dijual di toko ataupun online shop, penjahit tetap dibutuhkan orang-orang yang ingin bikin baju custom, ukuran pas di badan, dll. Menjahit juga scope-nya ga cuma jahit pakaian, bisa juga jahit barang-barang lainnya seperti tas, dompet, sprei, gorden, dll.
Baca: DIY by Hani: Pakaian Akad Nikah Jahitan Sendiri
Kalau pengisi suara, saya kebayangnya yang jadi dubber film, sinetron, dan kartun di TV itu. Tapi ternyata ga terbatas di situ saja ya. Bisa juga jadi pengisi suara iklan, membacakan narasi film dokumenter, dll.
Ini masih berkaitan dengan media sosial, ternyata ada yang suka berburu kuis dan giveaway di media sosial. Ada yang share kalau temannya menekuni hal ini, jadi ga sekedar iseng-iseng berhadiah, tapi diseriusin. Dan hasilnya bisa dapat lumayan banget. Tapi biasanya yang didapat lebih berupa produk/barang.
—
Sekian list-nya. Ternyata emang banyak banget yaa alternatif pekerjaan untuk ibu rumah tangga berupa freelance. Thread tersebut benar-benar membuka mata saya. Dari sekian banyak sharing dari ibu-ibu ini, ada benang merah yang bisa saya tarik:
Oia selain pekerjaan untuk ibu rumah tangga di atas, ada juga teteh-teteh yang melakukan kegiatan semi sosial hingga volunteer/non-profit. Ini tentunya tujuannya bukan untuk cari penghasilan, tapi kepuasannya berbeda. Tapi ini bahasan berbeda ya, mending dibuat tulisan sendiri lagi, hehe.
Lalu, setelah dapat ide sekian banyak, kenapa akhirnya saya kerja full time? Itu bahasan berbeda juga sih, wkwk. Kapan-kapan deh ya saya tulis.
Buibu ada yang mengerjakan hal lain selain 25 pekerjaan untuk ibu rumah tangga di atas biar dapat penghasilan? Boleh ditambahkan lho list ini biar tambah banyak, hehe. 😄
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
View Comments
Banyak pilihannya ternyata,
Iya banyak yaaa :D
Woow, lengkap banget ya Mbak.
Tinggal sesuaikan bakat dan cek kembali relasi kita yah.
Betul sekali mbak, relasi memang membantu sekali, hehe.
Wah makasih sharingnya ya Teh kalo saya emang ngurus bayi tanpa helper jadi ya menjemput rezeki dari rumah
Sama-sama teh. Iya teh, kalo masih ngurus bayi juga rasanya mending di rumah aja ya sama bayinya, hehe.
No 25 saya banget wkwk... tapi jarang dapat juga sih hahaha.....
wow ada praktisinya. jarang itu berarti pernah dapat ya mbak? :D
wah banyak ide nih, kalu boleh tambahin, bagi yang bisa buat kue atau memasak bisa loh buat open order, jadi hanya melayani yang pesan aja. hehehe....
bisa juga mbak, sama kyk bikin crafting ya :D
wah banyak juga ya
Iya, silakan dicoba :D
Wah banyak pilihan ya, yang saya lakoni adalah nulis buku, ngeblog, jualan dan ngajar..pengen coba yang lain juga..semangat..
Wah banyak juga yang udah dijalani mbak. Gimana cara bagi waktunya mbak? :D
Banyak banget opsinyaaaa! Aku kira freelancer itu terbatas, yg kepikiran cuman ikutan NGO wkwk. Thanks for sharing bermanfaat sekali mba :)
Alhamdulillah bermanfaat. Saya juga ga nyangka ternyata opsinya banyak :D
Sekarang memang sudah banyak pekerjaan alternatif ya bun... Bisa tetap bersama anak tapi tetap berpenghasilan. Saya baru tahu loh kalau ternyata pengisi suara bisa jadi salah satu alternatif pekerjaan untuk ibu di rumah. Terima kasih sharingnya ya bun :)
Sama-sama bun. Betul sekali, semakin banyak alternatifnya ya utk menjemput rezeki.
Pengen mencoba kegiatan lain selagi gak ada pesenan….. Tp yg bisa sy kerjain apa? Binggung
Jazakumullah khairan… Alhamdulillah tercerahkan dan lebih semangat lagi buat jd kerja partime…sebelumnya part time jd guru, tapi karena banyak ini itu sy kehilangan kerjaan jd guru..disini sy menemukan ga mesti jd guru aja, masih banyak banget pilihan lain.
Malah tambahan kali ya..sekarang ada juga buibu yang jd driver online