family

Lebaran Tahun Ini Waktu yang Tepat untuk Berhemat

Buat para perantau, rasanya Lebaran di kampung halaman itu adalah salah satu momen yang menghabiskan banyak sekali uang, apalagi kalau merantaunya jauh. Dan ditambah dengan beberapa kebiasaan menjelang Lebaran, kalau ga pandai-pandai mengatur pengeluaran, uang bisa melayang begitu saja.

Namun khusus untuk tahun 2020 ini, Lebaran kali ini kesempatan banget untuk bisa berhemat. Dan dengan kondisi sekarang, rasanya wajib sekali untuk berhemat. Kenapa? Pandemi COVID-19 saat ini tidak hanya merusak sektor kesehatan, tapi juga akan mengacaukan sektor ekonomi. Dampaknya tidak hanya selama pandemi ini, tapi bakal masih lama, masih berlanjut setelah pandeminya selesai pun. Resesi katanya.

Kenapa Lebaran tahun ini waku yang tepat untuk berhemat? Ini dia.

Tidak Perlu Mudik

Dari pengalaman saya beberapa kali mudik Lebaran dari perantauan beda pulau, mudik menjelang Lebaran ini adalah bagian yang paling banyak menghabiskan uang. Harga tiket pesawat itu jadi mahal banget, dan entah kenapa saya merasa khusus penerbangan ke Padang, harga tiketnya lebih mahal dibanding ke kota lain yang secara jarak penerbangan malah lebih jauh. Saya pernah sampai memilih ambil penerbangan ke Pekanbaru dan lanjut jalur darat gara-gara tiket mahal banget itu, heuu. Itu baru tiket pesawatnya ya, belum biaya transportasi selama di kampung halaman.

Waktu merantau di Balikpapan, ongkos buat ke Padang menjelang Lebaran itu makin menjadi-jadi, ahaha. Sekali mudik itu bisa habis ongkos sampai 10 juta, padahal waktu itu masih berdua aja. Kalau ada anak, makin gede deh itu ongkosnya. Ga heran saya ada keluarga jauh yang tinggal di Balikpapan, jaraaang banget pulang kampung kalau Lebaran, haha.

Saya ga tahu ya kalau mudiknya masih di dalam Pulau Jawa misalnya, biaya perjalanannya mungkin ga gila-gilaan kayak yang beda pulau. Tapi ya tetap aja ada uang yang mesti dikeluarkan.

Tahun ini karena ada larangan mudik plus menghindari penularan COVID-19, jadi ga usah mudik, uang pun bisa dihemat.

Baca juga: Dilema Mudik di Indonesia Tahun 2020

Tidak Perlu Beli Baju Lebaran

Hayo siapa yang tiap tahun beli baju baru tiap Lebaran? Belinya ga cukup satu juga mungkin, eaaa. Pernah dihitung-hitung totalnya habis berapa? Padahal sebenarnya tiap Lebaran itu ga mesti beli baju baru ya, tapi mungkin karena udah kebiasaan, gengsi, ga mau kalah dari yang lain, beli baju baru itu jadi dirasa wajib.

Tahun ini Lebaran ga bakal seheboh dulu-dulu kok, jadi mending ditahan nafsunya untuk beli baju baru. Coba cek baju lama yang udah jarang dipakai, atau baju yang masih bagus kondisinya, masih bisa lah dipakai di hari Lebaran nanti. Jadi hemat deh.

Baca juga: Baju Bekas dan Baju Lama, Rasa Baju Baru

Tidak Perlu Sediakan Makanan Berlimpah

Tiap Lebaran biasanya orang-orang menyediakan banyak makanan di rumah, karena akan banyak keluarga, tetangga, dan rekan yang akan silaturahmi ke rumah. Ga hanya makanan berat, kue-kue kering pun juga dirasa wajib ada di rumah.

Tahun ini sebaiknya kurangi dulu silaturahminya. Ga usah terima banyak tamu, bahkan kalau perlu tidak usah terima tamu sama sekali, ahaha. Ya gimana, kasus COVID-19-nya masih banyak, banyakan Orang Tanpa Gejala (OTG) pula. Ada jaminan ga tuh yang datang ke rumah ga bawa virus sama sekali? 

Nah kalau silaturahmi dibatasi, otomatis ga perlu juga siapin makanan banyak-banyak. Cukuplah yang bisa dinikmati keluarga sendiri aja, hehe.

Baca juga: Menu Khas Lebaran Kami Bukan Ketupat dan Opor Ayam

Tiga hal di atas deh yang menurut saya bisa banget untuk menghemat pengeluaran di Lebaran tahun ini. Buat saya pribadi sebenernya ga ngaruh ya, karena selama di Auckland ini kami memang ga mudik, ga beli baju baru, dan ga sediain makanan khusus saat Lebaran, haha. 

Etapi kan rencananya mau ke Wellington tuh pas Lebaran, malah keluar uang. Ehm. Iya sih, tapi itu biayanya dari pos lain sih, bukan pos Lebaran, hehe. Tapi kalau saat ini saya posisinya di Indonesia, saya pun akan melakukan hal-hal di atas pada Lebaran tahun ini.

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Share

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024