Categories: familyfamily story

Idul Fitri 1436 H (2015) di Baso

Tahun lalu, hari pertama Idul Fitri kami lalui di Padang. Maka tahun ini gantian di Baso. Lagi pula dengan kehadiran Akas, lebih memungkinkan bagi kami untuk Lebaran di Baso saja.

Di keluarga besar saya di Baso, kumpul bersama itu lebih greget *halah* di malam takbiran ketimbang di hari Idul Fitri itu sendiri. Agendanya dimulai dengan buka puasa bersama sekeluarga besar, lalu nantinya dilanjutkan dengan yang paling heboh: bagi-bagi THR :)). Alhamdulillah Akas juga udah kebagian THR tahun ini, hihi. Lumayan buat nambah tabungan Akas buat beli perlengkapannya nanti :D.

Di pagi hari raya, shalat ied terdekat dilaksanakan di Masjid Darul Ihsan yang ga jauh dari rumah saya. Saya sendiri ga ikutan shalat ied, fufufu. Pagi-pagi saya riweuh ngurusin Akas. Mandiin, pakein baju yang proper, dll. Dan ujung-ujungnya saya yang paling terakhir mandi, mandinya pun saat sudah ada kerabat yang datang ke rumah untuk silaturrahim setelah shalat ied, heuu.

Seharian saya di rumah aja sama Akas. Ga mungkin rasanya Akas saya bawa-bawa keliling silaturrahim. Suami sih sempat dibawa sama papa saya silaturrahim ke rumah beberapa saudara.

Di hari raya kedua, ketiga adik ipar saya datang ke Baso. Khusus Reyhan, ini kali pertama dia ketemu Akas secara langsung.

Lebaran tahun ini kami bikin pakaian seragam keluarga, tapi baru kami pakai di hari kedua, setelah Reyhan-Litha-Mira ada di Baso juga. Itu pun pakaiannya baru kami pakai sore hari saat akan sesi foto, haha. Ujung-ujungnya pakaian seragamnya cuma buat foto bersama sekeluarga :)).

Oya, Akas juga ikutan dijahitin baju seragam, hihi. Mumpung mama sama adik saya bisa jahit, sekalian aja minta bikinin buat Akas. Kegedean sih ukuran bajunya, tapi ga apa-apa lah, jadi bisa dipakai lagi nanti kalau Akas udah gedean :D. Dan mumpung seragaman, sekalian saya minta difotoin bertiga sama suami dan Akas. Akhirnya punya foto keluarga kecil yang kece, yay.

Keesokan harinya, suami sudah harus kembali ke Balikpapan, hiks. Tepat di saat Akas berusia 1 bulan. Suami berangkat pagi-pagi walaupun flight-nya baru jam 11.55 siang, khawatir macet di jalan. Adik ipar saya juga sekalian kembali ke Padang. Alhamdulillah perjalanannya lancar. Dan saat suami sampai di Balikpapan, ia sukses langsung kangen sama Akas, huhu.

Dengan kembalinya suami ke Balikpapan, rasanya berakhir juga Lebaran saya *eaaa*. Hari-hari berikutnya saya lalui dengan mengurus Akas tanpa ada suami di samping saya *halah*.

Alhamdulillah Lebaran tahun ini bisa kami lalui bersama lagi di kampung halaman. Semoga tahun depan juga bisa lagi, dengan Akas yang semoga udah bisa jalan ke sana-sini, hehe. Aamiin.

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Share

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024