Long story short, saya ga nyewa performer musik untuk resepsi pernikahan saya di Baso. Saya memilih memutar musik mp3 saja dan menampilkan slide show foto-foto Evan dan saya di layar besar. Long story-nya menyusul aja ya, barengan dengan deretan postingan yang ada semacam wedding review-nya. ^^v
Okeh, sekarang fokus ke lagu-lagunya dulu aja. Sebelum nyari dan milih-milih lagu, saya udah berencana muter lagu dari 5 bahasa *aseeek*, yakni (urut abjad):
Saya ga mau milih lagu asal-asalan. Musiknya mesti sesuai selera saya dan liriknya benar-benar saya perhatikan. Jadi waktu browsing-browsing lagu itu saya dengerin dulu lagunya beberapa kali dan coba diresapi *halah* apakah liriknya related to love or wedding, kecuali beberapa lagu yang emang udah sering didengar atau ada kenangannya *uhuk*. Trus lagu yang sebenarnya oke tapi ga gitu cocok dengan kisah kami saya skip. 😀
Pada akhirnya lagunya banyakan bahasa Indonesia dan Inggris ketimbang bahasa lain. Saya ga punya banyak referensi lagu berbahasa Arab, taunya cuma Maher Zain, haha. Trus lagu bahasa Jepang ternyata juga ga banyak yang sering saya dengar. Mau cari yang baru rempong nyari makna lagunya, hihi. Lagu bahasa Minang sayangnya banyakan lagu sedihnya daripada lagu yang bahagia, hadeh.
Lalu suatu hari saya datang ke syukuran pernikahan teman di salah satu restoran di Bandung. Di sana mereka cuma muter musik-musik instrumental, ga ada hiburan lain. Saya jadi terinspirasi juga deh make musik instrumental, walaupun akhirnya cuma dapet dikit, itupun dengan men-download dari Youtube aja, huehe.
Berikut daftar lagu dan musik yang saya pakai di pernikahan saya. Saya sertakan link ke Youtube-nya juga. Kalau ada waktu lebih buat nyari lagu, mestinya saya bisa dapat lebih banyak dari ini. 😀
Daftar Isi Tulisan Ini
–
Beautiful in White, favorit saya. 11 Januari, karena pas banget dengan tanggal resepsi, dan kayaknya jadi lagu wajib nikahan se-Indonesia pada tanggal 11 Januari sih, haha. Seperti Bintang, secara lirik rasanya kurang cocok sih untuk nikahan, tapi karena lagu kenangan jadi dimasukin aja, huehe. A Thousand Years, banyak dimasukin ke playlist wedding songs, tapi kalau dengar lagunya saya jadi keinget Twilight sementara saya ga suka Twilight, haha, jadi pilih musik instrumentalnya aja.
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
View Comments
saya 8 Januari Mbak, tapi waktu nikah ada teman yg nyanyi ubah liriknya gitu :D