Menghadiri Pernikahan Achi & Afif

Ga disangka-sangka, 19 Mei 2015 Achi nanya ke saya tentang screening via WA. Awalnya saya bingung, lalu teringat, maksudnya screening KUA? Lagi-lagi, kalau udah ditanya tentang hal yang berkaitan dengan persiapan pernikahan oleh teman yang belum menikah, pasti saya langsung mikir si teman bakal menikah dalam waktu dekat.

Tadinya saya kira nikahannya bakal abis Lebaran nanti, eh rupanya akad nikahnya tanggal 31 Mei 2015, lalu resepsinya keesokan harinya. Surprise juga denger kabar nikahannya. Saya langsung nanya Nani, apakah masih di kampung tanggal segitu *cari temen buat ke kondangan :P*. Sayangnya tidak. Kemungkinan terburuk, bisa-bisa saya ke sana sendiri aja, fufufu.

Untunglah adik perempuan saya tanggal 1 Juni 2015 itu ada di rumah, jadi saya minta temenin ke dia aja. Bagaimana pun, dalam kondisi hamil tua gini khawatir juga kalau bepergian sendirian. Kalau nanti kenapa-kenapa kan repot, hehe. Apalagi naik kendaraan umum ke sananya.

Sesampainya di sana, saya berharap bisa bertemu teman SMA yang lain, tapi ternyata ga ada. Begitu masuk, awalnya kami diarahkan ke dalam rumah, yang ada seprahnya. Tapi dari sebelum berangkat saya udah bertekad kalau ada prasmanan dan meja kursi di luar, saya milih di luar aja. Perjuangan banget soalnya euy buat berdiri setelah makan dengan lesehan itu, fufufu. Jadi kali ini saya menolak masuk ke dalam, hehe.

Rupanya ada kakak Achi yang mengenali saya, dan menyapa saya saat saya masih kebingungan mau ketemu pengantinnya dulu atau makan dulu, hehe. Katanya pengantinnya ada di pelaminan yang berada di dalam rumah, tapi pas saya intip ke dalam, pelaminannya kosong. Saya kira lagi ganti baju, tapi ternyata pengantinnya lagi nemenin keluarga makan. Kakak Achi pun manggil Achi ngasih tau saya datang, dan akhirnya kami ketemu Achi.

Setelah salaman, kami pun makan. Saya belum lihat suami Achi yang mana, hingga saat makan saya lihat ada laki-laki berjas berdiri di pintu rumah. Saya tebak itu suaminya. Mereka emang ga pake pakaian khas anak daro dan marapulai saat itu.

Selesai makan, kami pun menemui Achi lagi untuk pamitan. Saya tanya ke Achi suaminya yang mana, dan ternyata tebakan saya benar. Cuma saat itu suaminya tampak lagi serius ngobrol sama seorang ibu-ibu. Tadinya pengen foto dulu, tapi berhubung saya juga rada buru-buru, akhirnya saya langsung pergi aja. Khawatir lama kalau nunggu. Sayang sekali jadi ga ada kenang-kenangan foto di nikahan Achi :(.

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024