Road trip di New Zealand buat kami terasa lebih seru dengan campervan. Mau road trip di New Zealand dengan campervan, tapi belum pernah sama sekali pakai campervan sebelumnya? Kebayang ga kira-kira gimana? Atau malah bingung? Hihi.
Kali ini saya bakal bahas lengkap apa saja yang perlu dipahami seputar campervan untuk road trip di New Zealand. Oia selain campervan, ada juga yang disebut dengan motorhome, tapi beda di ukuran dan fasilitasnya aja. Motorhome ukurannya lebih besar, di dalamnya berasa rumah. Sementara campervan ukurannya lebih kecil, dan fasilitasnya beragam mulai dari yang basic aja hingga yang komplit. Di tulisan ini, marilah kita anggap campervan ataupun motorhome itu sebagai campervan aja ya, hehe.
Sejauh ini kami sudah 3x road trip dengan campervan, pakainya campervan Maui dan Britz. Apa yang saya tulis di sini berdasarkan apa yang sudah kami baca dan alami sendiri, mungkin ada perbedaan dengan campervan lain, tapi mestinya ga jauh beda sih, hehe. Okeh, langsung aja ya.
Daftar Isi Tulisan Ini
Di New Zealand ada banyak sekali brand penyedia campervan, 30 ada deh kayaknya. Ga usah saya jembrengin semua di sini lah ya, ahaha. Kalau yang sering kami lihat saat road trip itu di antaranya Apollo, Britz, Happy Campers, Jucy, Maui, Mighty, StarRV, dan Wilderness (urut abjad ya ini, bukan berdasarkan jumlah, hehe).
Bentuk dan ukuran campervan bervariasi sekali, dan tiap brand pun menyediakan beberapa jenis campervan berbeda. Tapi secara umum, campervan itu bisa dikelompokkan dalam dua kategori:
Self-Contained Campervan
Ini adalah campervan yang punya fasilitas untuk menyimpan limbahnya sendiri. Yang masuk tipe ini adalah campervan yang punya toilet, sink, serta tank penyimpanan air bersih dan air kotor. Biasanya di bodi campervan-nya ditempel stiker khusus bertanda “SELF CONTAINED”.
Kelebihan utamanya, tentu saja campervan tipe ini bisa menginap di campground manapun, termasuk campground yang tidak punya fasilitas sama sekali. Lalu di dalamnya biasanya lebih “lapang” dan lebih nyaman.
Kekurangannya, sewanya jelas lebih mahal dibanding yang bukan self-contained. Lalu karena ukurannya lebih besar, jadi mungkin lebih ribet nyetirnya, ga seleluasa mobil kalau mau belok apalagi balik arah. Juga butuh bahan bakar lebih banyak.
Non-Self-Contained Campervan
Ini kebalikannya self-contained campervan tentu saja. Campervan ini masih bisa dipakai untuk tidur di dalamnya, tapi ga bisa handle limbahnya sendiri.
Kelebihannya, sewanya pasti lebih murah. Nyetirnya lebih gampang karena ukurannya lebih kecil. Lebih hemat bahan bakar juga.
Kekurangannya, dengan campervan tipe ini kita tidak bisa menginap di semua campground. Jadi kita cuma bisa menginap di campground yang memperbolehkan saja. Freedom camping is a big no-no pokoknya, kalau nekat ntar bakal kena denda. Concern-nya lebih ke limbah sebenarnya, karena tanpa toilet dan air bersih, ya ntar mau buang air di mana kan? Buang air sembarangan di alam ya sama aja dengan mencemari lingkungan.
Jadi pilih mana? Kalau mau puas road trip-nya, ya saran saya pilih self-contained campervan tentu saja, hehe.
Saking banyaknya brand dan jenis kendaraannya, awal-awal pasti bingung sendiri gimana milihnya, hehe. Untuk memudahkan, awal-awal filter dulu aja. Persempit pilihan campervan berdasarkan hal-hal berikut:
Booking campervan di mana ya yang aman dan terpercaya? Ga mau donk ya kena tipu, heuheu. Dari pengalaman kami, booking campervan bisa dilakukan melalui tiga cara berikut:
Baca: Seri Campervan: Cara Booking Hingga Pengambilan Campervan di New Zealand
Oia saat booking bakal ditanya juga SIM-nya. Walau ukurannya agak mirip truk, untuk campervan tetap cukup pakai SIM mobil kok, alias SIM A Indonesia, plus SIM Internasional atau terjemahan SIM A.
Setelah memilih campervan, sebelum booking kita akan disuruh untuk memilih insurance alias asuransi untuk campervan. Biasanya pilihannya ada yang paling mahal, sedang, dan nol. Yang paling mahal biasanya cover semua. Yang nol artinya kita ga perlu bayar asuransi, tapi kalau nanti kenapa-kenapa, kita yang tanggung semua.
Asuransi ini memang bakal bikin biaya sewa campervan jadi lebih mahal sih, tapi selama ini kami selalu ambil asuransi yang full cover biar lebih aman. Kami khawatir aja kalau kenapa-kenapa, kalau ada yang bermasalah kan kayaknya biaya perbaikannya lebih mahal dibanding mobil biasa. Dari 3x road trip kami, 2x aman-aman aja, tapi di trip ketiga kaca spion campervan kami retak gara-gara diserempet truk, heuu. Alhamdulillah ga perlu bayar apa-apa karena udah pakai asuransi.
Kelebihan pilih asuransi yang full cover itu adalah: bisa dapat gratis berbagai perlengkapan ekstra, seperti car seat/booster seat, kursi dan meja piknik, GPS, portable heater, snow chain, dll. Tanpa asuransi full cover, kalau butuh barang-barang itu kena biaya tambahan.
Baca: Persiapan Road Trip di New Zealand dengan Campervan
Penampakan luar campervan bisa lihat sendiri ya dari foto-foto yang ada di sini ataupun di internet, hehe. Tapi di luar campervan biasanya ada beberapa pintu kecil yang perlu diperhatikan fungsinya, seperti:
Selama ini kami selalu booking campervan yang ada toilet dan shower-nya. Di dalam campervan seperti ini, isi terbilang lengkap. Ruang yang ada di dalamnya yakni:
Selain itu, juga sudah tersedia berbagai peralatan dan perlengkapan, seperti:
Kami melakukan road trip dengan Akas yang berusia 4 tahun. Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait anak antara lain:
Walau pakai campervan yang self-contained, bukan berarti kita bisa berhenti dan menginap di mana saja. Kita tetap hanya boleh menginap di campground yang tersedia. Kabar baiknya, di New Zealand banyak kok pilihan campground.
Berdasarkan fasilitasnya, campground bisa dikelompokkan dalam tiga kategori:
Fasilitas yang dimaksud seperti: toilet, shower, dapur, laundry, air minum, wifi, power, dump station, meja piknik, BBQ, playground, kabin penginapan, dll.
Powered site itu apalagi? Kaitannya dengan listrik campervan, lanjut dijelasin di bawah.
Kita mana bisa lah ya liburan tanpa listrik. Listrik di dalam campervan yang pernah kami sewa bisa berasal dari dua sumber:
House Battery
Listriknya dari baterai internal yang ada di campervan. Kapasitasnya jelas terbatas, tapi house battery ini bakal di-charge tiap mesin mobil menyala. Jadi biasanya setelah jalan seharian, malamnya baterainya full lagi.
Tapi dengan house battery ini saja, listrik hanya bisa digunakan untuk kulkas, lampu, water pump, rangehood, dan colokan USB. Alat-alat yang pakai listrik gede ga bisa dipakai.
240V Power
Kalau ini didapat dari aliran listrik, jadi kita bisa pakai listrik sepuasnya. Listrik ini didapat dari powered site yang hanya tersedia di campground berbayar. Di situ kita colokin kabel listrik dari campervan ke colokan yang disediakan.
Kalau mau menghemat biaya, minimalkan menginap di campground berbayar. Menginaplah di powered site hanya pada saat benar-benar butuh listrik atau memang ga ada opsi lain lagi di sana.
Campervan ada yang menggunakan bahan bakar petrol (bensin), tapi biasanya yang ukurannya kecil aja. Sebagian besar lainnya menggunakan diesel (solar). SPBU di New Zealand ada banyak pilihan, seperti BP, Caltex, Challenge, Gull, Mobil, Pak ‘n Save, Waitomo, dan Z.
Harga petrol di New Zealand sekitar NZ$2.30/liter, ini udah termasuk pajak. Sementara harga diesel sekitar NZ$1.60/liter. Harga diesel ini tanpa pajak, tapi nanti kita akan dikenakan road user charges (RUC). RUC dibayarkan pada saat pengembalian campervan. Biayanya dihitung berdasarkan jenis kendaraan dan jarak tempuh per 1.000 km.
Saya ga bisa generalisasi beli bahan bakar yang murah di mana. Dulu saya kira di kota kecil harganya lebih murah dibanding kota besar. Lalu mengalami sendiri, bahan bakar di Greymouth lebih mahal dibanding di Christchurch, padahal Christchurch tergolong kota besar. Jadi yaa bandingkan sendiri aja nanti, tiap lewat SPBU diingat-ingat harganya di kisaran berapa, hehe.
Gas terutama digunakan untuk memasak. Ada juga campervan yang menggunakan gas sekalian untuk heater. Saat campervan berjalan, aliran gas mesti ditutup. Biasanya kami hanya buka aliran gas saat memasak dan saat menginap.
Pada saat campervan diambil, tabung gas terisi penuh. Saat pengembalian, harus diisi penuh lagi. Untuk mendapatkan gas yang full lagi bisa dilakukan dengan dua cara:
Heater ini jadi concern banget buat saya, apalagi dulu pertama kali road trip dengan campervan itu di musim dingin. Kalaupun musim panas, di South Island tetap butuh heater sih soalnya malam kadang dingin juga di sana.
Baca: Road Trip di New Zealand di Musim Dingin, Apa Saja yang Perlu Diketahui?
Dulu saya sempat bingung sekali soal heater ini. Baca blog orang, ada yang bilang enakan campervan yang heater-nya pakai gas, soalnya kalo yang pake diesel jadi boros bahan bakar dan mesin mesti menyala. Bahkan ada yang bilang kalau bukan gas heater, berarti mesti nginap di powered site terus. Lah. Masa iya. Setelah dijalani sendiri, ternyata ga tuh, heuu.
Campervan yang pakai gas heater itu yang saya tahu Wilderness, tapi kami belum pernah coba. Di campervan yang pernah kami pakai, ada dua jenis heater yang tersedia:
Pengalaman kami dengan diesel heater di non-powered site saat winter, heater-nya nyala semalaman, alhasil pagi subuh house battery udah abis. Listrik mati, heater mati, gelap gulita deh, ahaha. Tapi santai aja, tinggal nyalain mesin juga nyala lagi listriknya. Sekalian aja cicil jalan sambil charge house battery lagi.
Kadang diesel heater-nya terasa kurang hangat, tapi saat winter mah di dalam campervan pun kami tetap pakai baju berlapis plus kaos kaki. Jadi ga gitu masalah. Tidur pun tetap nyaman karena ada selimut tebal.
Walau ada dapur, toilet, dan shower, saran saya sebaiknya penggunaan air selalu dihemat, jangan samain dengan di rumah. Tujuannya biar ga perlu sering-sering isi air bersih dan buang air kotor serta isi toilet, ngabisin waktu soalnya.
Hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghemat air:
Kalau merasa lebih nyaman byar-byur seperti biasa ga apa-apa juga sih. Tinggal alokasikan aja waktu buat ngurusin air bersih dan air kotor itu setiap hari.
Pakai campervan artinya kita mesti kelola limbah sendiri. Limbah yang kita hasilkan tentunya ga mungkin disimpan selamanya di campervan. Limbah bisa dibuang di dump station. Dump station ini banyak tersedia, biasanya gratis, atau kasih donasi seikhlasnya. Memang disediain banget pokoknya fasilitas untuk traveler yang road trip ituh.
Di dump station kita bisa isi ulang air bersih dan buang limbah. Limbah yang dimaksud ada dua:
Grey Water
Yakni air kotor dari shower dan sink. Buangnya langsung aja ke lubang yang tersedia di dump station. Ada yang lubangnya semacam gorong-gorong, jadi tinggal parkirin campervan di atasnya, buka saluran pembuangan air kotor, beres deh. Kadang ada yang lubangnya ga bisa dilewati campervan, jadi mesti sambungin selang tambahan untuk alirin airnya ke situ.
Black Water
Yakni kotoran dari BAB dan BAK. Dulu kebayangnya malesin banget bagian ini, cemmana itu bau dan wujudnya, ahaha. Tapi ternyata ga semengerikan yang dibayangin, alhamdulillah. Kita sudah dibekali dengan toilet chemicals, yakni bahan kimia berwarna biru atau hijau yang ajaib, yang bakal menghancurkan 3P (pee, poo, and (toilet) paper) dan menghilangkan bau asli kotorannya. Jadi saat dibuang nanti, keluarnya udah berupa cairan berwarna biru atau hijau tua gitu, ga ada bongkahan-bongkahan kotoran lagi, hihi.
Namun demikian, buat yang mau campervan-an sama teman, ini bisa jadi pertimbangan juga, karena salah satu dari kalian mesti buangin kotoran orang lain, ahaha. Atau kalau ga mau berurusan dengan black water ini, berarti jangan pernah pakai toilet di campervan, hehe.
Seberapa sering harus ke dump station? Ini tergantung pemakaian air dan toilet yaa. Yang penting jangan sampai kehabisan air bersih, butuh soalnya kan. Juga jangan sampai tank air kotor dan toilet cassette penuh, kalau sampai melimpah repot lagi ntar. Kami dengan pemakaian yang dihemat-hemat, biasanya mampir ke dump station tiap dua hari sekali.
Sepanjang road trip kita tentu butuh informasi di mana aja lokasi campground, parkir, dump station, SPBU, public toilet, wifi, dll. Nah untungnya ada aplikasi yang membantu memudahkan kita untuk mendapatkan informasi tersebut.
Aplikasi yang pernah saya coba pakai yaitu:
Hal penting saat mencari informasi di aplikasi ini adalah: baca deskripsi tempatnya baik-baik, baca juga isi review-nya.
Baca: Seri Campervan: Review Aplikasi untuk Road Trip di New Zealand
—
Segitu dulu deh yaaa. Udah lebih dari 3.000 kata ini, gile gileee, rekor, ahaha. Udah di-cut banyak padahal. Malas juga saya misahin jadi dua artikel.
Masih banyak cerita lain soal campervan, nanti saya tulis terpisah yaa. Stay tuned pokoke #eaaa. Ada yang mau share pengalamannya dengan campervan?
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
View Comments
Lengkap banget buu ceritanyaaa
Btw adek juga lagi kepikiran ni soal heater, mesti mastiin keterangan heater-nya bisa nyala tanpa mesin ato gaknya ni klo di campervan mini
Hehe. Tanyain aja nanti buu ke CS campervan-nya. Kalau Maui/Britz dulu ada penjelasannya sih di website-nya, pas nanya via email pun jawabannya sama aja dengan yang di website -_-
Membantu banget mbak infonya. Dari dulu pengen nyobain nih road trip kayak gini. Seru kayaknya hihi
Aaaa lengkap banget info teknis dan operasional camper vannya mbak… Mau kepoin biayanya tapi kudu request quotation dulu ya di web yang dikasih
Coba cek di vroomvroomvroom.co.nz atau motorhomerepublic.com mbak, di situ bisa kelihatan langsung harganya :D
Road Trip di New Zealand itu impian kami banget nih mbak. Wahhh semoga suatu saat bisa kesampaian.
Salam hangat dari kami Ibadah Mimpi
3000 kata ya? Ga berasa bosan bacanya. informatif. walaupun belum ada niat ke NZ buat menggunakan campervan