Seri Campervan: 15 Hal Yang Harus Diketahui Seputar Campervan di New Zealand

Road trip di New Zealand buat kami terasa lebih seru dengan campervan. Mau road trip di New Zealand dengan campervan, tapi belum pernah sama sekali pakai campervan sebelumnya? Kebayang ga kira-kira gimana? Atau malah bingung? Hihi.

Kali ini saya bakal bahas lengkap apa saja yang perlu dipahami seputar campervan untuk road trip di New Zealand. Oia selain campervan, ada juga yang disebut dengan motorhome, tapi beda di ukuran dan fasilitasnya aja. Motorhome ukurannya lebih besar, di dalamnya berasa rumah. Sementara campervan ukurannya lebih kecil, dan fasilitasnya beragam mulai dari yang basic aja hingga yang komplit. Di tulisan ini, marilah kita anggap campervan ataupun motorhome itu sebagai campervan aja ya, hehe.

Sejauh ini kami sudah 3x road trip dengan campervan, pakainya campervan Maui dan Britz. Apa yang saya tulis di sini berdasarkan apa yang sudah kami baca dan alami sendiri, mungkin ada perbedaan dengan campervan lain, tapi mestinya ga jauh beda sih, hehe. Okeh, langsung aja ya.

1. Jenis-Jenis Campervan

self contained
Stiker self-contained di campervan

Di New Zealand ada banyak sekali brand penyedia campervan, 30 ada deh kayaknya. Ga usah saya jembrengin semua di sini lah ya, ahaha. Kalau yang sering kami lihat saat road trip itu di antaranya Apollo, Britz, Happy Campers, Jucy, Maui, Mighty, StarRV, dan Wilderness (urut abjad ya ini, bukan berdasarkan jumlah, hehe).

Bentuk dan ukuran campervan bervariasi sekali, dan tiap brand pun menyediakan beberapa jenis campervan berbeda. Tapi secara umum, campervan itu bisa dikelompokkan dalam dua kategori:

  1. Self-Contained Campervan

    Ini adalah campervan yang punya fasilitas untuk menyimpan limbahnya sendiri. Yang masuk tipe ini adalah campervan yang punya toilet, sink, serta tank penyimpanan air bersih dan air kotor. Biasanya di bodi campervan-nya ditempel stiker khusus bertanda “SELF CONTAINED”.

    Kelebihan utamanya, tentu saja campervan tipe ini bisa menginap di campground manapun, termasuk campground yang tidak punya fasilitas sama sekali. Lalu di dalamnya biasanya lebih “lapang” dan lebih nyaman.

    Kekurangannya, sewanya jelas lebih mahal dibanding yang bukan self-contained. Lalu karena ukurannya lebih besar, jadi mungkin lebih ribet nyetirnya, ga seleluasa mobil kalau mau belok apalagi balik arah. Juga butuh bahan bakar lebih banyak.

  2. Non-Self-Contained Campervan

    Ini kebalikannya self-contained campervan tentu saja. Campervan ini masih bisa dipakai untuk tidur di dalamnya, tapi ga bisa handle limbahnya sendiri.

    Kelebihannya, sewanya pasti lebih murah. Nyetirnya lebih gampang karena ukurannya lebih kecil. Lebih hemat bahan bakar juga.

    Kekurangannya, dengan campervan tipe ini kita tidak bisa menginap di semua campground. Jadi kita cuma bisa menginap di campground yang memperbolehkan saja. Freedom camping is a big no-no pokoknya, kalau nekat ntar bakal kena denda. Concern-nya lebih ke limbah sebenarnya, karena tanpa toilet dan air bersih, ya ntar mau buang air di mana kan? Buang air sembarangan di alam ya sama aja dengan mencemari lingkungan.

Jadi pilih mana? Kalau mau puas road trip-nya, ya saran saya pilih self-contained campervan tentu saja, hehe.

2. Tips Memilih Campervan

tips memilih campervan
Beberapa brand campervan

Saking banyaknya brand dan jenis kendaraannya, awal-awal pasti bingung sendiri gimana milihnya, hehe. Untuk memudahkan, awal-awal filter dulu aja. Persempit pilihan campervan berdasarkan hal-hal berikut:

  1. Jumlah traveler
    Kita mesti pilih campervan yang jumlah seat-nya sama atau lebih banyak dari jumlah orang yang bakal ikutan. Bayi dan anak-anak tetap dihitung per orang yaa. Biasanya campervan-nya pakai istilah 2 berth, 3 berth, 4 berth, dan seterusnya.
  2. Ada toilet atau tidak
    Ini kaitannya dengan self-contained atau non-self-contained yang udah dijelasin di atas.
  3. Ada shower atau tidak
    Campervan ada yang punya toilet saja tanpa shower, ada juga yang punya shower. Kalau punya shower tentunya kita bisa mandi di dalamnya. Kalau ga ada berarti mandinya mesti di penginapan atau di public shower.
  4. Automatic atau manual
    Kalau suami saya selalu pilih yang automatic biar lebih gampang nyetirnya, hehe.
  5. Brand
    Ini biasanya lebih ke kualitas layanan, apakah banyak yang pakai, dan gimana review orang. Jadi jangan lupa baca-baca review orang ya soal campervan yang mau disewa.
  6. Usia kendaraan
    Saran saya jangan pilih campervan yang udah tua umurnya, kadang ada aja masalahnya.
  7. Budget
    Yaa buat kita yang ga punya pohon uang ini, ujung-ujungnya budget bakal sangat menentukan ya, ahaha.

3. Cara Booking Campervan

konfirmasi booking campervan
Konfirmasi booking campervan kami tahun lalu

Booking campervan di mana ya yang aman dan terpercaya? Ga mau donk ya kena tipu, heuheu. Dari pengalaman kami, booking campervan bisa dilakukan melalui tiga cara berikut:

  1. Melalui website brand-nya langsung
    Ini udah jelas ya, tapi saya kurang rekomendasiin cara ini, karena jarang ada diskon #eaaaa. Kecuali kalau mau pakai Wilderness kali ya, tampaknya opsinya cuma booking langsung via website-nya. 
  2. Melalui rankers.co.nz
    Di web ini kita bisa booking berbagai brand campervan. Sistemnya pakai request quotes. Jadi kita isi form di sana, lalu kita akan dikirimi quotes oleh berbagai brand via email, nanti bisa bandingkan sendiri pilihannya. Selanjutnya akan ada CS dari Rankers yang akan berkomunikasi dengan kita untuk urusan booking dan seterusnya. Kalau bingung bisa tanya-tanya via email.
  3. Melalui vroomvroomvroom.co.nz atau motorhomerepublic.com
    Di sana kita bisa mencari dan membandingkan harga berbagai brand campervan secara langsung. Booking-nya juga langsung di sana, tapi saat booking biasanya ada keterangan apakah yang kita booking udah langsung terpesan, atau mesti nunggu konfirmasi lagi dari brand-nya. Kedua web ini sama aja deh kayaknya, kami pernahnya pakai vroomvroomvroom (soalnya dulu di motorhomerepublic ga ada pilihan untuk SIM Indonesia, tapi cek barusan ada tuh), tapi tagihan di kartu kredit nanti atas nama motorhomerepublic.

Baca: Seri Campervan: Cara Booking Hingga Pengambilan Campervan di New Zealand

Oia saat booking bakal ditanya juga SIM-nya. Walau ukurannya agak mirip truk, untuk campervan tetap cukup pakai SIM mobil kok, alias SIM A Indonesia, plus SIM Internasional atau terjemahan SIM A.

4. Asuransi Saat Menyewa Campervan

asuransi campervan
Contoh pilihan asuransi untuk campervan Britz

Setelah memilih campervan, sebelum booking kita akan disuruh untuk memilih insurance alias asuransi untuk campervan. Biasanya pilihannya ada yang paling mahal, sedang, dan nol. Yang paling mahal biasanya cover semua. Yang nol artinya kita ga perlu bayar asuransi, tapi kalau nanti kenapa-kenapa, kita yang tanggung semua. 

Asuransi ini memang bakal bikin biaya sewa campervan jadi lebih mahal sih, tapi selama ini kami selalu ambil asuransi yang full cover biar lebih aman. Kami khawatir aja kalau kenapa-kenapa, kalau ada yang bermasalah kan kayaknya biaya perbaikannya lebih mahal dibanding mobil biasa. Dari 3x road trip kami, 2x aman-aman aja, tapi di trip ketiga kaca spion campervan kami retak gara-gara diserempet truk, heuu. Alhamdulillah ga perlu bayar apa-apa karena udah pakai asuransi.

Kelebihan pilih asuransi yang full cover itu adalah: bisa dapat gratis berbagai perlengkapan ekstra, seperti car seat/booster seat, kursi dan meja piknik, GPS, portable heatersnow chain, dll. Tanpa asuransi full cover, kalau butuh barang-barang itu kena biaya tambahan.

Baca: Persiapan Road Trip di New Zealand dengan Campervan

5. Bagian Luar (Eksterior) Campervan

eksterior campervan
Campervan Maui Cascade tampak samping

Penampakan luar campervan bisa lihat sendiri ya dari foto-foto yang ada di sini ataupun di internet, hehe. Tapi di luar campervan biasanya ada beberapa pintu kecil yang perlu diperhatikan fungsinya, seperti:

  • Tempat untuk mengisikan bahan bakar. Ingat posisinya di mana dan siap-siap mengisi bahan bakar sendiri.
  • Tempat untuk colokin kabel listrik saat menginap di powered site campground.
  • Tempat untuk menaruh tabung gas. Pahami cara membuka dan menutup aliran gasnya.
  • Tempat untuk menaruh toilet cassette. Kotoran dari BAB dan BAK masuk semua ke toilet cassette. Pahami cara melepas dan memasangnya kembali.
  • Kompartemen lainnya, tergantung model campervan. Biasanya ada pintu kecil untuk akses ke tempat penyimpanan kabel listrik, selang air, ataupun barang lainnya.
Advertisement

6. Bagian Dalam (Interior) Campervan

interior campervan
Bagian dalam campervan Maui Cascade

Selama ini kami selalu booking campervan yang ada toilet dan shower-nya. Di dalam campervan seperti ini, isi terbilang lengkap. Ruang yang ada di dalamnya yakni:

  • Tempat tidur. Ada yang tempat tidurnya udah fix posisinya, udah berupa kasur. Ada juga yang berupa sofa tapi nanti bisa disusun jadi tempat tidur malam hari sebelum tidur. Ini tergantung model campervan banget.
  • Tempat duduk dan meja. Ada yang hanya punya kursi penumpang. Ada juga yang punya tambahan tempat duduk seperti sofa. Ada juga yang tempat duduknya bisa dijadikan tempat tidur. Meja (misal butuh untuk makan) bisa dilepas-pasang.
  • Lemari dan rak penyimpanan barang. Selama road trip kami selalu mengeluarkan barang-barang dari koper dan menyimpannya di lemari yang tersedia biar ga ribet bolak-balik buka koper.
  • Dapur. Minimal ada kompor gas dengan 2-4 tungku, kulkas, sink untuk tempat cuci piring, dan rangehood. Kadang ada juga yang kompornya punya oven serta microwave.
  • Toilet. Toiletnya berupa toilet duduk, dan lubangnya itu langsung nyambung ke toilet cassette
  • Shower. Sejauh ini yang kami sewa toilet dan shower-nya nyatu dalam satu ruang. Kadang udah ada wastafel kecil juga di dalamnya.

Selain itu, juga sudah tersedia berbagai peralatan dan perlengkapan, seperti:

  • Bantal, selimut, handuk, dan sprei. Disediakan tapi pasang sendiri ke kasur dan bantalnya.
  • Peralatan makan. Udah lengkap, dari piring, mangkok, gelas, sendok, dan garpu.
  • Peralatan masak. Lengkap juga, dari wajan, panci, ketel air, pisau, sutil, talenan, serbet, serta sponge dan sabun cuci piring. Juga ada teko listrik dan toaster.
  • Peralatan bebersih. Ada sapu kecil dan tempat sampah.
  • Peralatan untuk kamar mandi. Disediakan ember, tisu toilet, keset, toilet chemicals, dan tali untuk jemuran.
  • Obat-obatan. Ini tersedia dalam satu kotak sendiri, kondisi baru dan belum dibuka. Tapi kalau dipakai nanti kita mesti bayar. Saran saya bawa obat-obatan pribadi sendiri aja.
  • Peralatan piknik. Misalnya kursi dan meja piknik serta alat untuk BBQ. Ini extra items sih tapi. Bisa dipesan, bisa tidak.

7. Membawa Anak Road Trip dengan Campervan

duduk di campervan
Serius amat ya mukanya, wkwk

Kami melakukan road trip dengan Akas yang berusia 4 tahun. Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait anak antara lain:

  • Sepanjang perjalanan, semua penumpang termasuk anak dan bayi mesti duduk di kursi dengan kondisi seat belt terpasang. Walau di dalamnya kayak rumah, kalau campervan-nya lagi jalan ya kita tetap aja ga boleh jalan mondar-mandir ataupun tidur di kasur.
  • Bayi dan anak mesti duduk di car seat atau booster seat. Sesuaikan aja dengan usianya.
  • Saat memilih campervan, pastikan di campervan-nya bisa dipasangi car seat atau booster seat, soalnya ga semua bisa. Biasanya ada keterangan semacam not suitable for children.
  • Selalu perhatikan kenyamanan anak. Kalau anak ga nyaman berada di tempat sempit, butuh tempat luas buat loncat-loncat misalnya, mungkin memang mending road trip pakai mobil dan nginap di penginapan aja. 

8. Campground untuk Menginap dengan Campervan

Hillview Campsite
Hillview Campsite di South Island

Walau pakai campervan yang self-contained, bukan berarti kita bisa berhenti dan menginap di mana saja. Kita tetap hanya boleh menginap di campground yang tersedia. Kabar baiknya, di New Zealand banyak kok pilihan campground.

Berdasarkan fasilitasnya, campground bisa dikelompokkan dalam tiga kategori:

  • Free campground: Gratis, tapi fasilitasnya minim atau tidak ada sama sekali.
  • Low-cost campground: Berbayar tapi terbilang murah. Fasilitasnya tidak terlalu banyak, atau bahkan sedikit. Powered site tidak selalu ada, mesti cek dulu.
  • Paid campground: Berbayar dan tergolong mahal. Fasilitasnya banyak, bahkan lengkap. Powered site biasanya ada, tapi mending tetap cek lagi.

Fasilitas yang dimaksud seperti: toilet, shower, dapur, laundry, air minum, wifi, power, dump station, meja piknik, BBQ, playground, kabin penginapan, dll.

Powered site itu apalagi? Kaitannya dengan listrik campervan, lanjut dijelasin di bawah.

9. Listrik di Campervan

listrik di campervan
Colokin listrik ke campervan

Kita mana bisa lah ya liburan tanpa listrik. Listrik di dalam campervan yang pernah kami sewa bisa berasal dari dua sumber:

  1. House Battery

    Listriknya dari baterai internal yang ada di campervan. Kapasitasnya jelas terbatas, tapi house battery ini bakal di-charge tiap mesin mobil menyala. Jadi biasanya setelah jalan seharian, malamnya baterainya full lagi. 

    Tapi dengan house battery ini saja, listrik hanya bisa digunakan untuk kulkas, lampu, water pump, rangehood, dan colokan USB. Alat-alat yang pakai listrik gede ga bisa dipakai.

  2. 240V Power 

    Kalau ini didapat dari aliran listrik, jadi kita bisa pakai listrik sepuasnya. Listrik ini didapat dari powered site yang hanya tersedia di campground berbayar. Di situ kita colokin kabel listrik dari campervan ke colokan yang disediakan.

    Kalau mau menghemat biaya, minimalkan menginap di campground berbayar. Menginaplah di powered site hanya pada saat benar-benar butuh listrik atau memang ga ada opsi lain lagi di sana. 

10. Bahan Bakar untuk Campervan

bahan-bakar-campervan
Di sebuah SPBU di South Island

Campervan ada yang menggunakan bahan bakar petrol (bensin), tapi biasanya yang ukurannya kecil aja. Sebagian besar lainnya menggunakan diesel (solar). SPBU di New Zealand ada banyak pilihan, seperti BP, Caltex, Challenge, Gull, Mobil, Pak ‘n Save, Waitomo, dan Z.

Harga petrol di New Zealand sekitar NZ$2.30/liter, ini udah termasuk pajak. Sementara harga diesel sekitar NZ$1.60/liter. Harga diesel ini tanpa pajak, tapi nanti kita akan dikenakan road user charges (RUC). RUC dibayarkan pada saat pengembalian campervan. Biayanya dihitung berdasarkan jenis kendaraan dan jarak tempuh per 1.000 km.

Saya ga bisa generalisasi beli bahan bakar yang murah di mana. Dulu saya kira di kota kecil harganya lebih murah dibanding kota besar. Lalu mengalami sendiri, bahan bakar di Greymouth lebih mahal dibanding di Christchurch, padahal Christchurch tergolong kota besar. Jadi yaa bandingkan sendiri aja nanti, tiap lewat SPBU diingat-ingat harganya di kisaran berapa, hehe.

Advertisement

11. Gas di Campervan

gas-di-campervan
Nyimak penjelasan soal gas

Gas terutama digunakan untuk memasak. Ada juga campervan yang menggunakan gas sekalian untuk heater. Saat campervan berjalan, aliran gas mesti ditutup. Biasanya kami hanya buka aliran gas saat memasak dan saat menginap.

Pada saat campervan diambil, tabung gas terisi penuh. Saat pengembalian, harus diisi penuh lagi. Untuk mendapatkan gas yang full lagi bisa dilakukan dengan dua cara:

  • Refill, ini sistemnya tabung gas kita diisi tambahan gas biar full lagi. Kalau gas ga dipakai sampai habis, paling hemat pakai cara ini, tapi tidak semua SPBU atau tempat pengisian gas punya fasilitas ini. Jadi mending tanyain dulu.
  • Bottle swap, ini sistemnya kayak di Indonesia, kita ganti tabung gasnya dengan yang baru. Bayarnya tetap satu tabung penuh walaupun tabung sebelumnya belum kosong.

12. Heater di Campervan

model campervan
Beberapa campervan lagi parkir

Heater ini jadi concern banget buat saya, apalagi dulu pertama kali road trip dengan campervan itu di musim dingin. Kalaupun musim panas, di South Island tetap butuh heater sih soalnya malam kadang dingin juga di sana.

Baca: Road Trip di New Zealand di Musim Dingin, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Dulu saya sempat bingung sekali soal heater ini. Baca blog orang, ada yang bilang enakan campervan yang heater-nya pakai gas, soalnya kalo yang pake diesel jadi boros bahan bakar dan mesin mesti menyala. Bahkan ada yang bilang kalau bukan gas heater, berarti mesti nginap di powered site terus. Lah. Masa iya. Setelah dijalani sendiri, ternyata ga tuh, heuu.

Campervan yang pakai gas heater itu yang saya tahu Wilderness, tapi kami belum pernah coba. Di campervan yang pernah kami pakai, ada dua jenis heater yang tersedia:

  • Diesel Heater. Ini bawaan campervan-nya. Betul kerjanya butuh diesel, tapi diesel-nya kepakai untuk nyalain beberapa menit di awal aja. Dan mesin ga mesti nyala tuh. Sisanya pakai house battery deh kalo ga salah. Kalau pakai diesel heater ini pastikan tersedia diesel minimal 1/4 tank.
  • Portable Heater. Ini heater listrik kecil, biasanya termasuk extra item saat booking campervan. Nyalainnya mesti pake listrik 240V, jadi saat berada di powered site, kami selalu pakai heater ini. Mayan kan jadi ga kepake diesel-nya.

Pengalaman kami dengan diesel heater di non-powered site saat winter, heater-nya nyala semalaman, alhasil pagi subuh house battery udah abis. Listrik mati, heater mati, gelap gulita deh, ahaha. Tapi santai aja, tinggal nyalain mesin juga nyala lagi listriknya. Sekalian aja cicil jalan sambil charge house battery lagi.

Kadang diesel heater-nya terasa kurang hangat, tapi saat winter mah di dalam campervan pun kami tetap pakai baju berlapis plus kaos kaki. Jadi ga gitu masalah. Tidur pun tetap nyaman karena ada selimut tebal.

13. Penggunaan Air Bersih di Campervan

toilet-campervan
Toilet di dalam campervan

Walau ada dapur, toilet, dan shower, saran saya sebaiknya penggunaan air selalu dihemat, jangan samain dengan di rumah. Tujuannya biar ga perlu sering-sering isi air bersih dan buang air kotor serta isi toilet, ngabisin waktu soalnya.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghemat air:

  • Buka keran air seperlunya saja, kecilin, jangan buka maksimum.
  • Minimalkan penggunaan alat masak dan alat makan biar ga banyak yang mesti dicuci.
  • Selagi masih ada toilet umum, mending BAK dan BAB di toilet umum aja. Lebih nyaman di toilet umum juga sih ketimbang di toilet campervan, wkwk.
  • Saat mandi, kecilin juga shower-nya. Ga mandi tiap hari juga ga apa-apa kok, apalagi di musim dingin, ahaha.
  • Kalau menginap di campground yang ada fasilitas toilet, shower, atau dapur, manfaatkan fasilitas yang ada di campground semaksimal mungkin.

Kalau merasa lebih nyaman byar-byur seperti biasa ga apa-apa juga sih. Tinggal alokasikan aja waktu buat ngurusin air bersih dan air kotor itu setiap hari.

14. Mengelola Limbah di Campervan

dump station
Siap-siap buang isi toilet di dump station

Pakai campervan artinya kita mesti kelola limbah sendiri. Limbah yang kita hasilkan tentunya ga mungkin disimpan selamanya di campervan. Limbah bisa dibuang di dump station. Dump station ini banyak tersedia, biasanya gratis, atau kasih donasi seikhlasnya. Memang disediain banget pokoknya fasilitas untuk traveler yang road trip ituh.  

Di dump station kita bisa isi ulang air bersih dan buang limbah. Limbah yang dimaksud ada dua:

  • Grey Water

    Yakni air kotor dari shower dan sink. Buangnya langsung aja ke lubang yang tersedia di dump station. Ada yang lubangnya semacam gorong-gorong, jadi tinggal parkirin campervan di atasnya, buka saluran pembuangan air kotor, beres deh. Kadang ada yang lubangnya ga bisa dilewati campervan, jadi mesti sambungin selang tambahan untuk alirin airnya ke situ. 

  • Black Water

    Yakni kotoran dari BAB dan BAK. Dulu kebayangnya malesin banget bagian ini, cemmana itu bau dan wujudnya, ahaha. Tapi ternyata ga semengerikan yang dibayangin, alhamdulillah. Kita sudah dibekali dengan toilet chemicals, yakni bahan kimia berwarna biru atau hijau yang ajaib, yang bakal menghancurkan 3P (pee, poo, and (toilet) paper) dan menghilangkan bau asli kotorannya. Jadi saat dibuang nanti, keluarnya udah berupa cairan berwarna biru atau hijau tua gitu, ga ada bongkahan-bongkahan kotoran lagi, hihi.

    Namun demikian, buat yang mau campervan-an sama teman, ini bisa jadi pertimbangan juga, karena salah satu dari kalian mesti buangin kotoran orang lain, ahaha. Atau kalau ga mau berurusan dengan black water ini, berarti jangan pernah pakai toilet di campervan, hehe.

Seberapa sering harus ke dump station? Ini tergantung pemakaian air dan toilet yaa. Yang penting jangan sampai kehabisan air bersih, butuh soalnya kan. Juga jangan sampai tank air kotor dan toilet cassette penuh, kalau sampai melimpah repot lagi ntar. Kami dengan pemakaian yang dihemat-hemat, biasanya mampir ke dump station tiap dua hari sekali.

15. Aplikasi untuk Memudahkan Road Trip dengan Campervan

aplikasi untuk campervan
Tampilan beberapa aplikasi untuk campervan di New Zealand

Sepanjang road trip kita tentu butuh informasi di mana aja lokasi campground, parkir, dump station, SPBU, public toilet, wifi, dll. Nah untungnya ada aplikasi yang membantu memudahkan kita untuk mendapatkan informasi tersebut.

Aplikasi yang pernah saya coba pakai yaitu:

  1. CamperMate. Ini andalan saya, karena mudah digunakan, datanya lebih banyak, dan suka ada promo diskon campground.
  2. Rankers Camping NZ. Ini 11-12 dengan CamperMate. Tapi karena saya udah kadung nyaman browsing di CamperMate, saya jadi jarang pakai ini.
  3. Campable. Dulu coba install karena direkomendasikan oleh Ayudia dan Ditto di vlognya. Secara user interface memang lebih modern, tapi datanya masih menang banyak CamperMate atau Rankers Camping NZ.

Hal penting saat mencari informasi di aplikasi ini adalah: baca deskripsi tempatnya baik-baik, baca juga isi review-nya.

Baca: Seri Campervan: Review Aplikasi untuk Road Trip di New Zealand

Segitu dulu deh yaaa. Udah lebih dari 3.000 kata ini, gile gileee, rekor, ahaha. Udah di-cut banyak padahal. Malas juga saya misahin jadi dua artikel.

Masih banyak cerita lain soal campervan, nanti saya tulis terpisah yaa. Stay tuned pokoke #eaaa. Ada yang mau share pengalamannya dengan campervan?

Salam,

Reisha Humaira

8 thoughts on “Seri Campervan: 15 Hal Yang Harus Diketahui Seputar Campervan di New Zealand

  • 13 Februari 2020 pada 11:52
    Permalink

    Lengkap banget buu ceritanyaaa
    Btw adek juga lagi kepikiran ni soal heater, mesti mastiin keterangan heater-nya bisa nyala tanpa mesin ato gaknya ni klo di campervan mini

    Balas
    • 13 Februari 2020 pada 19:11
      Permalink

      Hehe. Tanyain aja nanti buu ke CS campervan-nya. Kalau Maui/Britz dulu ada penjelasannya sih di website-nya, pas nanya via email pun jawabannya sama aja dengan yang di website -_-

      Balas
  • 14 Februari 2020 pada 12:43
    Permalink

    Membantu banget mbak infonya. Dari dulu pengen nyobain nih road trip kayak gini. Seru kayaknya hihi

    Balas
  • 18 Februari 2020 pada 16:12
    Permalink

    Aaaa lengkap banget info teknis dan operasional camper vannya mbak… Mau kepoin biayanya tapi kudu request quotation dulu ya di web yang dikasih

    Balas
    • 18 Februari 2020 pada 11:10
      Permalink

      Coba cek di vroomvroomvroom.co.nz atau motorhomerepublic.com mbak, di situ bisa kelihatan langsung harganya 😀

      Balas
  • 23 Februari 2020 pada 12:03
    Permalink

    Road Trip di New Zealand itu impian kami banget nih mbak. Wahhh semoga suatu saat bisa kesampaian.

    Salam hangat dari kami Ibadah Mimpi

    Balas
  • Pingback: Tulisan Minggu #7 - 1 Minggu 1 Cerita

  • 20 November 2020 pada 15:04
    Permalink

    3000 kata ya? Ga berasa bosan bacanya. informatif. walaupun belum ada niat ke NZ buat menggunakan campervan

    Balas

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: