Transportasi Publik di Auckland: Pilihan Kendaraan Umum

Selama tinggal di Auckland, kami ke mana-mana mengandalkan kendaraan umum. Seperti apa transportasi publik di Auckland?

Sebelumnya, sedikit cerita dulu ya, hehe.

Sejujurnya, menurut saya di Auckland ini (juga mungkin di kota-kota lain di New Zealand), ke mana-mana itu enakan pakai mobil pribadi. Jalanan hampir ga kenal macet, pengendara pada tertib, jalan mulus, dan perjalanan jauh lebih cepat pakai mobil sendiri ketimbang kendaraan umum.

Ini bertolak belakang sekali dengan pengalaman saya hidup di Tokyo dulu. Di Tokyo, transportasi umum mah andalan banget, terutama keretanya. Ke mana-mana gampang, pasti ada jalur keretanya. Jadwalnya selalu tepat waktu, dan ga pake lama nunggu kereta berikutnya.

Emang ga seharusnya sih transportasi umum di Tokyo dan Auckland itu dibandingkan, hehe. Jumlah penduduk Tokyo jauuuh lebih banyak, dan teknologi perkeretaan mereka udah sangat maju. Jadi ga apple to apple.

Kembali ke Auckland. Beli mobil di Auckland ini sebenarnya sangat memungkinkan, karena harga mobil bekas di sini itu jauh lebih murah dibanding harga mobil bekas di Indonesia. 30 jutaan rupiah udah bisa dapat mobil bekas.

Lalu kenapa kami ga beli mobil aja? Ada beberapa pertimbangan sih.

  • Kami memutuskan tinggal di apartemen di tengah kota agar dekat dengan kampus suami. Kalau beli mobil, artinya pengeluaran kami bakal nambah untuk biaya parkir mobil di apartemen. Belum lagi biaya bahan bakar, maintenance, juga bayar parkir saat bepergian.
  • Kami ga sampai 1.5 tahun tinggal di Auckland, jadi nanggung banget rasanya kalau beli mobil. Kalau lebih lama bisa dipertimbangkan.
  • Saya ga bisa nyetir, padahal yang lebih banyak ke mana-mana itu saya. Ga bisa andalin suami untuk antar terus-terusan karena kuliah, jadi bisa dibilang mobil bakal lebih banyak nganggurnya ketimbang dipakai.

Begitulah, akhirnya, mari kita mengandalkan kendaraan umum saja, hehe. Toh kalau sewaktu-waktu butuh mobil tinggal rental aja.

Baca juga: Auckland Itu Seperti Apa? Kenalan Yuk!

Pilihan Transportasi Publik di Auckland

Di Auckland, transportasi umumnya udah bagus dan lebih banyak pilihan dibanding kota lain di New Zealand. Pilihannya sebagai berikut.

Bus

Bisa dibilang bus adalah transportasi umum utama di Auckland karena jumlahnya paling banyak dan menjangkau sebagian besar wilayah Auckland. Saya pun ke mana-mana paling sering ya naik bus, hehe.

bus di auckland
Bus nomor 966 di Auckland

Bus umum mudah sekali dikenali, warnanya mayoritas biru dongker dan ada logo AT Metro. Ada juga link bus yang warna-warni kayak Tayo dan teman-temannya #halah, yakni OuterLink (oren), InnerLink (hijau), CityLink (merah), dan TamakiLink (biru). Tapi sama ada logo AT Metro juga.

interior bus auckland
Bagian dalam bus, bisa beda-beda, tergantung busnya

Untuk ke bandara, kalau mau cepat ada bus khusus, yakni SkyBus. Kalau santai dan mau hemat ongkos, juga tetap bisa naik bus umum, tapi ya itu, ngeteng dan menghabiskan waktu lebih lama.

Kalau dulu saya berasa wow melihat double-decker alias bus bertingkat, di sini terasa biasa karena bus umumnya pun banyak yang bertingkat, ga hanya bus untuk wisata, hehe.

bus double decker auckland
Double-decker bus di Auckland
naik bus double decker
View dari atas bus bertingkat

Naik dan turun bus dilakukan di halte. Bus akan melewati halte-halte yang ada di rutenya tapi tidak selalu berhenti di tiap halte. Kita mesti mengangkat atau melambaikan tangan di halte jika ingin menyetop bus, kalau ga busnya lanjut aja jalan. Kalau mau turun lebih gampang, tinggal pencet tombol stop yang ada di dalam bus.

bus di auckland
Tombol stop kalau mau turun, kadang ada colokan USB juga

Satu hal yang saya suka dari bus di sini adalah kebiasaan menyapa dan berterima kasih kepada driver saat naik dan turun bus. Kalau saat naik ga selalu juga sih, kadang kan rame juga yang mau naik, jadi mesti cepet. Tapi saat turun, semua penumpang hampir selalu bilang “thank you”, “thank you, driver”, “thanks, driver, have a nice day”, dan sejenisnya.

Penumpang bus pun sepengamatan saya pada sadar gunanya priority seat. Kadang priority seat itu juga diduduki oleh orang biasa, tapi ketika ada penumpang yang baru naik yang lebih membutuhkan kursi itu, mereka langsung beranjak untuk memberikan kursi tersebut. Damai sekali.

Kereta

Kereta ga gitu banyak di Auckland. Sepengamatan saya, penggunaan kereta di Auckland belum semasif KRL di Indonesia ataupun kereta di Jepang.

kereta di auckland
Kereta di Britomart Station, Auckland

Setahu saya baru ada empat line kereta di sini, yakni Western Line, Southern Line, Eastern Line, dan Onehunga Line. Tapi sekarang Auckland juga sedang membangun City Rail Link, kalau ga salah ini bakal jadi kereta pertama yang punya lintasan bawah tanah di Auckland.

bagian dalam kereta di auckland
Bagian dalam kereta di Auckland

Oia saya pernah rada bingung saat memasuki stasiun kereta yang kecil di Auckland ini, karena ga ada gate-nya. Terbuka aja gitu, jadi orang bebas aja keluar masuk. Kalau di stasiun besar sih ada biasanya. 

Lalu gimana coba caranya orang tag kartu saat dia naik atau turun dari stasiun itu? Ternyata oh ternyata, kalo di stasiun kecil, hanya ada mesin kecil begini untuk tag kartu. Jadi kalau naik atau turun kereta, jangan lupa tag di situ. Kalau kelupaan, nanti bakal kena denda saat tag kartu berikutnya. 

mesin tag kereta di auckland
Stasiun yang ga punya gate, kecil gini mesinnya, kadang ga nyadar ada itu

Saya pernah tuh kelupaan tag saat turun, soalnya pas telusuri jalan ke luar, eh langsung sampai luar. Udah jalan jauh dari stasiun, baru deh nyadar tadi belum tag kartu. Alhasil begitu saya tag kartu lagi, kena denda deh. Dendanya sih ga gede, cuma jadinya bayar lebih banyak daripada ongkos yang seharusnya, dan itu langsung dipotong dari saldo kartu.

Ferry

Auckland adalah kota pelabuhan, banyak teluk dan pantai di sekeliling wilayahnya. Karenanya, ferry jadi termasuk salah satu transportasi umum di Auckland. Ferry banyak digunakan untuk menyeberang dari City Centre ke wilayah di North Shore dan sebaliknya, atau menyeberang ke pulau-pulau terdekat seperti Rangitoto Island dan Waiheke Island.

naik ferry di auckland
Antre naik ferry di Auckland

Saya baru sekali mencoba naik ferry, yakni ke Devonport. Di dalam ferry-nya nyaman dan lumayan luas. Asyik juga naik ferry, karena bisa lihat pemandangan kota Auckland dari laut, lihat kapal pesiar dan kapal lainnya.

interior ferry auckland
Bagian dalam ferry ke Devonport
pemandangan dari ferry auckland
View kota Auckland dari ferry ke Devonport

Oia informasi seputar bus, kereta, dan ferry bisa dicek di website Auckland Transport ya. Komplit di situ.

Taksi

Seperti halnya di Indonesia, di sini ada taksi biasa (sebut saja begitu, hehe) dan ada taksi online. Taksi biasa tergolong mahal. Suami saya pernah terpaksa naik taksi biasa sekali, katanya pas buka pintu, argo taksinya NZ$3.5. Perjalanannya ga lama, sekitar 15 menit katanya, dan total kena NZ$42 huhu T.T. Kalau ga terpaksa banget mah, mending ga usah deh naik taksi biasa ini.

taksi di auckland
Kayaknya ini taksi yang paling sering terlihat di Auckland

Untuk taksi online, yang saya tahu ada tiga operator, yakni Uber, Ola, dan Zoomy. Dibanding taksi biasa, ongkosnya lebih murah. Jadi kalau butuh taksi mah, kami prefer taksi online aja. Selama ini baru pernah coba Ola aja, karena waktu itu ada promo diskon, wkwk. Ga tahu deh kalau sekarang. Sistemnya sama aja dengan GoRide dan GrabCar di Indonesia.

Baca juga: Kangen dengan Kemudahan Layanan GoCar

E-Scooter 

Jauh dari sebelum di Indonesia heboh GrabWheel, di Auckland penggunaan e-scooter sebagai pilihan kendaraan umum sudah banyak. Di mana-mana e-scooter ini mudah sekali ditemukan. 

Waktu saya awal-awal di sini, e-scooter di Auckland didominasi oleh Lime. Banyak sekali pokoknya e-scooter milik Lime ini. Lalu lama-lama muncul brand lain seperti Wave dan Flamingo.

Lime scooter
Saat Lime masih berjaya di Auckland

Desember 2019 lalu semua e-scooter Lime dan Wave ditarik dari peredaran karena ga dapat perpanjangan izin dari Auckland Council. Katanya sih karena terkait safety. Sejak itu e-scooter di Auckland diisi oleh brand baru seperti Beam, Jump, dan Neuron. Saya amati sih e-scooter yang baru-baru ini bodinya lebih gede dibanding e-scooter milik Lime dulu. Sebagian juga dilengkapi dengan helm.

neuron dan beam scooter auckland
E-scooter milik Neuron dan Beam di Auckland

Saya pribadi sih belum pernah cobain e-scooter ini, huehe. Belum berminat nyoba, khawatir mahal, dan ga berani pakainya di trotoar yang dilewati pejalan kaki, apalagi di jalan raya, hehe.

Plus Minus Naik Transportasi Publik di Auckland

Setelah hampir setahun mencoba pakai kendaraan umum di Auckland, tentulah kerasa kelebihan dan kekurangannya. Kali ini fokus ke bus, kereta, dan ferry aja ya, hehe.

Kelebihan Naik Kendaraan Umum di Auckland

Saya ga akan bahas kelebihan yang terdengar sophisticated di sini, kayak menghemat energi, mengurangi polusi udara, dan sejenisnya. Tapi fokus ke yang dirasakan sebagai pengguna aja, hehe.

  1. Nyaman dan Aman

    Naik bus, kereta, atau ferry di Auckland ini nyaman banget deh. Di dalamnya bersih, tempat duduknya nyaman. Dan selama ini, jarang sekali kendaraannya penuh hingga sesak, banyakan malah sepi. Jadi pasti bakal dapat duduk terus, ahaha. Pernah sih saya dapet bus yang lagi penuh, ga dapat tempat duduk, tapi berdiri pun ga sampai berdesak-desakan kayak sarden. Baru dua halte juga udah banyak yang turun, hehe.

    Kendaraan umumnya juga ramah terhadap difabel ataupun emak-emak ber-stroller. Kalau naik bus, bagian pintu depan bus bisa diturunin tingginya, sehingga yang pakai kursi roda atau bawa stroller bisa naik.

    Di dalamnya pun selama ini aman. Ga pernah deh itu saya khawatir bakal dicopet, hehe. Suami juga pernah ketinggalan HP di bus. Ada yang nemu (entah driver atau penumpang lain), lalu HP-nya disimpenin sama driver-nya. Coba kontak operator busnya, dibantuin cek ke semua armada busnya. Alhamdulillah bisa diambil lagi HP-nya.

  2. Lebih Sehat

    Konsekuensinya naik kendaraan umum, kita ga bisa selalu naik kendaraan itu dan turun persis di depan tempat tujuan. Ga jarang kita mesti jalan kaki rada jauh karena ga ada bus yang melewati jalan itu. Di satu sisi pasti males banget donk yaa, ahaha. Tapi di sisi lain, ambil manfaat positifnya aja lah ya. Lebih banyak jalan, lebih banyak gerak, efeknya jadi lebih sehat insya Allah, hehe.

    Baca juga: 7 Tips Mengalahkan Rasa Mager untuk Berolahraga

  3. Lebih Hemat

    Dari sisi pengeluaran, untuk masa tinggal yang singkat di sini, tentulah jauh lebih hemat menggunakan kendaraan umum. Kami ga perlu pusingin biaya untuk parkir, beli bensin, dan perawatan mobil. Cukup bayar ongkos aja. Biaya parkir di dalam kota sih terutama, mahaaal. 

Kekurangan Naik Kendaraan Umum di Auckland

Seperti yang saya sebutin di awal, kalau ada mobil sih ya enakan pakai mobil ke mana-mana. Ahaha. Ini karena dua hal ini sih terutama, yang jadi kekurangan pakai kendaraan umum ituh.

Baca juga: 4 Hal Tentang Auckland Ini Tidak Seperti yang Dibayangkan

  1. Menghabiskan Waktu Lebih Lama

    Karena di Auckland ini jalanan masih tergolong lancar jaya, kerasa banget deh signifikannya beda lama perjalanannya. Pakai bus itu bisa 2x lipat lebih deh waktu yang dihabiskan dibanding pakai mobil, huhu. Lamanya karena kalau naik bus itu mesti ikut jalur rute bus, lalu berhenti di halte tiap ada penumpang yang naik atau turun, dan kecepatan busnya juga tentu saja ga tinggi.

    Soal lama perjalanan bus vs. mobil sih udah expected ya, terima aja, hehe. Tapi yang bikin gemez itu, sering ga sesuai sih datang busnya dengan jadwal yang tertera. Kalau kereta sih lumayan on time. Trus juga, makin jauh dari pusat kota, busnya lebih sedikit, dan jeda antar bus itu bisa minimal 15 menit. Kadang malah ada yang busnya adanya 1 jam sekali. 

    Jadi, di samping waktu perjalanan yang lebih lama, kadang juga di-combo dengan waktu tunggu bus yang lumayan lama, heuheu. Oleh karena itu, kalau bepergian kudu spare waktu perjalanan lebih lama deh.

  2. Repot Kalau Bawa Banyak Barang

    Ini kerasa banget kalau belanja groceries sih, heuheu. Biasanya saya belanja borongan, jadi lumayan banyak itu barang yang dibawa. Kalau pakai mobil kan enak ya, masih bisa angkut belanjaan pakai troli ke parkiran, masukin mobil, sampai deh di rumah. Kalau naik bus ya kudu jalan dulu deh ke halte, angkat ke bus, nanti turun dari halte jalan lagi. Tapi selama ini tempat saya belanja masih dekat dari halte, jadi ga jauh-jauh amat jalannya, hehe.

    Baca juga: Belanja Groceries dan Kebutuhan Sehari-Hari di Auckland

Tadinya mau saya bahas lengkap sekalian soal gimana sistem perhitungan ongkos transportasi publik di sini, juga tentang kartu AT HOP yang digunakan untuk pembayaran. Tapi mending dipisah aja deh, daripada kebangetan ntar ini panjangnya, ahaha.

Sekian dulu ya. Semoga bermanfaat. 🙂

Salam,

Reisha Humaira

2 komentar pada “Transportasi Publik di Auckland: Pilihan Kendaraan Umum

Leave your comment