Pengalaman Sunat Anak di Safubot Bintaro

Awal Januari ini Akas disunat. Alhamdulillah tunai sudah kewajiban kami untuk mengkhitankan anak laki-laki yang satu ini. Namun pengalaman sunat anak saya ini lumayan berdrama, ntar diceritain, heuheu.

Memilih Waktu dan Tempat untuk Sunat

Duluuu banget saya tahunya anak laki-laki itu disunat ketika sudah SD. Setelah punya anak, saya baru tahu kalau sunat itu bisa dilakukan bahkan sejak bayi masih newborn. Wogh.

Saya baca-baca, katanya kalau sunat ketika bayi itu perawatannya lebih mudah dan penyembuhannya lebih cepat. Hanya saja sebaiknya sunat dilakukan sebelum bayi bisa tengkurap, karena kalau bayinya udah aktif bergerak, kan sulit juga ya bilangin ke bayi untuk ga usah tengkurap atau merangkak dulu, hehe. 

Saya tahu hal itu ketika Akas udah aktif bergerak, jadi saya ga berani juga untuk bawa Akas sunat. Tunggu aja lah ya sampai dia agak gede dulu.

Kami sempat kepikiran untuk sunat Akas ketika dia berusia sekitar 3 tahun, namun rencana itu agak terlupakan dan kami keburu pindah ke Auckland. Ah ya sudahlah, tunggu balik ke Indonesia aja.

Setelah balik ke Indonesia, situasi pandemi bikin kami menunda lagi. Namun di akhir tahun 2021, melihat kondisi pandemi di Indonesia cukup terkendali, kami merasa ini waktu yang tepat. Pas pula Akas libur sekolah. Yang kami pahami, makin cepat anak disunat, makin cepat pemulihannya, dan bisa tuntas juga salah satu kewajiban kami.

Waktu udah ditentukan, gimana dengan tempatnya?

Kebetulan saya lihat beberapa teman posting pengalaman sunat anak mereka di Facebook. Lokasi sunatnya di Safubot. Saya tanya gimana kesan-kesannya, jawabannya positif semua. Saya lihat foto tempatnya juga menarik karena ada karakter robotnya. Wah pasti bakal menarik nih buat anak laki-laki.

Saya cek website Safubot, ternyata cabangnya juga udah banyak, seperti di Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Bandung, Bandung, Semarang, Jogja, hingga Surabaya. Pas pula ada di Bintaro, dan lokasinya masih dekat dari rumah. Jadi tanpa pikir panjang lagi, saya pun memilih untuk sunat di Safubot Bintaro aja.

Advertisement

Metode dan Biaya Sunat di Safubot

Dulu saya cukup bingung tiap baca bahasan seputar sunat. Metode sunat ternyata ada banyak ya, dan saya ga tahu sama sekali sunat itu seperti apa, maklum ini anak pertama. Suami juga tahunya cuma pengalamannya waktu sunat dulu, udah jadul banget, hehe.

Karena udah menentukan tempat, saya ngikut aja dengan metode yang digunakan oleh Safubot. Saya kontak via WA, katanya di Safubot menggunakan metode Bipolar Pen Sealer. Dengan metode ini, luka potongannya langsung menyatu sendiri tanpa perlu dijahit, diperban, ataupun dipasangi klamp.

Lalu untuk biaya sunatnya sendiri, untuk anak dengan tubuh normal info yang saya dapat via WA sebagai berikut.

Biaya Sunat Anak Reguler (Usia 0 s.d. 11 th)
Rp. 2.750.000

Sudah mendapatkan :

  • Obat minum lengkap
  • Obat pain killer tambahan di hari pertama
  • Celana sunat 2 pcs
  • Spray Safubot 1 botol (untuk perawatan dan kebersihan)
  • Kassa + betadine
  • Tas goodiebag
  • Sertifikat Sunat Safubot
  • Kaos Safubot , stiker Safubot, pin Safubot, dan topi Safubot
  • Kontrol didampingi langsung oleh dokter via WA sampai sembuh.

Biaya Sunat Anak VIP (Usia 0 s.d. 11 th)
Rp. 3.450.000

Sudah mendapatkan :

  • Obat minum lengkap
  • Obat pain killer tambahan 2 pcs
  • Celana sunat 3 pcs
  • Spray Safubot 2 botol (untuk perawatan dan kebersihan)
  • Safubot Oil (mempercepat penyembuhan luka)
  • Kassa + betadine
  • Tas goodiebag
  • Double waistbag VIP / double kaos Safubot
  • Sertifikat VIP Sunat Safubot
  • Stiker Safubot, pin Safubot, dan topi Safubot
  • Kontrol didampingi langsung oleh dokter via WA sampai sembuh.

Untuk anak yang tubuhnya gemuk, biayanya lebih mahal. Tapi saya juga ga nanya kriteria gemuknya itu segimana, hehe.

Advertisement

Persiapan Sebelum Melakukan Sunat

Soal kapan Akas disunat, memang saya dan suami yang memutuskan. Namun bukan berarti kami ujug-ujug aja membawa Akas untuk sunat.

Udah dari lama banget kami sounding ke Akas bahwa suatu saat dia mesti sunat. Pas masih di Auckland pun kami udah bilang ke Akas bahwa setelah balik ke Indonesia, Akas bakal disunat.

Tentunya Akas nanya, “Sunat itu apa?” Kami jelaskan bahwa nanti kulit di ujung kemaluannya itu bakal dipotong. Tujuannya biar kotoran atau kuman ga bersarang di sana, jadi lebih sehat.

“Dipotong? Sakit donk!”. Untuk hal ini, kami jujur aja bilang bahwa pasti akan kerasa sakit setelahnya, tapi saat sunatnya sendiri ga akan kerasa karena bakal dibius.

Oh iya, kami juga ga menawarkan iming-iming hadiah buat Akas kalau dia disunat, karena ga pengen aja menjadikan hadiah sebagai motivasi dia untuk melakukan sesuatu.

Sebelum hari-H sunat, saya juga nanya ke admin Safubot apakah ada persiapan khusus yang perlu kami lakukan sebelum sunat. Katanya ga ada yang khusus, tinggal datang aja, jangan lupa makan dulu, jangan pakai celana yang ketat, dan jangan lupa pakai masker.

Pengalaman Sunat Anak di Safubot Bintaro

Sebelum sunat, saya melakukan reservasi terlebih dahulu ke admin Safubot Bintaro via WA. Kami memilih paket sunat reguler tanggal 6 Januari 2022 dan dapat jadwal jam 8 pagi.

safubot bintaro
Safubot Bintaro tampak depan

Di hari H, kami datang sesuai jawal. Sesampainya di sana, kami diminta untuk mengisi surat persetujuan tindakan medis khitan. Ketika saya masih mengisi surat itu, Akas dan ayahnya langsung disuruh masuk ke ruang tindakan.

safubot bintaro
Sudut di samping resepsionis

Setelah selesai dengan surat persetujuan, saya menyusul masuk ke ruang tindakan. Ketika saya masuk, dokternya udah siap-siap untuk memberi bius lokal pada Akas. Bingung saya kok tadi ga disuruh barengan aja ke dalam. Trus kirain bakal ada penjelasan dulu dari dokternya kepada suami dan saya terkait proses sunatnya, eh ternyata langsung aja.

safubot bintaro
Salah satu sudut di ruang tindakan

Saya amati Akas udah merasa ga nyaman. Mungkin dia ada perasaan malu juga karena harus buka celana di depan orang asing. Ketika dokternya mengoleskan krim sebelum menyuntikkan obat bius, Akas sudah mulai komplain.

Kami masih mencoba membujuk Akas supaya tenang, tapi sulit. Dokternya pun bilang kalau dibujuk kayak gitu pasti bakal lama, jadi mending dibius dulu aja gimana pun caranya. Yang penting obat bius masuk dulu. Argh.

Akas harus dipegangin dan ditahan supaya dokter bisa memberi bius lokal. Dia berontak dan menjerit-jerit. Setelah bius masuk pun, bukannya tambah tenang, Akas justru makin berontak, astaga.

Ketika dokter mau melakukan tindakan sunat pun, dramanya makin menjadi-jadi. Suami megangin Akas sekuat tenaga, asisten dokternya pun ikut megangin supaya Akas bisa diam. Heboh banget, baru kali itu saya melihat Akas jejeritan tak terkendali seperti itu.

Tindakannya untungnya ga makan waktu lama. Dari awal masuk hingga dokter selesai itu cuma makan waktu sekitar 25 menit. Saya lihat ga ada yang dijahit, ga ada perban. Kayak udah langsung jadi aja gitu. Akas pun baru tenang setelah tindakan selesai.

Akas langsung dipakaikan celana sunat yang ada batoknya itu. Setelah itu dia udah bisa jalan seperti biasa.

safubot bintaro
Foto bareng dokter setelah sunat

Dokternya langsung menginfokan saya nomor WA-nya kalau mau kontrol ataupun nanya-nanya. Kontrol setelah sunatnya ternyata cukup via WA aja.

Katanya risiko terbesar setelah sunat dengan metode ini adalah pendarahan, tapi itu jarang sekali terjadi. Pendarahan berarti keluar darah yang banyak sekali dari bagian yang disunat, sementara kalau dikit aja berarti masih normal.

Di kasir, total tagihan saya Rp2.600.000, lebih rendah dari yang diinfokan di WA. Saya ga tahu itu ada diskon atau gimana. Saya juga beli tambahan Safubot Oil, Rp60.000 karena dokternya menyarankan dan minyak itu ga include di dalam paket sunat reguler.

goodie bag safubot
Isi goodie bag Safubot

Perawatan Pasca Sunat di Safubot

Setelah sunat, dokter menjelaskan pada saya apa saja yang mesti dilakukan setelah sunat ini. Saya juga tanya ulang ke mbak yang nyiapin obat dkk.

obat-obatan pasca sunat
Obat-obatan dari Safubot

Obat-obatan dkk. yang dikasih yaitu:

  • Antibiotik Amoxicillin, untuk menghindari infeksi. Diminum 3×1 sampai habis.
  • Ibuprofen, untuk pereda nyeri. Diminum 3×1, kalau udah ga nyeri boleh distop.
  • Salep Nisagon, untuk meringankan inflamasi. Dioles sekali sehari di bagian yang bengkak setelah suntik bius.
  • Kassa dan betadine. Kassa dilipat memanjang, ditetesi betadine, lalu dipasang melingkar di bagian yang disunat, diamkan selama 3-5 menit. Lakukan 3-4x sehari.
  • Safubot Spray, untuk perawatan dan kebersihan. Disemprotkan ke kemaluan setelah pipis dan setelah dikasih betadine.
  • Safubot Oil, untuk mempercepat penyembuhan luka. Diteteskan ke koreng 1x sehari sejak hari ketiga pasca sunat.

Baca: Workshop “Terjemahkan Sakitku” bersama dr. Frecillia Regina

Beberapa hal lain yang saya tanyakan:

  • Q: Setelah ini kalau pipis atau mandi gimana? Apakah boleh kena air?
    A: Sebenarnya kalau kena air sebentar ga apa-apa, cuma jangan dibiarkan basah dalam waktu lama.
  • Q: Butuh waktu berapa lama sampai yang disunat itu sembuh?
    A: Nanti bakal muncul koreng. Sampai koreng ini kering, biasanya sekitar 5-7 hari. Tapi kalau sampai korengnya bersih, biasanya sekitar 2 minggu.
  • Q: Sampai semuanya bersih, apakah harus pakai celana sunat terus?
    A: Sebenarnya pakai celana sunat 2-3 hari aja juga cukup. Setelahnya jika anak merasa ga nyaman, kalau misal dia ga mau pakai celana dalam di rumah juga ga apa-apa. Tapi kalau mau bepergian, lebih nyaman kalau pakai celana sunat. Kalau udah mulai kering, bisa coba pakai celana dalam biasa.
Advertisement

Progress Hari ke Hari Pasca Sunat di Safubot

Saya mencoba mencatat progress perkembangan Akas setelah sunat. Kepikiran aja nyatet karena kalau nanya orang jawabannya mayan abstrak, hehe. Berikut catatan pengalaman sunat anak saya.

DayKeterangan
1Setelah sunat, Akas langsung bisa jalan kayak biasa. Tapi beberapa jam kemudian barulah Akas ngeluh sakit. Ah iya, tadi awal-awal masih ada efek obat biusnya kali ya, hehe. Setelah pipis, Akas bebersih pake tisu yang dibasahi aja. Kalau mandi, kemaluannya ditutuin dulu pake cup kecil.
2Di bagian kulit yang dipotong muncul cairan warna kuning. Batang penis agak bengkak. Ada beberapa tetes darah di celana sunat Akas. Nanya dokter katanya masih normal, kasih salep aja di bagian yang bengkak itu.
3Akas demam, suhunya sampai 39°C. Khawatir apakah ini karena ada infeksi di penisnya, atau gejala Covid? Duh. Tapi saya juga menduga demamnya karena Akas kurang minum dan malas pipis. Saya ga kasih obat penurun demam lain karena Akas masih minum ibuprofen. Kami suruh Akas untuk banyak minum supaya bisa sering pipis juga.
4Alhamdulillah Akas udah ga demam. Jadi mungkin demamnya memang karena Akas jarang pipis. Yang sebelumnya basah karena cairan kuning itu mulai mengering dan membentuk koreng.
5Korengnya makin banyak dan mulai menghitam warnanya. Akas masih terus pakai celana sunat.
6Korengnya sudah mulai mengering. Akas disuruh ayahnya untuk coba mandi seperti biasa aja, semua kena air ga apa-apa.
7-8Ini tinggal nunggu korengnya lepas aja sebenarnya.
9Akas disuruh ayahnya untuk mulai pakai celana dalam biasa aja. Masih menunggu koreng menngelupas sendiri.
10Korengnya udah ada yang lepas sendiri. Ada juga yang ngelupas dikit, trus dilepasin sendiri sama Akas.
11Koreng sisa seluas kuku jempol aja, siangnya Akas main sepeda, lalu malamnya di koreng lepas dan tinggal secuil aja.
12Koreng udah ga ada, udah bersih semua. Alhamdulillah.

Oh iya, dari hari pertama sunat, Akas tetep aja main ke luar sama temennya. Susah banget disuruh istirahat aja di rumah. Kami cuma ingetin supaya jalan pelan-pelan dan jangan lari. Beberapa hari pertama dia masih ngeluh nyeri, tapi entah beneran nyeri atau dianya aja yang sensitif dan rada panik melihat kondisinya, heuheu.

Tips Buat yang Orang Tua yang Mau Sunat Anaknya

Dari pengalaman sunat anak pertama kali ini, berikut beberapa tips dari saya.

  • Kapan sebaiknya anak disunat? Ini silakan kembalikan ke pertimbangan masing-masing. Namun jika saya punya anak laki-laki lagi, sepertinya saya akan memilih sunat ketika masih bayi aja, less drama, heu.
  • Biaya dan metode sunat ternyata bervariasi sekali. Baiknya sih survei dulu ya dan pahami plus minusnya masing-masing. Untuk sunat di Safubot ini, suami merasa wow karena ga ada jahitan dan perban setelah sunatnya. Penyembuhannya pun terbilang cepat.
  • Lakukan sounding kepada anak tentang sunat, baik dari sisi kesehatan ataupun agama. Dan yang penting jangan pernah bohong bilang bahwa sunat itu ga sakit.
  • Buat para orang tua yang bekerja, berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2003 Pasal 93 Ayat 4, ada jatah cuti 2 hari lho kalau mengkhitankan anak. Jangan sampai ga diambil, kan lumayan banget, hihi. Saya waktu itu sengaja milih hari Kamis untuk sunat, jadi saya bisa libur dari Kamis hingga Minggu. Kamis juga waktu yang pas karena 1-3 hari pertama itu masih agak riweuh bantuin perawatan pasca sunatnya.
  • Siap-siap dengan drama atau kemungkinan buruk lainnya, heuheu. Sunat bisa jadi terencana, bisa juga harus mendadak karena anak mengalami fimosis misalnya. Untuk pasca sunat, pahami tanda-tanda infeksi.

Uh panjang juga rupanya cerita pengalaman sunat anak ini. Alhamdulillah udah berakhir semuanya, hehe. Adakah yang sunat anaknya berdrama kayak saya? Atau anaknya anteng dan kalem aja selama sunat? Share yuk! 😉

Salam,

Reisha Humaira

4 komentar pada “Pengalaman Sunat Anak di Safubot Bintaro

  • Pingback: Metode Sunat Yang Paling Baik – gooutmore

  • 28 Juni 2022 pada 11:04
    Permalink

    Mom mau tanya setelah pasca disunat,,itu lngsung kontrol lewat wa,,langsung direspon cepat tidak mom?

    Balas
    • 28 Juni 2022 pada 11:50
      Permalink

      Halo mom, waktu itu kontrolnya langsung ke WA dokter yg menyunat, dan biasanya dibalas dokternya beberapa jam setelah saya chat, bisa lebih cepat juga kalau dokternya pas lagi buka WA. Tergantung kesibukan dokternya sih menurut saya.

      Balas

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: