Diari Kehamilan Kedua: Daftar Perlengkapan Melahirkan (Isi Hospital Bag) + Tips Packing

Sebelumnya saya sudah me-list barang-barang yang perlu disiapkan untuk ibu dan bayi yang baru lahir. Kurang lengkap rasanya ya kalau ga di-list juga apa saja yang mesti disiapkan di dalam tas/koper yang akan dibawa ke rumah sakit. Mau itu di rumah sakit, klinik, puskesmas, rumah bidan, dan sebagainya, di tulisan ini mari kita sebut saja istilah tempat persalinan dengan rumah sakit, heuheu.

Langsung aja ya ke list barang-barangnya, abis itu saya tambahkan tips untuk menyiapkan dan packing barang-barangnya. ūüėČ

Daftar Barang yang Perlu Dibawa ke Rumah Sakit untuk Melahirkan

Perlengkapan Ibu

Kita mulai dengan perlengkapan untuk ibu dulu ya karena ibu adalah tokoh utama, hehe.

  1. Pembalut nifas. Bawa satu bungkus aja, karena dari RS juga dikasih.
  2. Popok dewasa. Buat saya lebih praktis pakai ini dulu ketimbang pasang-pasang pembalut.
  3. Bra menyusui. Penting tentunya kalau mau menyusui.
  4. Celana dalam. Perlu kalau pakai pembalut, kalau pakai popok dewasa sih ga kepake, haha.
  5. Korset pasca melahirkan. Berguna banget ini karena abis lahiran itu perut masih ke mana-mana.
  6. Baju menyusui. Model daster lebih nyaman sih karena kalau pakai celana riweuh.
  7. Kerudung. Buat yang kerudungan, bergo aja yang praktis, haha.
  8. Baju untuk pergi/pulang dari rumah sakit. Ya biar ga lusuh amat gitu, masa pake daster aja, hihi.
  9. Handuk + peralatan mandi. Udah jelas ya ini, mandi penting biar segaaar.
  10. Sarung. Ini kalo-kalo butuh sih, di saya waktu itu ga kepake deh.
  11. HP + charger. Udah jelas ya ini, hihi.
  12. Gymball. Ini nice to have sih, kalau bisa bawa sih ok, kepake pas nunggu bukaan.
  13. Snack/makanan lain. Ini perlu juga karena ibu butuh tenaga yang banyak untuk melahirkan. Ada yang rekomendasiin bawa kurma.
  14. Mukena + sajadah. Buat shalat lah ya tentunya.
  15. Sandal. Bawa alas kaki yang nyaman gitu untuk selama di RS.
  16. Skincare + kosmetik. Biar ibu tetap cantik. #eaaa
  17. Bantal menyusui. Biar lebih nyaman pas menyusui.

Berikutnya ini perlengkapan menyusui yang mana prinsipnya untuk jaga-jaga aja, barangkali di awal-awal lahiran ga langsung lancar proses menyusuinya.

  1. Nipple cream.
  2. Pompa ASI.
  3. Botol susu.
  4. Plastik ASIP.
  5. Sabun cuci botol.
  6. Sikat botol.
  7. Cooler bag.

Perlengkapan Bayi

Lanjut ke perlengkapan bayi yaa. Kayaknya udah jelas juga gunanya masing-masing, jadi ga usah saya jabarin lagi, wkwk.

  1. Set baju bayi.
  2. Popok kain.
  3. Diaper newborn.
  4. Sarung tangan dan kaki.
  5. Selimut bayi.
  6. Handuk bayi.
  7. Minyak telon + toiletries.
  8. Tisu basah.
  9. Tisu kering.
  10. Bedong bayi.
  11. Topi bayi.
  12. Waslap.
  13. Perlak.
  14. Sapu tangan.
  15. Cotton balls.
  16. Gendongan bayi.

Perlengkapan Ayah

Maksudnya perlengkapan untuk orang yang akan mendampingi ibu ketika persalinan. Pakai judul perlengkapan ayah, karena asumsi ayahlah yang bakal jadi pendamping persalinan. 

  1. Baju ganti. Bawa baju yang nyaman lah ya.
  2. Baju untuk pergi/pulang dari rumah sakit. Ini mirip lah case-nya kayak untuk ibu, hehe.
  3. Handuk + peralatan mandi. Bawa juga karena kita semua butuh mandi, haha.
  4. Sarung + sajadah. Untuk shalat tentunya.
  5. HP + charger. Tambah bawa kamera juga boleh kalau mau dokumentasi, hehe. 
  6. Selimut. Bawa selimut tambahan untuk ayah biar tidurnya juga nyaman.
  7. Bantal. Bawa bantal juga kali aja di RS ga ada.
  8. Dompet + uang tunai. Siapin uang tunai kali-kali ga semuanya bisa cashless.
  9. Sandal. Tentunya alas kaki yang nyaman untuk selama di RS.

Dokumen dan Administrasi

Ini tentunya diperlukan untuk administrasi persalinan ataupun pembuatan Surat Keterangan Lahir untuk bayinya nanti.

  1. KTP suami/istri + fotokopi. Ini penting, siapin juga fotokopiannya untuk jaga-jaga.
  2. Kartu BPJS/asuransi kesehatan. Ini juga penting kalau persalinannya ga pakai biaya pribadi.
  3. Kartu berobat rumah sakit. Ini jika ada ya, soalnya di klinik tempat saya lahiran sih ga ada, hehe.
  4. Buku pemeriksaan kehamilan. Ini penting biar nakes yang bantu persalinan nanti tahu riwayat persalinan kita, kali aja yang bantuin nanti bukan dokter/bidan yang biasa periksa kita kan.
  5. Hasil USG. Ini biasanya udah sepaket ya dalam buku pemeriksaan kehamilan.
  6. Hasil cek lab + PCR. Kalau ada cek lab dekat-dekat persalinan, bawa aja hasilnya. PCR ini penting juga karena masih pandemi.
  7. Fotokopi KK. Siapin aja barangkali perlu.
  8. Fotokopi buku nikah. Ada yang bilang buat jaga-jaga juga, tapi dulu saya ga bawa, hehe.
  9. Fotokopi akta kelahiran suami/istri. Idem buku nikah, jaga-jaga, tapi saya juga ga bawa dan ga kepake.

Lain-Lain

  1. Masker. Berhubung masih pandemi, masker wajib ada ya.
  2. Hand sanitizer. Yesss, karena masih pandemi juga.
  3. Al-Qur’an. Barangkali mau ngaji sambil nungguin persalinan.
  4. Cabang colokan. Penting ini kali aja lubang colokan di kamar RS cuma ada satu kan, hehe.
  5. Plastik untuk sampah. Siapin aja, minimal untuk buang sampah makanan.
  6. Plastik untuk baju kotor. Bawa biar baju kotor bisa dipisahin pas pulang.
  7. Air minum. Bawa untuk tambahan aja sih ini, kali aja di RS ga disediain atau kudu bolak-balik ambil ke luar kamar.
  8. Alat tulis. Paling butuhnya untuk isi-isi form di RS.

Tips Packing Hospital Bag

Packing memang sebaiknya tidak dilakukan secara asal-asalan ya, dan khusus untuk tas perlengkapan melahirkan, ada beberapa hal yang menurut saya perlu diperhatikan.

  • Sebelum packing, coba tanya ke RS apakah ada perlengkapan yang disediakan oleh RS sehingga kita tidak perlu bawa. Lumayan kan untuk mengurangi bawaan, hehe. Tapi jika tempat melahirkan masih bisa berubah, berarti mesti siapkan dengan lengkap.
  • Cucilah pakaian dan perlengkapan bayi terlebih dahulu. Untuk pompa ASI dan botol susu, cuci dan sterilkan juga ya.
  • Kapan mesti packing hospital bag? Lebih cepat lebih baik sih. Paling lambat banget itu ketika usia kehamilan sudah 37 minggu, karena saat itu si bayi sudah siap lahir, jadi persalinan bisa terjadi kapan aja, ga mesti ketika HPL. Tapi ya siapa tahu juga kan kalau tiba-tiba bayinya mesti lahir prematur, jadi mending lebih cepat lagi packing-nya.
  • Berapa banyak pakaian yang mesti dibawa? Kalau browsing dan nemu tulisan lama itu suka disaranin untuk persalinan normal, siapkan untuk 3 hari. Namun kalau persalinannya caesar, siapkan untuk 5 hari. Tapi yaa, zaman sekarang udah ada caesar ERACS yang mana pemulihannya lebih cepat, jadi ga perlu juga bawa untuk sampai 5 hari. Untuk 3 hari cukup lah kayaknya. Atau coba tanya RS-nya kira-kira berapa lama di RS-nya.
  • Beberapa kali saya lihat review hospital bag di Youtube, banyak juga yang masukin barang-barangnya ke beberapa tas. Misal perlengkapan bayi ada 1 tas sendiri, perlengkapan ibu 1 tas sendiri, perlengkapan ayah juga dipisah, belum lagi tas printilan kayak cooler bag dan barang lain. Pas lihat itu, duh kok rempong yaaa bawanya, hehe. Akhirnya saya memilih pakai koper aja, biar ga terlalu banyak tentengan dan bawanya pun lebih gampang.
  • Kalau pakai koper, tantangannya adalah bagaimana caranya agar barang mudah dicari. Kalau ditumpuk gitu aja kan repot yaa nanti cari barang tertentu. Nah di sini kita bisa manfaatin organizer, pouch, atau zip bag untuk grouping barang-barangnya. Beri label atau keterangan untuk lebih memudahkan lagi.
  • Ketika packing, baiknya bersama pendamping persalinan biar beliau juga tahu barang-barang itu posisinya di mana. Ini penting banget karena ketika proses persalinan, sulit banget kalau si ibu juga yang kudu ambil-ambil barang ketika diperlukan.
  • Nah karena packing biasanya dari jauh-jauh hari, bisa aja keburu lupa barangnya ditaruh di mana. Ada baiknya kita buat catatan barang-barang itu posisinya ada di mana, apalagi kalau bawa beberapa tas. Jadi ketika perlu diambil, lebih mudah menemukannya.
  • Setelah semua barang di-packing, taruh barang-barang itu di tempat yang mudah diakses sehingga bisa langsung angkat ketika mesti ke RS. Langsung taruh di mobil juga boleh.
  • Selain barang di tas atau koper, siapkan juga pakaian untuk berangkat ke RS. Mending pakai baju bukaan depan yang mudah dibuka. Pengalaman saya soalnya 2x melahirkan, ga disediain baju RS, jadi masih pakai baju sendiri saat melahirkan, heuheu. Pakai baju dengan kancing yang bisa dibuka seluruhnya memudahkan banget ketika IMD.
  • Jika pakai mobil sendiri, untuk safety bisa pertimbangkan juga untuk menyiapkan car seat untuk bayi.

Yosh, segitu aja catatan saya terkait hospital bag. Semoga bermanfaat yaa.

Salam,

Reisha Humaira

Leave your comment

%d blogger menyukai ini: