Punya waktu setengah hari di Christchurch, bisa ke mana ya? Nah keliling kota Christchurch dengan tram bisa jadi pilihan. Ngapain aja? Berikut pengalaman kami di hari terakhir road trip kami di South Island akhir Desember 2019.
Jumat, 20 Desember 2019
Hari itu adalah hari kedelapan dari rangkaian road trip kami. Dari Christchurch, kami akan kembali ke Auckland dengan penerbangan jam 17.50.
Kami check out dari penginapan jam 9an. Amannya jam 16.00 kami sudah berangkat ke bandara. Jadi lumayan ya ada waktu sekitar 6 jam untuk keliling-keliling.
Untuk memudahkan pergerakan selama 6 jam itu, kami ke bandara terlebih dahulu untuk menitipkan koper. Di The Travel Store kalo ga salah. Jadi kami tinggal bawa ransel.
Dari bandara, kami berangkat ke City Centre menggunakan bus. Oia setelah beberapa kali naik bus (sebelumnya kami ke Margaret Mahy Playground juga dengan bus), jadi ngeh bahwa Christchurch ini kota yang ramah sepeda banget.
Di sana banyak jalur khusus sepeda, di Auckland ga sebanyak itu. Christchurch pernah dapet award juga ternyata terkait sepedaan ini.
Bus umumnya juga support pesepeda. Yang bawa sepeda bisa taruh sepedanya di depan bus, ada tempat untuk menggantung sepeda gitu. Kalau di Auckland, sepeda yang boleh dibawa dengan bus hanyalah sepeda lipat.
Daftar Isi Tulisan Ini
Christchurch Tram adalah salah satu alat transportasi yang bisa digunakan untuk keliling kota Christchurch. Untuk menaiki tram ini, kita mesti membeli tiket.
Sistem tiketnya all-day hop-on hop-off, yang artinya tiket berlaku selama satu hari kalender, dan kita bisa naik turun tram ini sepuasnya di 17 halte yang tersedia.
Saat itu harga tiket tram-nya $25 per orang. Tiket untuk anak-anak gratis dengan batasan 3 anak untuk tiap 1 orang dewasa. Kami beli tiketnya online di bookme.co.nz, sering ada diskon soalnya di sana, dan kami pun mendapatkan tiket dengan harga $14.90 saja per orang.
Setelah booking tiket, kita tetap perlu menukarkannya dengan tiket fisiknya, sesuai instruksi di bukti booking tiket. Tiket sudah di tangan, kami pun segera mencari halte terdekat untuk naik tram.
Tram itu rupanya pelan banget ya jalannya, wkwk. Dan rute yang ditempuhnya pun ternyata deketan aja. Sebenarnya bisa-bisa aja jalan kaki muter-muter City Centre di Christchurch itu kalau udah tahu mau mampir ke mana aja.
Tapi, plusnya dengan tram, sepanjang perjalanan driver-nya bakal jelasin kita lagi melewati apa, cerita tentang kota Christchurch, sejarahnya, dan sebagainya. Jadi experience yang menarik ya karena kita jadi tahu lebih banyak seputar kota Christchurch.
Sebelum naik tram, kami tidak punya rencana sama sekali mau mampir di mana saja selain di Masjid Al Noor. Jadi tempat-tempat yang kami kunjungi ini benar-benar random dipilih di saat itu saja, hehe.
Awal-awal kami duduk manis dulu aja di tram, sambil melihat-lihat sekeliling seperti apa dan rute tram-nya ke mana saja.
Kota Christchurch rupanya masih dalam pembangunan pasca gempa tahun 2011. Kerusakan karena gempa 2011 itu masih kelihatan banget dari bangunan Christ Church Cathedral ini.
Kami sempat berhenti random di tengah kota, untuk jalan melihat sekeliling, jajan, serta makan siang.
Berikutnya kami memilih untuk mampir ke Canterbury Museum. Agak random sih ini, wkwk. Di Auckland aja ga pernah ke museum. Tapi yaa mumpung di sana yaa.
Yah tipikal museum di luar negeri, bagus isinya dan terawat, hehe. Tapi karena waktu kami terbatas, kami buru-buru aja jalan di dalam. Alhasil jadi kurang bisa menikmati.
Salah satu display di museum yang menarik perhatian saya adalah isi kamar tahun 2000an. Astaga kehidupan tahun 2000an udah masuk museum ya, wkwk. Masih familiar banget lah dengan barang-barang itu.
Selanjutnya kami mampir ke Christchurch Botanic Gardens. Eh tepatnya lewat aja sih. Saya sebenarnya suka taman, enjoy jalan kaki keliling taman. Hanya saja mengingat waktu yang udah mepet, kami lewat taman ini hanya sebagai jalan pintas ke tujuan berikutnya.
Saya ga gitu merhatiin di sana ada apa aja. Paling sempat lihat orang naik perahu ini aja. Punting on the Avon River judulnya. Monggo gugling. 😆
Al Noor Mosque, masjid lokasi tragedi penembakan 15 Maret 2019 ini udah masuk list tempat yang ingin dikunjungi di Christchurch. Masjid ini sebenarnya udah di luar jalur tram, makanya kami jalan kaki ke sana.
Ketika kami sampai di sana, pintu masjid dalam kondisi terkunci. Suami cek sekeliling, dikunci semua. Terasa aneh ya kalau dibandingkan dengan di Indonesia, di mana masjid itu hampir selalu terbuka. Tapi bisa dimaklumi, mungkin ini SOP demi keamanan.
Saya duduk menunggu di halaman masjid, tiba-tiba ada bapak-bapak nyamperin. Orang Singapura. Kami pun ditawarin masuk karena beliau punya kunci. Saya tadinya mau di luar aja karena ga shalat, tapi bapaknya kekeuh nyuruh masuk. Yo wes. Alhamdulillah akhirnya bisa masuk, suami dan Akas jadi bisa shalat di sana.
Masuk ke dalam masjid, rasanya campur aduk. Sulit digambarkan. Karpet masjid semuanya baru. Biasanya kita senang melihat karpet masjid yang baru, tapi membayangkan ini tuh baru karena yang lama pernah bersimbah darah, rasanya sedih.
Di luar masjid masih banyak karangan bunga. Negara ini aslinya damai, ga ada masalah dengan agama ataupun ras manapun. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi ya, aamiin.
Terakhir, sebelum ke bandara, kami berjalan melewati street art gallery ini. Namanya jadi keren gitu ya dalam bahasa Inggris, padahal “cuma” tembok pagar dekat rel yang dilukis-lukis. Di Bandung mah ada juga tuh di tembok dekat Babakan Siliwangi-Cisitu.
Sudah hampir jam 4 sore. Riskan rasanya kalau ke bandara naik bus, ntar kelamaan di jalan. Akhirnya kami pesan taksi online.
6 jam tentu waktu yang singkat sekali ya untuk keliling Christchurch. Masih kurang puas sebenarnya, tapi yaa lumayan lah daripada bengong aja nunggu di bandara, hehe.
Berikut beberapa catatan saya dari pengalaman keliling Christchurch dengan tram.
—
Cerita di Christchurch ini mengakhiri cerita road trip kami di tahun 2019. Aaaa akhirnya kelar juga dan bisa move on ke cerita di tahun 2020, tahun di mana pandemi Covid-19 dimulai. See you!
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
Leave a Reply