Categories: familyfamily story

The 1st Wedding Anniversary

Tanggal 9 Januari 2015 lalu pernikahan kami genap berusia 1 tahun. Satu tahun pertama buat saya adalah masa-masa adaptasi, baik itu adaptasi diri dengan peran sebagai istri, adaptasi dengan kehidupan setelah menikah, ataupun adaptasi dengan segala sifat dan kebiasaan suami. Walaupun sudah kenal cukup lama dengan suami (sejak kuliah di ITB), ternyata masih banyak hal lain yang baru diketahui setelah menikah, hehe.

Selama 1 tahun ini, kami menyadari banget bahwa Allah ngasih segala sesuatunya pada waktu yang tepat. Ada yang berjalan sesuai keinginan, ada yang tertunda, ada yang belum dikabulkan. Kami punya rencana, Allah punya rencana, tapi rencana Allah selalu lebih baik.

Kehidupan sehari-hari tentunya tidak selalu berjalan hepi dan bahagia. Ada masa-masanya juga ada masalah. Wajar, namanya juga bumbu kehidupan *tsaaah*. Yang jelas kalau ada masalah, kami berusaha menyelesaikannya sesegera mungkin. Masalah itu tidak baik dipendam lama-lama. Dan sejauh ini rasanya alhamdulillah belum pernah terlontar kata-kata yang keras apalagi kasar jikalau ada hal yang kurang berkenan. Lebih baik dibicarakan baik-baik. Kuncinya di pengendalian ego pribadi.

Hari the 1st anniversary alhamdulillah bisa saya lalui bersama suami. Itu rasanya juga sudah cukup karena sebelumnya ada kemungkinan tanggal segitu suami berada di lapangan. Sebenarnya anniversary itu biasa aja, tapi lumayan lah dijadikan momen untuk melihat ke belakang dan introspeksi gimana perjalanan kami sejauh ini. Perjalanan kami masih panjang. Semoga selalu bisa lebih baik dari hari ke hari, langgeng selamanya. Aamiin.

Ah iya saya sempat berencana untuk membuat kue di hari itu tapi batal, haha. Males, lagi pula baru beberapa hari sebelumnya suami beliin kue sebagai kue ulang tahun saya, hihi. Hari itu ada sesisir pisang kepok di rumah. Suami pun sempat minta pisangnya diolahnya jadi beberapa macam untuk sehari itu; dipanggang, direbus, dan digoreng. Jadi hari pisang sedunia katanya, eaaa. Tapi akhirnya yang terealisasikan cuma pisang panggang coklat keju untuk sarapan, karena siangnya ada teman ngirim martabak. Kalau pisang diolah juga, ga kuat makannya, haha.

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Share

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024