Categories: travelingindonesia

Wisata NTT: Hari Terakhir di Labuan Bajo

Usai 3 hari di Pulau Kanawa, kami kembali ke Labuan Bajo, lalu besoknya kembali lagi ke Bandung, heuheu.

Rabu, 29 Januari 2014

Sunset di Labuan Bajo

Dari Pulau Kanawa, kami tiba di Labuan Bajo sekitar jam 9an pagi. Kami pun langsung menuju Bintang Flores Hotel, tempat menginap kami hari itu. Di itinerary, kami berencana untuk ke Cunca Wulang, air terjun yang berada sekitar 30 km dari kota Labuan Bajo. Tapi rasanya hari itu udah cape banget mau jalan-jalan lagi, akhirnya kami putuskan untuk stay di hotel saja dan baru keluar untuk cari makan malam.

Di hotel, kebanyakan istirahat saja. Sorenya suami saya kekeuh ngajak ke kolam renang, biar saya belajar renang di kolam. Begitu di coba, belajar renang di kolam air tawar ternyata susaaah. Di laut gampang banget ngapungnya, wajar aja saya bisa cepet belajarnya. Mengayuh juga terasa susah, di laut pake fin sih enak. Kesimpulan akhir: saya masih belum bisa berenang. Haha.

Untuk makan malam, kami pergi ke Paradise Cafe and Resto. Katanya terkenal dan view-nya bagus. Dari sana memang bisa langsung memandang ke pantai Labuan Bajo. Kami berangkat sore agar bisa melihat sunset di sana, tapi sayangnya langit berawan saat itu. Kalau cerah pasti bagus banget. Walau namanya kafe, ada live music, dan view dari sana bagus; pas lihat menu kami takjub juga karena harganya ternyata ga mahal-mahal amat.

View sore di Labuan Bajo
View sunset yang tertutup mendung di Labuan Bajo
View malam di Labuan Bajo

Kamis, 30 Januari 2014

Terbang Meninggalkan Labuan Bajo

Agenda jalan-jalan kami yang panjang segera berakhir. Hari itu kami harus pergi meninggalkan tanah Nusa Tenggara dan kembali ke kehidupan nyata *halah*. Dari Labuan Bajo kami akan terbang ke Denpasar, lalu ke Jakarta. Kemudian dilanjutkan ke Bandung.

Di Labuan Bajo, kami bermasalah lagi dengan penerbangannya. Jadi, di tiket yang kami beli tertera flight Sky Aviation SY-751 jam 09.20 WITA. Kami sampai di bandara sekitar jam 8 kalo ga salah dan langsung check in. Waktu antre saya sempat bingung lihat jadwal yang ada di layar monitor bandara, karena Sky Aviation-nya adanya jam 11.00. Pas check in dibilang bahwa jadwal penerbangannya udah ganti, yang di tiket kami adalah jadwal lama. Lhaaa gimana bisa? Mana ga ada pemberitahuan sama sekali ke kami.

Kami ga suka dengan perubahan ini karena penerbangan kami berikutnya dari Denpasar adalah Air Asia QZ-7521 jam 13.15 WITA. Ga bakal keburu ngejar flight itu kalau kami berangkat jam 11 dari Labuan Bajo. Kami ga merasa salah, kami minta maskapainya urus gimana caranya supaya kami bisa cepat ke Denpasar. Setelah beberapa waktu, akhirnya kami disuruh ikut penerbangan maskapai TransNusa. Dan penerbangan yang dimaksud rupanya sudah boarding dan akan segera berangkat. Kami buru-buru di-check in-kan. Untung bandaranya kecil, pesawatnya juga ga gede. Masukin bagasi bisa lebih cepat, kayak masukin bagasi ke mobil aja. Belum lama kami duduk di pesawat, masih ngos-ngosan, pesawatnya langsung terbang. Fyuh. Itu pertama kalinya saya naik pesawat yang pakai baling-baling. Deg-degan juga, hehe.

Selamat tinggal Labuan Bajo
Trust me, Nusa Tenggara itu indah banget
Gugusan pulau-pulau di Nusa Tenggara
Hampir sampai di Bali
Wow 😮

Sesampainya di Denpasar, kami rehat bentar trus langsung check in. Dan ternyata, flight ke Jakarta-nya delay. Errrrrr.

Alhamdulillah senang sekali bisa berkunjung ke NTT. Masya Allah, sungguh terpesona dengan keindahan alam di wilayah ini, padahal baru sedikit tempat yang kami kunjungi.

Sayang sekali saat itu kami belum tau tentang Pulau Padar atau Gili Laba. Pas browsing foto-fotonya gemes banget, andai tau lebih awal pasti satu hari bakal dialokasikan ke sana, hehe.

NTT masih luas dan punya banyak spot bagus. Semoga suatu saat nanti diberi kesempatan untuk ke sana lagi, aamiin. 😀

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Share

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024