traveling

Wisata Sumbar: Mencari Rumah Segitiga Di Komplek Pesona Wisata Inyiak

Senin, 30 April 2018

Lama tidak mudik ke kampung halaman, saya telat sekali tahu bahwa di Bukittinggi sekarang ada beberapa tempat wisata baru. Beberapa tempat wisata berkonsep tempat ngehits zaman now, kudu instagrammable, eaaa. Lama- lama bosan juga ya tapi ya gitu deh, masih aja kepo pengen lihat, hihi.

Saya dapat info dari sepupu ada tempat apa aja di Bukittinggi yang lumayan rame di-posting di Instagram. Dia ga tahu nama tempatnya, cuma bilang sejumlah clue, seperti ada rumah pohon, ada yang seperti kapal, dan ada rumah berbentuk segitiga. Semuanya berada di sekitaran Ngarai Sianok. Wah wah, dulu saya tahunya Taruko Cafe & Resto aja di daerah sana.

Baca juga: Wisata Sumbar: Menikmati Indahnya Lembah dari Taruko Cafe & Resto Bukittinggi

Saat mudik bulan April lalu, saya pengen lihat itu tempatnya apa aja. Terima kasih kepada Mbah Google, dengan modal clue plus nama kota Bukittinggi, gampang sekali menemukan tempat yang dimaksud apa. Saya cek ketiganya, lokasinya lumayan berjauhan ternyata. Pengennya sih langsung kunjungi semua ya, tapi karena waktu yang terbatas dan suami ga ikutan mudik, saya mesti pilih salah satu aja.

Ternyata Namanya Komplek Pesona Wisata Inyiak

Hari itu saya ke Bukittinggi untuk mengurus NPWP saya. Karena sudah di Bukittinggi, jadi waktu yang pas nih untuk sekalian jalan-jalan.

Baca juga: Mengaktifkan NPWP Non-Efektif Hingga Mengurus Pemindahan Wajib Pajak

Dari tiga tempat yang saya browsing itu, saya pilih yang paling dekat aja. Hasil browsing saya mengarah pada nama Rumah Pohon Inyiak. Di Google Maps juga begitu. Syukurlah ada di Google Maps, jadi saya gampang memasukkan lokasi tujuan saat memesan ojek online. Yeah, ojek online sudah ada di Bukittinggi, saya yang ga bisa bawa kendaraan ini merasa bahagia karena jadi gampang kalau ke mana-mana, horeee. Selama ini saya mengandalkan bareng suami atau diantar keluarga, hihi.

Baca juga: Tips Hemat dan Aman Naik Ojek Online

Kami berangkat mengikuti panduan di Google Maps. Sampailah kami di pinggir sungai di Ngarai Sianok. Driver menunjuk ke gerbang dengan spanduk bertuliskan “Welcome to Komplek Pesona Wisata Inyiak, Kelurahan Kayu Kubu, Kec. Guguak Panjang, Kota Bukittinggi”. Driver-nya bilang ga bisa antar ke atas pakai motor, jadi kami pun turun di dekat gerbang itu. Ga apa-apa sih jalan dikit sekalian lihat-lihat.

Akhirnya sampai juga di sini

Rupanya di tempat ini isinya bukan hanya Rumah Pohon Inyiak, tapi juga beberapa spot lain. Pantas saja namanya Kompleks Pesona Wisata Inyiak.

Ada Apa Saja di Komplek Pesona Wisata Inyiak?

“Inyiak” dalam bahasa Minang merupakan panggilan kepada kakek. Tapi “inyiak” juga istilah yang digunakan untuk menyebut harimau jadi-jadian, binatang magis yang dihormati. Mitosnya ada pendekar yang menguasai silat harimau dan setelah melakukan pertapaan panjang, ia berubah menjadi harimau jadi-jadian. Namun demikian, nama Komplek Pesona Wisata Inyiak sepertinya merujuk kepada pemilik tempat ini yang biasa dipanggil Inyiak.

Untuk masuk ke sini, kita harus membeli tiket masuk. Di hari Senin-Jumat harganya Rp5.000 saja per orang, sementara Sabtu, Minggu, dan hari libur harganya Rp10.000 per orang. Ada apa saja di dalamnya?

Palanta Inyiak

Dari gerbang masuk, kita pertama kali akan menemukan tempat yang diberi nama Palanta Inyiak. Di sini isinya taman yang ditata berbentuk hati, lalu ada tempat untuk duduk-duduk dengan atap jerami. Kata “palanta” memang artinya tempat duduk-duduk kalo ga salah, hehe.

Pertama sampai, ini dulu yang terlihat
Mumpung lagi semangat mau difoto

Rumah Lontiok Inyiak

Di seberang Palanta Inyiak ada rumah tradisional yang belakangan saya ketahui bernama Rumah Lontiok Inyiak. Dan saya baru tahu kalau Rumah Lontiok itu adalah rumah tradisional Kampar, Riau. Jangan tanya saya kenapa ada rumah Kampar di tempat wisata di ranah Minang, saya ga tahu, haha. Tapi Kampar itu dulu masuk wilayah Minangkabau juga sih.

Ini dia rumah tradisional Kampar-nya

Kapa Kuliner Inyiak

Di depan Rumah Lontiok Inyiak ada bangunan berbentuk kapal (dalam bahasa Minang disebut kapa) terbuat dari bambu dan kayu. Di sana rupanya tempat makan. Kami pun segera memesan makanan karena sudah lapar. Tadinya saya berharap akan menemukan banyak pilihan makanan seperti halnya di Taruko Cafe & Resto, tapi di sana cuma ada pilihan nasi dan mie goreng. Yaah. Ya sudahlah yaa.

Menarik kapalnya, cuma atap tenda biru itu rada mengganggu, hehe

Lapau Inyiak

Kami memesan nasi goreng. Tadinya kami kira bakal makan di bangku yang ada di kapal itu, tapi kami diarahkan ke semacam pondok beratap jerami. Di dekatnya ada tulisan Lapau Inyiak. Lapau artinya warung, tapi ga ada warung sih di sana waktu itu, heuheu. Di sini tersedia free wifi.

Makan di sini, lebih nyaman memang dibanding di kapal

Pesanan kami datang, dan ternyata nasi goreng yang kami pesan dicetak bentuk hati, eaaa.

Makan beginian mestinya sama suami, eaaa

Cottage Inyiak

Di dekat Lapau Inyiak ada beberapa rumah kecil dengan dinding anyaman bambu dan atap jerami. Rumahnya tertutup sih dan katanya itu buat nginap. Tapi waktu itu mungkin belum dibuka. Di belakang (atau depan ya?) cottage ini ada taman dan view-nya mengarah ke Ngarai Sianok.

Kayaknya asyik juga kalau nginap di situ

Rumah Rumput Inyiak

Ini dia nih spot yang sering banget muncul fotonya kalau kita browsing seputar tempat wisata Inyiak. Letaknya di dekat cottage. Wajar sih ini yang paling menarik karena bentuknya unik dan belum ada di tempat lain di Bukittinggi. Dari depan bentuknya seperti segitiga, dindingnya dari anyaman bambu.

Lucuuuu

Dari samping terlihatlah bahwa atap rumah ini ditanami dengan rumput. Sayangnya saat itu rumputnya lumayan panjang dan ga beraturan sehingga kurang cantik kalo difoto #teteup.

Geregetan pengen panggil tukang potong rumput

Bangunan rumahnya tidak begitu tinggi, dan pintunya saat itu ditutup. Penasaran juga sebenarnya di dalamnya seperti apa. Saat itu ada dua rumah rumput, dan sepertinya bakal ditambah lagi karena ada rangka seperti ini waktu itu.

Sepertinya kerangka untuk rumah rumput

Arena Hammock dan Taman

Ada ruang terbuka yang diisi dengan taman dan beberapa permainan. Ada beberapa hammock, ayunan, dan perosotan untuk anak. Sebagai emak dengan anak balita, saya sungguh mengapresiasi tempat wisata yang menyediakan tempat main untuk anak, hehe.

Ada beberapa permainan
Pengen coba naik tapi ga yakin itu kuat buat orang dewasa, wkwk

Surau Tuo Inyiak

Dari kejauhan saya melihat ada bangunan kayu yang dari bentuknya kelihatan bahwa itu tempat shalat. Benar saja, rupanya ini adalah surau yang dirancang seperti surau di zaman dahulu di Minangkabau. Saat saya ke sana sih statusnya masih sedang dibangun, sekarang mah udah jadi. Di dekat surau tua ini ada sebuah mobil jeep tua, ga tahu masih bisa jalan atau ga, hehe.

Jadi inget film dengan setting ranah Minang zaman baheula

Miniatur Patung Merlion

Di dekat Kapa Kuliner Inyiak, ada patung Merlion dan kolam kecil. Saat itu masih dibangun, jadi masih ga OK bentuknya. Sekarang udah jadi dan kolamnya dicat putih di dinding luarnya dan biru di bagian dalamnya.

Dari sekian banyak spot di tempat wisata Inyiak ini, saya sungguh merasa bingung dan ga paham dengan keberadaan patung Merlion ini. Ngerti sih ini bisa jadi penarik pengunjung. Tapi, di sekelilingnya saya menemukan bangunan dengan konsep tradisional dan natural, menggunakan bahan kayu, bambu, dan jerami, berwarna coklat dan jadul. Lalu ujug-ujug di tengah ada patung dari batu/semen dengan warna putih dan biru yang terkesan modern, mencolok sekali bedanya.

Why oh why ada Merlion

Rumah Pohon Inyiak

Dari tadi kami keliling tapi kami ga menemukan rumah pohon. Aneh ga sih, wong tempat ini aja lebih beken dengan nama Rumah Pohon Inyiak. Lalu mana rumah pohonnyaa?

Saya teringat bahwa kami belum menjelajahi area di belakang Lapau Inyiak, daaaan akhirnya ketemu juga dengan rumah pohonnya. Horeee.

Ada hammock lagi ternyata di dekat lapau
Akhirnya menemukan Rumah Pohon Inyiak

Untuk mencapai rumah pohon ini kita tinggal menyeberangi jembatan. Tidak perlu naik tangga karena pohonnya tumbuh di tanah yang lebih rendah dari tanah di mana area wisata Inyiak berada. Saya ga berani lama-lama di sana karena bawa Akas dan pagarnya tampak kurang aman untuk bawa anak kecil. Serem aja kalo jatuh, huhu. Dari sini kita bisa melihat sungai dan Ngarai Sianok juga.

Lumayan tinggi ya rumah pohonnya

Rasanya udah semua spot sih saya telusuri. Setelah puas di sana kami pun segera beranjak, memesan ojek online lagi, dan melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Berikut beberapa catatan saya dari pengalaman ke Komplek Pesona Wisata Inyiak.

  • Kami ke sana di hari kerja jadi tempatnya sepi sekali. Kurang tahu ya kalau weekend. Kalau pun ramai kayaknya sih ga padat-padat amat karena tempatnya cukup luas.
  • Kurang OK kalau datang ke sana untuk sekalian makan, soalnya ga banyak pilihan makanan. Kalau memang mau sekalian kulineran mending coba itiak lado hijau di kawasan Ngarai Sianok itu.
  • Nikmati waktu selama di sana seolah berada di ranah Minang tempo dulu, hehe. Bangunannya banyak yang bertema itu, kecuali patung Merlion itu. Dan jangan lupa menikmati keindahan Ngarai Sianok, karena ciptaan Allah itu tetap jauh beda indahnya dibanding ciptaan manusia, hehe.

Demikian pengalaman kami ke Komplek Pesona Wisata Inyiak. Ada yang sudah pernah ke sana juga?

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

View Comments

  • Waaah keren bentuk rumahnya. Itu ada fungsi lain kah kenapa ditaruh rumput di atapnya?

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

    • Kayaknya ga ada fungsi lain mbak :lol:

      Cancel reply

      Leave a Reply

      Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024