new zealand

NZ Road Trip: Berkunjung ke Cape Reinga di Ujung Utara North Island

Ketika pertama kali berencana untuk road trip ke bagian utara North Island, destinasi yang terpikirkan pertama kali adalah Cape Reinga. Sementara destinasi lainnya baru dicari belakangan, hihi.

Selain laut, pantai, dan mercusuar yang ada di sana, yang membuat kami tertarik ke sana adalah karena sebelumnya kami udah pernah mampir ke titik paling selatan di South Island (tepatnya di Slope Point). Jadi rasanya bakal lebih lengkap kalau kami juga pergi ke ujung utara North Island, hehe.

Sabtu, 7 September 2019

Perjalanan Menuju Cape Reinga

Hari sebelumnya, kami menginap di campground di Houhora Heads (Wagener) Holiday Park. Dari Houhora hingga Cape Reinga butuh waktu driving satu jam saja.

Baca: Seri Campervan: Mencoba Berbagai Tipe Campground untuk Campervan di New Zealand

Sebagian orang juga ada yang ke Cape Reinga ini langsung dari Auckland. Kalau lagsung dari Auckland, bakal membutuhkan waktu setidaknya 6 jam. Lumayan melelahkan sih kalau langsung hajar driving sejauh itu.

Kalau sebelumnya pemandangan di perjalanan menuju Tāne Mahuta terasa membosankan, kali ini alhamdulillah tidak. Sepanjang jalan menuju ujung utara ini, pemandangannya kembali menyenangkan. Mendekati Cape Reinga, laut pun mulai terlihat.

Halo para sapi!
Wah tanahnya merah cuy

Sampai di area parkir, tampak sejumlah kendaraan sudah parkir duluan. Ada mobil, campervan, bus, hingga kendaraan yang berupa gabungan truk dan bus (depannya seperti truk, tapi belakangnya bus). Ada tulisan “Sand Safari” di kendaraan “hybrid” itu, sepertinya itu kendaraan untuk tur menyusuri Ninety Mile Beach.

Kayak gini nih bus untuk sand safari-nya

Setelah memarkirkan campervan kami, kami pun segera berjalan memasuki Cape Reinga.

Advertisement

Berjalan Menuju ke Cape Reinga Lighthouse

Tadinya saya kira posisi Cape Reinga Lighthouse ini tidak begitu jauh dari tempat parkir. Kebayangnya untuk ke sana tinggal jalan beberapa langkah aja, seperti halnya Stirling Point di Bluff.

Gerbang masuk Cape Reinga

Ternyata begitu masuk gerbangnya, tampaklah Cape Reinga Lighthouse tegak berdiri nun jauh di sana. Yah, jalan jauh juga deh, wkwk.

Kelihatan ga lighthouse-nya di ujung?

Jalan jauh menuju mercusuar ini sedikit banyak mengingatkan saya pada perjalanan menuju Nugget Point Lighthouse, bedanya jalan di sini lebih lapang, udah berupa jalan tembok, dan ga di pinggir jurang, hihi.

Lanjut gan!
Anak kecil yang sering diajak berpetualang

Jarak ke Cape Reinga Lighthouse ini dari gerbang sekitar 1 km, tidak begitu jauh ya, tambah lagi ke sananya menurun landai. Ga kerasa cape jalan ke sana karena pemandangan lautnya pun baguuus.

Masih separuh jalan
Mejeng dulu

Laut di sana adalah pertemuan Laut Tasman dengan Samudra Pasifik. Pada kondisi pencahayaan yang bagus, lumayan terlihat perbedaan warna lautnya.

Sedikit lagi sampai
Tampak tinggi dibanding yang pernah dilihat sebelumnya

Akhirnya kami sampai juga di dekat mercusuar. Dibanding Nugget Point Lighthouse, Cape Reinga Lighthouse ini lebih tinggi dan tidak dipagari. Saya tidak tahu apakah kita bisa masuk ke dalamnya. Saat itu tidak ada turis lain yang mendekat ke pintunya, jadi kami juga ga berani coba-coba, hehe.

Tak jauh dari mercusuar ada signpost seperti halnya di Stirling Point. Biasanya lighthouse dan signpost ini yang jadi landmark utama foto-foto di Cape Reinga.

The landmarks
Anaknya terserah lihat ke mana

Ternyata Bukan Titik Paling Utara di North Island

Dulu di Slope Point kami ketemu dengan plang bertuliskan “Southernmost Point of The South Island of New Zealand”. Di Cape Reinga ini, selain signpost itu, saya juga mencari-cari plang bertuliskan “Northernmost Point of The North Island of New Zealand”. Kali aja ada, kan kece dibikin kolase fotonya. #eaaaa

Eh ternyata ga nemu. Aih, kok ga dibikin sih?

Setelah dari sana, saya googling, barulah ngeh bahwa Cape Reinga itu ternyata bukanlah Northernmost Point. Pantes aja ga ada plangnya, wkwk.

Sepertinya memang banyak yang mengira kalau Cape Reinga ini titik paling utara, tapi sebenarnya dia “hanya” titik paling utara di North Island yang mudah diakses.

Sementara lokasi yang merupakan Northernmost Point di North Island itu adalah Surville Cliffs di North Cape. Lokasinya sekitar 30 km dari Cape Reinga. Tapi untuk ke sana ga ada akses jalan raya, dan dia berupa tebing gitu.

Advertisement

Mendaki Bukit di Cape Reinga

Saat berjalan menuju mercusuar, kami melewati jalan tembok yang menurun. Saya udah kebayang kayaknya bakal mager nih baliknya, nanjak soalnya walau landai. Tapi kami juga sempat melihat ada sejumlah turis yang berjalan di bukit di samping jalan tembok itu. 

Beres foto-foto di dekat lighthouse, saatnya balik. Eh jadi penasaran juga buat nyoba naik ke bukit yang dilewati orang-orang tadi. Tadi katanya mager, kok malah hajar yang lebih nanjak, wkwk.

Kelihatan kan ada yang mendaki bukit?

Yah, pengen tahu juga sih seperti apa pemandangan dari atas, karena biasanya pemandangan dari ketinggian itu bagus, hehe. Trus anggap aja sekalian menghangatkan badan, karena dari awal juga kedinginan. 

Sebenarnya cuaca saat itu bagus. Langit cerah, suhu juga aslinya lumayan hangat, tapi karena angin masya Allah kencangnya, jadinya kedinginan juga. 

Ternyata naik bukitnya agak susah juga buat saya, karena saat itu saya pakai boots yang telapaknya datar tanpa tekstur. Weleh. Ya udah deh, pelan-pelan aja naiknya. Sempat mikir, apakah sia-sia ini nyusahin diri sendiri? Wkwk.

Tapi alhamdulillah ga sia-sia. Pemandangan dari atas sana memang bagus. Nun jauh di sana tampak Cape Maria Van Diemen. Kalau lihat peta, ada jalur hiking buat ke sana, tapi jaraknya hampir 9 km. Ga deh, haha.

View Cape Reinga dari atas bukit
Suka banget kombinasi tekstur ombak dan warna biru lautnya

Setelah puas foto-foto di sana, kami pun segera kembali ke parkiran.

Arti Penting Te Rerenga Wairua Bagi Bangsa Māori

Dari gerbang masuk hingga sampai ke mercusuar, cukup banyak dipasang papan bertuliskan hal-hal terkait tempat ini. Disediakan dalam dua bahasa: bahasa Inggris dan bahasa Māori.

Saya cuma lihat sekilas tulisan di papan-papan itu apa. Tapi dari situ bisa disimpulkan bahwa tempat ini punya arti penting bagi bangsa Māori.

Cape Reinga dalam bahasa Māori disebut Te Rerenga Wairua, yang artinya the leaping-off place of spirits. Kata Reinga (dibacanya juga Reinga, seperti kalau kita baca tulisan berbahasa Indonesia) sendiri berarti the underworld

Menurut mitologi Māori, arwah orang yang telah meninggal akan pergi menuju Cape Reinga ini. Selanjutnya dari ujung sana para arwah akan berangkat ke akhiratnya. Bisa baca web DOC ini ya untuk info lebih lanjut, hehe.

Tempat pulangnya para arwah

Tips Buat yang Mau ke Cape Reinga

Berikut beberapa catatan saya dari pengalaman ke Cape Reinga.

  • Jika mau ke sana dan berangkat dari Auckland, saran saya jangan driving langsung sampai sana. Mending perjalanannya dibagi dua. Bisa stay dulu di Whangarei atau Paihia misalnya.
  • Sebaiknya gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan dan hiking, jadi bisa sekalian coba jalan di bukitnya itu, hehe. Biar ga terlalu cape mendaki, bisa coba lewat bukit dulu sebelum ke lighthouse.
  • Selain Cape Reinga, ada juga yang worth dikunjungi di ujung utara ini, yakni Te Paki Giant Sand Dunes. Nanti saya tulis terpisah yaa.

Yosh, berkurang juga utang nulis cerita road trip, yay. Tinggal satu lagi, lalu kelar deh cerita road trip di Northland ini, semangaaat!

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

View Comments

  • view pemandangan alam di New Zealand bener bener alami, sukakkk liatnya
    kalau view cakep dan nanjaknya ga terlalu panjang atau susah, kayaknya oke juga

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024