Pengarsipan yang rapi adalah salah satu kelebihan blog yang bikin saya betah nulis di blog ketimbang di media sosial. Dengan arsip yang apik itu, kita jadi lebih mudah menemukan tulisan lama jika ingin dibaca sewaktu-waktu. Salah satu yang sangat membantu saya adalah adanya daftar isi. Dan daftar isi ini bisa dibuat secara otomatis lho di blog, baik WordPress ataupun Blogspot.
Eh, daftar isi mana sih yang dimaksud? Biar ga beda persepsi, daftar isi yang saya maksud kali ini adalah seperti yang ada di halaman Archive blog saya ini. Di situ ada daftar semua tulisan yang ada di blog ini.
Daftar isi ini kepake banget ketika saya butuh nambahin link ke tulisan lama, saya tinggal Ctrl+F dari halaman itu. Lebih cepat ketimbang pakai fitur pencarian bawaan blog, hehe
Tadinya saya mau jembrengin semua tutorial cara membuat daftar isi blog untuk WordPress maupun Blogspot di tulisan ini, tapi sepertinya bakal panjang baget dan bikin pusing deh, hehe. Jadi untuk masing-masing saya posting terpisah aja deh.
Kali ini fokus ke blog di WordPress.com dulu, soalnya saya pertama kali bikin daftar isi itu di blog lama saya, reisha.wordpress.com. Untuk blog WordPress self-hosted dan Blogspot menyusul di tulisan selanjutnya.
Daftar Isi Tulisan Ini
Sebelum ke tutorial, buat yang belum kenal, kenalan dikit ya dengan shortcode. Bikin daftar isinya pake shortcode soalnya.
Shortcode adalah kode singkat yang sangat spesifik di WordPress yang biasanya ditulis di dalam tanda kurung siku alias []. Dengan kode pendek itu WordPress akan meng-generate konten sesuai shortcode yang dipakai, yang kalau di-coding sendiri pake HTML dijamin bakal rumit. Sementara shortcode ini paling pake satu kata doank. No rumit-rumit, no coding-coding.
Di editor tulisan, shortcode ini tinggal diketik biasa aja. Atau bisa juga pake block shortcode yang tersedia di block editor. Sama aja sih hasilnya.
Shortcode bisa dimasukkan ke dalam post ataupun page di WordPress, bahkan di widget. Daftar shortcode yang tersedia di WordPress.com silakan langsung cek aja ke halaman ini ya.
Cara paling gampang untuk membuat halaman daftar isi di blog WordPress.com adalah:
[archives] Publish. Beres deh!
Yak, sesimpel itu sodara-sodara, hihi. Paling praktis nih dibanding blog WordPress yang self-hosted apalagi Blogspot. Enak banget. Hasilnya bisa lihat di blog lama saya ini ya.
Secara default, shortcode archives akan menampilkan daftar semua judul semua tulisan yang ada di blog, berurut dari yang paling baru ke yang paling lama.
Di samping shortcode archives itu kita bisa menambahkan opsi untuk meng-customize hasilnya. Misal nih daftar isinya mau dibatasin nampilin 100 tulisan terakhir aja, atau mau diganti urutannya dari yang paling lama ke paling baru.
Opsi ini ditulis di dalam kurung sikunya juga. Berikut opsi yang tersedia untuk shortcode archives dan contoh penggunaannya. (Pilihan default maksudnya, tanpa dikasih opsi, shortcode akan menampilkan daftar isi sesuai piliha default tersebut)
type, untuk mengatur tipe daftar isi.yearly, monthly, weekly, daily, postbypostpostbypost (menampilkan semua list tulisan)[archives type="monthly"] format, untuk mengatur bagaimana daftar isi ditampilkan.option, html, customhtml (berupa list dengan bullet point)[archives format="option"] limit, untuk mengatur berapa banyak yang ditampilkan di daftar isi.[archives limit=50] showcount, untuk menampilkan angka jumlah postingan.true, falsefalse (angka tidak ditampilkan)[archives type="monthly" showcount="true"] order, untuk mengatur urutan list.asc, descdesc (dari yang paling baru ke yang paling lama)[archives format="option" type="monthly" showcount="true" order="desc"] Oh iya, beberapa opsi itu bisa digabung ya dalam satu shortcode. Udah ada beberapa contohnya di atas. Nah silakan trial error aja ya dengan opsi-opsi di atas, hehe.
Sepanjang saya trial error, ini nih kelebihan pake shortcode archives ini.
Sementara kekurangannya:
Cara lain untuk membuat daftar isi di WordPress.com adalah dengan shortcode berikut:
[display-posts] Secara default, shortcode ini hanya akan menampilkan daftar 10 tulisan terakhir kita. Dikit banget ya, hehe. Tapi opsi pengaturannya lebih banyak lho.
Dengan berbagai opsi yang ada, kita bisa banget berkreasi seperti:
Opsi di shortcode display posts ini ada buanyak. Ini dia.
author, diisi dengan username penulis tulisan yang akan ditampilkan.category, diisi dengan slug dari kategori tulisan. Gunakan pemisah berupa tanda koma jika ingin menampilkan lebih dari satu kategori.date_format, diisi dengan format tanggal jika ingin menampilkan tanggal postingan di daftar isi. Penulisan format tanggal bisa lihat di halaman bantuan formatting ini ya.id, diisi dengan ID tulisan. Gunakan pemisah berupa tanda koma jika ingin menampilkan lebih dari satu ID. ID tulisan bisa dilihat dari URL halaman ketika kita mengedit tulisan itu, yakni angka yang ada setelah post=.image_size, diisi dengan ukuran gambar jika ingin menampilkan daftar isi disertai featured image tiap tulisan. Pilihan ukuran yang bisa diisi yakni thumbnail, medium, dan large.include_content, diisi dengan true jika ingin menampilkan list tulisan lengkap dengan semua isinya.include_date, diisi dengan true jika ingin menampilkan tanggal tulisan.include_excerpt, diisi dengan true jika ingin menampilkan list tulisan disertai ringkasannya.offset, diisi dengan angka jumlah tulisan terbaru yang ingin di-skip di daftar isi.order, diisi dengan asc jika ingin daftar isi terurut dari yang lama ke yang baru.orderby, diisi dengan title jika ingin daftar isi terurut berdasarkan abjad judul.posts_per_page, diisi dengan angka jumlah tulisan yang ingin ditampilkan, default-nya 10, maksimal 100.tag, diisi dengan slug dari tag tulisan. Gunakan pemisah berupa tanda koma jika ingin menampilkan lebih dari satu tag.wrapper, diisi dengan tipe HTML yang digunakan untuk menampilkan daftar isi. Pilihannya ul (list dengan bullet point), ol (list dengan nomor), atau div (ini kalau mau di-custom sendiri dengan CSS).Contoh penggunaannya langsung saya gabung-gabung aja ya beberapa opsi.
[display-posts tag="bayi,anak" posts_per_page="20"] [display-posts category="keluarga" image_size="thumbnail"] [display-posts wrapper="ol" posts_per_page="100"] Sepanjang saya trial error, ini nih kelebihan pake shortcode display posts ini.
Sementara kekurangannya:
div. Tapi itu aja ga cukup menurut saya, karena layout-nya biasanya berantakan. Kalau mau dirapihin mesti nambahin kode CSS, sementara di blog WordPress.com gratisan kita ga bisa naruh kode CSS. Padahal kalau bisa nambahin CSS, bisa bikin kayak di halaman daftar isi tulisan saya di kuliah IIP ini.—
Segitu dulu deh ya bahasan seputar cara membuat daftar isi di blog WordPress.com ini. Berikutnya saya mending bahas yang mana dulu ya, untuk di Blogspot atau WordPress self-hosted? 😀
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
View Comments
Detail banget mbak
Aku nunggu buat BP aja deh kalau gitu hehehe
Wah ini saya perlu nih karena saya memakai WordPress yang .com. Sekarang saya masih pakai metode manual buat bikin daftar isinya.