Categories: travelingpark

City Park: Taman Foto, Bandung

Minggu, 26 Februari 2017

Nama lengkapnya entah Taman Foto Bandung atau Taman Foto. Tertulisnya sih “Taman Foto” lalu ada “.bdg” di sampingnya. Tapi kalau judulnya saya tulis “Taman Foto Bandung, Bandung” ntar jadi dobel kata Bandung #halahdibahas. ^^v

Kunjungan ke Taman Foto ini melanjutkan episode hunting taman saya di hari itu. Dari Taman Pramuka saya jalan kaki tidak sampai 10 menit untuk sampai ke Taman Foto. Jalan yang saya lewati cukup sepi, jadi merasa agak aneh, hehe.

Baca juga: City Park: Taman Pramuka, Bandung

Taman Foto terletak di lahan segitiga yang diapit oleh Jl. Kemuning, Jl. Taman Cempaka, dan Jl. Anggrek. Dulunya bernama Taman Cempaka lalu direnovasi jadi taman tematik dengan tema fotografi. Walau hari Minggu, taman ini tetap sepi saat itu. Dari jalan sudah kelihatan beberapa kotak warna-warni cerah. Karena ini Taman Foto, jadi saya anggap itu seperti pigura foto, hehe.

Di dekat kotak warna-warni itu ada huruf C besar. Katanya C untuk cahaya. Sayangnya kondisinya udah menyedihkan karena aksi vandalisme. Padahal tak jauh dari huruf C itu ada tulisan “bahagia tanpa merusak, bercanda tanpa menginjak, ayo jaga taman”. Sedih ya masyarakat kita masih susah untuk menjaga fasilitas publik dengan baik.

Di Taman Foto ini terdapat playground untuk anak, sampai dipajang tulisan “Permainan Hanya untuk Anak-Anak” pada papan dengan latar roll film. Udah mengunjungi beberapa taman tematik, akhirnya nemu taman yang ada playground-nya. Sayangnya Akas saat itu ga minat main.

Setelah beberapa saat berada di sana saya baru nyadar kalau ada permainan halang rintang yang dibuat berbentuk kamera, haha. Nyadarnya setelah dilihat dari jauh.

Saya lihat ada beberapa frame untuk memajang foto di sana. Kalau browsing, dulu frame tersebut diisi dengan foto-foto, tapi mungkin cuma bertahan saat awal-awal tamannya dibuka ya. Agak sedih juga melihatnya. Kalau fotonya rusak karena cuaca bisalah dimaklumi, tapi kalau karena tangan jahil sebel aja rasanya.

Lagi-lagi saya ga berlama-lama di taman karena anaknya udah bosan. Akas belum tertarik, dan rasanya memang playground-nya lebih cocok untuk anak yang udah lebih besar. Saya segera beranjak menuju lokasi perburuan berikutnya, Taman Super Hero.

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Share

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024