Categories: familyfamily story

Idul Adha 1435 H (2014) di Balikpapan

Idul Adha tahun lalu kami lalui di Balikpapan, ga mungkin pulang kampung lagi, hehe. Alhamdulillah Idul Adha jatuh pada hari Minggu, 5 Oktober 2014, karena kalau suami ga job di lapangan, hari Minggu biasanya ia libur (Sabtu biasanya masih masuk).

Di rumah, kami ga ada persiapan khusus menyambut Idul Adha. Saya juga ga bikin masakan spesial karena justru hari itu jadi malas masak, hihi. Pagi harinya kami sudah bersiap untuk shalat Ied. Awalnya kami mau shalat Ied di masjid AURI Balikpapan, karena cukup dekat dan masjidnya gede. Sesampainya di sana, ternyata shalat Ied digelar di lapangan, dan kami ga bawa sajadah apalagi koran untuk alas shalat, hihi.

Akhirnya kami balik kanan menuju masjid yang berada dekat komplek gerbang perumahan kami. Kami sempat mendengar suara takbiran dari sana, jadi kemungkinan ada yang shalat Ied di sana. Masjidnya lebih kecil, dan shalat Ied digelar di dalam masjid, pas banget buat kami yang lupa nyiapin sajadah dan khawatir kelamaan kalau pulang dulu. Bagian dalam masjid sudah penuh sih, saya kebagian di teras. Tapi gpp, yang penting ada sajadahnya di sana.

Khutbah Idul Adha ga jauh-jauh dari pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Isinya bagus dan menyejukkan hati, alhamdulillah.

Selesai shalat Ied, kami langsung pulang. Abis itu saya lupa ngapain aja, mungkin karena biasa aja, kayak hari-hari lain, hehe. Sorenya kami keluar untuk mencari makan malam. Karena Idul Adha, kami pengen banget makan kambing. Kami meluncur ke Depot An-Ni’mah, Sepinggan, tempat kami biasa makan menu kambing. Favorit saya di sana tongseng kambing, sementara suami lebih suka nasi goreng kambingnya. Kalau sate kambing kami kurang suka, mungkin karena pakai bumbu kacang plus kecap ya. Sate Padang is still the best buat kami untuk sate :P.

Ternyata hari itu An-Ni’mah tutup. Kami pun ke satu restoran yang judulnya menjual sate kambing muda, soalnya cuma itu restoran kambing lain yang pernah kami lihat. Kayaknya sih menarik. Seperti biasa, saya pesen tongseng kambing, suami pesen nasi goreng kambing. Nunggunya agak lama, dan setelah dicoba, emmm… rasanya kalah jauh dari An-Ni’mah, heuu. Kapok makan kambing di sana lagi ^^v. Tapi gpp lah, alhamdulillah masih bisa makan kambing di hari Idul Adha.

Ke depannya, kami berharap selalu bisa berqurban di hari Idul Adha. Dan tentunya selalu berdoa agar suatu saat nanti kami diberi kesempatan menunaikan rukun Islam ke-5 di Baitullah sana, aamiin.

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Share

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024