Categories: familyfamily story

Idul Adha 1438 H (2017) di Bandung

Udah mau Idul Adha lagi tahun ini dan saya baru menulis cerita tahun lalu, haha. Tapi ceritanya ga banyak juga sih.

Tahun lalu kami melalui Idul Adha di Bandung. Di hari H, suami saya shalat Ied di masjid dekat rumah. Saya rasanya ga ikutan shalat Ied tapi lupa kenapa, heuheu.

Yang cukup berbeda dari Idul Adha tahun lalu adalah karena kami kebagian kupon untuk daging kurban. Saya ga expect dapet karena emang ga tahu kan Idul Adha di sini gimana, toh ga ikutan kurban di sini, toh dulu-dulu bertahun-tahun tinggal di Bandung ga pernah dapet kupon (mungkin karena statusnya anak kos).

Lalu suatu hari ada ibu-ibu yang antar kuponnya ke rumah. Bisa diambil setelah shalat Ied katanya. Saya masih ga yakin untuk ambil sampai siangnya ada pengumuman di masjid untuk segera ambil daging kurban. Langsung deh pergi ke lokasi yang disebutkan. Sampai di sana ketemu tetangga, langsung dibantu ambilin dagingnya. Dan ternyata dagingnya banyak, hoah, alhamdulillah.

Selama ini saya beli daging itu paling cuma setengah kg untuk 1 bulan. Emang ga sering-sering juga sih masak daging. Dan daging kurban ini dapetnya 1 kg lebih. Ga daging aja sih tentunya, ada tulang, hati, sama babat juga. Tapi tetap aja banyak. Disyukuri aja yah.

Pengalaman ini mengingatkan saya pada momen Idul Adha di kampung halaman saat saya kecil dulu. Tiap Idul Adha, akan diadakan pemotongan hewan kurban di lokasi yang tak jauh dari rumah saya. Setelah disembelih, daging-daging itu dibawa ke MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah) dekat masjid, lalu dipotong-potong dan dibagikan di sana. Dan sebagian orang tua akan menyuruh anak-anaknya untuk ngantri ambil daging kurban di sana, termasuk saya.

Oia MDA ini sekolah untuk pendidikan agama. Jadi di kampung kami, anak-anak akan sekolah di SD pada pagi hari, lalu sorenya belajar di MDA. Tiap momen Idul Adha, MDA pasti libur karena dipakai untuk kurban. Tapi malesinnya itu, setelah Idul Adha selesai, ruangan kelas masih bakal ada sisa-sisa bau daging. Tapi ya gimana, dijalani aja, ahaha. Kalau sekarang udah ga tahu deh gimana.

Sekian ceritanya. 😄

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Share

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024