blogging

Maintenance Bulanan untuk Blog Agar Blog Tetap Prima

Seperti halnya tubuh, kendaraan, dan barang-barang lainnya, blog juga butuh perawatan #tsaaah. Yang jelas blog tentulah harus rutin di-update biar ga banyak sarang laba-labanya, wkwk.

Sebenarnya saya ga pernah kepikiran soal hal ini. Hingga sekitar awal tahun ini saya browsing soal blogging planner di Pinterest dan nemu satu planner yang lengkap banget isinya. Ga semua applicable buat saya sih, jadi saya cuma ambil poin-poin yang sekiranya relevan dan cocok untuk saya terapkan, lalu saya simpan catatannya di Evernote. Ga kepikiran buat save planner-nya, link asalnya bahkan ga saya simpan donk, haha. Saya soalnya bukan tipe yang suka bikin catatan manual gitu (hidup Evernote!), ga bakal di-print lah pastinya.

Baca juga: Halo, 2019! Halo, Kategori Baru!

Nah salah satu bagian planner-nya adalah soal blog monthly maintenance. Menarik karena di blogging planner lain kebanyakan hanya soal bagaimana merencanakan dan menyusun draft untuk tulisan di blog, lalu ini kok ada soal maintenance? Saya baca lagi poin-poin maintenance-nya apa aja, bener juga sih, terutama buat yang menjadikan blognya sebagai sumber penghasilan. 

Kali ini saya mau jelasin hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk maintenance blog tiap bulannya. Ga sama persis dengan isi planner itu, saya pilih aja beberapa yang menurut saya memang cocok untuk dilakukan oleh semua blogger, baik yang getol nulis demi pendapatan ataupun yang ngeblog buat hore-hore aja, hehe.

Mem-backup Konten Blog

Sometimes, shit happens. Gitu kata bule. Ada banyak kejadian tak terduga dan itu mungkin saja menimpa blog kita. Makanya penting banget untuk menyimpan backup tulisan-tulisan kita di blog. Sayang aja kan kalau sekian ribu kata yang sudah kita tulis dengan bersusah payah, tiba-tiba hilang karena hal yang tidak pernah terbayang sebelumnya.

Soal backup ini jadi poin pertama di planner-nya, mungkin karena blogger luar negeri itu kebanyakan pakai WordPress self-hosted ya. Dan memang sih, buat blog yang pakai hosting sendiri, backup ini jadi lebih penting lagi. Kenapa? Karena potensi apesnya lebih banyak dibanding ngeblog di WordPress.com atau Blogspot, haha. Misal salah delete folder di cpanel, kena malware, error saat update, hingga di-hack. Eh kok malah serem? 😆

Baca juga: Perbandingan Lengkap Platform Blogger vs. WordPress.org vs. WordPress.com

Yaa intinya, marilah kita rutin mem-backup konten blog. Untuk jaga-jaga, terutama buat yang merasa tulisannya berharga #ciehberima. Yang di WordPress.com ataupun Blogspot juga perlu.

Untuk mem-backup konten blog, buka menu Settings > Other. Di bagian Import & back up, klik tombol Back up Content. Buat yang suka utak-atik theme, sebelum ubah sesuatu, pastikan backup dulu juga ya.

Untuk yang pakai hosting sendiri, saran saya lakukan full backup dari cpanel. Login ke cpanel, masuk ke menu Backup Wizard, lalu klik tombol Back Up.

Di WordPress.com, backup bisa dilakukan dengan export content. Klik menu Tools > Export, lalu klik tombol Start Export.

Oia, untuk Blogspot dan WordPress.com itu hasil backup-nya berupa file XML. Ini biasanya dipakai untuk di-import lagi. Sedangkan untuk full backup cpanel hosting sendiri itu bisa dapat semua isi hosting, file-file foto, file database, dll.

Selain backup, saya juga merasa sebelum publish enakan bikin draft tulisan di cloud aja, misal di Google Docs atau Evernote. Jadi kita pun punya backup di tempat lain. 

Mengecek Broken Link

Broken link adalah link atau tautan yang rusak sehingga tidak bisa diakses lagi. Sumber broken link di blog bisa jadi di dalam tulisan kita sendiri, ataupun dari komentar yang masuk ke blog.

Contoh broken link di web bloggerperempuan.co.id

Penyebab broken link ini pun macam-macam, seperti:

  • Halaman yang kita tuju sudah dihapus tapi webnya masih ada, sehingga kalau linknya dibuka, bakal muncul error not found.
  • Web atau blognya sudah dihapus atau berganti domain, sehingga domain tersebut tidak ada lagi isinya.
  • Typo alias salah ketik URL-nya.

Keberadaan broken link itu jelek buat performa blog, sehingga sebaiknya dihilangkan. Untuk mencari di mana ada broken link di blog kita, bisa gunakan brokenlinkcheck.com. Tinggal masukkan URL blog lalu biarkan sistemnya meng-scan blog kita. 

Kalau udah ketemu, selanjutnya diapain? Pilihannya diubah atau dihapus. Kalau sumbernya di dalam tulisan kita, bisa buka tulisannya di editor blog, lalu edit atau hapus link-nya.

Kalau sumbernya di komentar, beda platform beda penanganan sih. Di WordPress kita bisa edit komentar, jadi kalau mau edit bisa, mau hapus juga silakan. Sementara di Blogspot kita ga bisa edit komentar, jadi pilihannya memang cuma hapus. Kadang sayang ya, komentar bagus padahal, tapi ada broken link. Yaa silakan ditimbang sendiri maunya gimana, wkwk.

Khusus untuk pengguna WordPress self-hosted, bisa install plugin Broken Link Checker. Ini jauh lebih praktis, karena setelah ketemu daftar broken link-nya, kita langsung bisa handle langsung di halaman itu, ga perlu bolak-balik buka di editor blognya. Namun saya pribadi kadang tetap cek dulu itu link di mana dan tentang apa, biar ngerti konteksnya apa dan lebih mantap memutuskan apakah link-nya mau diubah atau dihilangkan.

Meng-update Post Lama

“Eh tulisan lama ngapain di-update? Mending bikin tulisan baru atuh.” Adakah yang berpikir begitu? Dulu saya pernah mikir begitu, tapi lama-lama baru kerasa gunanya apa.

Manfaat utama sih tentunya biar isi tulisan tetap relevan dengan waktu kan sekarang. Kan ga semua konten itu evergreen ya, ada yang terpengaruh waktu. Seiring berjalannya waktu, ada kondisi yang berubah, sehingga tulisan kita jadi terasa basi. Padahal dari segi traffic, mungkin aja banyak yang ke situ. Manfaat lainnya berkaitan dengan SEO.

Tapi bukan berarti semua tulisan lama perlu di-update ya. Kalau tulisan masih dikit sih mending, kalau udah ratusan apalagi ribuan ya lelah pastinya. Kecuali kalau punya banyak waktu dan niat yang sungguh super sekali, haha. Jadi update yang mana donk? Update aja tulisan yang banyak dibaca, tinggal lihat di statistiknya. Tulisan yang jarang dibaca orang sih biarin aja, wkwk.

Apa saja yang bisa dilakukan saat meng-update tulisan lama? Banyaaak. 

  • Meng-update atau menambahkan informasi terbaru yang lebih sesuai dengan waktu saat ini.
  • Menambahkan jawaban atas pertanyaan yang sering ditanyakan di komentar. Ini tentu membantu banget biar kita ga perlu menjawab berulang-ulang di komentar dan biar pertanyaannya ga muncul lagi, hihi.
  • Merapikan penulisan. Tulisan lama kita mungkin banyak typo, atau terlalu bertele-tele, atau bahasanya ga enakeun. Jadi bisa banget diedit supaya lebih enak dibaca. 
  • Menambahkan konten visual. Dulu mungkin kita malas masukin gambar atau video, jadi satu postingan isinya tulisan semua. Padahal kalau ada konten visual itu kan terasa lebih menarik, hehe.
  • Menerapkan SEO. Mumpung udah buka editor blog juga, kenapa ga sekalian aja diterapin prinsip-prinsip SEO, ya kan?

Baca juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Mempublikasikan Tulisan di Blog

Namun demikian, saat meng-update tulisan lama ini juga perhatikan hal-hal berikut:

  • Jangan mengganti URL tulisan tersebut. Ntar URL yang lama jadi broken link. Kita ga tahu kan link tulisan tersebut udah di-share ke mana aja oleh pembaca.
  • Jangan mengganti tanggal publish. Buat yang format URL tulisan blognya pakai tahun-bulan-tanggal, mengganti tanggal publish artinya sama aja dengan mengganti URL. 
  • Jangan mengedit semua tulisan. Yaa cape aja sih, mending tulis baru kalau itu mah, haha. Update seperlunya aja.
  • Jangan lupa kasih info atau disclaimer, bahwa bagian tersebut diedit. Yaa biar pembaca ga bingung aja sih dengan konteksnya, soalnya kan tanggal publish-nya ga berubah.

Meng-update Page di Blog

Di blog kan ada post sama page ya. Post itu tulisan-tulisan yang rutin kita publish di blog, page itu halaman statis seperti about, portfolio, contact, disclaimer, privacy policy, dll. Biasanya ini sering terlupakan sih ya setelah kita ngeblog sekian lama. Padahal seiring berjalannya waktu, pasti banyak sekali yang berubah. Jadi kalau rutin melakukan maintenance blog, jangan lupa main-main ke halaman-halaman tersebut, dan di-update kalau udah ada perubahan. 

Ini masih PR nih buat saya, halaman about dan portfolio masih belum diedit juga. Masih sebatas niat, ahaha.

Merencanakan Konten Blog untuk Bulan Berikutnya

Sungguh deh yang melakukan ini adalah blogger sejati, ahaha. Punya planning bakal posting apa aja itu bagus memang. Jadi ga pusing mikirin topik, jelas bahwa blog bakal rutin di-update dengan tulisan baru. Tapi pada praktiknya, susah banget sih ini buat saya, wkwk.

Soal topik mah bukan masalah buat saya, ada puluhan tema tersedia di catatan Blog Post Ideas saya. Kalender sederhana pun udah ada buat memudahkan penjadwalan topik A publish hari apa, dll. Tapi pas nulis, lain cerita, hahaha. Kadang ga sempat, kadang malas nulis. Jadi rencana tinggal rencana. Sungguh, jangan ditiru, wkwk.

Mencatat Ringkasan Statistik Bulanan Blog

Ada poin ini donk ternyata, wow. Padahal mah kalau mau lihat statistik kan tinggal ke Google Analytics trus pilih rentang tanggalnya aja kan ya. Tapi ternyata poin ini ada untuk memudahkan review tahunan blog. Tapi yaa balik lagi ke kebutuhan masing-masing. Penting ga rasanya mengevaluasi berapa banyak pengunjung, berapa pageview, tulisan mana yang banyak dibaca, dll.? Kalau ga perlu, ya udah skip aja, wkwk.

Apa gunanya evaluasi tahunan blog? Hmm. Kalau dikaitkan ke statistik, mungkin buat melihat seperti apa pencapaian dan pertumbuhan blog kita dalam setahun ya. Apakah tren pembacanya naik, naik-turun, atau malah turun? Kalau turun kira-kira salahnya di mana? Apa yang bisa diperbaiki ke depannya? Dan lain sebagainya.

Baca juga: Review 2018: Pencapaian dan Artikel Teratas di reisha.net

Itulah hal-hal yang perlu dilakukan untuk maintenance alias merawat blog tiap bulannya. Kapan itu dilakukan? Bebas-bebas aja sih. Mungkin awal atau akhir bulan ya biar lebih gampang merutinkannya.

Saya nulis ini bukan berarti saya udah rutin menjalankan semuanya ya, ahaha. Saya mau berbagi info aja, sekalian ini bisa jadi pengingat juga buat saya nanti. 

Ada yang udah rutin melakukan maintenance blog yang disebutkan di atas? Share yuk.

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

View Comments

  • Pertanyaan oot: jadi blog ini pakai blogspot atau wordpress, sha?

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

    • Pakai WordPress self-hosted cha :D

      Cancel reply

      Leave a Reply

      Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

      • Hoo... postingan yg ini sama sebelumnya yg tentang blog, masukin dashboard blogger juga soalnya. Kirain pake dua2nya

        Cancel reply

        Leave a Reply

        Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

        • Ada blog2an di blogspot untuk diulik-ulik, hehe. Dulu soalnya pernah ada job utak-atik template blogspot makanya lumayan tahu dalamnya blogspot kayak apa :D

          Cancel reply

          Leave a Reply

          Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

      • Wah makasih mbak. Selama ini blm pernah sih melakukan maintenance. Cuma suka edit post lama aja buat update, itu pun aku gak tulis disclaimer wah pokoknya aku suka artikel ini, bermanfaat banget

        Cancel reply

        Leave a Reply

        Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

  • Siap Mba paham-paham. Terima kasih infonya O ya mau nanya. Kalau blog udah kena spam di komen, trus gak bisa lagi linknya di share ke fb/ig (akan ada tulis link diblok), apa masih bisa diperbaiki? Kalau menghapus komen spam apakah bisa kembali lagi blog seperti sedia kala?

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

    • Wah kalau kasus seperti itu saya ga paham juga mba, hehe. Ga pernah ngalamin soalnya. Coba dulu aja mba hapus-hapusin spam-nya.

      Cancel reply

      Leave a Reply

      Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

  • wah aku berasa diingetin nih karena selama ini jarang banget memperbaharui bio dan informasi lain. aku kira itu engga penting, makasih kak

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

    • Idem…saya juga rajin berniat melakukan maintenance blog, cuman pas mau eksekusi itu ada aja acara lain yang bikin nggak jadi eksekusi

      Cancel reply

      Leave a Reply

      Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

    • hihi, saya juga belum update nih, masih mager, wkwk. smangat2.

      Cancel reply

      Leave a Reply

      Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

  • Setelah baca setengah postingan ini saya langsung cek broken link di blog saya. Ternyata banyak juga hasilnya ha ha ha. Harus beres beres lapak nih.

    oiya mbak reisha biasanya nih update plugin itu ga sebulan sekali ya, soalnya sering banget saya dapet notif buat update kayaknya baru kemarin update eh udah ada pembaharuan lagi. Kalo mbak reisha gimana? langsung update pas ada notif atau nunggu sebulan?

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

    • Haha semangat mbak beberes broken link :lol:

      Kalo plugin update-nya tergantung developer-nya mbak, lumayan sering memang. Kalo saya biasanya langsung update aja :D Ga cuma plugin sih, kadang ada update template juga, atau update wordpress-nya juga.

      Cancel reply

      Leave a Reply

      Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

  • *langsung ikutan ngecek broken link

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

  • wah menarik nih mbak.. untuk yang mbenerin postingan lama terutama.. tapi masih mikir juga seberapa urgensinya mebenrin postingan lama. secara ngepost rutin aja ini masih harus berjuang. hehe

    overall emang maintennace ini perlu sih.. klau dibiarin terlalu lama nnti semakin males ngurusnya..

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

  • baru sadar, back up itu sepenting ituuu huhu makasih infonya mbak. jadi enggak hanya sekadar nulis ya.

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Share

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024