Yoga hamil ternyata menyenangkan. Setelah mencoba yoga hamil 2x di 2 tempat berbeda, akhirnya saya putuskan untuk rutin ikut kelas yoga hamil 2x seminggu di Energik Yoga Balikpapan. Saya pilih di sana karena biayanya lebih murah dan mbak instrukturnya asik. Saya bayar Rp200.000 untuk 1 bulan, total bisa ikut 8x pertemuan. Tapi berhubung saya bakal pulang kampung, saya cuma bisa ikut 5x. Ga apa-apa lah, masih lebih murah jatohnya biayanya, hihi *perhitungan* :P. Teman saya pun ikutan, jadi saya ga sendirian aja kalo ke sana.
Baca juga: Mengikuti Kelas Yoga Hamil di Balikpapan (1)
Jadwal kelas yoga hamilnya Selasa jam 10.15 dan Sabtu jam 9.15. Selama saya ikut, paling banyak pesertanya 4 orang. Syukurlah kelasnya sepi, jadi bisa lebih diperhatiin sama instrukturnya :D. Untuk gerakan yoga hamilnya sendiri, tiap pertemuan ternyata ada beberapa gerakan yang berbeda. Selain itu mbaknya juga selalu ngasih kami berbagai tips.
Di tulisan ini saya cuma nulis highlight di tiap pertemuan aja. Untuk gerakan/pose yoga hamil bisa googling sendiri atau lihat video di Youtube dengan keyword prenatal yoga, pregnancy yoga, atau sejenisnya. Kalau sebelum hamil belum pernah yoga (kayak saya :P), menurut saya mending pilih gerakan yang sederhana, mudah, dan nyaman dilakukan aja, jangan yang berat atau terlalu dinamis. Juga jangan terlalu memaksakan diri.
Daftar Isi Tulisan Ini
Peserta yoga hamil kali ini 2 orang saja. Di pertemuan kali ini, sambil yoga, Mbak Dhiyah ngasih tau kami mana gerakan yang bisa kami ulang-ulang di rumah. Total ada 4 jenis gerakan, bisa dilakukan kapan aja sambil santai-santai di rumah.
Butterfly: Gerakan ini bermanfaat untuk memperkuat otot paha. Dilakukan dengan cara:
Squat: Gerakan ini bermanfaat untuk memperkuat otot paha, merenggangkan otot panggul, dan melenturkan perineum. Dilakukan dengan cara:
Putaran Sufi: Gerakan ini bermanfaat untuk melenturkan sendi-sendi panggul, membantu melepaskan ketegangan pada daerah pinggang dan pinggul, serta dapat membantu penurunan kepala bayi. Gerakan ini nanti dapat dilakukan saat kontraksi datang sembari menunggu pembukaan saat proses persalinan berlangsung. Dilakukan dengan cara:
Goddess: Gerakan ini bermanfaat untuk menguatkan otot kaki dan panggul. Dilakukan dengan cara:
Selain gerakan yoga, Mbak Dhiyah juga ngajarin gimana ngatur pernapasan saat proses persalinan. Ambil napas lewat hidung, lalu keluarkan lewat mulut. Saat mengeluarkan napas, bisa secara: biasa aja, sambil menggembungkan pipi, atau sambil mengeluarkan suara “haaah”.
Mbak Dhiyah juga ngajarin posisi mengejan sambil duduk atau berbaring serta napas panting (untuk mengejan). Tapi saya ga serius nyobain napas panting daripada kenapa-kenapa, HPL masih lama soalnya :P.
Peserta yoga hamil kali ini 3 orang. Sebelum mulai yoga, Mbak Dhiyah sempat mengecek posisi janin. Diraba-raba aja pake tangan. Katanya posisi si kecil masih melintang, kepala belum di bawah. Mungkin emang dia masih bisa muter-muter.
Tips terkait gerakan yoga masih mirip dengan yang dikasih tau di pertemuan sebelumnya. Paling ada tambahan gerakan yang mirip dengan putaran sufi. Bedanya kalau di putaran sufi posisi kaki bersila, maka di gerakan ini kaki diluruskan dan dibuka selebar mungkin.
Tips saat menunggu pembukaan pada proses persalinan:
Mbak Dhiyah juga jelasin posisi mengejan menyamping (baru tau bisa menyamping gitu kalo lahiran). Posisinya: berbaring miring ke kiri, tekuk lutut kanan, kaki kanan dibuka, peluk paha kanan dengan melingkarkan tangan ke bawah paha sampai siku dan menarik paha ke arah dada.
Peserta yoga hamil kali ini 2 orang lagi. Di pertemuan kali ini, Mbak Dhiyah ngasih gerakan yoga yang lebih santai dibanding biasanya. Gerakan yoga hari itu difokuskan ke penguatan lutut, misalnya dengan pose warrior.
Mbak Dhiyah juga ngajarin seputar breast care.
Peserta yoga hamil kali ini 4 orang, terasa lebih rame dibanding sebelum-sebelumnya. Gerakan yoga di pertemuan ini bikin berkeringat lagi. Tips terkait gerakan yoga, ada tambahan gerakan lain yang bisa diulang-ulang nanti di rumah. Mbak Dhiyah bilang namanya goyang Inul :)). Gerakan ini dilakukan jika kepala bayi sudah di bawah, dan bisa digunakan saat kontraksi datang asal ketuban belum pecah. Dilakukan dengan cara:
Di sesi ngobrol-ngobrol, Mbak Dhiyah ceritain tentang gimana cara bedain kontraksi palsu dengan kontraksi saat akan melahirkan, serta apa aja perlengkapan yang nanti perlu disiapkan untuk dibawa ke rumah sakit saat persalinan. Udah banyak yang bahas tentang ini sih, jadi bisa googling sendiri, hehe.
Ini adalah pertemuan kelas yoga hamil terakhir yang saya ikuti karena keesokan harinya saya sudah terbang ke Padang, fufufu. Peserta yoga hamil kali ini 2 orang. Gerakan yoga di pertemuan kali ini seingat saya ga ada yang baru banget, cuma Mbak Dhiyah bilang di pertemuan berikutnya bakal ada gerakan yang pakai gym ball. Sayang sekali saya ga bisa ikutan, fufufu.
Berhubung ini kali terakhir saya ikut, Mbak Dhiyah me-review lagi apa saja yang bisa saya ulang-ulang nanti di rumah serta tips-tips yang dulu sudah pernah diberikan. Trus untuk massage payudara, saya minta Mbak Dhiyah nunjukin ulang caranya gimana biar saya hafal. Udah hafal sih sekarang, tapi susah juga mendeskripsikannya di sini dengan kata-kata ^^v.
—
Demikian pengalaman saya mengikuti kelas yoga hamil di Balikpapan. Overall, saya enjoy dengan yoga hamil. Kadang agak menyesal juga karena baru tau belakangan. Kalau bisa ikut lebih awal kan bisa ikut kelasnya lebih banyak, hehe. Tapi ga apa-apa deh, nanti insya Allah bisa yoga sendiri di rumah :D.
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
Leave a Reply