Di sela-sela jadwal yoga hamil saya yang 2x seminggu, saya sempatkan 1x untuk mengikuti kelas senam hamil. Pengen tau dan ngerasain sendiri bedanya gimana dengan yoga hamil.
Baca juga: Mengikuti Kelas Yoga Hamil di Balikpapan (2)
Daftar Isi Tulisan Ini
Setahu saya, pilihan tempat untuk mengikuti senam hamil di Balikpapan lebih banyak dibanding yoga hamil. Di berbagai rumah sakit biasanya sudah ada programnya, jadi coba tanyakan ke rumah sakit atau klinik tempat periksa kehamilan rutin. Biasanya jadwalnya weekend. Kalau yang bukan rumah sakit, yang saya tau baru Lovely Maternal Care (LMC).
Sebelum memilih untuk rutin yoga hamil, saya sebenarnya udah nanya-nanya tentang kelas senam hamil di Siloam Hospital, tempat biasa saya kontrol. Di Siloam Hospital, senam hamil diadakan setiap hari Sabtu jam 09.00. Biayanya Rp250.000 untuk 4x pertemuan. Sebelum ikut mesti minta surat pengantar dari dokter. Saya udah dibikinin suratnya sama dr. S. Tapi akhirnya saya ga ikut senam hamil di Siloam Hospital karena jadwalnya bentrok dengan yoga hamil.
Karena di LMC jadwalnya masih fleksibel, saya pun memutuskan untuk mencoba senam hamil 1x di sana aja. Setelah mengontak LMC, akhirnya saya ikut senam hamil tanggal 9 April 2015 jam 10.00. Biayanya Rp85.000. Seperti waktu saya yoga hamil di LMC dulu, pesertanya kali ini juga cuma saya sendiri, haha. Sebelum senam, bidannya juga mengukur tensi dan detak jantung janin. Alhamdulillah keduanya normal. Bidannya juga sempat mengecek posisi janin, katanya kepalanya belum ke bawah, tapi posisinya sudah miring ke bawah.
Saya ga hafal semua latihan dan gerakan saat senam hamil, tapi sejauh yang saya pahami, latihan yang dilakukan lebih banyak berupa latihan pernapasan serta stretching otot-otot sekitar perut, panggul, dan paha yang bermanfaat untuk persalinan nanti. Senam hamil di LMC dimulai dengan pemanasan, mirip dengan pemanasan saat akan olahraga biasa tapi dilakukan dengan duduk bersila. Beberapa latihan senam hamil yang saya ingat:
Latihan pernapasan:
Latihan otot kaki:
Latihan sendi bahu dan payudara:
Latihan dengan posisi merangkak:
Gerakan yang nanti bagus untuk diulang-ulang di usia kehamilan >37 minggu:
Pernapasan pada proses persalinan:
Setelah melakukan senam hamil, ada sesi ngobrol-ngobrolnya. Bisa dipakai untuk konsultasi sih, tapi berhubung saya ga ada pertanyaan, akhirnya bidannya jelasin berbagai hal. Beberapa hal yang saya ingat:
Saat ambil kelas senam hamil di LMC, sebenarnya saya juga sekalian nyoba kelas hypnobirthing-nya. Pengen tau aja sih hypnobirthing itu kayak apa. Saya pernah baca sekilas tentang hypnobirthing oleh Ibu Lanny Kuswandi (udah beli bukunya tapi belum selesai dibaca 😛 ). Tapi dari yang saya coba di LMC, kayaknya hypnobirthing-nya beda deh. Apa karena biayanya murah ya? Haha. Biaya hypnobirthing di LMC Rp160.000 (kalo ambil bareng senam hamil totalnya didiskon Rp10.000). Saya pernah nanya ke Griya Bunda Sehat (GBS) berapa biaya hypnobirthing di sana. Di GBS biayanya Rp580.000 kalau ikutan kelas (banyak peserta) atau Rp750.000 kalau privat.
Saat hypnobirthing di LMC, saya disuruh berbaring miring ke kiri dan menutup mata. Selanjutnya bidannya menyampaikan berbagai instruksi untuk saya ikuti. Disuruh menenangkan pikiran, fokus ke instruksi bidan, rileks, dll. Ga lama setelah itu sepertinya saya sukses tertidur! Haha. Tahu-tahu udah disuruh bangun. Saat lihat jam, kayaknya ada sekitar 30 menit berlalu dari awal sesi hypnobirthing. Banyakan tidurnya deh kayaknya, haha. Jadi merasa geje.
Dari pengalaman saya mencoba 7x yoga hamil dan 1x senam hamil (ga imbang banget ya, hihi), kayaknya saya sepakat deh dengan perkataan Bidan Ana dari LMC yang dulu bilang bahwa senam hamil lebih ringan dibanding yoga hamil. Gerakan yoga hamil lebih berat dan melibatkan semua anggota tubuh, sementara senam hamil lebih ke arah latihan pernapasan dan stretching otot-otot untuk persalinan.
Baca juga: Diari Kehamilan Pertama: Tentang Yoga Hamil dan Senam Hamil
Saya juga sepakat bahwa kalau lahirannya masih lama, mending ikut yoga hamil dulu. Senam hamilnya nanti deket-deket lahiran aja. Mungkin juga gerakan senam hamil yang ringan itu lebih cocok untuk ibu hamil yang hampir melahirkan, karena kehamilan pasti makin berat dan bakal lebih susah untuk ngerjain gerakan yoga hamil. Dan materi pernapasan dan teknik mengejan cocoknya emang untuk usia kehamilan >37 minggu, karena di usia tersebut janin sudah siap lahir. Saya yang ikut senam hamil di usia kehamilan 30 minggu akhirnya ga serius pas nyoba ngejan, daripada nanti kenapa-kenapa, yang penting udah tahu dulu teorinya, hehe.
Saya pribadi sejauh ini juga lebih enjoy dengan yoga hamil. Buat saya yang dari dulu malas berolahraga, dengan yoga hamil seluruh tubuh dilatih otot-ototnya. Kalau saya pilih senam hamil kok ya rasanya ga terlalu olahraga, hihi. Selain itu, dengan Mbak Dhiyah yang melatih yoga, karena dia pada dasarnya juga bidan, saat yoga pun dia sudah menyisipkan berbagai info dan tips yang biasa dikasih di senam hamil. Makanya saat ikut senam hamil, beberapa hal udah bukan hal baru lagi buat saya. Pun gerakan senam hamilnya juga ada yang sama dengan gerakan yoga hamil yang saya ikuti.
Demikian pengalaman saya ikut kelas yoga hamil dan senam hamil di Balikpapan. Setelah pulang kampung, PR saya adalah tetap rutin melakukan gerakan-gerakan yoga/senam hamil sendiri di rumah, plus rutin jalan kaki. Demi persalinan normal dan lancar. Yosh. Ganbarimasu!!!
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
Leave a Reply