Penasihatan pra-perkawinan biasa dikenal dengan berbagai istilah lain seperti screening, bimbingan pranikah, penataran pranikah, penyuluhan pranikah, kursus pranikah, atau kursus calon pengantin (suscatin). Berhubung di SOP KUA Kec. Baso tertulisnya “penasihatan pra-perkawinan”, jadi saya pake judul itu. Tapi karena kepanjangan, selanjutnya saya tulis “screening” aja ya. Di kampung saya istilah “screening” juga lebih familiar soalnya. 😀
Baca: Persiapan Pernikahan E♡R: Mengurus Administrasi ke KUA
Daftar Isi Tulisan Ini
Beberapa tahun terakhir, angka perceraian di Indonesia terus meningkat. Dari data yang dihimpun disimpulkan bahwa banyak perceraian itu terjadi karena ketidakpahaman pengantin tentang bagaimana berumah tangga.
Guna mengurangi angka perceraian tersebut, dirasa perlu ada upaya pembekalan bagi calon pengantin sebelum menikah. Oleh karena itu, sejak tahun 2009, setiap calon pengantin diwajibkan untuk mengikuti pembekalan alias bimbingan pranikah atau screening.
Screening dilaksanakan oleh Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) KUA. Setelah screening, calon pengantin akan mendapatkan sertifikat yang nantinya merupakan salah satu syarat untuk mendaftarkan pernikahan di KUA.
Kapan mesti mengikuti bimbingan pranikah? Dari informasi yang saya peroleh, screening tidak mesti dilakukan dekat-dekat waktu pernikahan. Boleh saja melakukan screening dari jauh-jauh hari, semisal setahun sebelum pernikahan.
Screening di KUA Kec. Baso dilaksanakan 2x setiap bulan pada hari Rabu minggu pertama dan minggu ketiga.
Materi screening mestinya diberikan dalam 24 jam pelajaran (yang mana artinya kalau sehari ada 8 jam pelajaran, calon pengantin mesti ke KUA 3 hari berturut-turut, wew). Tapi karena tidak memungkinkan untuk kebanyakan orang, materi screening dipadatkan ke dalam satu hari.
Di KUA Kec. Baso, jika jumlah pasangan yang akan mengikuti screening lebih dari 5 pasang, maka KUA akan mengundang pembicara dari berbagai kalangan (agama, kesehatan, adat, dll.) untuk memberikan materi. Dalam hal ini, screening bisa berlangsung dari pagi hingga sore.
Namun jika pesertanya lebih sedikit, KUA agaknya jadi kurang dana untuk mengundang pembicara, jadi materi hanya akan diberikan oleh seorang petugas KUA. Karena cuma satu orang yang ngasih materi sementara bahasannya ada banyak, jadinya materinya makin dipadatkan lagi dan waktunya juga jadi lebih singkat.
Biaya screening untuk tiap pasangan adalah Rp120.000,-. Selain mendapat materi dari pembicara plus bukunya, di akhir juga akan ada tes tulis dan wawancara untuk peserta serta pemberian sertifikat.
Kami mengikuti screening pada tanggal 20 November 2013. November 2013 adalah jadwal off terakhir Evan sebelum nikah. Berikutnya Evan off pada awal Januari 2014, dan rasanya terlalu mepet juga kalau baru ikut screening bulan Januari.
Kami datang ke KUA Kec. Baso sekitar pukul 09.00. Sesampainya di sana kami diminta mengisi formulir data calon suami, calon istri, wali, mahar, serta tempat tinggal.
Screening dibuka sekitar pukul 09.30. Emang lagi ga musim nikah, peserta screening ternyata hanya 3 pasang. Itu pun kayaknya kami doank yang nikahnya baru Januari nanti.
Karena cuma ada 3 pasang, otomatis kami dapat materi screening versi minimalis. Saya sebenarnya berharap bisa dapat yang banyak pematerinya biar bisa dapat ilmu lebih banyak. Evan pun berpikiran begitu. Tapi yaa, apa daya.
Sebelum mulai memberi materi, bapak petugas KUA menanyai tingkat pendidikan kami semua. Katanya penting buat pemateri tau tingkat pendidikan peserta biar nantinya materi yang diberikan ga terlalu susah buat yang *maaf* berpendidikan rendah, tapi juga ga terlalu umum buat yang berpendidikan tinggi. Tapi jujur ya ga enak juga pake disebutin, heuu. Apalagi kalau seruangan ada yang jomplang pendidikan terakhirnya.
Si bapak juga sempat menanyai sudah berapa lama masing-masing kami mengenal calon pasangan.
Pasangan A: sejak abis Lebaran kemarin, sekitar 3 bulan berarti.
Pasangan B: 2 bulan.
Kami: sekitar 6 tahun. *langsung krik-krik*
Setelah materi selesai ada tes tulis. Pertanyaannya ya seputar materi screening. Soal esai gitu. Santai sih sebenernya. Tapi ya, pasangan lain ada yang nyontek donk, wew. Yang lebih parah lagi malah minta calon istrinya buat ngisi lembar jawaban dia. Cape deh.
Setelah tes tulis, kami dipanggil per pasangan untuk wawancara. Kayaknya sih wawancara ini untuk mengetahui soal shalat dan kemampuan baca Al-Qur’an si calon pengantin. Katanya bakal disuruh baca Al-Qur’an di hadapan bapak KUA-nya, tapi pas Evan dan saya si bapaknya ga nyuruh kami baca, langsung percaya aja kalau kami sudah lancar baca Al-Qur’an, hihi.
Kami ga langsung dapat sertifikatnya seusai screening. Menyusul nanti kata petugas KUA. Ya gpp sih, yang penting nanti setelah akad nikah pernikahan kami tercatat di KUA dan kami dapat buku nikahnya, huehe.
Penyampaian materi oleh si bapak kadang agak loncat-loncat dan kurang runut. Tapi saya coba sarikan di sini apa-apa yang saya catat selama 2 jam screening kami.
Bagi kami, materi bimbingan pranikah segini masih kurang banget rasanya. Emang mesti cari-cari info sendiri kalau mau nambah ilmu, hehe. Evan masih pengen nanya-nanya banyak ke si bapak pemateri, tapi menimbang ga enakeun sama 2 pasangan lain yang tampaknya ga begitu antusias, dibatalin deh nanyanya.
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
View Comments
Hai Calon Pengantin ~
Percayakah kalian bahwa melangsungkan pernikahan tidak perlu ribet dan mahal? Dengan memakai jasa Wedding Organizer HIS Graha Elnusa, Anda bisa melangsungkan pernikahan ALL IN PACKAGE bergaya elegant di Jakarta Selatan dengan harga dibawah rata-rata dan dapat CASHBACK 35 Juta juga lho!
Mau tahu berbagai jenis Wedding Packagenya? Langsung saja kunjungi http://www.hisgrahaelnusa.com dan pantau terus update terbaru kami di Instagram @his_grahaelnusa.
> For more info please contact Marketing HIS Wedding Graha Elnusa 083873396243 (RATIH) atau datang langsung ke kantor HIS di Graha Elnusa Lt.2, Jl.TB. Simatupang Kav.1B, Cilandak Timur.