pregnancy

Diari Kehamilan Kedua: Pindah Rumah Saat Hamil

Akhir Februari 2021 kami akhirnya back for good ke Indonesia. Lalu mulai awal Maret 2021 kami tinggal di sebuah apartemen di Jakarta Selatan, yang lokasinya masih relatif dekat dari kantor suami.

Apartemen ini hanya kami sewa untuk 6 bulan saja. Kami memang ga berencana tinggal lama di apartemen, masih prefer rumah. Lalu kenapa pilih apartemen dulu? Karena cari apartemen itu ga seribet cari rumah, dan banyak pilihan yang full furnished

Sementara untuk mencari rumah kontrakan, apalagi untuk durasi yang cukup lama, kami perlu mempertimbangkan banyak hal. Yah maklum lah kami seumur-umur ga pernah tinggal di Jabodetabek, jadi kami ga bisa langsung gitu aja nyewa rumah tanpa dipikir matang-matang.

Jadi waktu yang ada selama tinggal di apartemen kami gunakan untuk survei daerah tempat tinggal. Kontrak apartemen berakhir bulan September 2021, alhamdulillah kami udah dapet rumah kontrakan yang cocok dari sebulan sebelumnya.

Pindah Rumah di Trimester Pertama Kehamilan

Akhir Juli 2021 rupanya saya hamil. Rumah kontrakan yang cocok udah didapat, dan kami pun mulai cicil pindahan dari awal September 2021. Packing dicicil pelan-pelan menyesuaikan kondisi saya yang mabok mual muntah selama trimester pertama itu.

Berhubung pindahan kali ini ga begitu jauh dan bisa dibilang ga ada perabot gede, kami pindahan pakai mobil sendiri aja, bolak-balik beberapa kali. Ga dalam sehari tentunya biar ga terlalu cape. Baru di trip terakhir aja kami minta bantuan ke adik ipar biar bisa bawa barang dengan dua mobil sekaligus.

Selama pindahan ini saya ga ikutan angkat barang yang berat-berat. Yang ringan sih ga masalah. Lalu ketika mulai isi perabotan pun, kami pilih bayar lebih untuk pemasangan (plus angkat-angkat).

Alhamdulillah pindahannya berjalan dengan lancar, walau ga bisa dipungkiri bahwa rasanya lelah banget. Lelahnya saya rasa lebih karena saya lagi hamil plus akumulasi lelahnya beberapa kali pindahan selama setahun terakhir, bukan karena banyak ngeluarin tenaga saat pindahan. Gimana ya jelasinnya, kombinasi kondisi fisik dan pikiran gitu? Auh ah, gitu lah pokoknya, hehe.

Pindah Rumah Saat Hamil itu Berisiko? Pamali?

Waktu pindah rumah itu, saya ga ada kepikiran macam-macam. Ya gimana, namanya juga harus pindah. Yang penting saya ga ikutan angkat yang berat-berat dan ga boleh terlalu kecapean.

Pas mau nulis draft tulisan ini, saya coba googling donk, “pindah rumah saat hamil”. Eh hasil pencariannya cukup bikin saya kaget. Katanya berbahaya, tidak boleh, tidak dianjurkan, pamali, dan sebagainya. Padahal tadi kirain bakal nemu artikel tips pindah rumah ketika hamil, haha.

Kalau soal pamali, saya ga paham ya, tergantung kepercayaan masing-masing. Saya coba baca artikel yang membahas dari sudut pandang lain. Beberapa artikel bawa-bawa hasil penelitian serupa di US, terkait ada sekian persen ibu-ibu yang pindah rumah saat hamil dan kelahirannya prematur.

Dari yang saya pahami sih, penelitian itu ga menjelaskan sebab akibat, jadi belum tentu juga pindah rumahnya yang bikin kelahirannya prematur. Bisa aja kan karena si ibu stres, kelelahan karena ikut angkat-angkat yang berat, dan sebagainya. 

Yah logikanya nih, misal ada ibu hamil yang pindah rumah tapi full hire jasa pindahan, jadi dia ga ngapa-ngapain, tinggal duduk cantik aja di mobil untuk ke rumah baru, lalu ternyata bayinya prematur. Ya masa yang disalahin pindah rumahnya.

Tapi ya memang sih, ujung-ujungnya balik lagi ke kepercayaan masing-masing, hehe.

Tips Pindah Rumah Saat Hamil

Saya di sini bukan pada posisi yang koar-koar bahwa “ih pindah rumah pas hamil itu ga apa-apa kok”, karena itu tergantung kondisi masing-masing. Kalau merasa lebih nyaman ketika tidak hamil dan pindahannya bisa ditunda, ya tunda aja. Lain cerita kalau kondisinya memang harus pindah.

Berikut beberapa tips dari saya kalau memang harus pindah rumah sementara lagi hamil:

  • Jangan ikut angkat barang yang berat-berat. Minta tolong orang lain atau bayar jasa pindahan sekalian jika memang banyak barang berat yang perlu dipindahkan.
  • Pandai-pandai baca kondisi badan sendiri. Makan yang cukup. Kalau rasanya sudah cape, utamakan istirahat dulu. Jangan dipaksain.
  • Jangan sampai stres. Santai dan selow aja pindahannya, jangan sampai membebani pikiran.
  • Setelah pindah, jangan paksain juga untuk unpacking dan menata rumah secepatnya. Lagi-lagi, jangan sampai kecapean dan stres.
  • Kurangi aktivitas lain yang mungkin juga bakal nambah keribetan selama pindahan dan transisi di rumah baru. Misal nih bakal ribet banget buat masak, ya udah makanannya dibeli aja.

Begitu deh pengalaman saya pindah rumah saat hamil. Ada yang pernah ngalamin juga? Punya tambahan tips?

# Ditulis di Bintaro, 25 Maret 2022 #

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Share

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024