Rabu, 16 Maret 2022
Usia kehamilan saya pun sudah memasuki usia di mana bayi siap lahir kapan saja. Kontrol ke dokter pun dilakukan tiap 1 minggu.
Daftar Isi Tulisan Ini
Kontrol kali ini seingat saya ga ada yang spesial, biasa aja, mungkin karena jedanya cuma 1 minggu dari kontrol sebelumnya. Hingga saat itu saya juga ga ada merasakan kontraksi palsu, jadi ya masih santai rasanya.
Di ruangan dokter, kami tidak menghabiskan waktu yang lama. Setelah masuk ruangan, dr. R menyapa dan langsung USG. Perkiraan berat janin nambah lagi, heuheu. Di satu sisi saya agak khawatir kalau nanti bayinya kegedean, namun di sisi lain dulu pas Akas perkiraan beratnya meleset melebihi berat aslinya pas lahir.
Sambil USG, dr. R juga menjelaskan bahwa tanda-tanda persalinan kedua biasanya agak beda dibanding anak pertama. Bedanya dalam hal semisal, di persalinan pertama biasanya keluar lendir (mucus plug) dulu, tapi di persalinan kedua ngga. Trus di persalinan pertama, posisi kepala bayi turun dulu, baru kerasa kontraksi, tapi di persalinan kedua biasanya kontraksi duluan baru kepala bayi turun. Proses persalinan kedua juga biasanya lebih cepat dibanding yang pertama.
Waktu itu saya cuma angguk-angguk aja mendengar penjelasan dokter, karena dulu persalinan pertama saya dibantu dengan induksi, dan ga ada tanda-tanda persalinan sama sekali sebelum dikasih obat untuk induksi, hehe.
Oia, di kontrol sebelumnya saya sempat nanya soal birth plan, dan dr. R nyuruh saya bikin dulu. Setelah browsing contoh birth plan orang, kok rasanya riweuh. Jadi akhirnya saya cuma sampaikan poin-poin yang penting banget. Disuruh dr. R kirim ke WA beliau, dan begini aja isi WA saya.
Siang dok, saya Reisha yang konsul di BWCC. Terkait birth plan yang dibahas di kontrol minggu lalu, dipikir-pikir lagi kayaknya yang penting buat saya terkait persalinan cuma ini:
Sisanya terkait bayi:
Terkait induksi, kenapa saya tidak mau langsung infus karena katanya induksi dengan infus itu lebih sakit rasanya. Lalu jika harus SC, artinya saya mesti dirujuk ke RS lain. Kepikirannya jika SC, saya pilih ke RSIA Bina Medika, dr. R juga praktek di sana. Kata dr. R suami bisa mendampingi tapi wajib PCR.
Catatan Kontrol
Hasil USG
Biaya Pemeriksaan Kehamilan
Total = Rp746.400 (ditanggung asuransi)
# Ditulis di Bintaro, 28 November 2022 #
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
Leave a Reply