traveling

Pengalaman Menginap di Jakarta Airport Hotel

Dalam perjalanan menuju Auckland bulan Maret lalu, saya sempat menginap semalam di Jakarta Airport Hotel. Saya memutuskan menginap supaya tidak kelelahan dengan perjalanan panjang yang dimulai dari Bandung.

Baca juga: Penerbangan Jakarta-Auckland Berdua dengan Akas

Awalnya saya tidak tahu sekali bahwa di terminal bandara Soekarno-Hatta ada hotel. Jadi yang saya survei duluan adalah hotel-hotel di sekitar bandara. Saya baru ngeh ada Jakarta Airport Hotel ini saat mencoba browsing biaya hotel.

Saya terbang dengan maskapai Qantas yang berangkat dari Terminal 3. Di Terminal 3 ada hotel kapsul, tapi tentunya ga nyaman buat kami karena ada anak kecil yang butuh ruang lebih untuk bergerak, plus ada orang tua saya.

Voucher hotel ini saya dapatkan dari diskonan saat booking flight+hotel di Traveloka. Sudah sepaket, jadi saya tidak tahu berapa harga persis kamarnya untuk satu malam. Katanya sih rate hotelnya mulai dari Rp700.000/malam.

Menginap di Jakarta Airport Hotel

Jakarta Airport Hotel terletak di Terminal 2E. Kami sampai di sana sekitar jam 9 malam. Lobi hotelnya cuma tangga, eskalator, dan mesin X-ray bagasi. Koper kita di-scan dulu rupanya.

Bagian entrance Jakarta Airport Hotel*

Saya bilang ke petugasnya mau nginap di sana. Petugas pun nanya mana barang yang mau dibawa ke kamar. Tampaknya kalau tidak perlu dibawa ke kamar, barang bakal ditaruh di ruang khusus penyimpanan barang yang terletak di belakang tangga. Dan di situ saya baru tahu bahwa hotel ini tidak punya lift.

Ah iya, soal barang-barang saya.

Kondisinya waktu itu kami buru-buru banget berangkat dari Bandung, jadi kami  ga sempat packing semua barang dengan proper. Alhasil selain ada 3 koper gede yang akan saya bawa ke Auckland, kami juga bawa tas, ransel, dan tas tentengan yang buanyak sekali. 10 ada kali ya, lupa. Wew banget.

Baca juga: Tips Packing untuk Berangkat Pindah ke Luar Negeri

Jadi, barang mana saja yang mau dibawa ke kamar? Saya bilang semuanya. Malu dan ga enak banget sebenernya bawa barang sebanyak itu, tapi ya gimana, saya mesti packing ulang semuanya. Kami dipersilakan menaiki eskalator. Kami bawa beberapa barang yang bisa kami bawa, pegawai hotelnya juga bantuin bawa koper dan barang yang tersisa. Tidak masalah karena ada eskalator.

Saya langsung menuju resepsionis hotel. Saya check in sekalian pesan extra bed karena yang mau nginap jadinya ada 3 dewasa dan 1 anak-anak. Biaya extra bed-nya Rp375.000.

Saya juga ditanyai mau wake up call jam berapa. Eh? Oh, mungkin kebanyakan yang nginap di bandara itu berangkat dengan penerbangan pagi-pagi banget ya, jadi hotelnya bantu bangunin tamunya biar ga telat naik pesawat. Saya bilang ga usah, karena pesawat saya berangkatnya jam 7 malam.

Baca juga: Memilih Penerbangan dari Indonesia ke Auckland

Untuk menuju kamar, ternyata kami mesti naik satu lantai lagi. Dan kali ini ga ada eskalator. Jadi mau ga mau ya naik tangga. Pegawai hotel sih bantuin bawain sampai kamar, tapi sayanya sungguh merasa ga enak, huhu.

Sampai di kamar, extra bed-nya belum ada. Wajar lah ya, masih disiapin. Ditungguin sekian lama, kok ga datang-datang. Weleh. Saya telepon deh resepsionisnya, dan ga lama kemudian extra bed-nya diantar.

Setelah urusan bed beres, akhirnya bisa juga merebahkan badan. Haaaaa. Sungguh hari yang sangat melelahkan, mulai dari packing, ngosongin kontrakan, dan perjalanan darat hampir 5 jam. Tapi walau udah cape sangat begitu, saya masih susah tidur. Masih belum tenang karena barang-barang saya kudu dirapikan lagi, dan ga tahu deh apa bakal cukup di koper atau tidak. Saya memilih menunda beberes barang keesokan paginya saja.

Pagi hari, pemandangan di foto ini terasa berkesan sekali.

Melihat pesawat yang lalu lalang dari kamar hotel

Kakek dan cucu ini asik sekali memandangi pesawat-pesawat yang take off dan landing. Ini kali pertama buat kami semua menginap di bandara, dengan view menghadap apron pula, jadi pemandangan pesawat seperti itu terbilang langka.

Pesawat-pesawat sudah mondar-mandir dari subuh

Sekitar jam 10 kami check out dari hotel. Saat check out saya sekalian nanya apa bisa minta antar pakai free shuttle-nya ke Terminal 3, tapi jam 3 sore aja. Alhamdulillah bisa. Barang dibantu turunin lagi sama pegawai hotel. Kali ini jumlahnya udah ga separah saat check in lagi, haha.

Setelah check out saya masih numpang titip sebagian barang di ruang penyimpanan barang milik hotel. Waktu masih panjang soalnya sebelum pindah ke Terminal 3, dan males banget bawa banyak barang ke mana-mana. Saat nitipin barang ini kita dikasih bag tag yang berisi keterangan atas nama siapa dan barangnya ada berapa. 

Kami makan siang dulu di Terminal 2 dan cuma menghabiskan waktu sambil duduk-duduk. Kecuali Akas, dia masih pengen jalan-jalan muter-muter. Jam 3 sore kami kembali ke hotel untuk mengambil barang, sekaligus minta diantar ke Terminal 3. Untung banget ada free shuttle dari hotel ini, jadi kami sangat terbantu untuk membawa barang-barang.

Review Jakarta Airport Hotel

Kami menginap 1 malam di Jakarta Airport Hotel pada tanggal 27 Maret 2019. Tipe kamar kami Deluxe Room dengan king bed. Review Jakarta Airport Hotel-nya sebagai berikut.

  • Ukuran kamarnya luas. Tapi karena saat itu kami tambah extra bed, jadinya kamarnya terasa sempit dan kepenuhan, huehe.
  • Fasilitas kamarnya lengkap. Wifi lancar. Toiletries lengkap, bahkan ada bath robe, seterika, dan ironing board segala.
  • Jendela kamar menghadap ke apron bandara. Pemandangan dari jendela melengkapi experience menginap di bandara, bisa puas melihat pesawat lalu lalang saat take off, landing, ataupun parkir.
  • Tersedia fasilitas free shuttle, bisa minta antar jemput dari/ke terminal lain. Tapi harus request terlebih dahulu.
  • Di hotel ini tidak tersedia lift, cuma ada eskalator dan tangga. Tapi pegawai hotelnya siap membantu tamu saat dibutuhkan. Mungkin udah SOP-nya juga begitu yaa, karena ga ada lift itu memang merepotkan buat sebagian orang.
  • Hotel ini sayangnya tidak menyediakan breakfast, jadi kalau mau sarapan mesti cari ke restoran yang ada di bawah kali ya.

Kesimpulannya gimana? Dari segi lokasi dan fasilitas, Jakarta Airport Hotel ini memang menang dibanding hotel lain di sekitar bandara. Namun kalau carinya hotel yang murah, mending pilih hotel lain sih. Wajar sih ya hotel ini lebih mahal, secara lokasinya di terminal bandara banget, hehe. Saran saya kalau menginap di sini, sebaiknya barang yang dibawa ke kamar adalah yang benar-benar diperlukan saja, sisanya dititip aja di bawah, biar ga repot bawanya ke atas.

Ada yang pernah nginap di Jakarta Airport Hotel juga kah? Gimana pengalamannya?

*Catatan: foto interior hotel bersumber dari Website Jakarta Airport Hotel. Maaf ga punya foto yang diambil sendiri karena waktu itu riweuh banget. 🙁

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

View Comments

  • woow ada juga ya hotel dalam airport. tapi sayang terminal 3 belum ada hotelnya selain yang kapsul. mudah2an ada yang lebih nyaman ya mba soalnya enak besar terminalnya kan

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

    • tapi kalau ada hotel di terminal 3 kebayangnya bakal lebih mahal harganya dibanding hotel di terminal 2 ini, haha.

      Cancel reply

      Leave a Reply

      Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

  • Hotel-hotel yang lokasinya di airport ini memang memudahkan sekali sih kalau mau transit atau sedang persiapan perjalanan jauh, dan 700k permalam termasuk murah hihi soalnya kalau di airport lain 700k itu cuma dapat 6 jam saja biasanya dan hanya untuk 1 orang :D

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

  • tanpa tiket apakah bisa masuk ke hotel? sekedar menginap dan melihat taxi

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

    • Halo mas, setahu saya utk menginap di hotel ini bisa siapapun. Seingat saya ga ditanya tiket pesawat. Lokasinya memang di dalam bandara, tapi aksesnya di luar terminal kedatangan/keberangkatan.

      Cancel reply

      Leave a Reply

      Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Share

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024