Packing untuk pindah ke luar negeri itu lebih ribet dibanding packing untuk traveling, hehe. Dari pengalaman kami sekeluarga sebelum pindah ke Auckland, berikut beberapa tips dari kami terkait packing agar perjalanan tetap terasa nyaman walau bawaan banyak.
Daftar Isi Tulisan Ini
Ada banyak banget barang yang pengen dibawa saat pindah ke luar negeri. Daftar barangnya sudah saya jembreng semua di tulisan sebelumnya.
Baca juga: Daftar Barang yang Perlu Dibawa untuk Tinggal di Luar Negeri
Tapi dari sekian banyak yang rasanya bakal diperlukan, jangan lupa bahwa jatah bagasi kita terbatas. Biaya kelebihan bagasi untuk penerbangan keluar negeri itu mahal, jadi belum tentu sebanding dengan beli barangnya di negara tujuan aja.
Sebagian besar tips untuk memilah barang sudah saya tuliskan di tulisan daftar barang pindahan tadi. Intinya diingat dan dicamkan aja: tidak semua barang mesti dibawa. Hihi. Sudah dipilah tapi hasilnya masih kebanyakan? Urutkan aja berdasarkan prioritas:
Biasanya kalau traveling saya packing itu malam sebelum berangkat. Tapi untuk pindahan, please never do that, haha. Waktu satu hari itu ga cukup untuk packing. Memilah barang itu butuh waktu cukup lama, menyusunnya di koper pun makan waktu. Barang yang udah dimasukkan ke koper ada kemungkinan bakal dibongkar dan disusun ulang lagi, entah itu karena kebanyakan atau ternyata space kopernya ga cukup dengan cara menyusun sebelumnya.
Jadi kapan donk paling lambat packing-nya? Satu minggu sebelum berangkat kali yaa. Lebih cepat cicil packing lebih baik. Saya dulu mayan mepet-mepet packing-nya, alhasil pusing dan panik sendiri, haha.
Bingung mulai packing dari mana? Ngerti banget, been there, hihi. Packing-nya bisa dimulai dengan:
Koper selain untuk memudahkan membawa barang, juga berguna untuk melindungi barang yang kita bawa. Hal-hal yang bisa dipertimbangkan terkait koper:
Koper biasanya terbuat dari dua tipe bahan: soft case atau hard case. Saya menyarankan pilih koper hard case aja karena lebih ringan sehingga tidak banyak mengurangi jatah berat barang bawaan. Koper hard case juga tahan air dan lebih tahan terhadap tekanan. Bentuk kopernya juga ga akan menggendut aneh-aneh kalau kebanyakan isinya (koper gendut itu bisa nyusahin kalau berdirinya ga stabil lagi karena persebaran berat yang tidak merata).
Roda koper kebanyakan ada dua atau empat. Saya prefer koper yang beroda empat karena gerakan koper bisa lebih fleksibel. Ga harus dimiringin dan diseret terus tiap jalan.
Karena bakal bawa banyak barang, biasanya kita langsung mikir untuk bawa koper yang ukurannya paling besar ya biar banyak yang muat di situ. Koper besar ini biasanya ukuran 28”. Tapi saran saya, ketimbang bawa 1 koper ukuran besar (28-32”), mending bawa 2 koper ukuran sedang (22-24”) deh. Pertimbangannya:
Oh iya bisa pertimbangkan juga pilih koper yang bisa di-expand ukurannya. Biasanya pakai resleting yang kalau dibuka bisa nambah tebal koper beberapa cm.
Pilihlah koper yang punya kunci pengaman TSA (Travel Sentry® Approved) alias TSA LOCKS™. Tandanya ada logo TSA yang berwarna merah. Sebagian koper sudah ada yang kuncinya begitu. Kalau belum dan butuh gembok tambahan, belilah gembok yang TSA juga.
Apa pentingnya kunci TSA ini? Jadi sewaktu-waktu koper kita itu bisa saja dibuka petugas di bandara untuk diperiksa. Kalau kuncinya TSA, petugasnya bisa buka koper kita menggunakan kunci universal, sehingga gembok atau koper kita tidak dirusak. Sementara kalau tidak pakai kunci TSA, mungkin saja koper kita bakal dirusak supaya bisa dicek isinya. Masih mending kalau gemboknya aja yang rusak, kalau resleting kopernya yang rusak kan berabe.
Selain kunci, beli cover untuk koper juga bisa jadi tambahan untuk mengamankan koper dari goresan. Apalagi kalau kopernya mahal ya, sayang aja kalau lecet atau tergores, hehe.
Kalau ini biasanya kaitannya dengan harga. Ada harga ada rupa memang. Koper yang bagus dan tahan banting itu harganya bisa puluhan juta malah. Tapi yaa ini ujung-ujungnya tergantung budget. Tidak perlu memaksakan beli koper mahal kalau memang tidak ada anggarannya.
Sebelum beli koper, surveilah ke beberapa toko offline ataupun online. Lumayan banget kalau lagi ada diskon, sehingga bisa dapat koper kualitas bagus dengan harga miring.
Sudah ada barang-barang dan kopernya, udah bisa mulai cicil packing yaa. Tapi sebelum memasukkan barang ke koper, ada baiknya kita singkirkan hal-hal yang bakal makan banyak tempat di dalam koper.
Menyusun barang di dalam koper sebaiknya tidak dilakukan secara asal-asalan ya, biar nanti ga bikin pusing, hehe.
Kalau naik pesawat yang full service, biasanya 1 penumpang itu bisa bawa 2 tas/koper kecil ke kabin. Jika memungkinkan, mending bawa pakai koper kecil aja, atau 1 tas dan 1 koper kecil. Saya dulu bawa ransel dan tas tenteng, alhasil cape banget bawanya, huhu.
Hal lain yang perlu diperhatikan:
Barang yang dibawa ke kabin ini di antaranya:
—
Demikian tips packing-nya. Packing ini memang melelahkan, tapi percayalah semuanya bakal terlewati, hehe. Ada yang mau menambahkan tips packing untuk bawaan rempong gini?
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
View Comments
Buat saya kalau lagi packing, yang paling utama dan nggak boleh kelupaan selain paspor dan perintilan prioritas lain adalah bumbu-bumbu makanan hehehehe boncabe, masako, saos ABC, saos ini itu, semua harus dibawa. Bahkan kadang koper isinya bumbu makanan doang, karena kalau baju masih bisa dibeli di negara tujuan :D
Waaw kebayang ribetnyaa ☺ belum pernah kan saya keluar negri. Sementara pergi nginep kerumah mertua di beda desa saja bawaannya ampuun banyaknya. Apalagi ada krucil gitu ya mba'
Saya aja yang pindahan dari Semarang ke Bandung ribetnya sama bawaan, hehe apalagi ke luar negeri, ya. Super rempong pastinya. Btw, suka baca postingannya Mbak Reisha. Salam kenal, ya
Harus fokus persiapan ya kak makasih infonya
Halo kak, salam kenal! minggu depan aku rencana pindah ke luar negeri dan thank God your article memberikan aku insights baru :") kak, kalo boleh tau, berapa banyak tas yang masuk bagasi pesawat? rasanya barangku udah dikurang2in masih banyak aja, jadi mau bawa tas tambahan :(
Kalau masuk bagasi setau saya batasannya itu dimensi dan total berat, jadi mau ada berapa buah koper pun ga masalah selama beratnya ga over. Kalau dibawa ke kabin kayaknya maksimal bgt itu 3 pcs per orang ya.