Categories: travelingindonesia

Wisata Kaltim: Melihat Ratusan Buaya di Penangkaran Buaya Teritip

Sejak bertemu komodo, melihat beruang madu, plus nonton Natgeo Wild, saya jadi lebih mengagumi satwa, apalagi fauna khas Indonesia. Sempat ada keinginan untuk berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting untuk melihat orangutan, apa daya belum ada budget untuk ke sana, heuheu.

Baca juga: Wisata NTT: Meet the Komodo Dragons
Baca juga: Wisata Kaltim: Melihat Beruang Madu di KWPLH Balikpapan

Sudah lama saya mendengar di Balikpapan ada penangkaran buaya, tapi banyak yang bilang ga gitu bagus. Namun akhirnya kami coba ke sana juga saat adik ipar saya ke Balikpapan, mumpung ga jauh. Dan ternyata kunjungan ini berkesan buat saya. (kalau jijikan sih mending ga usah ke sana, haha)

Ada patung buaya di depan penangkaran

Penangkaran buaya ini terletak di daerah Teritip. Sesuai namanya, tempat ini adalah tempat mengembangbiakkan buaya. Di bagian luar terdapat sejumlah kandang buaya, tapi buayanya cuma beberapa ekor. Awalnya bingung, serius cuma segitu? Setelah nanya orang, ternyata di dalam masih ada.

Kami berjalan ke dalam. Aroma kurang sedap langsung tercium, ya namanya juga kandang binatang. Kami masuk ke kandang pembiakan, kaget juga karena pintunya sederhana banget, cuma pintu kayu dengan gembok biasa.

Dinding kandangnya begini doang

Buaya dikelompokkan berdasarkan ukurannya. Kalau buayanya besar, dalam satu kandang paling cuma beberapa ekor. Kalau yang kecil-kecil, sekandang isinya puluhan, banyak banget. Saya baru pertama kali lihat buaya sebanyak itu.

Kandang buaya-buaya kecil
Kandang buaya-buaya besar

Hal yang berkesan adalah saat memberi makan buaya. Di sana kita bisa membeli bangkai ayam (jijik sih ya, bau juga) yang dijual seharga Rp10.000/ekor, lalu melemparkannya ke kandang buaya. Saya sih ga ikutan pegang bangkai ayam ya, cuma lihat. Kalau lempar ke buaya gede sih kurang seru, karena sekali lep ayamnya udah abis sama satu ekor buaya. Yang seru lempar ayam ke buaya yang kecil-kecil, karena mereka bakal langsung rusuh rebutan, hihi. Ramai. Serius, ga seru kalo ga lihat mereka rebutan makanan, haha.

Buaya-buaya kecil lagi rebutan makanan

Di sana juga bisa kuliner makan daging buaya lho kalau mau, tapi cuma ada di hari libur. Kami ke sana bukan di hari libur, tapi ga minat juga sih makan daging/sate buaya, hiii.

Kandang yang ini lebih natural

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024