Setelah menulis panjang lebar tentang pengalaman relaktasi saya, saya baru sadar bahwa tidak semua orang kenal relaktasi. Ya iya lah, haha. Para busui aja belum tentu tahu, apalagi orang yang tidak pernah menyusui. Tadinya saya cuma mau merangkum pertanyaan yang beberapa kali ditanyakan ke saya, tapi jadi kepikiran buat nulis lebih. Baiklah, langsung saja ya.
Daftar Isi Tulisan Ini
Sebelum membahas lebih lanjut, kenalan dulu yuk. Relaktasi berarti menyusui kembali, yakni proses yang dijalankan seorang ibu agar bisa menyusui bayinya lagi setelah terhenti. Lama terhenti menyusuinya bisa berapa pun.
Sederhananya, yakni saat ibu ingin menyusui bayinya lagi. Kondisinya bisa beragam sekali, seperti:
Banyak juga ya ternyata, hehe. Dari berbagai kondisi tersebut, bisa dilihat bahwa saat relaktasi bukan berarti ASI-nya tidak ada sama sekali, tapi bisa aja ASI masih ada tapi sedikit, atau bahkan masih banyak karena ibu rutin memerah/memompa ASI-nya.
Relaktasi sebenarnya melibatkan dua hal yang saling beririsan:
Langkah-langkah yang bisa ditempuh agar bayi mau menyusu lagi:
Langkah-langkah agar produksi ASI meningkat:
Selain hal-hal teknis terkait menyusui di atas, hal-hal berikut juga dapat membantu selama relaktasi:
Baca: Perjalanan ASI Akas (2): Ikhtiar untuk Meningkatkan Produksi ASI
Selain itu, pantau selalu juga frekuensi buang air kecil bayi untuk mengetahui apakah asupannya sudah cukup. Juga pantau kenaikan berat badan bayi tiap bulannya.
Lumayan sering nemu pertanyaan begini. Berapa pun umur bayi, relaktasi masih bisa dilakukan. Katanya di bawah 6 bulan, sangat mungkin dilakukan relaktasi. Di atas 6 bulan juga masih bisa, tapi mungkin prosesnya bisa lebih lama dibanding relaktasi saat bayi lebih kecil. Saya pernah baca artikel di mana ada ibu yang memulai relaktasi saat bayinya sudah berumur 13 bulan dan relaktasinya berhasil.
Jangankan ibu yang pernah menyusui, seorang perempuan yang belum pernah hamil dan menyusui aja bisa lho diusahakan agar bisa menyusui. Misalnya pada kasus perempuan yang mengadopsi anak dan ingin menyusui bayinya. Tapi usaha untuk menyusui pada kasus khusus seperti ini disebut induksi laktasi (induced lactation). Jadiii, jangan khawatir, relaktasi itu masih bisa dilakukan.
Kalau ditanya kepastian, yaa namanya ikhtiar, bisa berhasil, bisa gagal. Tapi dari survey sih lebih banyak yang berhasil daripada yang gagal.
Berhasil atau tidak itu juga sebenarnya tergantung tujuan dan target kita dalam melakukan relaktasi. Kalau saya dulu targetnya adalah agar Akas tidak butuh sufor lagi, jadi ketika saya sudah bisa memberikan full ASI, maka relaktasi saya sudah berhasil.
Baca: Perjalanan ASI Akas (7): Akhirnya Berhasil Relaktasi, Bye Bye Sufor!
Walau ada tujuan dan target, menurut saya jangan sampai juga hal itu malah bikin Anda stres. Jangan bikin target yang muluk-muluk, misal Anda sudah berhenti menyusui selama berbulan-bulan, tapi ingin relaktasi berhasil dalam 1 minggu, sulit deh, malah bisa jadi beban nanti kalau targetnya tidak tercapai. Don’t be so hard on yourself. Proses relaktasi itu butuh waktu, butuh banyak kesabaran dan perjuangan.
Kalau pada akhirnya relaktasi Anda masih tidak berhasil, percayalah bahwa ikhtiar itu ga sia-sia. Jangan kecewa. Menyusui itu bukan sekedar memberikan ASI. Walaupun nanti bayi Anda masih butuh tambahan sufor, selama dia masih menyusu, itu lebih baik daripada tidak disusui sama sekali.
Ga ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini, karena waktunya beda-beda untuk tiap orang. Banyak faktor yang mempengaruhi, di antaranya:
Pernah ada yang menanyakan ini pada saya, karena Akas baru berhasil stop sufor setelah 6 bulan lebih saya ikhtiar relaktasi. Selama menjalani relaktasi, saya juga sering mempertanyakan ini ke diri saya sendiri, kok masih belum berhasil juga ya. Padahal kalau baca-baca artikel lain tuh ada yang cuma 2 bulan bahkan kurang.
Tapi sekarang menurut saya yang bikin relaktasi saya lama itu antara lain:
Jadiii, buat ibu-ibu lain, jangan ulangi kesalahan saya ya, hehe.
Suplementasi (lactation aid) itu posisinya sebagai alat bantu, jadi tidak harus digunakan. Suplementasi ini sebenarnya adalah win win solution agar bayi tetap mendapatkan asupan yang cukup tapi tetap sambil mengisap payudara ibu. Suplementasi ini membantu banget buat ibu yang ASI-nya sedikit atau belum ada sama sekali.
Suplementasi praktisnya menggunakan alat yang namanya supplemental nursing system. Tapi sayangnya alat ini harganya mahal. Merk Medela harganya di atas Rp500.000, lumayan ya. Nah biar lebih irit diakali menggunakan nasogastric tube (NGT) yang harganya jauh lebih murah.
Kalau ga ada NGT, masih bisa diakali lho dengan pipet. Caranya, teteskan susu tepat di atas puting saat bayi sedang menyusu. Pastikan tetesan ini lancar agar bayi tidak frustrasi.
Intinya sih gimana caranya agar si bayi itu tetap merasa mendapatkan susu yang banyak, walaupun sebenarnya dari payudara baru keluar ASI sedikit atau malah belum ada.
NGT bisa didapatkan di apotek (tapi tidak semua apotek punya), toko alat kesehatan, atau online.
Dulu pertama kali relaktasi, saya dapat NGT diresepin sama dokter, didapat dari apotek RS. Berikutnya di apotek RS itu ga ada stok lagi, akhirnya saya coba cari di apotek RS lain, atau di toko alat kesehatan. Masih ga nemu, akhirnya saya beli online deh, hehe. Di toko online pun harganya lebih murah.
Tapi saat membeli (online ataupun offline), pastikan ukuran NGT-nya benar ya. Dulu saya saat beli online, seller-nya pernah salah kirim ukuran. Ada miskom sih waktu itu. Untungnya seller-nya mau nuker barangnya.
Kalau ini beda-beda tiap orang. Ada yang ASI-nya melimpah setelah relaktasi, tapi ada juga yang pas-pasan. Saya dulu ASI-nya ga pernah melimpah. Saya ga pernah merasakan payudara saya padat. Saya ga tau rasanya let-down reflex (LDR) saat menyusui.
Dipikir-pikir mungkin karena Akas sudah MPASI juga saat itu. Saat udah MPASI kan kebutuhan ASI juga berkurang. Lagi pula buat apa sih ASI melimpah ruah, cukup itu lebih baik, hehe. ASI melimpah malah berpotensi menimbulkan masalah lain.
Kalau ditanya tips ke saya, yang bisa saya berikan ga jauh-jauh dari ini:
Yah, itu aja sih kayaknya tipsnya. Abstrak banget ga sih? Hihi. Ya gimana lagi, keberhasilan relaktasi memang tergantung kegigihan ibu.
—
Sekian bahasan relaktasi dari apa yang saya pelajari dan alami. Semoga bermanfaat ya. Semangat terus para pejuang relaktasi!
Tulisan ini adalah bagian dari seri perjalanan relaktasi dan menyusui Akas. Berikut daftar tulisannya:
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
View Comments
Sejak Adek MPASI, produksi ASIku mulai menurun, mana lagi ini Adek udah ogah-ogahan nyusunya. Kebanyakan minum ASIP kali, jadi bingung puting ini, huhuhuh.
Dipompa pun cuma bisa dapat yg botol kecil, siang hari biasanya PD terasa penuh dan harus segera pumping eeh sekarang lempeng aja tuh, sore jelang pulang baru berasanya. Padahal seharian makan banyak, ini itu, tapi tetap aja gak seperti biasanya.
Udah mulai stress, tp tetap fikir positif klo ASI cukup untuknya, at least klo libur harus terus berjuang ngeASI.
anyway. makasih sharing dan tipsnya ya Mbak, meski saya tidak stop ngeASI tapi tipsnya oke punya ini :)
Halo mbak, sama-sama, semoga bermanfaat. Tips-tipsnya sebenarnya bisa juga ya diaplikasikan kepada ibu yang ingin meningkatkan produksi ASI-nya :)
uni rei ... share nya manfaat bangeeeeeet ... ga cuma catatan kehamilan aja yg lengkap..relaktasi juga lengkap masya allah ... moga2 anak ketiga ini aku lancar jaya ya asinya .... terutama ntar pas udah balik ke indonesia ... membebaskan diri dr omongan org itu lbh berat drpd LDR
halo buuu, terima kasih sudah membaca, hihi. sehat-sehat ya hamilnya, moga lancar persalinannya nanti, juga ASI-nya :)
Mbak.. Saya baru baca blognya. Sama kayak kasus saya skr. Saya juga mau coba Metode relaktasi. Yg saya bingung setelah nyusuin cara simpan dan bersihin alatnya gmn ya mbak? Brp kali ganti ngt nya?
Halo Mbak. Untuk bersihin NGT-nya, bagian dalamnya disemprotin pake air panas dari spuit/suntikan, lalu cukup rendam dalam air panas aja. NGT-nya diganti tiap 2-3 hari.
Maaf mau tanya kalo NGT nya diganti 2-3 hari berarti hsrus sedia banyak dan ga bisa dipake untuk waktu lama ya??
Iya mbak, memang butuh banyak. NGT bukan untuk pemakaian jangka panjang memang.
Bener2 sama kayak ceritaku pengen nangis bgt ... Sekaranga ak lagi berjuang krna asi ku juga sedikit bgt 1jam aja cma dapet 1 sendok teh sedang anak ku alergi susu sapi .. Btw boleh kah saya tau toko online beli NGT sama liat barang nya kayak gmn ... Trus cara pakek in nya gmn pas kita nyusu in nya. Makasi bgt jika bersedia membantu
Halo mbak. Sabar yaaa, dan tetap semangat!
Saya udah lupa toko online-nya apa, tapi bisa coba cari di marketplace seperti Bukalapak atau Tokopedia. Cari aja "ngt terumo fr 5", pastikan ukurannya bener yang fr 5. Cara pakainya bisa dibaca di tulisan https://reisha.net/2018/04/perjalanan-asi-akas-5-memulai-perjuangan-relaktasi/ ya mbak.
Hai mbak Rei.. how blessed i am bisa nemu blognya mbak, ceritanya hampir sama anakku ya sekarang ngalami bingung puting. Posisi di balikpapan dan bingung cari klinik relaktasi pas browsing bisa nemu tulisan mbak rasanya jawaban atas doaku. Thanks a bunch ya mbak karna nulis pengalaman indahnya dengan Akas dan bisa jd pembelajaran aku dan bayiku. God bless u more. ❤️
Mbak...apa boleh sharing,,aku mau relaktasi setelah 3 bulan tidak menyusui anakq skrg usia 6 bulan tgl 16 besok.
Q gak menyusui setelah 3 bulan cutiku habis. Jadi anakq full sufor.