Auckland adalah kota pelabuhan, banyak teluk dan pantai di sekeliling wilayahnya. Karenanya, ferry jadi termasuk salah satu transportasi umum di Auckland. Salah satu rute terdekat yang bisa dicoba kalau mau naik ferry adalah dari City Centre ke Devonport. Pilih yang dekat aja karena ongkosnya lebih murah dibanding ke tujuan lain yang lebih jauh, hehe. Sekalian deh ntar bisa jalan-jalan muter-muterin Devonport.
Daftar Isi Tulisan Ini
Ferry di Auckland banyak digunakan untuk menyeberang dari City Centre ke wilayah-wilayah di North Shore dan sebaliknya, atau menyeberang ke pulau-pulau terdekat seperti Rangitoto Island dan Waiheke Island. Dengan ferry, perjalanan ke suatu tempat bisa jadi lebih singkat karena kalau lewat jalur darat bakal perlu muter jauh. Selain itu kita juga bisa melihat pemandangan kota Auckland dari tengah laut.
Baca: Transportasi Publik di Auckland: Pilihan Kendaraan Umum
Di City Centre hanya ada satu pelabuhan, yakni Downtown Ferry Terminal (Ferry Building). Lokasinya tak jauh dari Britomart Station. Dari Ferry Building ini, rute ferry yang tersedia di antaranya menuju: Bayswater, Birkenhead, Devonport, Gulf Harbour, Half Moon Bay, Hobsonville Point – Beach Haven, Northcote Point, Pine Harbour, Rakino Island, Rangitoto Island, Waiheke Island, dan West Harbour.
Untuk tiketnya sendiri, sebagian besar kita bisa menggunakan layanan ferry dengan kartu AT HOP. Namun untuk beberapa layanan, kita mesti beli tiket sendiri, misalnya ferry ke Rakino Island dan Rangitoto Island, serta ferry ke Waiheke Island dari operator Fullers360.
Harga tiket ferry bervariasi tergantung tujuan, bisa cek sendiri di web Auckland Transport ya. Kalau pakai kartu AT HOP ongkosnya lebih murah dibanding kalau beli tiket dengan cash. Di AT HOP juga tersedia monthly pass.
Devonport adalah salah satu suburb di North Shore, lokasinya di seberang Auckland CBD ke arah timur laut. Untuk menuju Devonport dari City Centre, ada tiga opsi yang bisa digunakan:
Sabtu, 2 November 2019
Setelah beberapa bulan tinggal di Auckland, baru lah kami mencoba naik ferry. Sengaja memang memilih ke Devonport saja biar ongkosnya murah, karena tujuan utamanya untuk merasakan pengalaman naik ferry-nya aja, wkwk.
Sampai di Downtown Ferry Terminal, kami langsung mencari dermaga tempat ferry menuju Devonport berangkat. Karena sudah punya kartu AT HOP, jadi kami tidak perlu diribetkan dengan pembelian tiket.
Setalah tag kartu, kami ikut antrean menuju kapal. Di atas ferry, kami sengaja mencari tempat duduk di luar biar lebih puas menikmati pemandangan luar.
Tak lama kemudian ferry mulai bergerak meninggalkan dermaga. Semakin jauh dari dermaga, landscape kota Auckland pun terlihat. Memang beda ya rasanya melihat pemandangan kota ini dari tengah laut.
Dari ferry juga saya baru melihat langsung kapal pesiar. Kalau dari pinggir pantai biasanya yang terlihat hanya kapal-kapal kecil atau kapal pengangkut peti kemas aja. Gede banget ya kapal pesiar itu, uwow.
Ferry pun bergerak semakin cepat, terlihat dari buih yang ada di belakang kapal. Tak lama kemudian kami pun sampai di Devonport. Ga terasa memang ya karena jaraknya pun ga sampai 4 km, wkwk.
Dari Devonport Wharf kami berjalan menuju jalanan, mencari playground biar Akas bisa main dulu. Sayang sekali playground-nya lagi direnovasi jadi tidak bisa dipakai, heu. Ya sudah, kami langsung menuju Mt. Victoria saja.
Mt. Victoria, atau dalam bahasa Māori disebut Takarunga, adalah gunung tertinggi di area North Shore. Tapi tingginya 87 m aja kok, heuheu. Lokasinya juga lumayan deket dari terminal ferry.
Di jalan menuju Mt. Victoria banyak terdapat kafe dan butik, jadi kalau mau mampir jajan atau belanja ya bisa banget. Di situ saya mengamati bahwa kebanyakan yang nongkrong di kafe lebih memilih duduk di luar ketimbang di dalam.
Tidak jauh berbeda dengan jalur di Mt. Eden, jalan menuju puncak Mt. Victoria ini juga udah diaspal. Kalau jalannya cepet, 10 menit juga udah bisa sampai ke atas. Di perjalanan juga bisa terlihat pemandangan ke arah Auckland CBD.
Sampai di puncak, akhirnya bisa duduk santai sambil menikmati pemandangan sekeliling. Saya selalu suka melihat pemandangan dari ketinggian.
Di puncak Mt. Victoria ini juga ada sejumlah “jamur” yang menjadi daya tarik tersendiri. Waktu itu saya ga tahu itu apaan, merasa geje ga sih bikin jamur-jamuran di puncak gunung, hehe. Belakangan baru tahu kalau itu ternyata ventilasi dari sistem pompa air di sana.
Kami berjalan lagi ke arah berbeda, lalu melihat ada tembok yang dilengkapi dengan model landscape wilayah Auckland.
Puas menikmati sekeliling dan foto-foto, kami pun kembali berjalan ke bawah. Kami mampir sebentar untuk beli es krim, lalu kembali naik ferry untuk kembali ke City Centre.
Saat pertama kali ke Devonport itu, bisa dibilang kami memang cuma menikmati ferry dan hiking ke Mt. Victoria. Tapi ketika ke Devonport lagi beberapa waktu kemudian, saya baru ngeh kalau kita juga bisa menikmati hal lain jika memang menyediakan waktu lebih di Devonport.
Pertama, tentu saja ke playground yang ada di pinggir pantai Devonport (duh jadi kangen playground di Auckland). Playground-nya lumayan luas, jadi enak buat ajak anak main.
Kedua, bisa mampir ke Devonport Library, bagian dari jaringan perpustakaan Auckland. Lokasi perpustakaan ini dekat dari playground. Waktu itu kami sempat masuk ke dalamnya, hanya saja ga explore seluruh isi perpustakaannya, hehe.
Baca: Menikmati Fasilitas Perpustakaan Kota Auckland
Di pinggir pantai Devonport kita juga bisa jalan santai atau sepedaan. Saya pernah sepedaan ke arah barat, ternyata mentok di Devonport Naval Base.
Kalau mau menelusuri lebih jauh lagi, bisa ke arah timur. Di sana ada Devonport Domain (ada playground juga), Torpedo Bay Navy Museum, hingga North Head. Tapi saya sendiri ga pernah nyoba ke arah sana, hehe.
Buat yang mau jalan-jalan ke Auckland, nyeberang dengan ferry ke Devonport ini recommended banget jika hanya punya waktu sedikit. Kalau ada waktu lebih dan lebih lama naik ferry-nya, mending ke Rangitoto atau Waiheke Island sekalian, hehe.
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
View Comments
teh keren banget ini artikelnya informatif dan enak cara menyajikannya
Hehe nuhun teh, baru belakangan ini nyoba nulis cerita jalan-jalan tapi juga tetap informatif.