Tahukah Anda bahwa saat kita berada di luar negeri, kita wajib melaporkan keberadaan kita kepada Perwakilan RI setempat? Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri dapat berupa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI), Konsulat RI, Perutusan Tetap RI pada PBB, maupun Perwakilan RI tertentu yang bersifat sementara.
Kalau bukan karena sering browsing atau baca blog orang, sepertinya saya ga bakal tahu hal ini deh.
Daftar Isi Tulisan Ini
Urusan lapor diri ini ternyata sudah diatur dalam undang-undang, tepatnya UU No. 23 tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan Pasal 18. Dan menurut UU tersebut, WNI wajib melaporkan kepada Perwakilan RI paling lambat 30 hari sejak kedatangannya.
Diingat-ingat, waktu saya di Jepang dulu, kayaknya saya ada deh lapor diri ke KBRI. Waktu itu saya datang langsung ke KBRI Tokyo, toh saya memang tinggal di Tokyo juga. Di sana disuruh isi form, tapi udah ga ingat detailnya, haha. Kalau ga tinggal di Tokyo alias jauh dari KBRI, maka form lapor dirinya bisa dikirimkan ke KBRI. Mayan tapi ya keluar ongkir, huehe.
Sebelum pindah ke NZ, saya pernah baca bahwa lapor diri ini bisa dilakukan secara online. Wah enak banget! Jadi lebih praktis dan ga perlu keluar biaya.
Kenapa harus lapor diri? Dengan lapor diri, berarti data kita terdaftar secara resmi di database pemerintah. Manfaatnya di antaranya:
Siapa saja yang wajib mendaftarkan diri bagi WNI di luar negeri? Semua WNI yang tinggal 6 bulan atau lebih di luar negeri rupanya wajib lapor diri.
Saat Googling saya nemu beberapa macam deh website untuk lapor diri ini. Biasalah website/aplikasi pemerintahan, kalo yang lama jelek, maka dibikin sistem baru, dengan URL website atau aplikasi berbeda. Entah kenapa ga update yang lama aja, ckckck. Yang terbaru adalah Portal Peduli WNI yang katanya akan diterapkan secara penuh di semua Perwakilan RI mulai Januari 2019.
Proses lapor diri di Portal Peduli WNI ini sangat mudah. Sebelum lapor, kita harus mendaftar terlebih dahulu. Langkah pendaftarannya sebagai berikut.
Sebelum mengisi form lapor diri, sebaiknya siapkan dulu dokumen-dokumen yang nanti akan dibutuhkan, seperti KTP, paspor, dan dokumen bukti tinggal (misalnya visa, resident card, bukti tagihan langganan, dsb.). Butuh scan atau foto dokumennya nanti. Jika adanya hasil scan berupa file PDF, sebaiknya di-screenshot atau di-convert dulu menjadi gambar karena sistemnya cuma terima attachment dengan format JPEG, JPG, atau PNG.
Baca juga: Mengurus Visa New Zealand untuk Pelajar dan Keluarga
Langkah lapor diri di Portal Peduli WNI sebagai berikut.
Setelahnya, kita akan mendapat email yang berisi rangkuman data kita dan info bahwa status lapor diri kita saat ini sedang diverifikasi. Jika sudah diverifikasi, katanya nanti kita akan dapat email lagi yang berisi informasi bahwa lapor diri telah diverifikasi, beserta tanda bukti lapor diri.
Saya sudah mencoba lapor diri, dan memang Portal Peduli WNI ini sangat memudahkan. Cara mengisinya mudah, praktis, serta bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Gratis pula #penting, haha.
Tapi ada beberapa hal yang bikin saya gemez banget:
Udah sih segitu aja uneg-unegnya, huehe. Kapan-kapan saya update ya kalau saya udah kontak KBRI soal status lapor diri saya, haha.
Ada yang punya pengalaman lapor diri di peduliwni.kemlu.go.id juga? Gimana gimana?
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
View Comments
Aku kayaknya inget pernah lapor diri tapi website nya beda. KBRI disini website nya aja masih nebeng sama website kemenlu.. menyedihkan.
Waah beda lagi webnya yaa, kayanya pernah lapor juga tp punyanya kbri setempat bukan atas nama kemenlu hehehe makasiih banyak infonyaa mbak ~
makasih sharingnya mbak, ternyata harus mendaftar ya kalau tinggal lebih dari 6 bulan. biar kalau ada apa-apa kbri bisa mengontrol, membantu dan menyelesaikan permasalahn tersebut. Invoasi yang bagus sih bisa daftar online, jadi lebih mudah
Websitenya macet? Admin ga beres? Indonesia banget:
"Kalau bisa dipersulit, mengapa tidak?"
Halo mas, ini komentar buat apa ya? Soalnya saya tulis proses lapor diri online ini mudah sekali.
Maaf saya nanyak paspor saya hilang apa aja prsaratanya
Syarat untuk apa ya pak?
update KBRI Wellington – 04-475-8699 (ext.718) Passport : 04-475-8697 (ext.717) mereka approved berdasarkan kuota – jadi memang agak lama tergantung total applicant. Printout email yg menunjukkan bahwa status lapor diri sedang diverifikasi sudah cukup kalau untuk perpanjang paspor. phew!
hi, makasi mba blog nya sangat bermanfaat, benar, saya juga gak tau kalo harus lapor diri, saya baru tahu ketika mau perpanjang paspor bulan Agustus nanti. padahal saya disini dari maret 2020.
tapi kenapa saya gak bisa buka ya websitenya (peduliwni.kemlu.go.id) dari HP atau Komputer tetep gak bisa, padahal salah satu syarat perpanjangan paspor adalah bukti print hasil Lapor Diri.
Halo mba, hmmm saya ga tahu juga mba kenapa webnya tidak bisa diakses. Website pemerintah suka berubah-ubah soalnya. Coba kontak KBRI/KJRI setempat aja mba.
Halo mba,
Apakah sudah ada solusii ini? Terima kasih
pengalaman saya lapor diri lewat online.. lapor diri dr tgl 21/12/21 dan baru diverifikasi tgl 7/7/22 hupff trus tanda bukti lapor diri ga bisa di download/link tdk ditemukan. mo buat kartu diaspora, link nya jg sama g ditemukan..hmmmm pemerentah