traveling

NZ Road Trip: Blue Spring Putaruru, Ternyata Masih Ada Sungai Sejernih Ini di Bumi

Minggu, 21 April 2019

Gara-gara ga pernah lihat sungai yang masih bening airnya, dulu saya mengira semua sungai itu ga ada yang jernih. Well, mungkin masih ada, tapi lokasinya nun jauh di atas gunung sana atau di lokasi yang tidak dijamah oleh manusia. Pikiran ini berubah ketika kami mengunjungi Blue Spring Putaruru.

Hari itu bisa dibilang hari terakhir dari road trip kami yang digunakan untuk jalan-jalan. Rute kami hari itu adalah berangkat dari hostel di Turangi, menuju Blue Spring Putaruru, dan ditutup dengan Hobbiton Movie Set Tour.

Baca juga: Itinerary dan Biaya Road Trip di North Island NZ, Autumn 2019

Blue Spring Putaruru bisa diakses dari dua lokasi, yakni dari Whites Road carpark dan Leslie Road carpark. Dari Whites Road kita mesti jalan kaki sekitar 1.5 jam untuk sampai ke blue spring, menyusuri Te Waihou Walkway yang hijau dan menyegarkan.

Tentu saja kami ga punya cukup waktu untuk itu, apalagi bawa Akas, jadi kami pilih masuk dari Leslie Road aja. Dari Leslie Road lebih dekat, minusnya mungkin yang akses dari situ lebih ramai. Tapi kami pikir, ga usah khawatir, karena seramai-ramainya tempat wisata di New Zealand, masih lebih ramai mall di Bandung di akhir pekan kok, wkwk.

Selamat datang di Blue Spring Putaruru

Mendekati Leslie Road, terlihat banyak mobil berjejer. Benarlah ramai, dan benar juga ramainya mah masih tergolong sepi kalau dibanding di Indonesia, ahaha.

Mobil-mobil para turis

Kami berhenti sejenak di parkiran sambil makan siang. Di sekeliling kami terlihat perbukitan, serta sapi yang sedang merumput di ujung sana. Tidak terlihat ada sungai, yang berarti kita mesti jalan sedikit ke balik bukit.

Halo para sapi

Untungnya rutenya tidak berat. Cenderung datar malah. Begitu melewati sisi samping bukit, akhirnya kita ketemu dengan sungai yang jernih itu. Tapi posisi kita berdiri masih jauh dari sungai. Sungainya mengalir di bawah jembatan yang dilewati.

Mulai terlihat airnyaaa
Masih dominan hijau tapi ya, hehe

Kami pun menyeberangi jembatan, dan di sana terbentang bukit yang hijau dengan deretan pohon pinus yang besar-besar. Sungguh menggoda untuk segera gelar tikar buat piknik sambil makan roti bakar #halah.

Coba kalau halaman rumah kayak gini

Sebagian pengunjung memang benar-benar piknik di sana, hehe. Sekumpulan bebatuan menarik perhatian. Di atas tiap batu itu diukir kalimat-kalimat puisi. Kami sih numpang foto aja di sana, huehe.

Mejeng duluuu

Kami melanjutkan perjalanan menyusuri track yang ada. Akhirnya sampai juga ke tepian sungainya.

Lanjut jalan, ada toilet umum juga di situ

Dan benar sekali, air sungainya jerniiiiiih banget, bening sampai kelihatan dasar sungainya. Kelihatan juga tumbuh-tumbuhan yang hidup di dalam sungai. Masya Allah.

Kelihatan sampai ke dasarnya

Huka Falls yang kami kunjungi di hari sebelumnya, sebenarnya juga bersih. Tapi kondisinya berkebalikan sekali. Huka Falls sangaaat deras, sementara Blue Spring Putaruru ini alirannya tenang sekali.

Baca juga: NZ Road Trip: Huka Falls, Wajib Mampir Kalau ke Taupo

Banyak tumbuhan jadi lebih terlihat hijau deh

Sungai sejernih dan setenang itu tentu menggoda orang-orang untuk berenang di dalamnya ya. Tapi tentu saja di sana dilarang berenang. Waktu itu ga ada sih yang berenang, cuma kami sempat papasan dengan salah satu turis yang lagi berusaha mengambil sesuatu dari dasar sungai. Rupanya ada barangnya yang jatuh, eaaa. Namun demikian, katanya sih ada aja turis yang bandel yang nyebur ke sana, ckckck.

Sesuai namanya, air di Blue Spring Putaruru tampak berwarna kebiruan. Sebagian tampak berwarna kehijauan. Tentu saja air aslinya warnanya bening. Warna biru-hijau terlihat karena faktor gelombang cahaya. Monggo dijelaskan lebih lanjut sama yang ngerti fisika ya, wkwk.

Kami menyusuri track kayu yang ada di pinggir sungai. Lebar track-nya mungkin sekitar 1 m, dan tidak semuanya dipagari. Karenanya kami berhati-hati sekali jalan di sana, khawatir ada yang jatuh. Walau tampak tenang seperti tidak mengalir, katanya aliran air di sana sebenarnya bisa memenuhi sebuah kolam renang short courses (25 m, 6 lane) dalam waktu 12 menit. Dan suhu airnya stabil di 11°C sepanjang tahun.

Sepanjang perjalanan tampak sejumlah burung di sana. Kami sempat melihat angsa hitam dan burung lain yang entah apa namanya, huehe.

Burungnya santai sambil mengepakkan sayapnya

Setelah merasa cukup dengan rute yang ditempuh, kami pun segera balik kanan. Berhenti untuk foto-foto lagi sambil tetap merasa takjub dengan air yang super bening itu. Makin takjub ketika baca papan informasi di sana, bahwa 70% air mineral botolan di NZ, sumber airnya berasal dari Blue Spring Putaruru ini. Ga heran yaaa wong airnya sejernih ituh.

Waktu menyusun itinerary, saya sempat merasa Blue Spring Putaruru ini ga apa-apalah di-skip aja. Dan pada akhirnya dikunjungi murni untuk mengisi kekosongan waktu sebelum tour di Hobbiton. Namun sungguh akhirnya kami merasa bersyukur menyempatkan diri untuk mampir ke sana, ketimbang menunggu ga jelas di tempat lain, huehe.

Berikut beberapa catatan saya dari pengalaman ke Blue Spring Putaruru.

  • Kalau ke sana, saya rasa cukup ambil rute yang singkat aja, yakni dari Leslie Road. Kecuali kalau emang banyak waktu banget yaa, silakan telusuri semua track-nya, hehe.
  • Dari Leslie Road cukup banyak akses dengan jalan tanah, tapi kondisinya bagus. Kalau bawa anak dan mau bawa stroller bisa-bisa aja. Kenakan sepatu yang nyaman biar lebih enakeun jalannya.

Demikian cerita kali ini. Berikutnya lanjut ke cerita di Hobbiton ya. Aaaa pengen segera kelar ini utang tulisan, wkwk.

Salam,

Leave a Reply

Emailmu tidak akan dipublikasikan. Bagian yang harus diisi ditandai dengan *

Share

Recent Posts

Perjalanan ASI Alin (3): Support System dan Balada Pumping

Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More

5 November 2024

Menjelajah Auckland dengan Bersepeda (1): The Stories

Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More

25 Mei 2024

Pilih Tinggal di Jepang atau New Zealand?

Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More

20 Mei 2024

Idul Fitri 1445 H (2024) di Bintaro

Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More

22 April 2024

Sekilas Ramadhan 1445 H (2024) di Bintaro

Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More

21 April 2024

Menjelajah Auckland dengan Berlari

Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More

19 April 2024