1 bulan telah berlalu, saatnya kontrol lagi, yay. Kali ini kami sudah mantap untuk ke Siloam Hospital saja ke depannya karena lokasinya lebih dekat. Dan saya memilih ke dr. S lagi aja daripada nyoba-nyoba dokter lain lagi.
Baca juga: Diari Kehamilan Pertama: Kontrol Kandungan Ke-2 (Trimester 1, 7W6D)
Jadwal praktik dr. S adalah jam 16.00-21.00. Hari itu hari Sabtu, dan ternyata antreannya cukup banyak. Kami sampai di sana udah dari sebelum jam 16.00 padahal, dapatnya nomor antrean 11. Kami coba perkirakan, kalau 1 pasien butuh waktu 10-15 menit aja, bisa-bisa kami baru dipanggil 2 jam lagi. Wew. Akhirnya kami putuskan untuk keluar dulu aja dari RS sambil cari makan.
Kami kembali sekitar jam 18.00, ternyata yang sudah dilayani masih sedikit, wew. Bisa lama ini. Ya sudah ditunggu saja. Tapi sepertinya banyak yang sedang pergi juga, jadi sejumlah antrean dilewatkan. Setelah beberapa nama dipanggil ternyata ga ada, akhirnya nama saya dipanggil. Hore, lebih cepat dari bayangan. Saat masuk pun dr. S ketawa karena melihat kami seneng banget dapat giliran lebih cepat. Good, dr. S terasa makin ramah.
Awalnya dr. S bertanya apa saya ada keluhan. Alhamdulillah rasanya saya ga ada keluhan apa-apa. Saya bilang ke dr. S bahwa sebelumnya saya periksa di RS Pertamina, tapi ke depannya bakal ke Siloam Hospital aja. dr. S pun bertanya apakah saya sudah punya buku KIA yang berwarna pink itu. Karena belum ada, akhirnya dr. S ngambilin buku KIA untuk saya. Hoho, akhirnya punya juga bukunya, dulu saya sempat penasaran soalnya buku itu bisa dapet dari mana. Dari kontrol sebelum-sebelumnya dokternya ga pernah menyinggung soal buku itu.
Setelah itu langsung USG. Di layar USG, sudah terlihat bentuk janinnya makin seperti bayi. Dan dia gerak-gerak! Awalnya posisinya terlihat telentang dari samping, trus ga lama kemudian dia muter ke kiri sehingga sekarang posisinya jadi memunggungi kami. dr. S sampe gemes “aktif banget sih deeek, hei, mau difoto dulu ini”. Kyaaa, naaak, bahagianya ibumu ini melihatmu bergerak-gerak, bahagia sekali :’). Walau janinnya sudah bergerak-gerak, saya belum bisa merasakan gerakannya. Kata dr. S nanti baru mulai kerasa di usia kehamilan sekitar 18-19 minggu, itu pun di awal berupa kedutan saja.
Saat USG, dr S juga sempat bertanya pada saya.
dr. S: Feeling-nya anaknya laki-laki atau perempuan?
Saya: Hmm, feeling saya laki-laki sih dok. Salah ya dok?
dr. S: Feeling saya juga laki-laki, tapi ini belum terlalu jelas juga sih. Nanti kita lihat aja.
Dari USG kali ini, HPL-nya ternyata maju jadi akhir Juni 2015, dari yang sebelumnya awal Juli 2015. Kata dr. S, karena yang sebelumnya cuma diukur berdasarkan kantong kehamilan, selanjutnya pake perkiraan yang sekarang aja karena sudah diukur berdasarkan ukuran janin. Baiklah, ke depannya saya ikut hasil USG terbaru aja untuk perkiraan usia kehamilan dan HPL.
Setelah USG, saya pun cuma kepikiran nanya apakah kondisi janin kami sehat. dr. S pun bilang, “iya, lagian aktif kayak gitu”. Hehe. Alhamdulillah. Selanjutnya ga nanya apa-apa lagi, suami pun ga ada pertanyaan. Kali ini dr. S ngasih kami 2 lembar foto USG, yay.
Catatan kontrol dan USG:
Biaya pemeriksaan kehamilan:
—
Btw selesai kontrol saya sempat bahas dengan suami soal feeling jenis kelamin itu. Saya ceritain lagi kata-kata dr. S saat USG. Lalu:
Evan: Kenapa feeling-nya laki-laki?
Reisha: Ga tau, feeling aja.
Evan: Ah, nebak-nebak aja kali. Kan kemungkinannya 50:50.
Ya sudah, kita lihat saja nanti :D.
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
Leave a Reply