Kamis, 8 Februari 2018
Dulu seorang teman yang sedang liburan ke Padang posting foto di Instagram story-nya, lagi main di sebuah waterpark di Padang. Lalu saya tanya itu di mana, katanya di Arau Mini Waterpark di kawasan kota tua Padang. Ya ampun, saya ga tahu sama sekali kalau ada waterpark di sana, padahal saya pemegang KTP Padang, haha.
Saya coba browsing tapi ga banyak informasi yang saya temukan tentang waterpark ini, cuma beberapa video Youtube. Saya tanya suami yang dulu lebih lama tinggal di Padang, dia juga ga tahu. Nanya temen, malah ditanya balik, “Harau? Di Payakumbuh?”. Nama (Lembah) Harau memang lebih terkenal dibanding Arau, hehe.
Baca juga: Wisata Sumbar: Lembah Harau yang Memukau
Mudik awal tahun lalu saya juga berencana mau bawa Akas main ke Arau Mini Waterpark ini. Sekalian emaknya mau main juga, haha. Puas-puasin deh main air mumpung biayanya juga lebih murah dibanding di Bandung. Tiketnya Rp36.000/orang kalo ga salah. Tadinya kami pengen pagi-pagi ke sana, tapi pagi hari masih mager banget, masih terasa cape setelah perjalanan ke Pesisir Selatan sehari sebelumnya.
Baca juga: Wisata Sumbar: Jalan-Jalan Sekalian Pulang Kampung ke Pesisir Selatan
Siang hari baru berangkat, rupanya Padang panas terik gila di tengah hari itu. Ga mungkin deh maksain main di sana di bawah terik matahari, khawatir malah demam dan gosong banget kulitnya. Alhasil kami melipir cari makan siang aja lalu balik lagi ke rumah untuk istirahat. Ke waterpark-nya tunggu sore hari aja. Sore pun tiba, saatnya main, horeee.
Sampai di sana, tempatnya terasa sepi sekali. Di tempat parkir cuma ada 1-2 mobil yang parkir. Karena bukan hari libur kali yaa. Di dekat pintu masuk ada kolam kecil dan dekorasi bertuliskan nama Arau Mini Waterpark.
Kami pun masuk, ruangannya lebih terlihat seperti toko yang menjual perlengkapan berenang, hehe. Di sana kami membeli tiket lalu diarahkan masuk lewat pintu kecil menuju area waterpark-nya.
Waterpark-nya ternyata cukup luas. Seketika pandangan bakal tertuju ke kapal bajak laut yang berada di tengah kolam.
Kami segera berganti pakaian di toilet dan meletakkan barang-barang di dalam loker.
Di Arau Mini Waterpark ini ternyata ada 3 kolam. Ada kolam kecil untuk anak-anak yang mau berenang, lalu ada kolam dangkal yang berisi beberapa wahana permainan, serta kolam dalam untuk orang dewasa berenang.
Di kolam dewasa, pengunjung wajib menggunakan pakaian renang untuk berenang. Sementara di bagian waterpark masih diperbolehkan menggunakan pakaian yang bukan pakaian renang, seperti kaos.
Kami mengajak Akas main di waterpark, lagi-lagi dia masih menolak gara-gara ada ember tumpahnya. Fyuuuh. Dan gara-gara ember tumpah itu lokasinya di atas kapal, dia ga mau deket-deket dengan kapalnya. Padahal di kapal itu ada beberapa perosotan untuk anak.
Saya dan suami bergantian mencoba main di perosotan yang gede. Ada tiga macam perosotan gede yang bisa dipakai oleh orang dewasa juga. Dua perosotan yang berputar-putar itu terlihat landai, dan pas saya coba, saya ga bisa meluncur dengan baik, malah tersendat-sendat. Lah maunya meluncur kok malah mesti ngesot perlahan, cape deh. Dugaan saya karena terlalu landai, atau karena bahan pakaian renang yang saya pakai? Berikutnya gantian suami yang coba, hasilnya sama aja, susah banget meluncurnya. Lah ga guna dong perosotannya?
Kami lalu melipir ke kolam renang. Suami berenang, sementara saya cuma berendam sambil main-main air, maklumlah masih belum bisa berenang. Di sini Akas lebih mudah diajak masuk kolam. Tampaknya dia memang lebih nyaman di kolam yang tenang dibanding yang heboh seperti waterpark.
Puas berenang, kami kembali ke waterpark. Pengunjung bertambah, kebanyakan anak-anak muda yang mau foto-foto di waterpark, ckckck. Lalu kami mengamati mereka main, dan ada yang pegang-pegang busa. Dari tadi memang kami perhatikan ada beberapa busa tipis yang mengapung di kolam, dan cuma mikir kok ga diberesin sih?
Melihat orang lain kami jadi mikir, apa jangan-jangan main perosotannya pake busa itu ya? Penasaran, akhirnya dicoba. And you know what? Duduk di perosotan beralaskan busa tipis itu, kita bisa meluncur dengan kencang. OMG!! Dari tadi kami ngesot geje dan menyalahkan perosotannya yang terlalu landai, tapi rupanya masalahnya ada di gaya gesekannya yang besar. Pakai busa itu lebih licin sehingga meluncur ga terhalang gesekan. Aneh banget pakainya busa tipis yang ga jelas gitu, dan petugas di atas dekat tempat naik perosotan ga ada yang bilang, wkwk.
Bermodalkan busa itu akhirnya kami lebih enjoy main di perosotan. Gantian deh sama suami beberapa kali nyoba, haha. Kenapa oh kenapa ga dari tadiiii.
Saya dan suami udah puas main, Akas ya gitu-gitu aja, cuma mau main di kolam dangkal, heuu. Kami sudah sounding ke dia bahwa suara air tumpah itu ga perlu ditakuti, cuma air kok itu. Dia akhirnya ga takut lagi sih lihat air tumpahnya tapi masih belum mau dekat-dekat situ.
Setelah puas bermain, kami segera berganti pakaian dan siap-siap pulang.
—
Berikut beberapa catatan saya dari pengalaman ke Arau Mini Waterpark ini.
Sekian pengalaman kami ke Arau Mini Waterpark. Lain kali di Padang pengen coba waterpark di Christine Hakim Idea Park (CHIP) deh. Ada yang udah pernah ke sana?
Salam,
Di tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan seputar ikhtiar saya untuk meningkatkan produksi ASI. Kali ini… Read More
Dulu waktu awal-awal datang di Auckland, saya rasanya hampir tidak pernah melihat orang bersepeda. Terasa… Read More
Saya pernah tinggal di Tokyo, Jepang tahun 2010-2013. Saya juga pernah tinggal di Auckland, New… Read More
Mumpung masih bulan Syawal, Selamat Idul Fitri 1445 H ya semuanyaaa. Minal aidin wal faidzin.… Read More
Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan untuk ketemu Ramadhan lagi. Dan makin lama kok ya Ramadhan… Read More
Kembali ke seri jelajah Auckland. Dulu saya sudah pernah menulis wilayah Auckland mana saja yang… Read More
View Comments
Anak saya suka main di Arau waterpark ini. Memang tepat ada nya dan bagus tulisan penulis ini