Di Balik Layar Komunitas dan Website 1minggu1cerita

Harusnya ini saya tulis akhir Februari lalu, ketika mba Ewafebri cerita tentang karakter Mingce di blognya. Apa daya si saya ini seringnya mager untuk memulai, lalu ditunda deh … berbulan-bulan, wkwk. Lalu sekarang keingat buat nulis topik ini lagi. Yo wes lah mari dieksekusi.

Akhir tahun 2017, ketika saya memutuskan untuk lebih rajin ngeblog, saya mencoba untuk bergabung dengan komunitas blogger. Komunitas yang pertama kali terpikirkan oleh saya adalah 1minggu1cerita alias 1m1c.

Baca juga: Bergabung dengan Komunitas Blogger

Kenapa 1minggu1cerita?

Kenapa yaa? Awalnya simply karena ada teman yang saya kenal juga gabung di sana, admin pula (halo Abak!). Kalau udah ada yang dikenal gitu kan rasanya ga begitu asing saat masuk komunitas baru. Saya sebelumnya ga pernah gabung komunitas online soalnya.

Selain itu tagline-nya “menulislah walau #1minggu1cerita” terasa pas sekali buat saya yang waktu itu masih belum rutin menulis, masih menulis sesuai mood. Membuat satu tulisan untuk satu minggu rasanya tidak berat, dibanding saya langsung masuk komunitas ODOP misalnya.

Seiring berjalannya waktu, makin kenal deh suasana komunitasnya dari grup WA 1minggu1cerita. Dan sejauh ini saya merasa nyaman dengan komunitas ini karena banyak hal.

1. Komunitas yang Selow dan Ga Ribet

Dari beberapa grup dan komunitas menulis yang saya ikuti, 1minggu1cerita ini aturannya paling santai dibanding yang lain. Member cuma diajak menyetorkan tulisan di blognya minimal 1 tulisan tiap minggu. Itu pun masih ada “jatah” bolos. Misal minggu ini udah setor tulisan, minggu depan ga setor, ga apa-apa. Kecuali kalau udah 6x alias 6 minggu berturut-turut ga setor, baru deh di-kick dari grup. Tapi setelah di-kick pun kalau mau langsung daftar lagi juga ga masalah, ga perlu menunggu lama, ahaha.

Tema tulisan pun juga bebas. Paling hanya 1x sebulan 1minggu1cerita menyediakan minggu tema, biasanya di minggu pertama bulan tersebut. Minggu tema ini bisa membantu kasih ide ke member yang mungkin lagi bingung mau nulis apa. Tapi kalaupun bingung mau nulis apa terkait tema yang disediakan, ga ikut nulis juga ga apa-apa, kan ada jatah bolos, haha.

Dengan aturan seperti ini, menurut saya 1minggu1cerita ini cocoook banget buat orang-orang yang baru mulai berkomitmen untuk rutin menulis tapi juga tidak mau merasa terbebani. Karena yaaa we know lah ya menjaga konsistensi menulis itu susah sekali, ahaha. Tapi buat yang sudah terbiasa menulis tiap minggu atau bahkan bisa nulis lebih dari 1 tulisan tiap minggu, 1minggu1cerita mah cincai laaah.

Baca juga: Hal-Hal yang Saya Rasakan Setelah 1 Tahun Merutinkan Blogging

2. Member yang Sangat Bervariasi

Kebanyakan komunitas menulis yang saya ikuti itu isinya setipe dengan saya, yakni perempuan atau emak-emak. Jadi dunia orang-orangnya ga jauh beda lah ya.

Tapi di 1minggu1cerita, anggotanya bervariasi, dalam banyak hal. Member-nya perempuan ada, laki-laki ada. Dari sisi umur juga range-nya luas, pernah 1minggu1cerita punya member dari anak SMP hingga yang udah punya cucu. Tema tulisan juga sangat beraneka ragam. Dari yang nulis karena hobi aja sampai yang udah biasa terima job dari blog juga ada.

Yah mungkin di komunitas lain juga ada yang begini, tapi saya ga ikut, jadi ga bisa bandingin, ahaha.

3. Tidak Ada Keharusan Blogwalking

Dulu ketika saya belum gabung komunitas blogger apapun, buat saya blogwalking itu ya sesukanya aja. Dan buka blog orang, baca isinya, tanpa meninggalkan komentar pun menurut saya namanya udah blogwalking. Tapi ternyata di luar sana ada pendapat berbeda. Ceunah kalo blogwalking itu harus meninggalkan komentar. Yah bebas-bebas aja sih definisinya gimana, huehe.

Di 1minggu1cerita, kita mesti setor tulisan di website member. Selain itu, kalau gabung dengan grup WA-nya, kita bebas mau share link tulisan terbaru kita. Istilahnya “congkak” kalau di grup WA mah, haha. Begitu ada yang setor atau congkak, kita ga wajib blogwalking ke link tulisan tersebut. Kalau mau baca silakan, kalau ga juga ga apa-apa. Yang penting member bahagia.

Buat saya yang masih memegang prinsip (#halah) blogwalking itu sesukanya, hal seperti ini terasa cocok sekali. Mau share bebas, dibaca atau ga ya silakan. Tinggal gimana caranya bisa memancing orang biar mau baca tulisan kita. Makanya ketika saya gabung grup lain dan ternyata ga bisa share tulisan blog sebebas itu, saya rada kaget, haha. 

Tapi yaa ini tergantung tujuan ngeblog yang bersangkutan juga sih ya. Kalau yang punya job mah pasti merasa keharusan blogwalking dan berkomentar itu justru sangat bermanfaat, karena dijamin pageview dan komentar tulisannya bertambah.

Jadi buat yang berharap ada list atau kewajiban blogwalking, 1minggu1cerita sayangnya bukan tempatnya, huehe. Tapi buat yang selow, hayu atuh gabung, hihi.

Baca juga: Perlukah Ikut List Blogwalking?

4. Punya Website Khusus Member

Ketika saya gabung, 1minggu1cerita udah punya website khusus untuk para member-nya. Website tersebut fungsinya untuk meng-handle registrasi dan setoran para member. 

Belakangan saya ketahui bahwa dulunya setoran 1minggu1cerita ini dilakukan lewat Google Form. Lalu seiring berjalannya waktu, ada admin yang mau meluangkan waktu dan tenaganya untuk membuat website tersebut.

Sebenarnya fitur website member ini masih sederhana sekali. Tapi yang membuat saya sangat terkesan adalah website-nya dibuat dari scratch. Kalau saya yang disuruh bikin, yang akan saya lakukan adalah membuatnya dengan WordPress trus pakai sejumlah plugin. Praktis, tinggal customize aja. Kira-kira mirip seperti yang dilakukan Blogger Perempuan. Tapi 1minggu1cerita malah bikin dari nol, dan menurut saya ini sungguh niat sekali! Luar biasa.

Ini penilaian subjektif saya sih. Kalau ada pendapat berbeda ya silakan. Yang penting jangan julid, ahaha.

Utak-Atik Website 1minggu1cerita

Jadi, 1minggu1cerita sebenarnya punya 2 website. 

Yang pertama adalah 1minggu1cerita.id, sebut saja “website utama” yang berisi informasi seputar komunitas serta artikel-artikel seputar tulisan para member dan tips blogging. Ini modelnya seperti blog, dibuat dengan WordPress, dan bisa diakses siapa saja.

Yang kedua adalah member.1minggu1cerita.id. Ini yang tadi saya sebut sebagai “website member“, karena untuk mengakses sisinya, kita harus terdaftar dan login terlebih dahulu.

Di satu sisi saya memang salut buat admin 1minggu1cerita yang sudah membuat website member dari nol. Tapi di sisi lain saya gemez banget dengan tampilannya yang super minimalis. Termasuk juga tampilan website utama. Jiwa-jiwa netijen julid saya bergelora #eaaa.

Tapi waktu itu saya juga ga berani mengkritik, karena … yaa siapa sayaaa, haha. Kebayangnya, kritik doank tanpa ada solusi itu ga membantu. Kecuali saya mau bantu ngerjain, yang mana waktu itu saya pun mager lah, haha.

Lalu suatu hari tiba-tiba mood saya berubah, saya menawarkan diri ke admin untuk bantu permak tampilan website member. Tapi waktu itu gayung tak bersambut. Tawaran saya udah di-notice, tapi karena kesibukan adminnya, saya tak kunjung dapat akses ke source code website-nya. Ya syudah.

Waktu berlalu. Beberapa bulan kemudian tiba-tiba saya diajak jadi admin 1minggu1cerita. Nah lo.

Walau awalnya diajak jadi admin untuk mengelola medsos 1minggu1cerita, saya melihat kesempatan ini sebagai peluang untuk utak-atik website, ihihi. Jadi tanpa pikir panjang saya iyakan tawaran jadi admin. Lumayaaan jadi ada mainan baru, hoho. Walau saya masih belum ada ide website-nya mau dibikin kayak apa.

Nah kebetulan juga ga lama setelah jadi admin, kami membahas soal logo baru serta maskot untuk 1minggu1cerita. Lahirlah logo baru dan karakter Mingce dari masukan dari para admin combo tangan mba Ewafebri. Sampai dibikinin stiker WA-nya lho.

mingce 1minggu1cerita
Rupa-rupa Mingce di stiker WA

Begitu ada logo baru dan Mingce ini, saya langsung dapat ide mau bikin website kayak apa, yay. Keberadaan logo dan Mingce ini sungguh memudahkan saya untuk memilih warna. Warna oranye di logo baru juga membuat suasana 1minggu1cerita jadi lebih cerah dan ceria, dibanding logo sebelumnya yang dominan warna hitam.

website member 1m1c
Dashboard website member 1minggu1cerita

Awalnya saya hanya fokus ke website member aja. Tapi setelah jadi, kok gemez juga kalau website utama ga senada dengan website member. Akhirnya dirombak juga deh website utama. Dan jadilah kedua website 1minggu1cerita seperti yang ada sekarang. Terima kasih buat para admin yang membiarkan saya bebas berkreasi, huehe.

website 1m1c
Landing page website 1minggu1cerita

Dipikir-pikir lagi, untung juga dulu sebelum saya jadi admin itu saya ga dapat kesempatan untuk utak-atik, soalnya kemungkinan website-nya bakal tetap rada plain juga. Maklumlah saya mah ga bisa bikin ilustrasi, hehe.

Sejauh ini, selain permak tampilan website, di website member juga udah ditambahin fitur untuk auto-twit setoran member ke akun Twitter @1minggu1cerita. Ini sangat membantu para admin karena dulu itu posting ke Twitter-nya manual. Dan manual itu sungguh lelah pemirsah, haha.

Baca juga: Pengalaman Klaim (Mengambil Alih) Username Twitter yang Tidak Aktif

Fitur lain yang kepikiran buat ditambahkan mah adaaa, tapi nanti lah kalau ada waktu. Soalnya saya ga ada skill coding backend, jadi buat nambahin satu fitur aja saya kudu banyak-banyak browsing dan trial error, haha. 

Demikian cerita saya bersama komunitas 1minggu1cerita. Tulisan ini murni dari pribadi saya, ga mewakili admin apalagi komunitas, huehe.

Buat yang tertarik gabung, silakan isi form di member.1minggu1cerita.id/registrasi yaa dan sampai jumpa di grup WA-nya, hehe.

Buat member yang baca tulisan ini, share yuk pengalamannya di 1minggu1cerita, biar makin banyak yang tertarik gabung dan 1minggu1cerita pun makin ramai, hihi.

Salam,

Reisha Humaira

4 tanggapan untuk “Di Balik Layar Komunitas dan Website 1minggu1cerita

    • 16 November 2019 pada 15:07
      Permalink

      (((dijebak)))

      Balas
  • 18 November 2019 pada 05:58
    Permalink

    Keren Mbak. Websitenya 1m1c menurutku keren banget untuk sebuah komunitas non profit. Salut dengan sistem otomatis yang hanya bisa dibuat orang-orang hebat XD. Tetap semangat berbagi ilmu Kak.

    Balas

Leave your comment